NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:988
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Batas Sangkar dan Tatapan Kosong

​Langkah kaki Elleanor terasa seberat timah saat ia menyusuri koridor lantai dua menuju kelas XI-IPA 3. Di belakangnya, Soraya dan Keysha berjalan mengiringi dengan wajah penuh tanda tanya yang sejak tadi sengaja mereka tahan sampai kedua abang kembar Elle benar-benar meninggalkan area Loren’z High School.

​"El, lo beneran gak apa-apa kan?" Soraya akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Ia menyenggol lengan Elle pelan, matanya berkedip panik. "Sumpah ya, tadi pagi di parkiran itu berasa kayak lagi syuting film aksi tahu gak! Dua abang lo ganteng banget tapi auranya serem parah, mirip mafia di drakor!"

​"Soraya, bisa diam gak? Ini bukan waktunya buat fangirling," tegur Keysha dengan nada datar dan dinginnya yang khas. Keysha menatap Elle dengan pandangan menyelidik dari balik kacamata minusnya. "El, gosip lo diumpetin di penthouse Jayden semalaman udah menyebar di grup angkatan. Alka bahkan kabarnya ngamuk semalem di sirkuit Jaksel gara-gara lo."

​Elleanor menghentikan langkahnya tepat dua meter di depan pintu kelas XI-IPA 3. Ia menghela napas pendek, meremas tali ranselnya untuk meredakan gemuruh di dadanya. "Gua gak diapa-apain sama si Muka Tembok itu, Keysha, Soraya. Dia cuma... gila. Posesifnya udah di luar nalar manusia normal."

​"Tapi lo aman kan, El? Jayden gak macem-macem kan sama lo?" tanya Soraya lagi, wajahnya kini beralih khawatir.

​Elle menggeleng pelan. "Aman. Tapi gua berasa kayak burung hantu yang sayapnya dipotong terus ditaruh di sangkar emas. Gak bisa napas bebas gua."

​"Yaudah, masuk gih. Bu Ratna bentar lagi dateng buat jam pelajaran biologi," ucap Keysha sambil menepuk pundak Elle pelan, memberikan kekuatan sebelum ia dan Soraya berbalik menuju kelas mereka sendiri di XI-IPA 1.

​Elle menatap pintu kelas XI-IPA 3 yang tertutup rapat. Dengan keberanian yang tersisa, ia memutar knop pintu dan melangkah masuk.

​Begitu pintu terbuka, suasana kelas yang tadinya bising oleh obrolan anak-anak cowok langsung senyap seketika. Puluhan pasang mata kembali tertuju pada Elle. Namun, Elle memilih untuk mengabaikan mereka semua. Pandangan matanya langsung mengunci satu-satunya tempat yang tersisa untuknya di ruangan ini.

​Meja nomor tiga. Di pojok paling belakang dekat jendela.

​Jayden sudah duduk di sana. Cowok itu sedang menyandarkan punggungnya dengan santai pada sandaran kursi, memutar-mutar sebuah pulpen perak di antara jemari panjangnya yang lentik. Jaket VULTURES-nya kini sudah tersampir rapi di sandaran kursi. Begitu Elle melangkah masuk, gerakan pulpen di tangan Jayden berhenti. Netra hitamnya yang pekat langsung mengunci pergerakan Elle dengan tatapan yang begitu dalam, dingin, dan penuh dengan kepuasan yang mutlak.

​Elle berjalan mendekat dengan wajah paling judes yang bisa ia pasang. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas kursi di sebelah Jayden, lalu membanting tas ranselnya ke atas meja dengan bunyi brak yang cukup nyaring, sengaja menunjukkan protesnya yang belum padam.

​Jayden tidak terganggu sedikit pun oleh aksi barbar Elle. Ia justru menggeser posisi duduknya sedikit lebih dekat ke arah meja Elle, hingga aroma wangi stroberi yang samar dari rambut gadis itu kembali tercium oleh indra penciumannya.

​"Lo telat tiga menit, Elleanor," ucap Jayden rendah, suaranya yang berat mengalun lambat namun terdengar begitu dominan di telinga Elle.

