NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Merubah Penampilan

Plak plak plak. Arman menampar mulutnya sendiri karena sudah sembarangan bicara. Apa? Kalau Akira sudah berhenti menyusu, giliran aku yang menyusu. Bagaimana bisa kalimat sevulgar itu bisa seketika terlontar dari mulutnya. Membayangkannya saja rasanya auto mau jungkir balik. Pikirannya mendadak kotor, gerah di dalam ruangan ber-AC. Pasti ini gara-gara dia diam-diam sering tanpa sengaja melihat Firda menyusui putrinya.

"Hufft .... Nasib jadi duda," gumamnya seraya melepaskan jasnya lalu meletakkannya pada gantungan baju yang tersedia tidak jauh dari kursi kebesarannya.

Sementara itu di waktu yang sama, masih di gedung kantor pusat Valmara Holding, tepatnya di pantry. Pras sedang memutar sendok dengan gerakan pelan di dalam cangkir, tapi yang teraduk malah pikirannya. Ucapan terakhir Arman masih terngiang-ngiang di kepala. "Yang diucapkan bos tadi serius atau hanya karena marah? Dia 'kan selama ini tidak suka sama dek Firda, bahkan sampai minggat sebulan lebih hanya gara-gara tidak mau bertemu dengannya. Jadi ... tidak mungkin kalau bos juga naksir sama dia."

Pras memang mengakui setelah menyadari perasaannya bahwa dia menyukai Firda, bahkan sudah membayangkan bagaimana masa depannya jika berjodoh dengan janda tanpa anak tersebut. Awalnya hanya perasaan iba saat pertama kali melihat Firda yang sangat menyedihkan karena kehilangan anaknya di klinik bersalin waktu itu, lalu tanpa sengaja menemukannya tak sadar diri di pinggir jalan bersama Arman. Pada pertemuan-pertemuan biasa di hari-hari berikutnya, dia mulai mengagumi wanita itu, apalagi saat melihat Firda yang bersifat keibuan saat merawat Baby Akira yang bukan darah dagingnya. Di mata seorang Pras Aditya, Firda adalah sosok wanita yang baik untuk dijadikan ibu dari anak-anaknya kelak.

"Auh! Panas!" Karena keasikan mengkhayal, tangan Pras sampai kecipratan kopi panas yang sedang diaduknya. Menyadarkannya dari khayalan yang sudah terlalu kejauhan.

...****************...

"Aaa ... aaa ...."

"Kenapa, Sayang? Enak ya habis mandi? Seger?" Firda tersenyum. Dia baru saja membaringkan Baby Akira di atas tempat tidur yang sudah dialasi dengan karpet khusus bayi.

Baby Akira tersenyum, sambil terus menggumamkan sesuatu yang selalu diartikan sendiri oleh ibu susunya. "Aaa ... ooo ...."

"Mau pakai baju yang mana? Yang kuning atau yang pink?" Firda menunjukkan dua pasang baju di masing-masing tangannya sebagai pilihan. Saat kaki kanan Baby Akira terangkat lalu dihentakkan ke kasur, Firda jadi mengambil kesimpulan bahwa Akira menginginkan baju yang dia pegang dengan tangan kirinya.

"Oh, jadi anak Bunda mau pakai yang warna kuning. Ya sudah, Bunda pakaikan yah?" Firda tertawa menikmati interaksinya dengan anak itu.

Tanpa Firda sadari, diam-diam Arman yang baru pulang kantor mengintip dari celah pintu kamar Akira yang dia buka sedikit. Pria itu tersenyum, dengan hati menghangat. Dia lalu menutup kembali pintu kamar putrinya dengan rapat. Niatnya, dia akan naik mandi dulu di kamarnya, setelah selesai, barulah dia turun untuk bermain dengan putrinya.

...****************...

Seberapa pun lelahnya, seberapa pun penatnya hari-hari yang dilalui karena bekerja, bagi seorang ayah, obat paling mujarab untuk menghilangkan itu semua adalah senyuman sang buah hati. Itulah yang kini Arman rasakan ketika mengajak Akira bermain di atas kasur lantai yang digelar di ruang keluarga.

Sementara di ruang dapur, Firda tengah menikmati waktu istirahatnya saat digantikan oleh Arman menjaga Akira.

"Bi, boleh aku bantu masak?" Firda bertanya pada Bi Wati yang bertugas menghandle seluruh pekerjaan di dapur.

"Jangan, Non, nanti Tuan Arman marah."

"Loh, kenapa harus marah, Bi? Aku 'kan cuma mau bantu masak."

"Iya, Non, Bibi tahu. Yang Bibi takutkan itu, nanti saat Non Firda masak, banyak hal yang bisa saja terjadi. Misalnya kecipratan minyak panas, tergores pisau, dan lain sebagainya. Kalau Non Firda kenapa-kenapa, Bibi takut dimarahi Tuan Arman. Segala yang berurusan dengan makanan di rumah ini 'kan tanggung jawab Bibi," jelas Bi Wati.

Firda tersenyum, menyentuh lengan wanita paruh baya itu dengan lembut. "Bi, jangan khawatir. Kalau misalkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, biar aku yang tanggung jawab. Kan yang mau bantu masak aku sendiri, bukan Bi Wati yang nyuruh. Jadi kalau misalkan Tuan Arman marah, biar aku yang jelaskan ke dia."

