NovelToon NovelToon
Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Aruna tidak pernah menyangka pekerjaannya sebagai editor akan membawanya masuk ke dalam kengerian zaman kuno. Setelah kecelakaan fatal, ia terbangun sebagai Lady Ratri, wanita bangsawan yang namanya identik dengan kekejaman. Tubuhnya rongsok, tenggorokannya terbakar racun. Arel, yang selama ini ia siksa memusuhinya.

​Di dunia barunya, Aruna tidak punya kawan. Suami jenderalnya menganggapnya sampah. Namun, sebuah layar transparan muncul Sistem Karma Ibu. Setiap tindakan baiknya pada Arel memberikan poin untuk bertahan hidup, sementara kekejaman akan mempercepat kematiannya.

Aruna harus memutar otak. Ia harus menjinakkan Arel yang sudah terlanjur trauma, menghadapi Lady Selina yang manipulatif, dan bertahan dari degradasi fisik.

Ini bukan sekadar cerita tentang tobat, tapi tentang perjuangan berdarah seorang wanita yang mencoba mencintai di tempat yang hanya mengenal benci. Bisakah Aruna mengubah takdir Ibu Jahat menjadi pelindung tangguh sebelum rahasia identitas aslinya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Topeng di Balik Takhta

​Asap pekat dari ledakan panah logam tadi masih menggantung rendah di atas perkemahan, menciptakan pemandangan yang mencekam di bawah cahaya bulan. Aruna merasa napasnya tersangkut di tenggorokan saat punggungnya membentur dinding kayu tenda yang keras. Di depannya, Pangeran Kaelan berdiri begitu dekat, hingga Aruna bisa mencium aroma kayu cendana dan bau tajam minyak senjata dari jubahnya.

​Setengah wajah Kaelan tertutup topeng perak yang dingin, tapi matanya... mata itu tidak lagi menunjukkan ketenangan seorang pangeran yang biasanya membantu Aruna secara diam-diam. Ada kilat kegilaan yang haus darah di sana.

​"Kaelan... apa yang kamu lakukan?" bisik Aruna, suaranya bergetar.

​Kaelan tertawa rendah, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan belati di atas batu. "Aku sedang merapikan papan caturku, Aruna. Barka hanyalah bidak bodoh yang terlalu banyak bicara. Dan Arvand? Dia terlalu lurus untuk dunia yang penuh dengan nanah ini."

​Aruna menatap ke luar tenda melalui celah kain yang robek. Di tengah kepanikan prajurit gagak hitam yang terkena hujan logam, Arvand masih terikat di tiang. Kepalanya terkulai, tapi Aruna bisa melihat pundak suaminya itu naik turun dengan berat. Arvand masih hidup, tapi entah sampai kapan.

​"Lepaskan Arvand," tuntut Aruna, mencoba mendorong dada Kaelan. "Kamu bilang kamu ingin membantuku!"

​"Aku memang membantumu," Kaelan mencengkeram pergelangan tangan Aruna, kekuatannya membuat Aruna meringis. "Dengan menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalanmu untuk menjadi ratu di sampingku. Setelah kunci itu membuka rahasia takhta, tidak akan ada lagi yang bisa menghentikan kita. Bukan Kaisar, bukan juga ibu kandung Arel yang lemah itu."

​Aruna tersentak. "Jadi kamu tahu Elara masih hidup?"

​"Aku yang membiarkannya tetap hidup agar dia bisa membawamu ke kunci itu," Kaelan melepaskan tangan Aruna dan melangkah ke arah meja yang penuh dengan peta militer. "Semuanya sudah direncanakan, Aruna. Dari racun Selina sampai kedatangan pasukan gagak hitam ini. Aku hanya butuh kamu untuk tetap berada di sisiku sebagai Ratri yang cerdas, bukan ibu tiri yang cengeng."

​Rasa mual menghantam ulu hati Aruna. Ia menyadari satu hal yang mengerikan. Selama ini ia bukan sedang bermain catur melawan penjahat, tapi ia sedang berada di genggaman pemain catur yang sesungguhnya. Kaelan bukan pangeran misterius yang jatuh cinta padanya, dia adalah obsesi yang berjalan dengan kaki manusia.

​"Kamu gila," desis Aruna. "Aku bukan Ratri yang kamu inginkan."

​Kaelan berbalik, wajahnya yang tertutup topeng terlihat sangat menyeramkan di bawah cahaya lampu minyak yang berkedip. "Oh, aku tahu. Justru karena kamu bukan dia, aku menginginkanmu. Ratri yang asli hanyalah wanita haus kekuasaan yang dangkal. Tapi kamu... kamu punya sesuatu yang lebih. Sesuatu yang membuatku ingin membakar dunia ini hanya untuk melihatmu tetap berdiri di atas abunya."

