NovelToon NovelToon
Mawar Kota Di Mihrab Sunyi

Mawar Kota Di Mihrab Sunyi

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Zayna Almeera adalah badai yang dipaksa berhenti di sebuah desa tenang. Terbiasa dengan gemerlap kota, ia merasa dunianya runtuh saat harus menukar kehidupan mewahnya dengan ubin pesantren yang dingin. Ia datang membawa duri, siap menusuk siapa pun yang mencoba menjinakkan kebebasannya.
​Di sana, ia bertemu Gus Haidar. Pemuda itu seperti telaga luas yang tak terusik; bicaranya tenang, tatapannya terjaga, dan dunianya hanya berisi pengabdian. Bagi Zayna, Haidar adalah teka-teki silang yang menyebalkan. Namun bagi Haidar, Zayna adalah kebisingan yang tiba-tiba membuat kesunyiannya terasa lebih lengkap.
​Antara keras kepalanya Zayna dan sabarnya Haidar, ada sebuah cerita tentang bagaimana rasa pahit harus dibiarkan mengendap agar manisnya bisa dinikmati. Zayna ingin lari, tapi hatinya justru perlahan tertambat pada ketenangan yang tak pernah ia temukan di riuhnya kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debu kota di gerbang langit

Suasana tenang di Pesantren Al-Fatih mendadak koyak. Jika biasanya suara paling bising di sini hanyalah deru mesin traktor petani atau riuh rendah santri yang sedang antre mandi, siang ini sebuah deru mesin V8 dari mobil sport mewah berwarna merah membara membelah kesunyian. Mobil itu berhenti tepat di depan gerbang utama, meninggalkan jejak ban yang membekas di atas tanah merah yang kering.

Zayna, yang sedang membantu Zoya menjemur mukena di halaman samping asrama, menghentikan gerakannya. Jantungnya mencelos. Ia mengenali suara itu. Suara kesombongan yang dulu pernah ia anggap sebagai musik yang keren.

"Zay! I know you're in there!" teriak sebuah suara dari luar gerbang.

Seorang pemuda keluar dari mobil dengan gaya yang sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya. Mengenakan kacamata hitam bermerek, jaket kulit yang mengkilap, dan celana jeans robek di bagian lutut. Namanya Geral. Pria yang dulu hampir menjadi pelabuhan terakhir Zayna sebelum Ayahnya memutuskan untuk mengirimnya ke "penjara suci" ini.

"Zayna Almeera! Come on, cukup dramanya! Keluar sekarang, atau aku yang masuk dan seret kamu dari tempat kuno ini!" teriak Geral lagi, mengabaikan tatapan bingung dan ngeri dari para santri yang melintas.

Zayna melangkah maju dengan tangan gemetar. Ia tidak takut pada Geral, tapi ia takut pada apa yang akan dipikirkan orang-orang di sini tentangnya. Ia takut bayangan "wanita kota yang liar" kembali melekat padanya tepat saat ia sedang mencoba menjadi embun yang tenang.

"Geral! Berhenti teriak-teriak! Ini bukan kelab malam!" Zayna berdiri di balik gerbang besi, menatap pria itu dengan kemarahan yang meluap.

"Oh, lihatlah kamu, Zay. Pakai kain lebar begini? Kamu kelihatan kayak orang hilang arah," Geral tertawa meremehkan, tangannya menyentuh besi gerbang. "Ayo pulang. Papa kamu cuma lagi moody pas kirim kamu ke sini. Aku sudah reservasi tempat di Bali. Kita party, Zay. Kamu nggak kangen sunset sambil pegang gelas di tangan?"

"Ketenangan nggak ada di dalam gelas, Ger," jawab Zayna tegas. "Pergi sekarang sebelum aku panggil keamanan!"

"Keamanan? Maksudmu bocah-bocah bersarung itu?" Geral meludah ke samping. "Siapa pimpinannya? Sini, suruh hadapi aku. Aku bayar berapa pun biar mereka buka pintu ini."

"Dia tidak perlu dibayar untuk membuka pintu, Mas Geral."

