NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Dan Kekuasaan

Sistem Kekayaan Dan Kekuasaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Scorpion's

Note: alur nya gak terlalu cepat, jadi buat yg enjoy ama alur yang meningkat sedikit demi sedikit aja ya guys

Hidup sebatang kara semenjak ia duduk di bangku sekolah menengah membuat Alvaro mau tak mau harus bisa terbiasa dengan yang namanya usaha dan kerja keras walaupun sering mengalami kegagalan.

karena ia tahu jika ia menyerah untuk berjuang maka itu berarti mengucapkan selamat tinggal bagi masa depannya dan berakhir hidup di bawah bayang bayang jembatan.

satu hal yang menjadi alasan mengapa dia tetap tak menyerah adalah karena ucapan almarhum ibunya ketika di ujung maut dahulu bahwa dirinya harus tetap berusaha dan tidak menyerah.

namun entah takdir mempermainkan dirinya atau apa, ia harus mengalami kejadian tragis ketika dalam perjalanan pulang selepas kerja..

bagaimana kelanjutan nya?, tetap ikuti cerita nya tak lain dan tak bukan hanya di novel saya "Sistem Kekayaan dan Kekuasaan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scorpion's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Misi Gagal? II

Seorang pemuda yang tak lain adalah Alvaro nampak menurunkan kecepatan motornya saat memasuki area pertokoan yang masih cukup ramai meski malam semakin larut.

Lampu-lampu neon dari etalase toko memantul di kaca helmnya, menciptakan kilatan warna yang kontras dengan gelapnya jalanan kota Astra.

Motor bututnya berhenti tepat di depan sebuah toko smartphone yang terlihat jauh lebih mewah dibandingkan tempat-tempat yang biasa ia datangi.

Mesin tua itu masih bergetar halus sebelum akhirnya mati.

Alvaro melepas helmnya pelan, menghela napas, lalu menatap bangunan di depannya.

"Hmm… sekalian aja," gumamnya singkat.

Ia melangkah maju.

Namun belum sempat tangannya menyentuh pintu kaca, sebuah suara menghentikannya.

"Apa yang ingin kau lakukan?"

Seorang karyawan wanita berdiri di depan pintu, menatapnya dari ujung kepala hingga kaki dengan ekspresi meremehkan.

Alvaro sedikit mengernyit bingung "Tentu saja membeli smartphone, memangnya apa lagi?" Tanya Alvaro kesal.

Wanita itu terkekeh kecil meremehkan. "Dengan penampilan dan motor bututmu itu?" Tanya nya sambil melirik jaket lusuh dan motor butut milik Alvaro.

Ucapan itu membuat alis Alvaro semakin berkerut.

"Hanya karena itu aku tidak boleh masuk?" tanyanya, nada kesalnya mulai terasa.

Belum sempat wanita itu menjawab, suara lain terdengar dari dalam toko.

"Jenny, ada apa lagi ini?" Seorang wanita berpenampilan elegan dengan setelan jas navy keluar dari dalam, langkahnya tegas dan berwibawa.

"Manager, tiba tiba orang ini menerobos masuk, sepertinya ia ingin mencari masalah," jawab karyawan itu cepat sambil menunjuk Alvaro.

Gerakan itu langsung ditepis Alvaro dengan kesal.

"Aku mau beli, bukan bikin masalah."

"Kauu!!"

Manager itu menatap Alvaro sejenak, lalu mengalihkan pandangan ke karyawan tadi.

"Jenny, cukup kamu melampaui batas."

"Tapi kak..."

"Diam. Segera kemasi barangmu dan kamu bisa pulang, besok tidak perlu kembali jika hanya bisa mempermalukan toko."

Suasana langsung hening.

Wajah Jenny memucat. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia menunduk dan pergi dengan langkah kaku.

Manager itu kembali menatap Alvaro.

"Maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan masuk."

Alvaro tidak banyak bicara. Ia hanya mengangguk pelan lalu melangkah masuk.

......................

Di dalam toko, suasananya jauh lebih tenang.

Cahaya putih terang, aroma ruangan ber-AC, serta deretan smartphone terbaru yang tertata rapi membuat kontras dengan kehidupan Alvaro sehari-hari.