Mendengar bujukan Firda, Bi Wati jadi tidak punya pilihan lain lagi. "Ya sudah deh. Terserah Non Firda saja."

Kedua sudut bibir Firda langsung terangkat. "Memangnya Bibi mau masak apa? Biar aku bantu."

"Terserah mau masak apa saja, Non. Menyesuaikan bahan yang tersedia saja."

...****************...

Di ruang keluarga, sebelah alis Arman seketika terangkat saat melihat kedatangan sesosok tamu tak diundang.

"Selamat petang menjelang malam, Bos!" sapa pria itu dengan nada ceria dan senyuman yang mengembang sempurna di wajahnya. Terlihat sangat sumringah dan bersemangat dari biasanya.

"Mau apa kamu datang kemari?" Arman memindai penampilan orang itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Pras. Malam ini, penampilan orang kepercayaan nomor satunya itu terlihat sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya.

"Loh, kok pertanyaannya begitu sih, Bos? Saya 'kan dari dulu memang selalu ke sini hampir setiap hari. Pagi, siang, sore, malam, kapan pun Bos memanggil dan membutuhkan saya." Pras lalu duduk di salah satu sofa tanpa dipersilahkan, tanpa sungkan.

Sebelah alis Arman kembali terangkat. "Itu 'kan kalau aku panggil. Tapi sekarang, perasaan aku tidak memanggil dan tidak membutuhkanmu."

"Kok bicaranya begitu sih, Bos?" Bibir Pras langsung mengerucut.

"Ngomong-ngomong, kacamata minusmu kamu buang di mana? Tidak takut jalan nabrak tembok atau tiang? Atau lebih parah lagi terpeleset masuk got."

Pras terkekeh. "Tenang, Bos. Sekarang saya pakai softlens. Bagaimana, saya terlihat lebih tampan 'kan tanpa kaca mata?" Pras menaik-turunkan alisnya, bangga dengan penampilan barunya yang terlihat jauh lebih keren.

Arman langsung tersenyum miring. "Cih. Sok bergaya." Meski dari luar ekspresinya nampak mencemooh, tapi tak bisa Arman pungkiri, dalam hati dia mengakui bahwa Pras memang terlihat jauh lebih tampan tanpa kacamata.

Penampilan Pras yang biasanya sederhana, kini berubah menjadi lebih stylish dengan kemeja yang beberapa kancing atasnya terbuka, memperlihatkan kulit dada yang bidang dan putih, serta lengan kemeja yang digulung hingga siku membuatnya terlihat lebih gagah dan menarik, jauh berbeda dengan penampilannya yang biasa.

Pras tersenyum. "Terima kasih, Bos. Saya tahu saya bisa membuat Anda impressed."

"Bos, by the way, kenapa Anda yang jaga Baby Akira, ibu susunya ke mana?" Pras bertanya basa-basi sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencari sosok wanita yang menjadi alasan utama akan perubahan penampilannya sekarang ini.

Baru juga ditanyakan, Firda sudah muncul dari arah dapur. Membuat Pras tersenyum senang melihatnya.

"Tuan, makan malamnya sudah siap. Sini, Akira biar saya yang jaga," kata Firda.

Arman menyerahkan putrinya kepada wanita itu. "Kamu kenapa tidak makan juga?" tanyanya, dengan nada sok dingin dan ekspresi datar. Padahal aslinya jantungnya berdebar-debar setiap kali mereka berdekatan.

"Saya masih kenyang, Tuan. Nanti saja saya makannya."

"Oh, ya sudah." Arman lantas beralih pada, Pras. "Pras, ayo masuk."

"Tidak, Bos, terima kasih. Saya juga masih kenyang seperti Dek Firda." Pras melempar senyum ke arah wanita itu. "Nanti saja saya makan malamnya bersamaan dengan dia. Ya 'kan, Dek Firda?" Pras menaik-turunkan alisnya ke arah Firda. Arman yang melihatnya refleks melempar kepala Pras menggunakan bantal sofa.

"Aduh, Bos! Kok saya dilempar?" protesnya tidak terima.

"Aku bilang, ayo makan. Kamu 'kan paling suka sama masakannya Bi Wati," kata Arman. Nada bicaranya terkesan memaksa.

Pras menolak dengan nada lembut, coba meminta pengertian Arman. "Bos ... saya bilang saya masih kenyang. Nanti saja saya makannya, yah. Biar saya di sini saja dulu bantu Dek Firda jaga Baby Aki—aaarg!!! Bos! Leherku jangan dicekek!" Pras berteriak di ujung kalimatnya. Bagaimana tidak, tanpa aba-aba Arman langsung melingkarkan lengannya di leher pria itu, lalu memaksanya berdiri dan menyeretnya dengan paksa ikut ke ruang makan.

Dalam keadaan leher yang masih tercekik lengan Arman, Pras masih sempat-sempatnya berteriak, "Dek Firda! Mas Pras makan malam duluan, ya! Nanti kalau Dek Firda mau makan, Mas Pras teman—aaargh!! Bos, mau bunuh saya?! Kenapa makin dicekek?!"

Firda tak menyahut. Justru malah tertawa melihat tingkah kekanakan kedua pria dewasa itu.

..._______________________________________...

Lanjut gak nih?😅

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!