NovelToon NovelToon
SOUL POWER MANIFESTASI

SOUL POWER MANIFESTASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: vheindie

Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.

Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.

Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.

Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamat Tak Terduga

Adrian ikut berlari ketika saudaranya Widura menerjang sekumpulan binatang spiritual, namun yang dilakukan Adrian berlawan arah. Bukan tidak setia kawan atau pengecut, tapi ia diminta olehnya menjauh dari tempat tersebut untuk menyelamatkan diri.

Namun tidak lama setelah ledakan berakhir langka cepatnya terhenti dan menatap jengah. "Huh... Ternyata memang mustahil untuk pergi menjauh dari makhluk buas seperti mereka ini."

"Dasar... Seenaknya sendiri memberi amanat disaat seperti ini, dimana pada akhirnya aku pun menyusul untuk mati," gumam Adrian yang pasrah ketika sejumlah binatang spiritual mengepungnya dari segala arah. Ia pun memejamkan mata pasrah saat cakar serigala mengarah padanya.

BAMM

Suara hantaman keras dan tidak lama kemudian terdengar seseorang seperti berbincang dengan para binatang spiritual membuat Adrian berani membuka matanya

"Oy... Oy... Mangsa kalian itu cuma satu loh? Apalagi tubuhnya tidak terlalu gemuk macam para pejabat kota besar. Apa berut besar kalian bakal kenyang memangsa manusia sepertinya?"

"Vincent?" ucap Adrian tidak menyangka orang yang datang menyelamatkannya adalah orang yang ia temui ketika datang pertama kali ke Distrik Durma dan orang yang gagal masuk ke tim pemburu dan hanya ditempatkan ditim logistik. Keterkejutannya semakin bertambah ketika melihat binatang spiritual tingkat dua terkapar tak berdaya dengan Vincent duduk santai diatas kepalanya.

"Halo... Kawan. Maaf kalau aku datang terlambat," ucapnya masih santai ditengah tatapan buas binatang spiritual.

GRRR

"Kalian jangan sok keras di depanku. Apalagi di tempat seperti ini," lanjutnya sambil loncat berdiri kemudian melakukan gerakan tangan dengan cepat.

"Teknik raja pohon : SULUR PENJERAT"

Setelah merapal tekniknya, muncul sulur dari dalam tanah yang langsung mengikat para binatang spiritual dengan begitu mudah dan semakin mereka memberontak mencoba melepaskan diri sulur tersebut semakin erat menjerat.

"Matilah dengan damai," gumam Vincent. Kemudian jari jemarinya semakin kuat mencengkram udara.

KRAAKK

Ketika suara nyaring dari tulang patah dibeberapa bagian, lolongan kesakitan begitu menggema di tengah hutan yang beranjak gelap lalu lenyap bersama heningnya malam.

"Satu. Dua. Tiga... Delapan batu spirit. Wow... Yang satu ini ternyata tingkat tiga, apa mungkin dia berevolusi saat pertarungan?" Vincent mengumpulkan batu spiritual dengan senyum penuh puas saat menilik benda yang ia dapatkan.

"Bagaimana dengan tubuh mereka ya? Ah kenapa tidak kumasukan dulu saja ke gelang semesta sebelum kukuliti," lanjutnya. Kemudian memasukkan seluruh binatang spiritual ke dalam gelang semestanya.

"Terimakasih sudah menolongku, tapi kenapa kau baru datang sekarang? Padahal kau begitu kuat," tanya Adrian dengan tubuh gemetar setelah melihat hal menakjubkan sekaligus mengerikan di depan matanya.

"Oy... Oy... Bukankah orang yang kau harapkan datang adalah para murid sekte dan kesatria kerajaan itu?"

"Kau tau? Aku bisa sampai dan menyelamatkanmu karena diam-diam menyelinap tanpa sepengetahuan mereka. Asal kau tau orang yang kalian harapkan sekarang tengah makam malam dengan lahap di area warga sana," ujar Vincent.

"Sudahlah... Jangan terlalu dipikirkan, lagipula kalian ikut misi ini sudah tau akan konsekuensinya kan? Jadi jangan terlalu menyalahkan orang lain, karena dibalik imbalan yang besar pasti ada resiko besar pula yang menanti."

Adrian terdiam mendengar ucapan tajam yang dilontarkan Vincent dan tak bisa menyanggah perkataan tersebut.

"Lebih baik kau minum ini untuk menyembuhkan semua luka serta meminimalisir efek pil darah," ujar Vincent. Lalu ia memberikan ramuan padanya.

"Tenang saja itu aman," lanjutnya seolah bisa membaca keraguan Adrian pada benda yang ia berikan. Setelah yakin pemuda yang tidak jauh beda usia dengannya itu meminum ramuan dan mulai berkonsentrasi untuk menyerap khasiat dari ramuan dalam tubuhnya.

