seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Kirana
Yuda mendengar itu sedikit tersentak, ia baru teringat satu hal, kalau istri nya memiliki satu adik perempuan yang sama persis dengan Leni, keduanya hanya berbeda umur, untuk wajah mereka hampir sama persis mereka bisa terlihat kembar jika di bariskan. “Kok bisa kebetulan gini, sistem bilang harus segera mengisi satu slot wanita, kalau Kirana juga tidak masalah, dia juga sangat mirip dengan Leni hanya dia lebih muda,” pikir Yuda dalam hati.
Leni yang tak mendapatkan respon dari suami nya menjadi sedih, ia sendiri tak bisa memaksa suami nya! karena paham mereka juga masih sulit, tapi hati seorang kakak mana yang tega kalau mendengar kalau adik nya hendak di jual.
“Mas..! Aku mohon,,, dia juga tak kalah cantik dari aku mas..! Nanti aku suruh dia jadi istri mu, juga! Aku tidak rela kalau Kirana harus menjadi budak,” kali ini Leni sampai menangis tersedu-sedu di kaki Yuda.
Barulah Yuda tersadar saat tangisan istri nya semakin menjadi-jadi! dengan lembut Yuda mengangkat tubuh istri nya berdiri, ia sangat benci selalu menerima sujud dari orang tercinta nya. “Sayang! Aku udah bilang, kamu mau minta sesuatu minta, tapi jangan sampai menundukkan kepala lagi,” Tutur Yuda menghapus jejak air mata yang masih mengalir di pipi Leni.
“Tap-Tapi mas..aku takut kalau Kirana di apa-apain sama ibu,” wajah sang kakak yang khawatir dengan adik nya terlihat, memang Kirana sangat dekat dengan Leni, bahkan di saat Leni menikah di situ Leni melihat hancur adik nya, karena di tinggal oleh nya.
Mempunyai seorang anak gadis di zaman sekarang hanya sebuah beban, karena mereka tidak bisa bekerja dan hanya makan makanya saya dewasa akan di jual ke rumah bordil atau di jual untuk di nikahkan dengan pria demi uang.
“Tidak akan ada yang menyakiti Kirana selagi aku ada,, hemm..” jawab Yuda menenangkan istri nya.
Leni berhenti menangis tapi menatap lekat wajah suami nya. “Apa maksud mu, mas akan menyelamatkan Kirana dari ibu?”
“Iya! tapi-...” Yuda menggantung kalimat nya membuat Leni panik.
“Untuk makan, jangan khawatir mas, Kirana hanya akan makan bagian dari makanan Leni, dan-..” karena Leni hanya memikirkan tentang sumber makanan makanya ia kira suami nya takut tidak bisa memberi makan Kira.
Yuda yang hendak bicara lagi malah terkekeh lalu menyuruh istri nya menghapus air mata nya. “Kamu ini, bukan itu, untuk makanan kalian mau makan berapa kali sehari, 4?..5?.. Bebas, apapun boleh kalian lakukan,, syarat ku itu kamu harus manggil aku 'Sayang'.”
Deghh.!,
Leni langsung salting ia menunduk, tapi Yuda langsung menahan dahu gadis itu hingga kembali menatap ke arah Yuda. “Bagaimana?“
“Iya Sa- sayang..!” ucap Leni dengan malu malu karena masih belum terbiasa memanggil seperti itu.
“Aku seperti baru mendapatkan kekuatan baru, yaudah ayo sekarang kita berangkat jemput Kirana, jangan biarin ibu macam-macam dengan Kira,” ucap Yuda berdiri.
“Kamu gak mandi dulu mas?”
Yuda hanya menggeleng pelan. "Nggak usah lah, lebih baik cepat bawa Kirana dulu, barulah aku bisa tenang.”
Mendengar itu di telinga nya secara langsung, mata Leni langsung berair karena suami nya ternyata tulus kepada adik nya. “Aku gak nyangka, Leni sama Kirana akan beruntung punya suami seperti kamu, Sayang!”