"Anda mencari tipe seperti apa?" tanya salah satu karyawan lain dengan ramah.

"Saya mau dengan spesifikasi terbaik, keluarkan model terbaru," jawab Alvaro tanpa basa-basi.

Ucapan itu menarik perhatian manager tadi, ia langsung mendekat dan mengambil alih tempat karyawan yang melayani Alvaro.

"Kebetulan kami punya produk terbaru. Black Jaguar Series."

Ia menyodorkan sebuah smartphone dengan desain elegan, layar lebar, dan dan bingkai metalik yang khas dengan model Smartphone premium.

Alvaro mengambilnya dan memeriksa sekilas, lalu ia pun hanya mengangguk.

"Aku mau ini, berapa harganya?"

Manager itu sedikit terkejut.

"Harganya 10 juta. Kami juga menyediakan opsi cicilan...."

"Aku bayar cash."

Ucap Alvaro langsung memotong.

Alvaro mengeluarkan segepok uang dari tas kecilnya dan meletakkannya di meja.

Semua yang melihat langsung terdiam.

Beberapa karyawan saling pandang, tak percaya.

Transaksi pun selesai tanpa banyak kata dan Alvaro mengambil kotak smartphone itu, lalu berjalan keluar dengan santai.

Tidak ada ekspresi bangga.

Tidak ada juga rasa puas berlebihan.

Seolah semua itu hanyalah hal biasa.

...----------------...

Di sisi lain…

Sebuah mobil patroli melaju cepat menuju arah jembatan batas provinsi.

"Bang cepat! Takutnya kita terlambat!" ujar polisi berambut pirang dengan nada gelisah.

"Sepertinya aku menang taruhan," balas rekannya santai saat melihat jembatan yang tampak kosong.

Namun tiba-tiba...

"Di sana!!" Ia menunjuk sebuah mobil yang terparkir aneh, pintunya terbuka.

Tanpa menunggu mobil berhenti sempurna, polisi pirang itu langsung melompat keluar.

"Hei! Itu bahaya!" teriak rekannya.

Namun ia sudah berlari, langkahnya berhenti di tepi jembatan.

Dan di sanalah ia melihatnya, sesosok tubuh jatuh ke bawah jembatan yang gelap.

"TIDAK!!"

Tanpa ragu dan pikir panjang, Ia ikut melompat.

"RODERICC!! DASAR GILA!!" teriak rekannya panik.

Angin malam terasa tajam saat tubuh Roderic meluncur turun.

Matanya fokus dengan tangannya yang terulur.

"Aku harus meraihnya!"

Detik berikutnya

"Byurrrr!!"

Air sungai menyambut dengan keras.

Arus deras langsung menghantam tubuh keduanya tanpa ampun.

"Puahhh!"

Ia muncul ke permukaan sambil menarik tubuh orang itu ke atas.

"Sial… arusnya terlalu deras!"

Tangannya mulai gemetar.

Kakinya kehilangan pijakan.

Namun ia tetap bertahan.

"Fikirkan Roderic..." Ucapnya sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan orang yang kini ia peluk.

Ia melihat lihat ke sekeliling di kegelapan sungai, lalu tatapannya berhenti di tumpukan sampah yang tersangkut di pinggir aliran.

"Di sana…"

Dengan sisa tenaga, ia berenang.

Setiap gerakan terasa berat, dingin menusuk tulang dan kakinya yang terasa kram bener benar menyiksanya.

Dengan sisa tenaganya ia pun sampai di tumpukan sampah itu dan mendorong tubuh orang itu ke atas tumpukan sampah.

"Hufft… sial… hampir saja…"

Ia menarik napas kasar, tubuhnya gemetar hebat.

"Hahaha sialan aku benar benar selamat karena tumpukan sampah. Huftthh.. Huffthh.." ucapnya dengan nafas tersengal senggal.

Namun sebelum ia sempat berkata lagi, pandangan Roderic mulai menggelap.

"Brukk…" Suara tubuhnya ambruk karena ia terjatuh pingsan.

