NovelToon NovelToon
CINTA DUA DUNIA

CINTA DUA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:878
Nilai: 5
Nama Author: Deii Haqil

Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.

Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA DUA DUNIA

Bab 14

Pagi hari berikutnya,

Dihari minggu yang cerah ini,semua keluarga sedang berkumpul termasuk sang kakak laki² Sam yang tengah asyik bermain dengan putri tercintanya di ruang tamu,

Sambil berceloteh ria,si batita lucu dan menggemaskan itu berjalan tertatih kesana kemari seraya berpegangan di dinding,sesekali ia terjatuh tapi sang ayah terus memapahnya untuk bisa menjaga keseimbangan nya.

Ayah dan ibu pun sangat bahagia karena melihat sang cucu yang sangat aktiv dan tumbuh sehat,semua orang tertawa dengan tingkah lucu si kecil yang menggemaskan itu.

Saat sang ayah berhenti menemaninya bermain,Shafa langsung saja menangis kencang.

Surya lantas menggendongnya dan membawanya pada sang istri,

cepat² Nur membuatkan susu untuk si kecil agar tidak rewel.

" sudah dulu yah,sayang..papa mau lihat kios dulu,ini sudah waktunya buka,nanti kalau papa pulang,kita main lagi yah,cantik,," ucap sang ayah pada putri kecilnya itu

" memang Rudi tidak masuk mas hari ini,,ko mau kamu yang buka.."tanya sang istri kepada Surya suaminya

Diketahui,Rudi adalah pegawai yang menjaga kios pakan milik Surya yang berada di pasar .

" ada kok,tadi dia sudah kirim pesan sama mas,ada beberapa stok yang habis jadi sekalian mas mau belanja dan ngecek kios,apa saja yang harus di beli nanti.." jawabnya sambil menyerahkan sang putri ke pangkuan isyrinya

"Oh,ya sudah hati² yah mas,," ujar nur tersenyum manis

Sam yang sedang asyik mengobrol dengan orang tuanya pun, tak sengaja mendengar percakapan abang dan kakak iparnya tersebut, ia lekas menghampiri abangnya yang sedang berkemas kemas barang yang akan di bawa ke kios nya saat ini.

" Bang,, mau ke kios yah..? " tanya Sam sambil memperhatikan abangnya yang sudah bersiap siap

" iya,,kenapa.. kamu mau ikut,,? " jawabnya sambil bersiap mengambil kunci sepeda motor matic kepunyaan nya

" Mauu,, yess tunggu sebentar..bang " ucap Sam kegirangan sambil berlari kedalam kamar untuk mengambil tas selepangnya dan memasukan ponselnya ke dalam

Sam kembali keluar dengan terburu² tak lupa ia berpamitan pada kakak ipar dan kedua orang tuanya.

Suara klakson motor pun berbunyi tanda mereka berangkat pergi meninggalkan halaman rumah,dan melaju dengan kecepatan sedang menuju kawasan desa tetangga.

Saat berkendara menuju pasar di daerah tempat tinggal Sam,mereka harus melewati satu desa terlebih dahulu, dan tiba saat melewati perkampungan tersebut,Sam melihat ada satu rumah di ujung jalan yang terlihat tidak berpenghuni dan sangat tidak terawat.

Sambil tetap melajukan kendaraan nya Sam bertanya pada sang kakak tentang siapa kah pemilik rumah itu.

" abang lihat rumah di ujung jalan yang barusan kita lewati,,apakah itu rumah kosong..? " tanya Sam sedikit berteriak.

" Benar,, seorang ibu paru baya yang bernama Sari ia meninggal tiga minggu yang lalu. Anaknya tidak bisa di hubungi jadi,rumah itu kosong tidak terawat.sepertinya anaknya pun tidak tahu kalau ibunya telah meninggal saudara²nya pun tinggal berjauhan desa,jadi pada saat pemakaman saja mereka datang ,dan setelah selesai tidak pernah kembali lagi karena kesibukan masing².." ucap Surya menjelaskan,sambil sesekali melirik Sam dari kaca spionnya yang ia bonceng dibelakang.

" ooh,.." Sam hanya memandanginya sekilas dan semakin penasaran dengan rumah kosong itu

.

.

.

