NovelToon NovelToon
SANDIWARA BERUJUNG CINTA

SANDIWARA BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Keluarga / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: marwa18

Demi uang, Keysa setuju berpura-pura menjadi kekasih pria kaya raya. Namun, jebakan ini seharusnya untuk sahabatnya. Kini, ia terperangkap di bawah kendali pria itu. Keysa harus memainkan peran yang bukan miliknya, sebelum rahasia pertukaran identitas ini menghancurkan mereka semua..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon marwa18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14. TOPENG CEO

Suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring memenuhi ruang makan keluarga Kesya. Aroma wangi dari masakan sop buntut buatan bunda Ratih, ditambah wangi rendang yang baru aja matang, menjadikan suasana hangat yang selalu Kesya rindukan setelah seharian penuh drama di kantor.

"tambah lagi nasinya, kesya," kata bunda Ratih sambil menyodorkan bakul nasi.

"Kamu itu kurusan, tahu. Kebanyakan kerja, ya?"tanya Bu Ratih

Kesya hanya tersenyum tipis.

"Nggak, bunda. Mungkin lagi banyak pikiran aja"

Baru aja dia mau menyuap potongan kentang ke mulutnya, ponsel di sakunya bergetar ada Sebuah nama tertera di layar: Dila.

"Sebentar ya, bunda, ayah" pamitnya, sedikit menjauh ke sudut ruangan.

"Halo, Dil? Tumben banget nelpon jam segini?"kata kesya

"KESYAAAA" Suara melengking Dila dari seberang sana nyaris membuat telinga Kesya rasanya pecah.

"TEBAK,SIAPA YANG UDAH SEHAT!"

"Aku udah sembuh! Seratus persen! Nggak ada lagi pusing, nggak ada lagi mual!"

Kebahagiaan tulus langsung meledak di dada Kesya, menghilangkan rasa penat dari kantor.

"Serius, dila? Ya ampun, syukurlah! Aku khawatir banget tahu nggak, kamu tiga hari nggak bisa bangun!"

"Iya, dong! Berkat doa kamu juga!"kata dila

Mata Kesya bersinar, sebuah ide cemerlang muncul.

"Dila, kamu di mana? Di rumah?Kebetulan banget, ibuku lagi masak besar. Ada sop buntut, rendang, ayam goreng. Kita lagi makan malam. Ke sini, ayo! Sekalian kita rayakan kesembuhan kamu!"

Hah? Serius? Nggak ngerepotin?"tanya dila

"Nggak ada kata repot buat sahabatku yang baru sembuh. Udah, cepetan ke sini. Aku tunggu!"kata kesya

"OKE! OTW! SIAPIN MANGKOK PALING GEDE!"jawab Dila.

Sambungan terputus. Kesya kembali ke meja makan dengan senyum yang jauh lebih lebar. "bunda, ayah, Dila mau ke sini, ya. Dia udah sembuh"

Setengah jam kemudian, Dila sudah duduk manis di meja makan, makan suapan ketiganya dengan senang. Orang tua Kesya, yang udah menganggap Dila kaya anak sendiri, senang melihatnya kembali ceria dan sehat. Setelah makan malam selesai dan orang tua Kesya beralih menonton televisi di ruang keluarga, kedua gadis itu akhirnya punya waktu untuk ngomong serius.

Mereka duduk di teras belakang, sambil minum dengan dua cangkir teh hangat.

"Jadi" kata dila

"Muka kamu tadi sebelum aku datang, kusut banget. Pasti ada hubungannya sama misi rahasia kamu itu, kan?"

Kesya menghela napas panjang. Beban yang sejak sore ia tahan serasa kembali menekan pundaknya.

"Soal kejadian di kantor kemarin, Dila. Waktu aku presentasi"

Dila langsung memasang mode serius. "Kenapa? Gagal? Ditolak si pria angkuh itu?"

"Bukan. Presentasinya lancar. Malah, terlalu lancar"kata Kesya.

"Masalahnya ada di Aksa"

"Pak Aksa" kata Kesya cepat, terbiasa dengan formalitas kantor.

"dia ngeliatin aku aneh banget waktu aku presentasi. Bukan tatapan bos ke bawahan yang lagi ngejelasin data. Tapi kayak dia lagi mempelajari wajah aku"

Kesya menatap kosong ke kegelapan taman. "Matanya nyipit, Dil. Kayak lagi berusaha keras mengingat sesuatu. Aku takut banget. Aku takut dia mulai sadar soal penyamaran aku"

Dila terdiam sebentar, memikirkan tentang informasi itu. Lalu, tiba-tiba

"PFFFT BWAHAHAHAHAHA!"

Tawa Dila meledak gitu aja, keras dan tanpa jeda. dia sampai memegangi perutnya.

"Dila! Kok kamu ketawa, sih? Aku lagi serius!" kata Kesya, dengan nada kesal.

"Maaf, maaf kesya" kata Dila, berusaha mengendalikan tawanya yang masih tersisa.

"kesya, kesya. gimana mungkin sih? Dengar, ya. Kamu yang sekarang, Kesya yang lagi duduk di depanku ini, sama 'Si Dila kumuh' yang kita ciptain itu beda total! Beda seratus delapan puluh derajat!"

Dila menunjuk wajah Kesya

"Kesya yang asli itu cantik, modis, rambutnya tergerai hitam panjang. Sedangkan 'Si Dila kumuh ' itu, make-up tebal kayak badut, rambut acak-acakan, wajah kusut, dan baju sengaja dibikin semrawut. Mana mungkin dia sadar?"

ucapan masuk akal Dila memang menenangkan Kesya. tapi kesya itu malah semakin cemberut,dan terlihat wajahnya sedih

"Justru itu" suaranya pelan.

