NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12 Jadi Istri Gus

Dengan wajah semringah, Nandini memutar kunci kontak. Akhirnya rindunya terhadap mesin terbayar, walaupun cuma di level pegang mesin.

Lumayan eh alhamdulillah. Kata Gus Taka harus banyak bersyukur. Nasihat suami mulai masuk.

Santaka menghampiri sang istri. Sepiring nasi goreng seafood ada di genggamannya. "Yang manasin mobil makan dulu, aaa..." Sang gus menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut Nandini.

Nandini memutar bola matanya. "Saya bukan bayi. Ntar saya makan sendiri."

"Yang bilang bayi, siapa? Saya nyuapin kan biar berkah, Mbak. Biar rasa sayang di antara kita tumbuh. Katanya mau belajar nerima status kita." Santaka menyuapkan nasi ke dirinya sendiri.

Nandini memiringkan bibirnya. "Ayo, buka mulutnya. Takut saya kesiangan ke SS." Santaka kembali menawarkan suapan ke bibir Nandini.

Dengan malas-malasan Nandini membuka mulut. Nasi goreng buatan Santaka sungguh nikmat. Nandini mempercepat kunyahannya. Santaka tersenyum simpul.

"Mau ikut saya ke SS? Mau saya kenalin ke anak buah. Ini lho Istrinya Gus Taka. Ndak ada kegiatan kan di Ndalem?" Santaka memasukkan suapan terakhir bagi Nandini.

Nandini terdiam. "Ndak ada sih. Ndak tau juga. Kan suka tiba-tiba ngerjain ini itu. Apalagi Ning Sarah. Ada saja gebrakannya." Nandini memiringkan bibirnya.

Santaka terkekeh. "Kenapa lagi Ning Sarah?"

"Dia bilang saya ndak boleh pake celana. Ih, kan sudah nutup padahal." Mata Nandini memicing.

"Apa alasannya, dia jelasin ndak?" pancing Santaka.

"Katanya menyerupai laki-laki. Terus kata dia celana yang saya pake tipis bahannya. Padahal kan rayon memang adem, ndak tebel."

"Rayon kayak yang Mbak Dini pake sekarang?" Santaka melirik celana yang digunakan sang istri.

"Iya..."

Santaka menelisik. "Iya sih, Mbak. Tipis. Ini dipakenya di kamar saja yo. Di sini banyak abdi ndalem, laki-laki. Ndak baik. Aurat. Mbak ndak apa-apa kan kalau saya bilang seperti itu?"

Nandini merengut. Ternyata suaminya sama saja dengan Sarah.

"Terus pake apa?" Nandini melirik sinis.

"Kalau di kamar, bebas. Ndak pake celana juga ndak apa-apa, selama di depan saya saja." Santaka mengerlingkan mata. Nandini mengepalkan tangan di depan wajahnya. Sang suami terkekeh.

"Yang disediakan Umi banyak kan setau saya? Pakai itu kalau keluar kamar. Nanti kalau kurang, kita beli lagi." Santaka tersenyum pada istrinya.

"Kebanyakan gamis, males..." Nandini memeluk setir di depannya sambil merengut. Santaka jadi iri pada kemudi mobilnya.

"Itu justu sebaik-baiknya pakaian buat perempuan. Tapi pakai baju panjang sama rok juga ndak apa-apa kok. Masih boleh. Eh, jadi mau ikut ndak ke SS? Kalo iya, ganti baju, saya simpan piring kotor dulu." Santaka bersiap turun dari mobil.

"Mau... Iya bentar." Nandini mematikan mesin mobil. Santaka mengarah ke dapur sementara Nandini ke kamar mereka.

Di tengah jalan, Nandini berpapasan dengan Sarah. Dhuh, si Ning Polisi eh Sarah...

"Mbak, nanti siang kata Umi kita ngaji. Kemaren kan Mbak Dini sudah diberi tahu harus lebih sering ngaji. Makhrojnya masih belum bener."

"Kurang bener, Ning. Itu kata Umi. Beda, belum bener sama kurang bener." Nandini memiringkan bibirnya.

"Yo, podo wae, Mbak. Sama saja."

"Kenapa gitu, Ning? Umi saja sambil senyum ngomongnya. Berarti kan ndak apa-apa saya belum bisa kayak Ning Sarah.

Kalau belum bener, itu salah total. Kalau kurang bener, nyaris bener cuma masih ada kekurangan. Tolong dihargai, Ning." Nandini bersedekap.

Sarah mendengus. "Iya, saya harap Mbak Dini bisa belajar cepet. Mbak Dini itu istri Gus. Jangan buat malu!"

Alis Nandini berkerut. Tangannya mengepal. Rasanya ia ingin menjambak kerudung sang kakak ipar yang berlidah tajam itu.

"Eh, kenapa celana model begini masih dipakai tho, Mbak? Perlu Gus Yasa yang negur? Gus Taka ndak negur sebagai suami?" Dahi Sarah mengerut dalam.

Nandini menahan napas. Ingin rasanya mengaruk tanah. "Sudaaaah, Gus Taka sudah mengingatkan. Ini mau ganti. Ning mau ikut? Jangan terpesona ya nanti!"