Sebuah suara rendah, berat, dan sangat tenang muncul dari arah belakang Zayna. Gus Haidar berjalan mendekat. Ia tidak mengenakan jubah kebesarannya, hanya baju koko putih yang bersih dan sarung batik gelap. Namun, wibawa yang terpancar dari langkahnya membuat Geral terdiam sesaat.

Haidar berhenti tepat di samping Zayna. Ia tidak menatap Geral secara langsung, melainkan menatap ke arah kejauhan, seolah pemuda di depannya hanyalah butiran debu yang tak sengaja lewat.

"Gus..." bisik Zayna, merasa malu sekaligus cemas.

"Masuklah ke dalam, Zayna. Biar saya yang bicara dengan tamu ini," ucap Haidar lembut, namun tak terbantahkan.

"Nggak, Gus! Dia itu—"

"Masuklah," potong Haidar, kali ini ia sedikit melirik ke arah Zayna, sebuah isyarat perlindungan yang sangat kuat.

Zayna mundur perlahan, berdiri di balik pilar masjid, mengamati dengan napas tertahan.

Geral melepas kacamata hitamnya, menatap Haidar dengan tatapan menantang. "Jadi kamu 'Gus' itu? Penjaga asrama yang bikin Zayna jadi aneh? Dengar ya, Mas... Mas siapa tadi? Haidar? Zayna itu dunianya di kota. Dia butuh kebebasan, bukan kurungan doa-doa yang bikin ngantuk. Berapa yang kamu mau supaya kamu biarkan dia keluar?"

Haidar tersenyum tipis—senyum yang terasa sangat puitis namun menyakitkan bagi lawan bicaranya.

"Mas Geral," suara Haidar tenang, seolah ia sedang membacakan puisi di tengah badai. "Zayna bukan barang yang memiliki label harga. Dia adalah jiwa yang merdeka. Di sini, kami tidak mengurungnya. Kami hanya menjaganya dari tangan-tangan yang hanya ingin memetik keindahannya tanpa mau menyiram akarnya."

Haidar melangkah satu tindak lebih dekat ke gerbang. "Kebebasan yang Mas tawarkan adalah kebebasan yang menghancurkan. Sementara ketenangan yang kami tawarkan di sini adalah kebebasan yang menyembuhkan. Jika Zayna ingin pergi, saya tidak akan menahannya dengan rantai besi. Tapi jika dia memilih tinggal, Mas tidak akan bisa membawanya meski Mas membawa seluruh harta dunia."

"Jangan sok puitis! Kamu cuma takut kehilangan calon istri yang cantik, kan?" Geral mulai naik pitam. "Zayna itu butuh hidup yang nyata!"

"Hidup yang nyata adalah saat seseorang tahu ke mana ia akan kembali setelah matahari terbenam," balas Haidar. "Mas Geral, mobil Mas sangat cepat, tapi ia tidak punya arah jika tujuannya hanya untuk melarikan diri dari kenyataan. Silakan pergi. Debu dari ban mobil Mas hanya akan mengotori ubin masjid kami yang baru saja disucikan dengan doa."

Geral menggeram, ia memukul pagar besi itu dengan keras. "Zayna! Kamu dengar?! Kamu bakal nyesel tinggal sama pria kaku ini!"

Zayna tiba-tiba muncul dari balik pilar, ia melangkah maju dan berdiri tepat di sisi Haidar. Tanpa ragu, ia menggenggam ujung sarung Haidar—sebuah tindakan nekat yang membuat seluruh santri yang menonton menahan napas.

"Aku nggak akan nyesel, Ger," suara Zayna lantang. "Karena pria 'kaku' ini tahu cara menatap masa depanku, sementara kamu cuma tahu cara menatap masa laluku. Pulanglah, duniamu sudah tidak punya tempat di sini."

Geral ternganga. Ia menatap Zayna, lalu menatap Haidar yang masih tetap tenang dengan pandangan menunduk namun pundak yang sangat kokoh. Dengan perasaan hina, Geral memakai kembali kacamatanya, masuk ke mobil, dan memacu mesinnya hingga menimbulkan suara berisik yang panjang sebelum akhirnya menghilang di tikungan jalan desa.

Hening kembali merayap. Zayna perlahan melepas genggamannya pada sarung Haidar. Ia menunduk, pipinya memerah hebat.