​Tiba-tiba, suara teriakan perang terdengar dari arah gerbang perkemahan. Bukan dari pasukan kaisar, tapi sekelompok prajurit dengan seragam yang berbeda. Pasukan pribadi keluarga Arvand yang setia, dipimpin oleh seorang letnan muda yang Aruna kenali sebagai orang kepercayaan Arvand.

​"Jenderal! Selamatkan Jenderal!"

​Kaelan mengumpat pelan. "Prajurit-prajurit sialan itu masih punya nyali." Ia menarik Aruna menuju pintu belakang tenda. "Ikut aku. Jika kamu mencoba lari, aku tidak menjamin keselamatan Arel di tangan Elara. Kamu lupa? Aku punya mata-mata di setiap jengkal hutan ini."

​Aruna terpaksa mengikuti langkah Kaelan. Mereka keluar dari tenda tepat saat pertempuran jarak dekat pecah di pusat perkemahan. Bau amis darah mulai menguasai udara. Aruna melihat Barka sedang bertarung mati-matian melawan pasukan Arvand, mencoba mempertahankan posisinya.

​Namun, fokus Aruna tetap pada tiang kayu itu. Ia melihat letnan muda tadi berhasil mencapai Arvand dan mulai memotong tali pengikatnya.

​"Arvand..." bisik Aruna penuh harap.

​Kaelan yang menyadari arah pandangan Aruna, mendengus sinis. Ia mengambil sebuah busur kecil dari balik jubahnya dan membidik ke arah letnan yang sedang menyelamatkan Arvand.

​"Jangan!" Aruna menerjang Kaelan, mencoba mengalihkan arah bidikannya.

​Anak panah itu melesat, meleset dari jantung sang letnan tapi menancap telak di pundaknya. Kekacauan semakin menjadi. Arvand yang baru dilepaskan jatuh berlutut, tubuhnya terlalu lemah untuk berdiri sendiri. Namun, mata Arvand yang penuh darah tiba-tiba terbuka lebar saat ia melihat Aruna sedang ditarik oleh Kaelan menuju kuda yang sudah menunggu.

​"Ratri!" suara Arvand terdengar parau, pecah oleh kepedihan dan amarah.

​Arvand mencoba bangkit, memungut sebuah pedang patah di dekatnya. Dengan sisa tenaganya, ia menebas prajurit gagak hitam yang menghalanginya, langkahnya gontai tapi pasti menuju ke arah Aruna.

​"Lepaskan... istriku!" raung Arvand.

​Kaelan tertawa kecil, ia menaiki kudanya dan menarik Aruna untuk duduk di depannya dengan paksa. "Lihatlah suamimu, Aruna. Dia hanya seekor singa tua yang sudah ompong. Apa kau benar-benar ingin menghabiskan sisa hidupmu merawat mayat hidup seperti dia?"

​Kuda itu mulai berlari kencang menuju jalur pegunungan yang terjal. Aruna melihat Arvand tertatih-tatih mengejar, sebelum akhirnya jatuh tersungkur di atas tanah berlumpur. Sosok suaminya perlahan menghilang di balik kepulan debu dan asap perkemahan yang terbakar.

​"Arel... Arvand... maafkan aku," tangis Aruna pecah di dalam pelukan pria yang ia benci setengah mati.

​Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, Kaelan membawa Aruna ke sebuah istana kecil yang tersembunyi di puncak tebing. Tempat itu tidak terlihat dari bawah, dikelilingi oleh kabut abadi dan tebing yang curam.

​Kaelan melempar Aruna ke dalam sebuah kamar mewah yang dipenuhi dengan kain sutra merah dan aroma dupa yang memabukkan. "Istirahatlah, Calon Ratuku. Besok, saat matahari terbit, kita akan menuju ibu kota dengan kunci itu. Dan dunia akan bertekuk lutut di bawah kakimu."

​Kaelan mengunci pintu kamar dari luar, meninggalkan Aruna sendirian dalam kesunyian yang mencekam. Aruna meraba pinggangnya, kunci perak itu masih ada. Kaelan belum mengambilnya karena ia tahu Aruna adalah satu-satunya yang bisa memicu mekanisme kunci itu tanpa menghancurkan isinya.

​Aruna mendekati jendela besar yang menghadap ke arah lembah. Dari kejauhan, ia masih bisa melihat cahaya api di perkemahan tadi. Ia merasa sangat tidak berdaya. Ia adalah editor naskah yang terbiasa mengatur nasib karakter, tapi sekarang, ia hanyalah karakter yang nasibnya sedang dipermainkan oleh seorang psikopat cerdas.

​Namun, saat ia menatap ke bawah tebing, ia melihat sesuatu yang membuatnya terkesiap. Sebuah bayangan bergerak naik di dinding tebing yang mustahil untuk dipanjat. Bukan satu bayangan, tapi dua.