Sarah melotot mendengar ucapan Nandini, ia menggeleng. "Astagfirullahaladziiim. Jangan bicara seperti itu lagi ya Mbak.

Inget, Mbak itu istri gus." Sarah membalikkan tubuh dan berjalan menjauhi adik iparnya itu.

"Siapa yang mau jadi istri gus?! Kalian yang maksa aku nikah sama adik kalian!" Nandini menonjok dan menendang-nendang udara. Bibirnya merengut. Rahangnya mengetat.

Santaka menghentikan langkahnya. Heran melihat aksi istri dadakannya. "Mbak Dini kenapa? Kok belum ganti baju?"

"Ditilang polisi!" Nandini menghentakkan langkahnya ke dalam kamar.

"Ditilang polisi?" Santaka mengernyitkan dahinya.

*

*

Nandini mencebikkan bibir ketika Santaka membukakan pintu toko kue dan mempersilakan istrinya itu masuk terlebih dahulu. Si Gus ini paling bisa pamer kemesraan. Heran!

Santaka tersenyum simpul. Akhirnya ia bisa mengajak Nandini ke hadapan karyawannya. Ia ingin istrinya itu semakin masuk ke dunianya.

"Assalamu'alaikum. Ayo kumpul dulu, kita berdoa sebelum mulai kerja. Sudah pada dhuha semua tho?" Santaka dan anak buahnya kerap melakukan briefing pagi dan berdoa bersama sebelum mulai bekerja.

Nandini memandang suami terpaksanya itu. Kok ganteng ya mode bos? Hadeuh, kenapa mataku jadi gini... Gampang banget terpesona sama si Gus Roti. Jangan-jangan ada jampi-jampi pas dia nyuapin...

Selesai mengarahkan untuk kegiatan hari ini, Santaka merangkul pundak Nandini. Ia harus memanfaatkan momen di tempat umum. Sesuai kesepakatan mereka. Tak mesra di tempat tidur, tak apa. Di depan umum, pasangan Ndalem yang mesra.

Anak-anak buah Santaka yang perempuan langsung tersipu. Yang dirangkul malah tak tersipu.

"Nah, kenalin ini ibu bos kalian, Mbak Dini. Kalian udah ketemu pas nikahan saya. Cuma kan belum sempet kenalan langsung sama ngobrol. Monggo sekarang yang mau kenal lebih dekat."

Santaka meremas bahu istrinya sambil mengerlingkan mata. Nandini jadi ingin meremas balik jemari yang ia anggap lancang itu.

"Mbak Dini ini legend lho. Banyak yang ngomongin. Hebat, perempuan dari kalangan umum bisa bikin Gus Taka jatuh cinta dan ndak memilih Ning."

Si karyawan manis yang sempat melayani Nandini saat menghampiri Santaka sebelum menikah, berseloroh. Nandini tersenyum kaku. Santaka meringis.

"Takdir Allah, Mbak Nia," ujar Santaka. Hanya itu yang bisa ia katakan.

"Iya Gus. Simbok saya nanya di rumah, Mbak Dini kalau beli kue, beli apa saja. Terus minta saya cerita gimana bisa Gus Taka jatuh cinta dan akhirnya nikah sama Mbak Dini. Saya bingung jawabnya. Soalnya saya juga ndak nyadar kapan Mbak Dini belanja ke sini."

Seorang karyawan Santaka bercerita sambil tertawa-tawa. Yang lain ikut cengar-cengir.

Senyum Nandini makin kaku. Santaka menghela napas. Beginilah nasib jika berbohong. Tak apa, berbohong untuk menutupi aib.

"Ya sudah, kita lanjut nanti. Sekarang kita buka toko dulu," pungkas Santaka sebelum anak buahnya semakin kreatif berceloteh.

SS mulai ramai dikunjungi pembeli. Ada beberapa yang meminta foto bersama. Nandini bak artis dadakan. Menjadi idola baru warga Solo.

"Mbak Dini, Gus Taka, boleh foto, ndak?" Seorang ibu setengah tua mengerjap-ngerjapkan mata. Entah kelilipan atau bahagia bertemu pasangan salih dan salihot, eh, salihah itu.

"Bayar, Bu." Nandini mengunyah bomboloni kreasi SS. Butuh gula demi bertahan waras.

Mata sang ibu mendadak membelalak. "Hah? Bayar?"

Santaka sudah bersiap klarifikasi. Mencegah keributan tak diinginkan. "Boleh deh Mbak, berapa?" Si ibu mengeluarkan dompet. Semua melongo, termasuk Santaka, kecuali Nandini.

"Hhmm... Lima rat..." Santaka langsung membekap mulut istrinya. "Becanda Bu, istri saya. Mari-mari kita foto."

Nandini mendelik. Baru saja mau merasakan keuntungan menikah mendadak, malah dijegal.

1
Aisyah Virendra
Yah.... lihat aja sih endingnya, krn kebenaran tidak akan tinggal diam 😏
Aisyah Virendra
Insiden yg akan membawa masalah.. tapi di SS tentu ada CCTV yg bisa pantau kejadian sebenarnya.. smg Taka dan Ndalem bijak dlm menghadapi sedikit ombak yg diluncurkan Gus bengek 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: cakep ❤️❤️
total 1 replies
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!