NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Pulang kampung

  Hari raya idul Fitri sudah tiba setelah aku dan mas Bram saling bermaaf maafan dan berkumpul dengan keluargaku dan juga menziarahi makam ayahku ,kemudian kamipun pergi kerumah mertuaku yang berbeda kota yang memakan perjalanan selama satu jam untuk sampai disana.

"Kalian baru datang?"tanya ibu Mertuaku yang muncul dari dalam melihat kami tiba dengan wajah sumringah.

"iya Bu...maaf kami habis dari makam baru bisa kesini sekarang"sahutku pelan sambil mencium punggung tangannya dan memberikan buah tangan ketupat sayur dari ibuku dan masuk kedalam menemui ayah mertua yang sedang asik menonton tv didalam rumah.

"Baju kamu bagus Vayala beli dimana?"tanya ibu mertuaku memperhatikan baju Gamis yang ku kenakan.

"saya beli di online Bu!"sahutku pelan .

"Berapa harganya?".

"murah kok Bu enggak sampe dua ratus ribu"sahutku menjelaskan.

Ibu mertuaku ini memang suka memperhatikan apa yang aku pakai bukan baju saja tapi seperti tas atau hal lain yang dia belum pernah lihat pasti selalu ditanya terkadang aku sampai merasa tidak enak padanya,jika ada rejeki aku berinisiatif untuk membelikan barang sepertiku untuknya.

Ia pun segera melangkah kedapur dan membawa dua piring nasi putih dengan semangkuk ikan dengan kuah kuning.

"ayo dimakan ibu masak khas masakan Aceh namanya asam Jing!"ucapnya memberikan dua piring nasi putih dan semangkok ikan bandeng yang di masak mentah dengan kuah kuning yang terlihat enak untuk kami.

"Bram..ayah sama ibu sebentar lagi mau pulang kampung,rencananya kami mau jual tanah ayah yang disana sebagian untuk nanti kalian beli rumah!"ucap ayah mertuaku berbicara.

Mendengar mertuaku yang tiba tiba akan pulang kampung membuat kami terkejut,karena mereka sudah lama sekali meninggalkan kampung halaman untuk tinggal disini karena ayah mertuaku yang yang dimenjabat dikantor pemerintah daerah sebagai kepala Disdukcapil yang sekarang ini sudah pensiun.

"emangnya kapan ayah mau pergi ke sana ?"tanya Bram penasaran.

"sebentar lagi nak,ayah sudah pesan tiket dan akan berangkat secepatnya bersama ibu,"sahutnya.

"Iya ..kamu dan adik adik kamu kami akan belikan rumah kalau tanah itu sudah laku dijual daripada kalian terus ngontrak kan..."seru ibu mertuaku.

"kamu jagain adik adik kamu jangan ada yang ribut dan kalian semua harus akur"seru ibu mertuaku menasehati.

"iya Bu...biar cepet laku deh tanahnya...biar aku bisa punya rumah baru dan enggak tinggal dirumah mertua ku"sahut Mas Bram dengan senang.

    Ketika kami sedang berbincang bincang terlihay dari depan sebuah mobil Avanza masuk kedalam halaman rumah mertuaku terlihat Fadil dengan istri dan anaknya yang masih berusia 3 tahun datang menghampiri kami.

"assalamualaikum...!"ucap mereka memberi salam.

"waalaikumussalam!!".

"Nah itu si Fadil...rumah Deket tapi baru kesini dil,dapet banyak semalem jualannya?"tanya ibu mertuaku menggoda.

"alhamdulilah Bu,toko rame banget semalem dan aku sampai begadang makanya baru kesini!"sahut Fadil mencium punggung tangan kedua orangtuanya .

"Bang udah Dateng dari kapan?"tanya Fadil menyalami mas Bram dan juga aku.

"baru aja belum lama..."sahut mas Bram sambil menyuap makannya.

Mereka membawa beberapa bingkisan berisi sekaleng biskuit dan juga Syrup untuk kami.

Fadil adiknya mas Bram yang paling bungsu yang sukses dengan usaha toko distronya yang cukup besar di dekat rumah mertuaku,anak kesayangan mertuaku yang selalu dibangga banggakan dan dibandingkan dengan mas bram yang belum sukses sampai sekarang.

 Dan aku hanya diam mendengarkan mereka saling berbicara antara keluarga inti.

 Terlihat ibu mertuaku yang sangat semangat berbicara dengan Lia istrinya Fadil,anaknya Nino yang sangat lucu dengan rambut keritingnya seperti artis Giring Nidji membuatku ingin menggendongnya.

  "Nino sini sama Uak...!"seruku memanggil keponakan mas Bram yang asik melihat video handphone orangtuanya.

"tuh uak kamu manggil...,jangan main hape aja Nino!",celetuk ibu mertuaku tertawa.

"Ibu doain biar kamu sama Bram cepet punya momongan ya Vayala yang penting jangan minum pil KB..kamu pernah minum itu vay?"tanya ibu mertuaku.

"Aamiin...enggak Bu saya enggak pernah minum gitu gituan"sahutku pelan,tahu juga tidak aku dengan pil pil itu yang katanya untuk menunda kehamilan justru aku ingin cepat memiliki anak seperti Fadil dan Lia yang jarak menikahnya sama dengan kami dalam satu tahun.

"iya soalnya itu bikin lama kamu nanti punya anak"ucap ibu mertuaku lagi.

"iya Bu".

    Lama kami berbincang bincang akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore dan cuaca yang terlihat sudah menggelap karena akan turun hujan membuat Mas Bram menambah kecepatan pada motor maticnya.

 "Mas semoga aja ya...tanah ayah itu cepet laku biar kita bisa pindah dari rumah ibuku ...jujur aku merasa tidak enak menumpang dirumah ibuku terus,aku ingin masak sendiri nanti ..bikin makanan buat kamu!"ucapku.

"iya kamu doain aja biar tanah cepet laku!"sahut mas Bram sambil mengendarai motornya.

...****************...

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!