Tibalah mereka di tempat tujuan,,

Pasar yang tidak terlalu luas tapi terlihat sangat bersih dan asri

Sangat ramai oleh para pedagang yang berteriak untuk menawarkan dagangannya,serta suara spiker kecil dari pengamen jalanan pun ikut meramaikan suasana saat ini.

Warung² yang berjejer dengan berbagai jenis makanan dan minuman menghiasi setiap lapak yang ada di sana.

Banyak sekali orang² yang berlalu lalang di sepanjang jalan dengan membawa tas belanjaan mereka,ada juga yang hanya berjalan² hanya untuk melihat² saja.

Sam pun sangat menikmati suasana seperti ini, ketika ia telah sampai,terlihat kios sang kakak pun sudah mulai ramai oleh pembeli yang mengantri,, cepat² ia menghampiri dan membantu melayani para pembeli yang sedang menunggu itu.

" Sam,, tolong kamu yang hitung belanjaan para pelanggan yah,,nanti abang yang membantu Rudi untuk mengemas dan membawa barang pesanan mereka ke depan.." ucap sang kakak memberi arahan

" Oke,,Boss.." ucap Sam penuh semangat,ia sangat bahagia bisa membatu, sungguh momen yang sangat jarang baginya bisa sangat dekat kembali dengan sang kakak.

.

.

.

Waktu telah menunjukan pukul 17:30 kios Surya pun telah tutup satu jam yang lalu,tapi mereka belum sempat pulang,karena harus membereskan beberapa stok barang yang tadi siang sempat di beli oleh Surya.

Mereka pun masih sibuk menata produk pakan berbagai jenis,untuk di jual esok hari.

Karena terlalu larut dalam pekerjaan tak terasa sebentar lagi akan memasuki waktu senja.

" akhirnya selesai juga,,,terimakasih yah Rud,,kamu sampai lembur hari ini.. barang yang tadi datang sangat banyak,karena tadi banyak pembeli jadi abang menambah barang untuk stok." Ucap Surya kepada karyawan setianya itu.

" iya,,santai aja bang,, untung nya ada mbak Sam juga ya,,jadi saya juga tidak keteter tadi pas banyak pembeli.." jawab Rudi merasa senang bisa bekerja di temani adik majikannya yang berparas mirip idol Kpop favoritnya itu,,pantas saja toko hari ini laris sekali.

Biasanya hanya beberapa yang datang untuk membeli kebutuhan pakan ternak,dan tidak sampai seramai hari ini.bukan hanya bapak² saja,banyak juga para pemuda yang mengantri,tentunya untuk sekalian melihat kecantikan dari adik pemilik kios ini.

" makasih juga yah,Sam.. abang terbantu sekali dengan kehadiran kamu,,nanti sering²lah mudik yah,,biar abang ada yang bantuin.." ucap Surya,tersenyum jahil pada adik nya

" wani piro,,?? Enak ajah.. nggak gratis yah.." jawab Sam, sambil mengkerucutkan bibirnya.

" ha,,haha..oke,,oke nanti abang belikan apa yang kamu mau yah,,sebagai hadiah sudah membantu abang hari ini... tapi kita harus cepat² pulang,ibu dan kakakmu Nur, pasti sangat khawatir kita terlambat pulang.."

Karena barang yang tadi di rapihkan sudah selesai dan tersusun rapi di rak² di dalam kios.akhirnya mereka pun bersiap untuk pulang..

Surya Dan Sam,sudah naik ke atas motor nya tinggal rudi yang masih berada di depan kios untuk mengunci rolling door.

" Rud,,abang duluan yah,,kamu hati² pastikan semua terkunci dengan aman.." ucap Surya kepada Rudi di depan kios

" siap,,bang.. tenang aja semua aman kok..! Abang juga sama mbak Sam hati² di jalan ya.." Rudi menjawab dengan senyum tak pernah luntur di wajahnya apa lagi di depan Sam,dari tadi jatungnya tidak berhenti ber detak sebab bisa berinteraksi dengan gadis cantik.baru kali ini di rasakan oleh nya.

" iya makasih mas Rudi,kami pulang dulu yah.." sam pun ikut berpamitan pada Rudi dan melambaikan tangan seraya melaju pergi meninggalkan kios dan area pasar.