"Maaf, Gus... saya tadi... refleks," bisik Zayna.

Haidar tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menarik napas panjang, lalu berbisik pelan, hampir tak terdengar oleh siapapun kecuali Zayna.

"Genggamanmu tadi... terasa lebih berat daripada ujian kitab paling sulit sekalipun, Zayna. Jangan lakukan itu lagi di depan orang banyak, atau saya tidak akan sanggup lagi menjaga hati saya agar tetap tinggal di bumi."

Haidar berbalik dan pergi dengan langkah yang sedikit lebih cepat dari biasanya, meninggalkan Zayna yang berdiri mematung di tengah aroma sisa knalpot mobil dan harum kayu cendana dari tubuh sang Gus.

"Zayna menyadari, badai dari kota mungkin sudah pergi. Namun badai di dalam dadanya baru saja dimulai. Di sisi lain, Najwa yang menyaksikan adegan 'pegangan sarung' itu dari kejauhan, meremas jemarinya hingga memutih. Baginya, Zayna bukan lagi sekadar kerikil, melainkan racun yang harus segera dibuang dari sucinya tembok pesantren."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Kutu Buku
udah Tamat Aj Thor Pdhal Baru beberapa hari aj aku Ndak baca🤣🤣🤣🤣, jngan tamat laa Thor lanjut lagi season 2 nya, trus Critanya Jngan Di percepat Thor Mnimal ada flotwistnya, ada adengan ngidam aneh2 atau apa gtuu🤭🤭🤭🤭 baru nikah udah lgsung hamil dan mlhirkan
Kutu Buku: pada Umumnya Orang EMG Gtuu Thor, TPI Yang Ada plotwishnya, Ada Romance, trus Di Barengen dengan komidi itu lbih Seruu Thor Dan akan membuat para pembaca Pnsran, Shingga Crtanya gag gampangg Ktbak mau happy Ending Atau SAD.
Semangat Aj Thor pokoknya
total 1 replies
Kutu Buku
bljar dari mana Thor Mrangkai Kata2?
dari sekian banyaknya novel yg aku baca Cuma In yg Membuat Aku pangling Dan kagum Banget dengan Stiap Untaian katanya, Aplgi sangat Puitis banget
Isti Mariella Ahmad: Belajar sendiri dan belajar dari teman juga
total 1 replies
Kutu Buku
aku Mau Baca In Aj
yg Lainnya Nanti Dluu hehehehhe,

yang Lain Tentang Apa Thor Law tentang percintaan Aku mau baca 🤭🤭🤭?
Isti Mariella Ahmad: banyak nanti aku spil y
total 3 replies
Kutu Buku
thorr Thanks banget laa pokoknya 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
udah banyak Up Hari in
Kutu Buku
jahat Banget Drmuu Thor,
Pdhal aku bruu sja mendapatkan kesenangan Mlah Di BKIN Tak Karuan lgii
Kutu Buku
mksih Thor Udah Up banyak Hari In,
sring2 yaa Thor up 3 bab Biar Aku tambah smngat Bacanya
Kutu Buku
Allah Thor Skit kali 🤭🤭🤭🤭
bercanda Thor mksih Thor Udah BKIN Novel SE kece In, Smangat Thor up nya law bisa 3 bab pun gpp
Isti Mariella Ahmad: /Hammer/
total 1 replies
Kutu Buku
mksih Thor sangat panjang Babnya
Kutu Buku
mgkin Aku Bcanya terlalu buru2, sampai aku mengira Bab nya Sdkit
Kutu Buku: Ea laa Thor aku hanya just kidding aj🤭🤭🤭 Bsok2 aku baca ngija aj laa biar lamaa
total 2 replies
Kutu Buku
makin ke Sini Mkin Seruu aj, thank's udah BKIN novel SE kece In thor
Kutu Buku
Kayaknya Baru Tarik Nafas masak Ea Udah habis Babnya
Isti Mariella Ahmad: 🤣 staytune ya, aku tambah besok deh
total 1 replies
Kutu Buku
Thank's udah Di panjangin Thor Babnya 👍👍
Isti Mariella Ahmad: komen terus say biar semangat up nya
total 1 replies
Kutu Buku
menarik Untuk Di Baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!