NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menelusuri

BAB 17.

RSCM selalu sibuk, riuh rendah dengan antrian pendaftaran rawat inap, temu kunjungan ke para dokter, antrian pembayaran , proses surat-surat sakit dan rujukan, lalu lalang para penjenguk, pengantar, hingga para staf rumah sakit pun tidak kurang sibuk hilir mudik mengurus kewajiban dan pekerjaan mereka.

Hari ini ada kiriman mayat suspect kriminal, dikirim kan jauh dari TKP aslinya di daerah Bekasi .

Beberapa Polisi sudah berjaga di depan pintu kamar jenazah untuk persiapan pelaporan autopsi.

Sementara para dokter senior khusus nya yang berkaitan dengan bedah Forensik, sudah ikut stand by di ruang kantor mereka yang tidak terlalu jauh dari letak kamar jenazah Forensik.

Ada 2 jenazah yang dipastikan harus di otopsi hari ini , keduanya berasal dari Bekasi, Visum et Repertum menunjukkan masing-masing 1 jenazah laki-laki dan 1 perempuan. Ditemukan di 2 lokasi yang berbeda, namun masih sama-sama di kota administrasi Bekasi.

Yang akan diotopsi terlebih dahulu adalah yang berjenis kelamin perempuan, berdasarkan laporan yang masuk terlebih dahulu.

Jenazah sudah ada di kamar jenazah selama 2 hari, sengaja diturunkan suhu dalam badan agar mengurangi perkembangan pembusukannya.

Kini jenazah nya sudah berada di meja otopsi, dan 2 orang dokter yang mengotopsi sudah memulai awal otopsi.

BAB 18.

Damien masih berada di depan laptop nya, dia mengecek dan bekerja membuat laporan analisis keuangan perusahaan swasta yang menyewa dia sebagai freelancer konsultan keuangan.

Mata nya menatap ke layar laptop , mencoba berkonsentrasi ke semua angka-angka dan rancangan pekerjaan yang akan dilakukan perusahaan tersebut, namun dia tau tidak bisa berkonsentrasi penuh.

Bagian otaknya yang lain sudah berada di luar konsentrasi nya ke pekerjaan, dan sedang melayang memikirkan istrinya , Lidya.

Sadar tidak bisa berkonsentrasi , akhirnya diputuskan untuk menyimpan hasil pekerjaannya dan kemudian menutup laptop nya.

Damien mengecek hapenya beberapa kali, berharap mendapatkan pesan apapun, dari siapapun... terutama dari istrinya. Tapi tidak ada.

Hanya pesan Whatsapp dari grup alumni, dan pesan dari beberapa kliennya. Tidak ada pesan dari istrinya sama sekali.

Damien resah, tanpa sadar dia mulai mencoba memikirkan hari- hari sebelum istrinya menghilang.

2 hari sebelumnya, 4 hari sebelumnya, 6 hari sebelumnya...lalu sebelum sebelumnya... ??

Ah, Damien menggelengkan kepala. Dia sudah lupa, hanya samar-samar dia ingat apa saja percakapan dan dan tingkah laku istrinya saat itu. Dia tidak terlalu memperhatikan.

Lalu dia coba mengingat-ingat para karyawan tempat istrinya bekerja. Siapa saja ya ?,

Damien mengurut-urutkan dengan ingatannya.

Dari Front Office ada 2 wanita, kalau tidak salah namanya Ika dan Rosa. Ika dan Rosa sama-sama tinggi dan berkulit bersih, Ika manis tipikal khas Indonesia, mukanya agak bulat dan bibirnya tipis.

Rosa juga manis, terlihat sensual namun agak dingin. Ika lebih ramah, sementara Rosa lebih teratur dan tidak banyak berbicara. Cukup efisien.

Lalu ingatan Damien melayang kepada para sekuriti di dalam kantor.

Ada 3 orang.

2 orang usia paruh baya sekitar 40an, namun badannya tegap. Pak Magnus dan pak Budi. Tidak ada yang mencurigakan dari mereka. Lidya jarang bicara ke mereka.

1 orang sekuriti masih lumayan muda, usia pertengahan 20an tahun. Damien baru melihatnya belakangan ini. Mungkin baru 8-9 bulan. Siapa namanya ya ?? ... Damien coba mengingat-ingat. Diawali huruf R, atau S... ??

Rela, Resa... bukan.

Rasyid. Itu namanya.

Lalu siapa lagi ?

Divisi Akunting, di bilik Lidya ada namanya Bondan dan Maya, juga kepala Akunting nya ibu Lastri.

Mereka terlihat normal, Bondan pun terlihat biasa-biasa saja kepada Lidya. Maya wanita yang baik, dia termasuk rekan kerja yang cukup memperhatikan Lidya, terutama saat Lidya sedang berjuang menghadapi penyakit Autoimun nya.

Maya sering terlihat membawakan beberapa makanan kesukaan Lidya saat dia sedang sehat, dan mendampingi Lidya saat sedang kambuh di kantor tempat mereka bekerja.

Bagaimana dengan bu Lastri ?

Karakter nya tegas. Ga banyak basa basi. Pekerjaan audit akunting dia yang bantu mengecek ulang sebelum diserahkan kepada para atasan.

Mereka semua adalah para karyawan yang cukup dikenal Damien, sementara karyawan dari divisi lain tidak terlalu diingat Damien... hanya yang sering interaksi dengan Lidya yang dia ingat.

Damien menyenderkan badannya ke sandaran bangku kerjanya. Lalu dia mengusap-usapkan matanya.

Dia sendiri belum bisa menjelaskan seperti apa perasaan nya sekarang. Sedih ? Marah ? Bingung? Kecewa? Penasaran ?

Apa yang ada didalam pikiran Lidya hingga ia berani pergi dari rumah dan tidak memikirkan anak-anak mereka ?? Apa yang akan terjadi nanti jika anak-anak kehilangan mamanya ?

Anak-anak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!