NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGHAKIMAN SANG SERIGALA

"Apa-apaan ini, Jaydane? Aku datang untuk membawa pulang Flaire! Kau tidak punya hak menahannya di sini setelah apa yang kau lakukan padanya di masa lalu!" teriak Antonio, mencoba menutupi kegugupannya.

"Hak?" Jaydane tertawa sinis, tawa yang terdengar sangat mengerikan. "Kau bicara soal hak? Pria yang membohongi putrinya sendiri bahwa bayinya sudah mati? Pria yang membuang cucunya sendiri ke tangan musuh agar bisnisnya tidak tercemar skandal?"

Wajah Antonio seketika berubah pucat pasi.

Tangannya yang memegang tongkat kayu mahal mulai bergetar. "Aku... aku melakukannya demi kebaikan Flaire! Dia masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu!"

Pada saat itu, Flaire muncul di puncak tangga. Ia mengenakan jubah tidur sutra milik Jaydane yang terlalu besar untuk tubuhnya, namun aura "Queen of Lens" itu telah hilang, digantikan oleh aura seorang ibu yang murka. Di sampingnya, Jorden berdiri sambil memegang erat tangan Flaire.

"Demi kebaikanku, Ayah?" Suara Flaire bergetar karena emosi yang meluap. "Kau membiarkanku menangis setiap malam di luar negeri meratapi bayi yang aku kira sudah dikubur? Kau membiarkanku hidup dalam kehampaan sementara anakku ada di sini, merindukan ibunya?"

"Flaire, mengertilah..." Antonio mencoba mendekat.

DOR!

Jaydane melepaskan tembakan peringatan ke lantai, tepat beberapa sentimeter dari sepatu mahal Antonio. Asap tipis mengepul dari moncong pistolnya.

"Jangan berani menatapnya, Antonio," gertak Jaydane. Ia berjalan mendekat hingga moncong pistolnya menekan kuat di dagu Antonio, memaksa pria tua itu mendongak. "Empat tahun lalu kau mencuri waktunya. Kau mencuri kebahagiaannya. Dan kau hampir menghancurkan garis keturunanku."

Jaydane menekan senjatanya lebih keras. "Kau tahu apa yang dilakukan Mafia terhadap pengkhianat dan pembohong? Kami tidak hanya membunuh mereka. Kami melenyapkan segala hal yang mereka cintai."

"Jay, jangan..." lirih Flaire dari atas tangga. Ia tidak ingin Jorden melihat kekerasan lebih jauh.

Jaydane melirik Flaire sejenak, lalu kembali menatap Antonio dengan mata abu-abu yang haus darah. "Berterima kasihlah pada putrimu. Karena dialah, aku tidak akan menarik pelatuk ini hari ini."

Jaydane menurunkan senjatanya, lalu memberi isyarat pada anak buahnya yang sudah mengepung lobi dari lantai atas. "Ambil alih seluruh aset Fernandez di Jerman dan Swiss dalam satu jam. Antonio, kau dilarang menginjakkan kaki di tanah ini lagi. Jika aku melihat bayanganmu di dekat Flaire atau Jorden, aku sendiri yang akan memutilasimu."

Antonio terjatuh berlutut, menyadari bahwa kerajaannya telah runtuh hanya dalam satu malam. Jaydane mengabaikannya, ia berbalik dan menatap Flaire yang kini menggendong Jorden.

Jaydane kembali menaiki tangga, mendekati Flaire, lalu mengecup kening wanita itu dan puncak kepala Jorden. "Masa lalu sudah selesai, Flaire. Mulai hari ini, tidak ada lagi Fernandez. Hanya ada Shelby."

Malam itu, setelah emosi yang meledak di lobi, Jaydane duduk di balkon kamar, menyesap wiski saat Flaire telah tertidur lelap setelah seharian menangis haru. Namun, pikiran Jaydane terbang jauh ke memori empat tahun lalu. Sebuah rahasia yang ia simpan rapat, rahasia yang bahkan Flaire belum tahu betapa dekatnya mereka dengan kehilangan Jorden selamanya.

...Flashback – 4 Tahun Lalu, Rumah Sakit Swasta Swiss....

Suasana rumah sakit malam itu terasa sangat dingin. Jaydane, yang saat itu baru berusia 25 tahun, menerobos masuk ke sayap persalinan dengan amarah dan ketakutan yang bercampur. Ia tahu Flaire sedang melahirkan darah dagingnya.

Namun, Jaydane tidak tahu bahwa di dalam ruang operasi, Flaire sedang berjuang antara hidup dan mati. Karena usianya yang masih sangat dini, tubuh Flaire mengalami pendarahan hebat saat persalinan. Dokter terpaksa membiusnya hingga tidur sangat dalam agar nyawanya bisa diselamatkan.

Di lorong yang gelap, Jaydane melihat Antonio Fernandez sedang memberikan tas berisi tumpukan uang tunai kepada seorang perawat pria yang tampak gemetar.

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!