sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
..
..
Suasana di toilet Gedung Olahraga mendadak senyap. Air dari selang masih mengucur pelan, membasahi lantai dan ujung sepatu mereka. Rea tersentak, baru sadar kalau posisinya sekarang terlalu dekat dengan Axelle—tangan Axelle masih melingkar di bahunya, dan rambut mereka sama-sama lepek kena cipratan.
"Ehem." Arsen berdeham keras, suaranya menggema di ruangan yang pengap itu.
"Bang, Kak Ketos... kalian lagi sikat WC atau lagi syuting video klip lagu galau? Kok pake acara basah-basahan estetik gitu?"
Rea langsung melepaskan diri dari Axelle dengan gerakan panik. "Ini... ini gara-gara abang lo, Sen! Dia nggak becus pegang selang!"
Axelle cuma menyeringai, mengusap wajahnya yang basah dengan punggung tangan. "Tangan gue licin, Re. Jangan baper."
Arsen berdiri, menyampirkan sikatnya ke bahu. Matanya yang tajam menatap Axelle dan Rea bergantian. "Aneh. Bang Axel yang anti diatur, kok nurut banget disuruh sikat WC sama Kak Rea?"
"Diem lo, bocah! Selesaikan bagian lo!" potong Axelle cepat, melempar kanebo basah tepat ke wajah Arsen.
sedangkan Rea mendengus mendengar kecurigaan arsen, "lanjutin kerja lo arsen..! dan lo axelle beresin kekacauan yang lo buat!! " semprot rea
...----------------...
Apartemen akhirnya kembali senyap. Setelah drama pengusiran Valerie dan Arsen tadi pagi, Rea merasa napasnya jauh lebih lega. Tidak ada lagi suara musik jedag-jedug Arsen atau rengekan manja Valerie.
Sore itu, setelah lelah seharian ngurusin jadwal Pensi dan mantau hukuman sikat WC yang untungnya berjalan lancar tanpa Ziro, Rea memutuskan untuk mandi lama. Dia butuh relaksasi.
Rea keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih lembap. Dia hanya mengenakan handuk putih yang melilit tubuhnya sampai sebatas paha, dan satu handuk kecil lagi melilit rambutnya yang basah turban. Kulitnya yang putih tampak merona karena uap air hangat.
"Duh, lupa bawa baju ganti ke dalem," gumam Rea pelan.
Dia berjalan santai menuju lemari pakaian di kamar Axelle yang jadi kamarnya. Rea merasa aman karena dia tahu Axelle tadi bilang mau mampir ke rumah utama dulu buat jemput motor sport-nya yang ketinggalan.
Rea berdiri di depan lemari, baru saja tangannya hendak membuka lilitan handuknya untuk berganti pakaian—
CEKLEK!
Pintu kamar terbuka lebar.
"Re, gue lupa naruh kunci cadangan rumah u—"
Kalimat Axelle terhenti di udara. Dia mematung di ambang pintu dengan jaket kulit yang masih tersampir di bahu. Matanya yang tajam langsung menangkap pemandangan di depannya.
Rea mematung. Tangannya masih memegang ujung handuk di dadanya. Rambutnya yang dibalut turban sedikit miring, memperlihatkan leher jenjangnya yang masih berair.
Hening.
Satu detik... dua detik... tiga detik...
"KYAAAAAAAAAA! AXELLEEEEE! KELUAAARRRRR!" pekik Rea histeris. Suaranya melengking tinggi sampai mungkin terdengar ke koridor apartemen.
Rea langsung refleks menyambar bantal di kasur dan melemparnya ke arah Axelle dengan tenaga penuh.
Axelle bukannya langsung balik badan, dia malah sempat tertegun selama beberapa saat. Matanya menyapu penampilan Rea dari atas sampai bawah. Pipinya perlahan memanas, tapi dasar Axelle si berandalan tengil, dia malah menyeringai tipis.
"Gak usah teriak, Xavandra. Kuping gue bisa pecah," ucap Axelle, suaranya mendadak jadi lebih berat. Dia menangkap bantal yang dilempar Rea dengan satu tangan.
"KELUAR GAK LO! TUTUP MATANYA, MESUM!" teriak Rea lagi, wajahnya sudah semerah tomat. Dia berusaha menutupi tubuhnya dengan bantal lain sambil gemetaran.