Rudi tak hentinya memandang kepergian Sam,dengan senyum di wajahnya.sampai bayangannya pun tak terlihat oleh matanya.

Dalam hatinya berkata,kapan lagi bisa bertemu dengan mbak Sam,,pasti beruntung nya seseorang yang menjadi pendamping hidupnya kelak, betapa ia sangat kagum pada sosok Sam yang suka membantu, berparas cantik dan juga sikap nya yg baik juga ramah...

tapi itu hanya di angannya saja.

Dia tetap harus menghormatinya seperti ia menghormati majikannya bang Surya,kalau bukan tanpa beliau mungkin ia masih saja jadi pemuda pengangguran di desanya ini.

Tapi sekarang ia,sangat bersyukur setelah satu tahun ikut bekerja bersama bang Surya. Ia bisa membantu perekonomian keluarganya dan mulai bisa menabung sedikit² untuk masa depannya kelak.

Surya membawa motor maticnya dengan kecepatan tinggi,ia sama sekali tidak khawatir atau merasa takut,karena semasa remaja ia sering kali mengikuti balap motor jalanan. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, ia melaju sangat cepat agar lebih hemat waktu ketika sampai dirumah.

Tetapi saat melewati tikungan di ujung jalan ia sedikit mem perlahan kan laju kendaraan nya, karena terdapat banyak sekali polisi tidur,dan di saat itulah tepat di depan rumah kosong yang hanya di terangi oleh cahaya lampu penerangan jalan,Sam sekilas melihat seorang ibu paruh baya dengan rambut terurai dan tatapan kosong yang berada di jendela rumahnya tanpa terhalang oleh gorden.

Ia melambai² kan tangan nya ke arah Sam,seakan memintanya untuk datang menemuinya.

Sam yang berada di atas motor hanya bisa melihat dan tak banyak bicara pada sang kakak, Surya pun terus melajukan kendaraan nya hingga sampailah mereka di halaman rumah.

Cepat² keduanya turun dari motor,setelah itu Sam bergegas masuk ke dalam rumah. Sementara sang kakak langsung memasukan motor maticnya ke dalam bagasi yang ada di samping rumah mereka.

" Assalamualaikum...bu,,yah.. Samy pulang.." ucap Sam yang langsung di sambut oleh keponakan nya yang sedang bermain di depan televisi ruang tamu mereka,tak lupa ada ayah dan ibu yang sedang menemani si kecil bermain.

" Sam,,kenapa kalian baru pulang..ayah dan ibu sangat khawatir,untung kakakmu memberi tahu kalau di kios tadi sedang ramai.. gimana tadi di pasar,apakah kamu tidak menyusahkan abangmu.." tanya sang ayah sedikit bergurau untuk menggoda putrinya itu

" yang ada,abang lah yang nyusahin aku yah,,kalau gak ada aku,bisa kewalahan karyawan nya bang Surya tadi.." ucapnya berbangga diri sambil tersenyum angkuh

Tak lama,yang di omongin nya muncul tepat di belakang Sam,,,

Sambil menaruh kedua tangannya di pundak Sam,Surya berkata..

" Benar yah untung saja adikku ini ikut membantu,,bahkan dia bilang tidak usah diberi apa pun,dia ikhlas membantu,,iya kan Sam.." tanya sang kakak sambil memijat agak kuat pundak Sam..tentunya Surya langsung dapat lirikan maut dari sang adik.

Surya buru² mengalihkan perhatiannya pada putri tercintanya itu,,

" Halo sayang nya papa,, maaf yah papa kemalaman pulang nya,tapi nanti setelah mandi,,nanti papa gendong yah.."ucap nya seraya memberikan mainan lain

" oh,iya Nur kemana bu,,kok tidak ada..? " sambung nya tanpa mengalihkan perhatian nya pada putrinya

" mungkin sedang mengaji setelah sembahyang tadi,,, kalian ini..!! Cepat ke kamar mandi,,waktu magrib sebentar lagi habis..! " omel sang ibu pada kedua anaknya itu

Bergegas Surya dan Sam masuk ke dalam kamarnya masing² beruntung Surya tidak harus antri kamar mandi karena di dalam kamarnya sudah terdapat kamar mandi,yang ia sediakan untuk menjaga privasi sang istri.

