NovelToon NovelToon
Asisten Pribadi Mantan

Asisten Pribadi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Dirga dan Asha..

Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.

Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.

Namun takdir berkata lain..

Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.

Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..


Lima tahun berlalu..

Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..

Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.

apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Jam menunjukkan puku 17.45, waktu dimana semua orang sudah bersiap untuk pulang kerumah mereka masing-masing

Namun tidak dengan Asha, perempuan itu justru masih sibuk dengan beberapa laporan yang harus segera ia selesaikan

Beberapa kali Asha memijat tengkuk lehernya yang mulai terasa pegal, bahkan rasanya untuk mengisi air di gelasnya saja Asha enggan bangun

Dirga yang saat itu sedang keluar dari ruangannya, melihat Asha yang masih menatap layar laptopnya

" Masih banyak pekerjaan kamu ? "

Asha menoleh

" Lumayan pak, tapi tiga puluh menit lagi harusnya selesai "

Dirga masuk kedalam ruangan itu, dan mengambil gelas kosong Asha yang berada diatas meja kerjanya

" Loh Pak, gelas saya mau dibawa kemana ? "

Dirga tidak menjawab ucapan Asha, justru pria itu sudah melangkah keluar dari ruangan Asha

Saat Dirga sedang mengisi air di pantry, Reza yang kebetulan juga hendak ke pantry terkejut melihat Dirga

" Ada apa nih tiba-tiba bos gue ngisi air sendiri, mana sekretaris nya Pak Dirga ? "

" Bukan punya gue "

Reza membulatkan matanya

" Kalau ini gelas bukan punya lo, berarti gelas ini punya Asha dong "

Dirga enggan menjawab dan memilih pergi dari sana

" Dir, gelas gue isiin juga dong " goda Reza sambil tertawa lepas

Dirga membawa gelas itu keruangan Asha, meletakkan kembali gelas itu ketempat semulanya

" Makasih Pak, maaf ngerepotin "

" Saya cuma nggak mau kamu tenggorakan kamu sakit dan kamu ga masuk kerja, nanti siapa yang handle kerjaan kamu "

Dirga pun keluar dari ruangan Asha sebelum Asha menjawab ucapan Dirga.

Asha meraih gelas itu dan tersenyum tipis

....

Pukul 20.00 WIB Asha dan Dirga meninggalkan kantor..

Diperjalan pulang, tiba-tiba perut Dirga berbunyi

Asha yang mendengarpun menoleh

" Pak Dirga, lapar ? "

" Nggak "

" Tapi tadi perutnya bunyi "

" Suara mobil "

" Berarti mobilnya lapar ? "

Namun perut Dirga mengkhianati dirinya

Kembali terdengar bunyi suara perut Dirga

" Yaudah kita mampir makan dulu aja gimana pak ? Kebetulan dekat sini ada warung makan yang enak "

" Boleh "

Asha meminta Dirga untuk menghentikan mobilnya di warung tenda pinggir jalan, awalnya Dirga ragu tapi Asha meyakinkan Dirga

Dirga pun turun dari mobilnya menyusul Asha yang sudah lebih dulu masuk kedalam

" Pak Dirga duduk aja, biar saya yang pesan "

Dirga mengangguk

Tempat makan itu cukup ramai dengan beberapa pembeli, padahal tempat itu termasuk tempart sempit dan tidak nyaman

Asha yang sudah selesai memesan langsung menghampiri Dirga

" Kamu yakin makanan disini enak ? "

Asha tertawa kecil

" Yakin pak, udah Pak Dirga nggak usah khawatir "

Sambil menunggu makanan, Asha memainkan ponselnya.

Sedangkan Dirga, ia masih memikirkan ucapan Asha dan Naufal siang tadi

" Apa yang Asha sembunyikan sebenarnya ?"

" Apa selama ini ada yang aku nggak tau ? "

Dirga membatin sambil memperhatikan Asha

Tak lama pesanan mereka tiba dan penjual itu menata makanan itu diatas meja

" Terimakasih ya "

Ucap Asha

" Sama sama Neng, silahkan dimakan "

Dirga menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia melihat beberapa makanan yang Asha pesan sejak tadi

" Ini nasi uduk sama ayam goreng, sambelnya sih ga pedes kalau Pak Dirga mau coba "

" Terus ini juga ada tempe tahu, sama ada kulit dan usus goreng "

" Kamu yakin enak ini Sha ? "

" Yakin Pak, udah di makan dulu cobain "

Asha yang merasa gereget pun menyuwirkan ayam milik Dirga, dan menyuapi dengan tangannya

" Sha " Dirga terkejut

" Buka mulutnya "

Dirga menurut, dengan ragu ia membuka mulutnya

Satu suapan pun mulai masuk kedalam mulut Dirga, dan rasanya tidak seburuk yang ia pikirkan

" Enak ? "

Dirga mengangguk

" Pak Dirga bisa makan sendiri kan ? "

" Bisa "

Dirga pun meletakkan sendok dan garpu yang sebelumnya hendak ia gunakan, ia melakukan hal yang sama seperti dengan Asha

Selama makan tak banyak percakapan diantara mereka, seseali Asha melempar senyuman kepada Dirga

Setelah selesai makan dan membayar mereka segera kembali kedalam mobil

" Apa mereka ga rugi ya ? Masa makan sebanyak itu nggak sampai seratus ribu "

" Kalau mahal nanti nggak ada yang beli Pak "

" Oiya Pak Dirga, nanti saya mau mampir sebentar ke minimarket depan ya "

" Mau ngapain ? "

" Kulkas bapa itu kosong, kalau malam ini ga belanja besok kita mau sarapan apa ?"