​Satu bayangan besar dengan gerakan yang lambat tapi pasti, dan satu bayangan kecil yang sangat lincah.

​Aruna menempelkan wajahnya ke kaca jendela. "Arvand? Arel?"

​Tiba-tiba, suara ketukan pelan terdengar bukan dari pintu, melainkan dari balik dinding lemari besar di sudut kamar.

​"Madam... apa Anda di sana?"

​Itu suara Mira, pelayan pribadinya. Aruna berlari ke arah lemari dan membukanya. Di balik tumpukan kain, ada celah kecil yang menyingkap sebuah lorong rahasia.

​"Mira! Bagaimana kamu bisa ada di sini?"

​"Jenderal... Jenderal sudah menyiapkan segalanya, Madam. Dia tahu Pangeran Kaelan punya rencana busuk sejak awal. Jenderal sengaja membiarkan dirinya ditangkap agar perhatian Pangeran teralih dari jalur rahasia ini," Mira menjelaskan dengan terburu-buru sambil menarik tangan Aruna. "Tapi ada satu hal yang Madam harus tahu."

​"Apa itu?"

​"Orang yang sedang memanjat tebing itu... itu bukan Jenderal Arvand. Itu adalah Barka yang sudah berganti pihak karena dia dikhianati Kaelan. Dan anak di belakangnya..." Mira menelan ludah dengan wajah pucat. "Itu bukan Arel. Itu adalah boneka mekanik yang sudah dipasang peledak oleh Elara."

​Aruna terbelalak. Dunianya kembali terbalik. Elara, ibu kandung Arel, ternyata juga memiliki agenda berdarah sendiri untuk menghancurkan Kaelan dan Arvand sekaligus.

​Tiba-tiba, suara ledakan kecil terdengar dari arah gerbang istana tebing. Suara langkah kaki Kaelan yang terburu-buru terdengar menuju kamarnya.

​"Aruna! Buka pintunya!" teriak Kaelan dari luar.

​Aruna berdiri di tengah kamar, memegang kunci perak di tangan kanannya dan belati pemberian Mira di tangan kirinya. Ia menyadari bahwa di dunia ini, tidak ada satu pun orang yang benar-benar bisa ia percaya sepenuhnya.

​Siapakah yang sebenarnya berada di balik tubuh boneka mekanik itu? Dan mampukah Aruna melarikan diri dari istana tebing sebelum Kaelan menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam jebakan Elara yang sangat mematikan?

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
apakah ini berry atau yg mulia summer /Facepalm//Facepalm/
Linda pransiska manalu: hhhhhhh
total 3 replies
vj'z tri
hadeuhhhh gak bisa liat orang senyum dikit ni mahluk 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ semoga bisa bersama kalian
Erchapram
LUAR BIAS!
Travel Diaryska
utk yg suka cerita intens perang ya mgkn bagus aja ceritanya.
tp kalo ak sih kurang sama cerita yg dr awal sampe akhir intens kaya gini. bukannya seru dan penasaran, malah kesel dr awal sampe akhir. maaf ya author kesabaranku setipis tissu bagi 4. semangat terus 👍🏻
Travel Diaryska
mc nya ga OP, sistemnya cuma jd notif doang, ga kasih hadiah obat bagus apa gitu biar mc fit. ga ada waktu buat mc heal dlu.
vj'z tri
kelennnnn lahhhh pokoke oyeeee🎉🎉🎉🎉
Erchapram
Sudah bab 18, teman-teman yang sudah baca tapi belum lanjut. Diharap segera melanjutkan karena sebentar lagi akan masuk bab 20.

Mohon bantuannya, supaya Novel ini lolos bab terbaik.

Terima kasih.
XZR-1ERLAND
Sungguh plotwits nyaa
vj'z tri
hadeuhhh olah raga jantung terus ini /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
vj'z tri
OMG pilihan apa lagi ini/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ kasihan jendral
vj'z tri
eeedodoeeee wes keracunan masih tenggak racun lagi /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
XZR-1ERLAND
duh thorr gw gak sabar liat ending nya , semoga happy ending ya thorrr, semangat trs thorr 💪
XZR-1ERLAND: iya kak Sama-sama, kakak juga jgn lupa mampir baca novel ku ya,btw aku masih jadi athour pemula, mohon dukungannya, kritik atau saran Kakak 👍
total 2 replies
vj'z tri
tahan diset loh ngobrol nya mau meledak ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
oalahhhh ini biang Lala nya ternyata 🤧🤧🤧
vj'z tri: sabarrrrr tunggu up /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ siapa lagi itulah sabar sabar
vj'z tri
kerennnnn 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
sabar sabar tunggu kelanjutan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
bener bener ni ya kelakuan pangeran kaleng /Shame//Shame//Shame//Shame/
vj'z tri
benar benar konspirasi /Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!