.

.

Setelah semuanya selesai dengan rutinitas masing² akhirnya mereka berkumpul bersama untuk makan malam,terkecuali si kecil Shafa yang telah tidur terlebih dahulu di dalam kamar Surya dan Nur

Saat semuanya selesai makan,tak lupa mereka duduk² dulu di ruang keluarga hendak mengobrol ringan sambil meminum teh,rutinitas yang sering di lakukan ketika sedang berkumpul seperti ini,apa lagi Sam sedang ada di rumah,,jadi lengkap rasanya.

" yah,,bu.. Nur langsung ke kamar yah,,kasian Shafa tidur sendirian.." pamit nur kepada mertua dan semua yang ada di ruang tamu

" iya nak,,istirahat saja..kasihan Shafa sendiri.." jawab ibu pada menantunya itu,sambil menyajikan teh untuk Ayah

Nur pun beranjak pergi lalu masuk kedalam kamar nya,sekarang hanya mereka berempat yang berada di ruang tamu itu.

" bagaimana perkembangan usaha mu Bang,saat ini..apakah tidak mengganggu pekerjaan mu di Desa,," tanya sang ayah kepada putra sulung nya

" Alhamdulilah,,semuanya lancar yah.. usaha itu juga sedikit membantu para warga,agar tidak jauh² pergi ke pasar besar yang ada di luar Desa,dengan jarak yang lumayan jauh,kalau di pasar kita ada dan tersedia, para warga tidak terlalu sulit untuk membeli pakan ternak mereka. Dan sama sekali tidak mengganggu pekerjaan ku di desa yah,,karena Rudi sangat bisa di andalkan..Surya hanya memantau saja dan berbelanja jikalau ada stok yang kosong..selebihnya dia yang mengatur segalanya..ayah tenang saja,,insyaAllah anak itu amanah yah.."

Jawab Surya panjang lebar

" syukurlah kalau begitu,,tapi kamu mesti hati² nak,musibah siapa yang tahu,,ayah tidak berburuk sangka,tapi waspada itu perlu. Dan tetap berhati² ,hanya itu saran dari ayah..mudah²an usahamu kedepannya lebih maju lagi,dan di kelilingi oleh orang² yang baik.." sang ayah tak henti²nya menasehati,akibat pengalaman dahulu, ia pernah di kecewakan ketika memulai usaha bersama kawan nya.

" Aminn,,yah insyaAllah. Ayah tenang saja,,Surya selalu berhati² dalam menjalani apapun..tidak seperti putri ayah ini yang sangat ceroboh.." belum sesaat berbaikan,,sang kakak masih saja suka menggoda adik nya..begitulah kalau kakak adik,walau pun sudah besar tapi sikap kekanak²an nya tak pernah hilang.

" aku nggak ceroboh ya bang,,itu namanya Solidaritas,,dan empati sosial.. khan,,kan,,yah.." ucap Sam meminta pembelaan sang ayah

" iya,,sampai kamu kecebur dan koma selama tiga hari..untung aja kamu selamat,,dasar gadis tengil.. Awas aja kalo di ulangi lagi !! " ucap Surya masih sedikit kesal pada adiknya,yang membuatnya sangat khawatir kala itu.

" kalau itu sih takdir bang,,musibah kan siapa yang tau,,tapi akhirnya adik abang yang manis ini kan tetap selamat,dan kembali bisa menggoda abang yang sekarang tampang nya macam bapak² tahun 70an begini,,huuhh..kasihan nya kakak iparku yang cantik ,, " ada saja tingkah Sam yang bikin geleng² kepala,untung saja abangnya sama jahilnya pada adiknya.meskipun sering bertengkar tapi mereka menganggapnya hanya gurauan untuk bisa lebih dekat,dan tetap di hati mereka masing² masih memiliki kasih sayang yang kuat satu sama lain.