Yuda hanya tersenyum padahal di hati nya menjerit tak kuat melihat senyuman istri nya. “Arghh.!!! Awass aja kamu,” gumam nya dalam hati.
“Yu berangkat, nanti malah kemalaman.” Di jawab anggukan ruangan oleh Leni keduanya pun langsung pergi, Leni tidak memiliki rasa takut lagi jika keluar dengan suami nya, karena yakin suami nya akan melindungi nya dari segala bahaya apapun.
~
Sedangkan di kampung sebelah di mana di sana tempat tinggal orang tua Leni. karena keadaan sore hari orang-orang biasanya nongkrong di teras rumah, tapi kali ini sangat berbeda, suasana sangat sepi dan semuanya hanya diam di sama rumah.
Di kediaman Sugeng, tampak nyonya Jarti sedang duduk sambil ngemil biji bunga matahari. “Heh..! Kalau mijit tuh yang bener dong, jangan sampai tangan mu aku patahkan.”
Kirana langsung terdiam karena ia malah mengantuk di saat sedang memijit ibu nya. “Ma-maaf Bu, Kira ngantuk,,”
“Halahh.!! Banyak alasan dasar anak tak berguna..! Hanya numpang hidup doang!, kau gak tahu sekarang kita sudah gak punya uang hah..!!”
Kirana langsung mundur saya ibu nya bangun, ia menunduk karena merasa ketakutan melihat kemarahan ibu nya.
Plakk..! Plakk..!,
awhh..!!,
Kirana memegang pipi nya yang terasa kesemutan akibat tamparan ibu nya, yang begitu keras. “kok, ibu saja banget sama aku sih,” gadis itu menahan Isak tangis karena selama ini bukan saja fisik nya, yang merasa sakit, tapi hati nya mental nya sudah jatuh.
“Banyak omong! Memang nya selama ini kamu makan dan minum dari mana,,, kurang ajar..!”
Kirana tidak bisa berkata-kata lagi padahal itu sama-sekali tidak benar. “Udah pergi sana! Cuci baju ayah kamu.”
Kirana mengangguk lalu berbalik, tapi kepala nya tiba-tiba saja terasa berat dan tubuh nya langsung melemah, lalu hendak terjatuh sebelum memegang meja.
Tuks! Prakss.!!,
Namun karena Kora tidak melihat di sana ada botol kaca, hingga tak sengaja menyenggol nya, membuat nya langsung pecah di sana.
Srett.!! “Dasar sialan kamu malah menghancurkan satu-satunya aset keluarga kita,,,”
“Ma-maaf Bu, kepala Kirana pusing, jadi gak sengaja..!”
“Banyak alasan, kamu memang anak pembawa sial di keluarga kita, tidak ada bedanya dengan kakak mu itu! Entah dia masih hidup atau tidak dengan pria brengsek yang menikahi nya itu,” maki ibu Jarti dengan kasar mengutuk anak-anak nya.
di saat seperti itu pria setengah baya datang dengan wajah penuh kemarahan karena mendengar suara ribut yang hampir malam. “Ada apa ini! kenapa malah ribut jam segini.”
“Liat tuh! Dia hancurin aset keluarga kita satu-satunya, entah apa yang akan terjadi dengan keluarga kita setelah ini..!”
Mendengar itu Kemarahan Sugeng langsung naik, bagaimana pun aset keluarga mereka sudah ada sejak dulu dan hancur, Sugeng mengangkat rahang Kirana hingga membuat sang empu meringis karena sakit. “Sa-sa-kit,”
“Aku gak peduli! Kamu udah hancurin aset keluarga kita,,, dasar tak tahu diri...”
beberapa saat Sugeng melepaskan Kirana dan tubuh gadis itu langsung ambruk karena lemas dan juga sakit. “Udah yah, jual aja Kira, lumayan kan kita ada uang buat makan, itung-itung buat balas Budi ke kita selama ini,” Jarti memancing suami nya.
“Aku ingin lihat siapa yang berani..!”
Brakk.!!,