NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: RIAK DI LUAR BATAS

Han Jian melangkah di atas jembatan cahaya yang ia ciptakan dari sisa-sisa energi Kehampaan. Di belakangnya, alam semesta yang ia selamatkan tampak seperti bola kaca kecil yang bersinar indah di tengah kegelapan abadi. Namun, di depannya, ada sesuatu yang belum pernah dilihat oleh dewa mana pun: Samudera Kehampaan Sejati.

Tempat ini bukanlah ketiadaan, melainkan tempat di mana ribuan "Gelembung Realitas" melayang. Setiap gelembung adalah sebuah alam semesta dengan hukum fisika dan cara kultivasi yang berbeda-beda.

"Jian-er... kau merasakan itu?" Suara Han Shuo, yang kini berupa percikan roh di pundak Han Jian, bergetar hebat.

"Ya, Ayah. Ada getaran yang sangat mirip dengan Tulang Purba kita, tapi berasal dari luar gelembung kita," jawab Han Jian.

Tiba-tiba, permukaan Samudera Kehampaan di depan Han Jian terbelah. Sebuah kapal raksasa yang terbuat dari fosil naga bintang yang jauh lebih besar dari naga manapun di Dunia Atas muncul dari kegelapan. Kapal itu tidak menggunakan layar, melainkan ribuan rantai tulang yang menarik "Gelembung Alam Semesta" di belakangnya—seolah sedang menyeret mangsa.

Di atas dek kapal tersebut, berdiri sesosok wanita dengan zirah hitam yang compang-camping. Di punggungnya, ia membawa sepuluh pedang berbeda, dan yang mengejutkan, ia tidak memiliki fluktuasi Qi sama sekali, persis seperti Han Jian.

"Selamat datang di Samudera Kehampaan, Pendatang Baru," suara wanita itu dingin, namun membawa wibawa yang melampaui para penguasa Alam Dewa. "Namaku Karsa, Sang Penjarah Realitas. Aku sudah mengamati saat kau menghancurkan Arsitek Nasib di gelembung kecilmu itu."

Han Jian mengangkat tangannya, energi putih transparan langsung menyelimuti tinjunya. "Apa maumu? Apakah kau juga ingin memanen jiwa seperti para dewa palsu itu?"

Wanita itu tertawa kering, sebuah tawa yang penuh dengan kepahitan. "Memanen? Tidak. Aku sedang mencoba menyelamatkan apa yang tersisa. Kau pikir kau telah membebaskan duniamu? Kau hanya membuka 'tutup kotak' itu. Sekarang, duniamu terlihat jelas oleh para Pemangsa Tak Berwajah yang mengarungi samudera ini."

Ia menunjuk ke arah kegelapan di kejauhan. Di sana, Han Jian melihat bayangan raksasa yang tidak berbentuk, perlahan-lahan merayap menuju gelembung alam semestanya yang baru saja merdeka. Setiap kali bayangan itu menyentuh sebuah realitas, cahaya di dalam realitas tersebut meredup dan hilang selamanya.

"Dunia tanpa dantian adalah dunia yang paling lezat bagi mereka," lanjut Karsa. "Tanpa wadah energi yang stabil, realitasmu adalah santapan yang empuk."

Han Jian menatap dunianya yang rapuh di kejauhan. Ia baru saja memberi mereka kebebasan, ia tidak akan membiarkan kebebasan itu menjadi lonceng kematian mereka.

"Bagaimana cara menghentikannya?" tanya Han Jian, suaranya kembali ke nada dingin yang ia gunakan saat menghancurkan klan Han.

"Bergabunglah denganku di Kapal Fosil ini," jawab Karsa sambil mengulurkan tangan. "Kita akan berburu para Pemangsa itu sebelum mereka mencapai duniamu. Tapi peringatan untukmu: di Samudera Kehampaan, Tulang Ilahi Transenden-mu hanyalah tingkat pemula. Kau harus belajar teknik baru: Kultivasi Esensi Ketiadaan."

Han Jian menoleh ke arah ayahnya, lalu kembali ke arah wanita misterius itu. Ia tahu bahwa ketenangan singkatnya telah berakhir. Puncak tertinggi yang ia daki ternyata hanyalah sebuah bukit kecil di kaki gunung yang jauh lebih besar.

"Baiklah," ucap Han Jian. Ia melompat ke atas kapal fosil tersebut. "Bawa aku ke tempat di mana aku bisa mendapatkan kekuatan untuk menghancurkan apa pun yang berani menyentuh duniaku."

Kapal fosil itu pun berlayar, menghilang ke dalam kegelapan samudera kehampaan, meninggalkan realitas lama menuju medan perang yang membentang di antara ribuan dunia.

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!