" iya jadikan ini semua pembelajaran untuk kita semua ya..tetap berhati² dalam menjalankan apa pun,,apalagi kamu Sam,tidak bisakah kamu tinggal di desa saja bersama kami..?" Tanya sang ibu menambahkan karena kekhawatirannya pada sang putri

" aku masih betah bekerja di sana ,gajinya juga lumayan besar dari pada di desa,aku juga selama ini.gak neko² kok ..aku kerja.untuk masa depan ku juga,lagian semua yang aku kenal disana orang nya baik²,kalau nggak percaya tanya saja ibu.." jawab Sam,masih kekeh dengan pendirian nya yang masih betah tinggal di ibukota

" ya sudah,,tapi tetap berhati² ya,jangan pulang terlalu larut malam.ingat kamu seorang perempuan nak,," tegas sang ayah memperingati putrinya

" Baik yah,Sam pasti selalu dengar semua nasehat ibu dan ayah.. dan abang juga.." ucap nya tersenyum memperlihatkan gigi putih nya yang seperti kelinci itu

Dan selesai sudah acara sidang keluarga kali ini,tiba waktunya semua orang untuk kembali ke kamarnya masing² dan beristirahat karena sudah hampir larut malam.

Surya yang hendak kembali ke kamarnya di cegat oleh Sam,dan menarik lengan nya ke arah dapur.

Surya yang kaget mengikutinya dengan perasaan yang bingung

Dan setelah sampai di dapur, Sam langsung menagih janji abangnya sore tadi.

" bang,, aku mau nagih upahku hari ini,,sekarang pinjami aku kunci motor abang,aku mau keluar sebentar.." ucap nya sambil menadahkan telapak tangan nya

" kamu mau kemana malam² begini Sam,baru tadi kamu alim banget depan ayah sama ibu.sekarang udah kumat lagi.." ucap Surya,tak habis pikir dengan kelakuan adik perempuannya ini.

" yee,,abang jangan asal nuduh aja dong,, aku keluar mau..emm,,beli sesuatu ke mini market." Jawab Sam sedikit gugup di depan abangnya karena takut ketahuan berbohong

" Sini biar abang saja yang belikan,kamu mau apa.." ucap Surya menahan agar adik perempuannya ini tidak keluar malam

" iih,aku mau beli sendiri,masa abang yang belikan,,nanti abang malu di lihat orang² di mini market sana..tenang saja bang ini baru jam sembilan,belum terlalu malam.." jawab Sam mencari alasan supaya bisa keluar malam ini

" tapi janji yah nggak kemana² selain ke mini market. Abang tunggu sampai jam 10,jangan sampai kurang.." tegas sang kakak,memberinya waktu untuk berbelanja dan memilih apa saja keperluan nya ditambah jarak nya sekitar 15 menitan dari rumah jadi cukup untuk waktu satu jam menurutnya.

Sam,pun mengiyakan supaya cepat di beri izin untuk pergi keluar saat ini juga.

Surya masuk ke dalam kamarnya dan kembali membawa kunci motor matic yang tadi mereka pakai,untuk di berikan kepada Sam.

Sam sangat senang ketika abangnya menyerahkan kunci motor padanya,dan memperingati supaya tidak memberi tahu kedua orang tua mereka,supaya tidak dapat omelan sebelum tidur.

* apa sebenarnya yang direncanakan oleh Sam,,apakah ia akan mendatangi rumah kosong itu..nantikan bab selanjutnya..terimakasih *

*BERSAMBUNG..*

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih/Smile/
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
emhh visualnya, guanteng🤭
Deii Haqil: diliatin mulu sama aku ge, kak.😅😅
total 3 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf kak klo boleh kasih saran, jangan ada kata-kata yang disingkat, semangat terus kak🤗
Deii Haqil: 😭😭 haturnuhun, kak. makasih😅😅 ini juga lagi di benerin tapi baru separo😂 maklum kemaren belum tempe🙏🤭👍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👍🏼
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak qku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): siip kak, enak bncanya👍🏼
total 2 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
boleh minta folbacknya jga kak🤗
Deii Haqil: syiapp..🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih, 🙏🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
aku mampir kak👋
Deii Haqil: terimakasih..🙏🙏 semangat terus yah 💪
total 1 replies
Bunga Jati
sangat bagus....menarik smngt yh untuk mba femula💪🤭
Deii Haqil: terimakasih 😁😁🙏
total 1 replies
Deni Hamdani
cerita nya bagus semangat untuk para pemula,,buat karya yang lebih bagus lagi.
Bunga Jati: sangat bagus cerita nya...semngat mba🤭💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!