NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:922.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebrutalan Xavier

Gerakan pinggul Xavier makin cepat, kasar, dan tak kenal ampun. Suara benturan tubuh mereka menggema di dalam tenda, bercampur dengan rintihan tertahan dan napas berat yang memenuhi ruangan itu. Tidak ada kelembutan, tidak ada rasa sayang, yang ada hanyalah amarah yang meledak-ledak dan hasrat yang meluap-luap, keduanya menyatu menjadi satu kekuatan dahsyat yang menghancurkan pertahanan diri Azura.

Bagi Xavier, setiap kali ia bergerak masuk dan keluar dari tubuh Azura, rasanya seperti sedang melampiaskan semua rasa sakit, kekecewaan, dan rasa dikhianati yang selama ini ia pendam rapat-rapat. Setiap tusukan itu seakan berkata,

Lihat apa yang kau lakukan padaku, dan apa yang kau dapatkan sekarang.

Ia merasa kecewa luar biasa, hatinya terasa remuk saat menyadari Azura ternyata bukan lagi wanita suci seperti yang ia bayangkan. Pemikiran buruk mulai memenuhi kepalanya, berpikir bahwa wanita ini memang murahan, bahwa ia mungkin telah menyerahkan dirinya pada laki-laki lain sebelum menikah, bahkan mungkin bukan hanya pada satu pria. Pikiran itu membuat api kemarahannya semakin berkobar hebat, membuat gerakannya makin buas dan menyakitkan.

"Kau memang wanita murahan!" desis Xavier di sela-sela napasnya yang memburu, suaranya terdengar kasar dan penuh kebencian.

"Sangat mudah dijamah, sangat mudah menyerahkan tubuhmu. Tidak heran kau begitu pandai bermain peran dan menipu."

Azura yang terbaring di bawahnya sudah tidak mampu lagi melawan. Tubuhnya terasa lemas sekali, seolah seluruh tenaganya tersedot habis oleh perlakuan brutal Xavier. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari bagian paling dalam tubuhnya, namun anehnya, rasa sakit itu bercampur dengan sensasi nikmat yang memalukan dan tak bisa ia tolak.

Tubuhnya seolah punya kehendak sendiri, menyesuaikan diri dengan gerakan Xavier, bahkan terkadang bergerak menyambut setiap tusukan kasar itu. Ia benci dirinya sendiri karena merasakan hal itu, benci karena tubuhnya ternyata masih merespons sentuhan lelaki yang sangat membencinya itu.

"Xavier... s-sakit..." rintihnya pelan dengan nada memohon.

"Tolong... k-kurangi kecepatannya ..." air matanya keluar dari sudut mata.

Namun permohonannya sama sekali tidak didengar oleh Xavier. Lelaki itu justru mempercepat gerakannya, menabrakkan pinggulnya semakin keras hingga menimbulkan rasa nyeri yang menusuk tulang. Bagi Xavier, rintihan itu bukan tanda kesakitan, melainkan suara kenikmatan palsu yang biasa dilakukan wanita licik seperti dirinya. Ia menganggap Azura sedang berpura-pura lagi, sedang mencoba memanipulasinya dengan kepura-puraannya yang tak ada habisnya itu.

"Berhenti berakting!" bentak Xavier tajam, matanya menatap tajam ke wajah Azura yang memerah dan berkeringat.

"Aku tidak akan terbuai lagi dengan air matamu atau rintihanmu! Nikmati saja apa yang kau mulai sendiri!"

Tak lama kemudian, sebuah gelombang rasa nikmat yang luar biasa tiba-tiba melanda seluruh tubuh Azura, membuatnya menegang kaku sejenak, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan suara jeritan tertahan yang panjang.

Kakinya melengkung kaku, keringat dingin membasahi seluruh kulitnya, dan tubuhnya bergetar hebat saat ia mencapai puncak kenikmatan itu meski di tengah rasa sakit yang mendera. Ia malu sekali, ingin rasanya ia menghilang saja dari bumi ini saat menyadari bahwa Xavier berhasil membuatnya mencapai puncak itu dalam kondisi yang begitu menyedihkan dan penuh kebencian ini.

Xavier sendiri terkejut sekaligus puas melihat reaksi tubuh Azura. Senyum sinis terukir di bibirnya. Ia merasa menang, merasa berhasil menundukkan wanita itu, berhasil membuktikan bahwa bagaimanapun juga tubuh Azura tetap menginginkannya, meski hati dan mulutnya berkata lain.

Tanpa memberi jeda sedikitpun untuk memulihkan diri, Xavier tiba-tiba menarik miliknya keluar, lalu dengan kasar membalikkan tubuh Azura hingga kini posisi wanita itu tengkurap di atas kasur, pantatnya terangkat tinggi menghadap ke arahnya.

Azura terengah-engah, dadanya naik turun hebat, wajahnya menempel di kain kasar kasur itu. Ia sudah sangat lelah, tulang-tulangnya terasa nyeri dan sakit sekali. Namun ia tak berdaya, tenaganya sudah habis terkuras. Ia hanya bisa pasrah saat Xavier menekan punggungnya hingga ia tak bisa bergerak sama sekali, lalu kembali membuka paha wanita itu lebar-lebar.

Posisi ini membuat serangan Xavier menjadi jauh lebih dalam, jauh lebih tajam, dan jauh lebih menyakitkan sekaligus nikmat. Tanpa peringatan, Xavier kembali menusuk masuk hingga ke dasar, membuat Azura tersentak keras dan kembali menjerit kecil.

Gerakannya kini makin tak terkendali, didorong oleh gairah yang memuncak tinggi dan keinginan untuk menghukum wanita itu habis-habisan. Ia bergerak seperti binatang buas yang kelaparan, menghantam berulang kali dengan irama yang cepat dan kuat.