​"Bukan urusan lo, Muka Tembok!" ketus Elle tanpa menoleh sedikit pun, matanya menatap lurus ke arah papan tulis yang masih bersih. "Gua sengaja jalan lambat biar gak usah cepet-cepet liat muka lo yang kayak papan gilasan itu."

​Seringai tipis yang sangat tipis terukir di sudut bibir Jayden. "Mulut lo tetep tajam, bahkan setelah semalam lo pasrah di punggung gua sepanjang jalan Kuningan."

​Blush.

​Wajah Elleanor seketika memerah padam mengingat kejadian subuh tadi di mana ia terpaksa memeluk pinggang tegap Jayden karena cowok itu membawa motornya seperti orang kesetanan. Elle menoleh patah-patah, menatap Jayden dengan kilat mata berapi-api. "Itu karena lo bawa motor kayak mau nyabut nyawa gua, ya! Kalau gua gak pegangan, gua udah menggelinding di aspal, bajingan!"

​"Gua gak bakal biarin lo jatuh, Elle," potong Jayden cepat, nadanya mendadak berubah menjadi begitu serius dan dingin. Sepasang netra hitamnya menatap intens ke dalam manik mata Elle, mengunci kesadaran gadis itu sepenuhnya. "Gua bawa motor secepat itu karena gua mau lo cepet sampai di tempat di mana gak ada orang lain yang bisa ngeliat lo selain gua."

​Elleanor tertegun, tenggorokannya mendadak terasa tercekat oleh kegilaan kalimat Jayden. Sisi obsesif cowok di depannya ini benar-benar tidak memiliki rem sama sekali.

​Sebelum Elle sempat membalas, pintu kelas kembali terbuka dan Bu Ratna masuk dengan membawa proyektor dan tumpukan buku materi biologi tentang sistem saraf manusia. Pembicaraan intim namun menegangkan di pojok kelas itu terpaksa terjeda, meninggalkan sisa-sisa ketegangan yang kembali merayapi dada Elleanor.

​Selama dua jam pelajaran berlangsung, Elle mencoba fokus pada slide presentasi di depan kelas, namun pikirannya terus bercabang. Ponsel putihnya yang berada di dalam saku seragam terasa bergetar sekali. Dengan sangat hati-hati di bawah kolong meja, Elle merogoh ponselnya dan menyalakan layarnya.

​Sebuah notifikasi pesan masuk muncul, namun bukan dari nomor abangnya atau Alka. Sesuai dengan sistem rooting gila buatan Haikal, hanya ada satu kontak yang tertera di sana.

​Muka Tembok: Fokus ke depan, Elle. Jangan main ponsel di bawah meja kalau lo gak mau ponsel lo gua sita lagi buat selamanya.

​Elle tersentak, langsung menoleh ke arah samping kanan. Jayden sedang duduk dengan posisi menopang dagu menggunakan tangan kirinya, sementara mata hitamnya tidak menatap ke arah papan tulis, melainkan sedang menatap lurus ke arah Elle dengan pandangan posesif yang pekat. Tangan kanannya memegang ponsel hitam miliknya sendiri.

​Elle menggertakkan giginya kesal, lalu mengetik balasan dengan cepat dengan emosi yang meluap-luap.

​Elleanor: Lo bener-bener psikopat gila! Bisa gak sih lo berhenti ngawasin gua semacam gua ini buronan kelas kakap?!

​Beberapa detik kemudian, ponsel Elle kembali bergetar.

​Muka Tembok: Gua gak ngawasin lo. Gua cuma memastikan kalau fokus lo hari ini cuma ada di gua, bukan di serigala jalanan atau abang lo.

​Elleanor menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan dirinya agar tidak melempar botol tempat minumnya tepat ke wajah tampan bin menyebalkan milik Jayden. Ia mematikan layar ponselnya dengan kasar, lalu memasukkannya kembali ke dalam saku dengan perasaan frustrasi yang sudah mencapai ubun-ubun.

​Di dalam sangkar bernama kelas XI-IPA 3 ini, di bawah kekuasaan mutlak VULTURES, Elleanor menyadari bahwa dinding pertahanannya tidak hanya sedang dikepung dari luar oleh abang-abangnya atau ditarik dari luar oleh Alka... melainkan sedang dihancurkan secara perlahan dan halus dari dalam oleh sang predator yang duduk tepat di sebelahnya.

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!