Dirga pun hanya mengangguk

Segera Dirga melajukan mobilnya kembali .

Hingga mereka berhenti tepat di minimarket yang Asha maksudkan, Dirga ikut turun menemani Asha

Saat Asha hendak mendorong troli, Dirga justru mengambilnya dari tangan Asha

" Biar saya aja "

Asha mengangguk

Asha mulai memasukan beberapa bahan yang bisa ia masak untuk besok pagi

Asha mengambil satu persatu bahan dari rak

Saat mereka berhanti di rak coklat, tanpa di duga Dirga pun mengambil colat yang sama dengan yang Asha ambil

" Pak Dirga mau coklat juga ? "

" Hmm " Dirga mengangguk

Dirga memasukan beberapa bungkus coklat kedalam troli, ia juga memasukan susu coklat

Saat di rak mie instan, Asha mengambil beberapa bungkus untuk ia jadikan stok nantinya

" Nggak boleh, taruh lagi " ucap Dirga

" Buat saya pak "

" Justru itu, kamu ga boleh makan ini "

" Satu aja deh Pak "

" Nggak ada Asha, simpan lagi di rak "

" Masa satupun nggak boleh sih "

Ibu-ibu yang berada disamping mereka tersenyum melihat keduanya berdebat kecil

" Yaampun suaminya perhatian banget neng "

Asha dan Dirga saling bertatapan

" Bukan "

" Belum "

Jawab Asha dan Dirga bersamaan

Ibu-Ibu itu tersenyum sambil meninggalkan keduanya

" Pak Dirga ngapain jawab belum ? "

" Salah ucap "

Dirga meninggalkan Asha yang masih kebingungan

....

Asha dan Dirga pun sampai dirumah

Asha lansgung menata semua makanan di dalam kulkas

Dirga datang untuk membantu Asha

" Pak Dirga, ngapain ?"

" Bantu kamu "

" Saya bisa sendiri "

" Tapi ini rumah saya "

Asha mengangguk

Setelah semua bahan selesai disimpan, Dirga pun langsung meninggalkan Asha yang masih di dapur

Ponsel milik Asha berdering panggilan masuk dari Naufal, Asha pun pergi ke halaman belakang agar tidak mengganggu Dirga

Dirga melihat Asha keluar dari pintu dapur, perlahan-lahan Dirga mengikuti Asha

Dirga mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, ia melihat Asha dan Naufal yang sedang melakukan panggilan vidio ia pun mendengarkan apa yang mereka bicarakan

" Udah pulang, Sha ?"

" Udah nih,baru aja sampai "

" Gimana tinggal sama mantan ? Seru nggak ?"

" Fal.. Jangan mulai deh "

" Jujur aja deh sama gue Sha, lo mulai nyaman kan tinggal sama Dirga "

" Lumayan, nggak semenyeramkan yang gue pikir "

" Fal.. "

" Ya.. ? "

" Kayaknya gue jatuh cinta lagi sama Dirga "

" Sha lo bukan jatuh cinta lagi, tapi emang dari dulu lo ga berhanti buat cinta sama dia Sha "

Tubuh Dirga membeku mendengar pengakuan itu

Jantungnya berdebar dengan cepat

Ia masih berada disana, mendengarkan apa yang keduanya bicarakan

" Sha, kalau emang lo sama dia mau balik kayak dulu lo harus ceritain ke dia Sha "

" Fal, gue udah nggak pernah berharap buat balik sama dia Fal "

" Gue cuma mau mastiin dia baik baik aja sekarang "

" Ya terserah lo deh, gue cuma bisa kasih saran aja "

Dirga semakin penasaran..

Apa yang Asha sembunyikan dari dirinya

Ada apa sebenarnya ?

...

Malam hari jam hampir menunjukkan pukul 12 malam

Dirga keluar dari kamarnya untuk mengisi air di gelasnya

Namun Dirga mendengar suara tangisan dari kamar Asha

Dirga menempelkan telinganya tepat di pintu kamar Asha

" Maafiin aku Dirga, maaf "

" Maaf karena aku nggak punya pilihan waktu itu Dir "

Dirga menundukkan kepalanya

" Sebenernya ada apa Sha, kenapa kamu nggak mau cerita sama aku ? " ucap Dirga dengan pelan

1
partini
satu kata buat kamu Dirga STUPID
partini
ya sat set lah cari tau
Angga Gati
lanjut kak👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!