Azura merasa seolah tubuhnya akan hancur lebur dihantam berkali-kali. Suara tamparan tubuh mereka terdengar begitu jelas dan keras, berpadu dengan suara napas berat dan rintihan yang kian lama kian melelahkan. Azura sudah tidak sanggup lagi.

"Cukup, Pangeran ... tolong... s-sudah... aku tidak kuat lagi..." ucapnya dengan suara parau yang hampir tak terdengar.

"Tolong berhenti... aku mohon..."

Lagi-lagi Xavier tidak mendengarnya. Ia terus melanjutkan permainannya, bahkan makin mengerahkan tenaganya. Ia terus dan terus melakukannya, mengubah posisi sesuka hatinya, memainkan tubuh Azura seolah itu hanyalah mainan tak bernyawa yang bisa ia perlakukan sesuka hati.

Mereka melakukannya berulang kali, bergelut di atas kasur itu hingga baju dan seprai menjadi kusut dan basah oleh keringat dan cairan. Azura sudah berkali-kali mencapai puncaknya hingga ia merasa pusing, lemas, dan hampir pingsan karena kehabisan tenaga, sementara gairah Xavier seolah tak ada habisnya, terus membara dan menuntut lebih banyak lagi.

Hingga akhirnya, setelah satu serangan terakhir yang begitu dalam dan dahsyat, Xavier mengeluarkan erangan berat panjang, tubuhnya menegang kaku sejenak, lalu akhirnya ia melepaskan isinya di dalam tubuh Azura. Ia tetap diam di posisinya selama beberapa detik, terengah-engah hebat, menyalurkan sisa-sisa rasa nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Perlahan, Xavier menarik batangnya keluar dan jatuh terbaring lemas di samping Azura. Napasnya masih memburu, dadanya naik turun hebat, keringat mengucur deras dari pelipis dan tubuh kekarnya. Ia menoleh ke samping, menatap sosok Azura yang kini terbaring diam tak berdaya, telentang dengan mata terpejam rapat, rambutnya berantakan menutupi sebagian wajah yang pucat. Tubuh wanita itu penuh dengan bekas merah dan memar di sana-sini, bukti nyata betapa kejam dan kasarnya perlakuan Xavier barusan.

Suasana di dalam tenda itu mendadak menjadi hening, hanya terdengar suara napas berat keduanya yang perlahan mulai teratur kembali. Tidak ada yang bicara. Xavier masih dipenuhi rasa marah, kecewa, dan bingung, sementara Azura dipenuhi rasa sakit dan malu luar biasa.

Bagi Azura, apa yang baru saja terjadi bukanlah hubungan suami istri yang mesra dan penuh cinta, melainkan sebuah pelecehan, penghinaan, dan hukuman berat yang harus ia tanggung karena takdir dan kesalahannya terhadap laki-laki itu.

Xavier akhirnya bangkit dari tidurnya, berdiri dengan tubuh yang masih terasa lemas namun hatinya terasa aneh. Ia menatap Azura sekali lagi dengan tatapan dingin yang kosong, lalu dengan acuh tak acuh ia mengambil pakaiannya, mengenakannya kembali seolah tak terjadi apa-apa barusan. Setelah itu ia beranjak pergi, keluar dari tenda itu.

1
Lis mania
Terima kasih banyak Thor, bagus banget ceritanya 👍🙏
Hatijah Cantik
cocoklah kan katanya Xavier jg TDK bisa punya keturunan itu kata sang Ratu ibunya xavier
Hatijah Cantik
dalam sinopsisnya Xavier ,pangeran kerajaan selatan tapi dalam cerita sebelumnya dia pangeran kerajaan barat , mana yg benar nih.
Elta Sugiarti Solibut
ceritanya luar biasa menarik
Rizky Manik
👍🏻👍🏻👍🏻
Yeni Ismayani
bagus
Dewi Ansyari
Endingnya bagus banget soalnya semuanya bahagia, semoga sukses selalu thorr🥰🥰
Dewi Ansyari
Itulah hukumanmu Elish,makanya jangan fitnah Xavier,apalagi selama ini Dy
udah menderita kehilangan Azura, makanya jangan sombong dan seenaknya saja
Dewi Ansyari
Akhirnya pulang istanah juga Azura dan Violet
Dewi Ansyari
Akhirnya raksasanya mati juga,bagus bantuannya cepat datang dari istanah
Dewi Ansyari
Ternyata benar Azura masih hidup,dan Sudah punya anak cewek dengan xavier
Dewi Ansyari
Jangan2 sebelum jatuh di jurang Azura sedang hamil,dan itu anaknya dengan Xavier
Dewi Ansyari
Kasihan Orion nyesekk banget kehilangan ibunya yg sudah berjuang selama ini agar Dy selamat 😭😭😭😭
Dewi Ansyari
RAsakan kamu Xavier peneysalanmu sudah percuma
Dewi Ansyari
Astaga Azura mati thorr nyesek banget,kasihan Arion😭😭😭, dan Xavier percuma saja kamu menyesal semuanya sudah jadi bubur😡😡😡
Dewi Ansyari
Semoga saja Azura bisa menang
Dewi Ansyari
Kasihan anak Azura😭😭di siksa
Dewi Ansyari
Anak Azura siapa Ayahnya apakah Xavier atau malah orang lain
Dewi Ansyari
Kasihan Azura 😭😭😭 Dy seakan hidup sendiri karena sekarang Dy tidak punya Sandaran😭😭😭
mariama ama
akhirnya happy ending Terima kasih banyak kaka author sayangkuhh lope lope sekebon jeruk 😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!