"Kalau dia sampai curiga hanya karena denger suara aku, terus dia bandingin sama penampilan wanita gila itu. mungkin dia mikir, Ini orang suaranya lumayan, tapi kok mukanya jelek banget, ya? Jangan-jangan.

jangan-jangan aku emang sejelek itu, Dil?"

Tawa Dila langsung berhenti. dia melihat sahabatnya dengan gemas.

"Ya ampun, Kesya! Bukan gitu maksud aku! Maksudku, penyamaran kamu itu berhasil! Terlalu berhasil! Nggak ada yang bakal nyangka kalian orang yang sama"

Dila mencondongkan tubuhnya, suaranya melembut.

"Sikap kamu yang biasa berpikir positif itu ke mana? Meski kaya gitu ya, kamu harus tetap hati-hati. Jangan sampai ceroboh di kantor. Sekali aja kamu keluar kayak Kesya bukan yang asli, ?tamat kita"

Kesya mengangguk. "Iya, aku tahu"

dia terdiam sejenak, lalu menambahkan

"Tapi, Dila. bukan cuma itu yang bikin aku kepikiran"

"Ada lagi?"tanya Dila.

"Orang tuanya Aksa. Mereka datang ke kantor tadi siang. Pas jam kerja"kata kesya

Ekspresi Dila langsung berubah. Ini adalah topik yang jauh lebih sensitif, menyangkut masa depannya. "Ngapain mereka ke kantor?" tanyanya hati-hati.

"Ngapain lagi?ya membahas perjodohan" jawab Kesya.

"Aku sengaja mendengar, ruangan Pak Aksa kan kedap suara, tapi suara Tante ika (ibu Aksa) itu kenceng banget. Dia kedengarannya sangat marah"

Kesya menirukan suara yang dia dengar dengan samar-samar,

"Memalukan! ,Perjodohan! ,Wanita itu!"

Dila menelan ludah.

"Terus Aksa jawab apa?" tanya Dila pelan.

"Itu dia yang bikin aku kaget" kata Kesya.

"Aksa suaranya beda banget. Nggak ada nada angkuh atau dingin kayak biasanya. Suaranya rendah, lesu, tapi tegas banget :

Aku akan menikah. Aku janji, aku akan menikah secepatnya. Tapi aku akan menikah dengan wanita pilihan aku sendiri!"

Kesya melihat Dila dalam-dalam

Hening...

Hanya suara jangkrik di taman yang terdengar.

"setelah itu?tanya dila

lanjut Kesya

"kayaknya orang tuanya syok berat. Mereka diam lama, terus keluar gitu aja dari ruangan. Mukanya tante ika dan ayahnya pak perwira merah kaya lagi nahan amarah"

Perlahan, ketegangan Dila mulai terlihat. dia melihat cangkir tehnya dengan campur aduk.

"Jadi,dia nolak lagi. Di depan orang tuanya?"

Ada nada ragu dalam suaranya.

"Tapi, kesya,menurut kamu.apa dia bakal terus dipaksa buat nurutin kemauan orang tuanya? Maksud aku, dia kan diatur-atur gitu. Apakah Aksa akan tetap dijodohkan dengan aku lagi?"kata Dila.

"Nggak mungkin!" sela Kesya cepat.

"Jelas banget dia udah nggak mau lagi sama wanita itu .maksud aku, wanita pilihan orang tuanya. Dia tegas banget bilang dia akan menikahi wanita sesuai pilihannya sendiri.

"Dan, udah pasti itu gak akan mungkin" Kesya terdiam sebentar, lalu tertawa.

"gak mungkin Dila yang asli, kan? Apalagi Dila yang kemarin sempat menyamar aneh-aneh juga."

Dila akhirnya bisa bernapas lega. "Syukurlah" kata dila. Beban terberat di hatinya terasa terangkat.

Melihat sahabatnya udah lebih tenang, sisi jahil Kesya muncul. dia menyenggol lengan Dila.

"Eh, Dila," katanya dengan senyum licik. "Ternyata si CEO arogan itu bisa sedih juga, ya"

Dila menaikkan satu alisnya."Hah? Maksud kamu?"

"Iya. Kemarin, aku gak sengaja lihat dia dari kamera pengawas, gak lama setelah orang tuanya pergi, Pak Aksa muncul di depan pintu ruangannya. Wajahnya terlihat kusut, dasinya longgar, dan dia berjalan mondar-mandir di koridor. dia terlihat kaya kebingungan, tertekan, dan kayanya lagi berpikir keras."

Dila terdiam sebentar. "Menurut kamu dia beneran tertekan banget, ya? Sampai segitunya dia dipaksa menikah sama orang tuanya?"

"Mungkin iya," jawab Kesya, bahunya terangkat.

"Kasihan juga sih. Kirain jadi CEO kaya raya itu enak, ternyata hidupnya diatur-atur juga"kata kesya

Tiba-tiba, Dila tertawa kecil, kali ini tawa yang lebih santai "Halah,udahlah. Itu bukan urusan kita, kan?"

Dila menepuk pundak Kesya. "Biar aja si Aksa itu yang menyelesaikan urusannya sendiri. Kita jangan ikut campur. Urusan kita adalah memastikan penyamaran kamu saat itu aman dan misi kita berhasil"

Kesya merenung.

"Iya juga, ya." Kesya tersenyum, merasa jauh lebih tenang. "Aku juga gak ada hak untuk ikut memikirkan drama hidup dia"

Senyum licik Kesya 'Si Ninja Kantor' kembali terlihat di wajahnya.

"Lebih baiknya" kata Kesya, matanya bersinar penuh rencana

"mungkin aku akan memikirkan soal misi 'Ninja Kantor' lagi aja"

Dila tertawa. "Nah, itu baru Kesya yang aku kenal!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!