Axelle akhirnya berbalik, tapi dia tidak langsung keluar. Dia bersandar di daun pintu yang masih terbuka, membelakangi Rea.
"Gue nggak sengaja, Re. Lagian lo kenapa ganti baju nggak kunci pintu?" bela Axelle. Dia mencoba mengatur napasnya yang mendadak terasa sesak. Bayangan bahu polos Rea dan kaki jenjangnya tadi benar-benar nggak mau ilang dari kepalanya.
"Gue pikir lo masih di rumah nyokap lo! Buruan keluar atau gue laporin ke daddy lo!" ancam Rea dengan suara bergetar.
"lagian kan kunci nya lo sembunyiin" imbuh Rea lagi
"Laporin aja. Paling daddy cuma bilang, 'Ya nggak apa-apa, kan udah sah'," sahut Axelle santai, tapi telinganya sendiri merah padam.
Axelle akhirnya keluar dan membanting pintu kamar. Dia berdiri di ruang tengah, menyandarkan punggungnya di pintu sambil memegang dadanya yang berdetak gila-gilaan.
"Sial... jantung gue kenapa jadi begini?" gumam Axelle sambil mengacak rambutnya frustrasi. "Biasanya liat cewek pake bikini di pantai biasa aja, kenapa liat si robot pake handuk doang rasanya kayak mau mati?"
telinga axelle benar benar merah mengingat pandangan tadi, belum lagi Rea tampak cantik berkali lipat tampa kaca mata yang selalu menutupi binar matanya itu.
Sepuluh menit kemudian, Rea keluar kamar dengan setelan piyama panjang bergambar beruang. Wajahnya masih ditekuk, matanya menatap tajam ke arah Axelle yang lagi duduk di sofa sambil pura-pura fokus main HP.
"Lo... kalau mau masuk ketok pintu dulu!" semprot Rea sambil berdiri di depan Axelle.
Axelle mendongak. Dia melihat Rea yang rambutnya masih basah, aroma sabun bayinya tercium sangat kuat sampai ke hidung Axelle.
"Iya, iya. Sori. Gue tadi buru-buru mau ambil kunci," jawab Axelle. Dia berusaha menjaga suaranya agar tetap datar. "Lagian... kamar kamar gue, kenapa gue harus ketuk pintu? dan lo.. lo juga bini gue.. " jawab axelle santai dan lancar jaya padahal dia mati matian menahan rasa gugup nya
"AXELLE!"
"Apa? Jujur kan nggak dosa," sahut Axelle sambil nyengir.
Rea mau marah lagi, tapi tiba-tiba ponsel Axelle di atas meja bergetar. Ada notifikasi masuk dari grup chat angkatan SMA Galaksi.
[HOT NEWS - LAMBE GALAKSI]
Foto: Kenziro Harata lagi berdiri di depan toko perhiasan mewah di mall sore tadi.
Caption: "Siap-siap patah hati massal! Pangeran Catur kita lagi cari cincin. Buat siapa ya? Apakah buat si Ketua OSIS kesayangan kita?"
Rea dan Axelle sama-sama membaca berita itu. Suasana di apartemen yang tadinya canggung karena kejadian "handuk" tadi, mendadak berubah jadi tegang.
"Cincin?" gumam Rea nggak percaya. "Ziro... beli buat siapa?"
Axelle meremas ponselnya. Matanya menatap Rea dengan intensitas yang sangat berbahaya.
"Kenapa? Lo berharap cincin itu buat lo?" tanya Axelle dingin. sifat posesifnya kumat lagi,
Rea terdiam. Dia sendiri bingung. Setau nya Ziro lagi gak dekat dengan siapa siapa, dan Ziro itu pure sahabat sejak SMP, mereka juga udah saling mengenal dari kecil karena papa nya Rea teman nya papa Ziro.
"Inget status lo, Xavandra," bisik Axelle sambil berdiri, mendekatkan wajahnya ke telinga Rea. "Mau dia bawa satu toko berlian sekalipun, lo tetep punya gue. Paham?"
"dih.. gak jelas lo.. ! dia beli cincin apa urusan nya sama gue! " Rea melirik axelle sinis, ekspresi yang sangat langkah di wajah kakunya itu.
Rea melangkah ke dapur ingin masak nasi goreng telor pedas, sedangkan axelle mendengus tak mengerti dengan dirinya sendiri yang gampang banget kepancingnya
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