KUK KUK KUK

Vincent melirik ke arah suara dan ternyata seekor burung hantu dengan mata hitam pekat seperti mampu menelan segalanya. "Oh sang penguntit malam ya?"

"Jangan panik. Tetaplah konsentrasi dalam penyembuhanmu," ujarnya. Lalu ia menciptakan penjara kayu dengan teknik sulur untuk melindungi Adrian selama proses kultivasinya.

"Terimakasih," ucap Adrian yang merasa penjara kayu ini lebih aman dari pada bersembunyi dibalik pohon besar sekitar.

"Huh... Kau terlalu banyak berterimakasih, macam penjilat saja." perkataannya begitu tajam tapi Adrian tidak merasa sakit hati.

WHUSS

TRAKK

Vincent menahan serangan binatang spiritual yang besarnya menyamai anak sapi tersebut. Ketika ia berusaha menyerang balik, si burung hantu dengan gesit menghindarinya.

"Hoh... Memang beda kalau binatang spiritual tingkat empat dari sebelumnya."

"Teknik raja kayu: SPEAR"

Lesatan tombak kayu mengarah pada lawannya. Namun naluri si burung hantu sangat tajam, ia dengan reflek cepat membengkok kan kedua sayapnya.

TRAKK

Sayapnya berhasil memblokir serangan Vincent. Lalu ia membalasnya dengan mengepakkan sayap ke arah Vincent dan beberapa lembar bulu melesat lebih cepat dari teknik spear miliknya. Tidak mau ambil resiko, Vincent membuat dinding kayu tiga lapis untuk menahan helaian bulu yang dilapisi aura dan terlihat tajam dari pada jarum.

"Wow... Bahkan tiga lapis saja hampir tidak cukup menahan serangannya!" Vincent terkejut dengan ketajaman bulu si burung hantu tersebut.

Saat si burung hantu yang terlalu fokus menatap tajam ke arah Vincent. Diam diam ia menggunakan teknik sulur dan berhasil menjerat lawan dari arah titik buta.

"Hehe... Kena kau."

"Huh? Kuat sekali tenaganya."

Vincent berusaha kuat menahan cengkramannya saat binatang spiritual tingkat empat itu memberontak mencoba melepaskan diri dari jeratan dengan menggunakan cakar serta paruhnya yang tajam.

BLARR

"Wow..."

Vincent terpental dan terluka karena serangan yang mengenainya. Ia tidak menduga si burung hantu mampu menyerang melalui mata layaknya laser, untung saja dengan cepat ia menciptakan tameng kayu pada dirinya. Andai tidak, mungkin lukanya lebih parah.

"Sial... Aku lengah." Vincent mengusap darah yang merembas dari mulut. Sebenarnya ia mampu menghindar dengan menggunakan teknik teleport, tapi satu meter di belakangnya ada Adrian yang tengah melakukan penyembuhan diri.

"Binatang spiritual tingkat empat memang beda dari binatang spiritual lainnya ya. Ternyata serang tadi untuk mengalihkanku supaya cengkraman sulur penjerat melonggar." Vincent menatap waspada si burung hantu yang telah terbebas dari tekniknya.

Suara mendesing.

Si Burung hantu menghilang dari tempatnya, Vincent tersentak karena kehilangan target. Sedetik kemudian dia berada dibelakang dan menggunakan sayap layaknya kampak yang siap membelah tubuh Vincent menjadi dua bagian.

DING

Suara seperti keras terdengar tajam di telinga saat sayap dan pedang kayu yang sudah di enchantment dengan teknik yang ia pelajari dari catatan kaisar kuno yang dipelajarinya bersama ratu Lily.

Setelah menggunakan salah satu teknik milik kaisar kuno, situasi mendadak berubah dimana tekanan berbalik ke arah si burung hantu.

"Hehe... Gimana kawan? Pedang kayuku lebih keras dari sayapmu kan?"

"Bersiaplah... Hari ini kau akan jadi makan malamku. Hmm... Cocoknya dipanggang apa dibikin sop ya?" Senyum mengerikan terpancar dari bibir Vincent. Hal itu membuat si burung hantu bergidik ngeri, karena binatang spiritual yang telah mencapai tingkat empat sampai lima bisa mengerti bahasa manusia. Sementara tingkat enam hingga delapan mampu berbicara layaknya manusia dan tingkat kesempurnaan binatang spiritual berada pada tingkat sembilan, dimana binatang spiritual tersebut mampu merubah wujud kebentuk manusia.

1
angin kelana
pengunaan istilahnya kek kurang masuk ke dunia kultivasi pakai istilah inggris.
vheindie19: Terimakasih kak untuk masukannya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!