Helikopter datang tak lama kemudian dengan sorot lampu menyapu sungai.

Tim penyelamat bergerak cepat.

Keduanya berhasil diangkat.

Korban, seorang pria yang diketahui identitasnya dengan nama Roni Glogery pewaris keluarga besar selamat meski dalam kondisi kritis.

Sementara Rederic, ia selamat namun mengalami gejala hipotermia karena kelelahan ekstrem serta suhu air yang terlalu dingin.

...----------------...

Sementara itu…

Di jalanan kota yang mulai sepi Alvaro masih mengendarai motornya. Angin malam kembali menyapa wajahnya.

"Ting..."

"Misi gagal..."

Tangannya sedikit mengendur di setang.

Motor melambat.

Tidak berhenti.

Namun juga tidak secepat tadi.

"Hhh..."

Ia menghela napas panjang.

Dadanya terasa aneh, ia merasa kosong… tapi juga berat.

"Akhirnya… gagal juga."

Ia menatap jalan di depannya.

Sunyi.

Sepi.

Seolah tidak terjadi apa-apa.

Padahal di tempat lain seseorang baru saja bertaruh nyawa.

"Kira-kira… orang itu selamat atau tidak ya…" gumamnya pelan.

Tidak ada jawaban.

Ia tertawa kecil.

Hambar.

"Lucu juga…"

"Nyawa orang dipertaruhkan… tapi aku malah sempat berhenti beli HP."

Tangannya mengepal.

"...Sial."

Untuk pertama kalinya…

ia merasa gagal, bukan karena lemah. Namun karena keterbatasan nya.

"Ting..."

"Misi gagal… menghitung hukuman..."

Alvaro mengerutkan dahinya.

"Apa apaan… hukuman?"

Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Sesuatu mengatakan Ini belum selesai.

Dan mungkin…

yang datang berikutnya tidak akan menyenangkan.

1
Mona
👍👍👍👍
Scorpion's Caesar
tiba tiba teleport ke bab 15 ya 🤣🤣
M⃠☘💠Ɱιƚα⚖❀⃟⃟✵ᴮꜰ
semangat up nya
M⃠☘💠Ɱιƚα⚖❀⃟⃟✵ᴮꜰ
lanjuttt
M⃠☘💠Ɱιƚα⚖❀⃟⃟✵ᴮꜰ
lanjut
mary dice
bikin penasaran aja lanjut ya thor😉
Scorpion's Caesar: siap makasih kak dukungan nya
total 1 replies
Nenk putry
aneh tapi nyata ceritanya bikin males baca aja 😁😁
Scorpion's Caesar: hehe boleh saran atau kritik nya kak ya, aku masih belajar juga
total 1 replies
Jesa Cristian
bang ganteng terima kasih untuk saran untuk Novel ku
Scorpion's Caesar: iya sama sama saling support aj.
dan saya juga menerima kritik dan saran yang membangun kok
total 1 replies
Scorpion Monarch
di bab selanjutnya aku kasih pict motor sport Alvaro yak
Scorpion's Caesar
iya habis ini, aq update nya emang malem. minimal 1 bab per hari kok tenang hehe
Radit Panestu
woy Thor kapan update nya
Scorpion Monarch
..
Scorpion's Caesar
yok yok ramaikan guys
Gege
Thor..kalo system berbicara kasih dalam tanda [ xxxxx ] gitu thor
Scorpion's Caesar: makasih saran nya, tapi tanda [.] itu aku pake untuk yang lain yaa.
tapi makasih udah support saya💪💪
total 1 replies
Scorpion Monarch
maaf ya author cuman update waktu malam soalnya kalau pagi atau siang antara sibuk ataupun jujur aja MAGER wkwk
Yuuki Hakari
mampir thor
Scorpion's Caesar: siap makasih
total 1 replies
Scorpion Monarch
semoga rame yaa, biar aku semangat buat update😍😍😍
Scorpion Monarch
bantu ramaikan dong guyss
Scorpion Monarch
bantu ramaikan dong guys
Scorpion Monarch
bantu ramaikan dong para reader yang baik hati dan tidak sombong.
kritik dan saran boleh kokk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!