NovelToon NovelToon
KUTUKAN MAUT PADMINI

KUTUKAN MAUT PADMINI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Tumbal / Iblis / Balas Dendam
Popularitas:314k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Padmini, mahasiswi kedokteran – dipaksa menikah oleh sang Bibi, di hadapan raga tak bernyawa kedua orang tuanya, dengan dalih amanah terakhir sebelum ayah dan ibunya meninggal dunia.

Banyak kejanggalan yang hinggap dihati Padmini, tapi demi menghargai orang tuanya, ia setuju menikah dengan pria berprofesi sebagai Mantri di puskesmas. Dia pun terpaksa melepaskan cintanya pergi begitu saja.

Apa yang sebenarnya terjadi?
Benarkah orang tua Padmini memberikan amanah demikian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 : Tuyul

“Huwwa! Mamak! Mamak! Ada Sundel bolong!” Sundari berteriak-teriak, tapi tak dapat beranjak dari posisi berdirinya. Cuma bisa bersuara dan berjingkat-jingkat.

Di luar kamar, suara Sundari seperti tersapu angin, tak tedengar oleh Sumi yang sibuk menyobek tumpukan kertas kado, diletakkan di pojok ruang keluarga. Dia tidak sabaran menunggu esok hari tiba.

Bambang terkapar, tertidur di atas tikar plastik. Kondisinya masih sangat lemas, ditambah luka dari tertancap kawat berduri belum pulih.

Wandi juga demikian, perutnya masih melilit tapi tak ada yang keluar lagi – ampas kotorannya sudah habis.

Sosok yang dikira Sundel bolong ternyata Tuyul. Satu persatu melompat dari lubang plafon, kaki mereka tidak menjejak lantai, mengambang.

“Nenen! Mau nen.” Lidah kehitaman menjilati bibir pucat, matanya menatap lekat buah dada Sundari yang tampak besar dikarenakan baju ketat.

Sundari terdiam, terpaku tak lagi berteriak-teriak. Sekujur tubuhnya merinding mendengar suara balita seperti nada orang dewasa, air matanya telah bercucuran. “Ja_ngan mendekat!”

Huwwrr!

Dia terlihat marah atas penolakan terang-terangan. Gigi tajamnya siap menyobek kulit menembus daging. Tuyul satu ini paling sensitif dan agresif dari lainnya. Kaki berjari gempal berkuku hitam melompat-lompat menghampiri wanita berwajah pias.

Namun belum sempat menyentuh Sundari, tubuh Tuyul terpental menghantam lemari pakaian.

Suara benturan terdengar keras ditelinga Sundari tapi tidak sampai keluar kamar.

Ketiga makhluk halus lainnya terlihat ketakutan, mereka melupakan janji untuk segera menyelesaikan misi malah asik menakuti dan memainkan Kepiting yuyu dilantai.

Rukmi lah yang menghukum Tuyul pembangkang, sampai menangis kencang dan ketakutan.

Asap hitam keluar dari lubang plafon, mengelilingi tubuh Sundari dan langsung membuatnya pingsan seketika.

Keempat makhluk halus tadi bergegas melaksanakan tugas. Tangan mereka menembus amplop yang disimpan di dalam lemari ditaruh di toples tanpa diberi jimat.

Beberapa menit kemudian, celana segitiga keempat sosok Tuyul terlihat menggembung. Kepiting kesayangan mereka pun diangkut serta saat tadi dibiarkan berjalan-jalan di lantai.

Wujud balita berubah menjadi asap, meliuk-liuk naik ke lubang plafon kemudian menghilang.

***

Sumi mulai bosan membuka kado dikarenakan isinya berharga murah, menurutnya. Cuma mangkuk kaca, handuk, sprei kain berserat jelek, gelas. Sangat tidak menarik.

Wanita yang melampiaskan rasa kesalnya dengan mencari hiburan membuka kado pernikahan Sundari – beranjak ingin masuk ke dalam kamar menghitung uang dalam amplop sumbangan tamu undangan.

Dia seolah memiliki tenaga ekstra, tidak lelah dan mengantuk – bagaimana mau tidur kalau bau kotoran manusia begitu pekat, tajam menusuk. Bahkan dirinya sudah menutup hidung menggunakan selendang dua lapis tetap tercium.

Langkahnya memasuki batas kamar yang terang benderang menggunakan lampu petromax.

“SUNDARI!!”

Pekikan bak guntur itu mengejutkan Wandi dan Bambang. Mereka terlalu lelah untuk sekadar menggerakkan tangan, cuma telinga yang mendengar jeritan Sumi.

"Sundari bangun Nak!” Ditepuk-tepuknya sedikit kuat pipi sang putri yang tergeletak di lantai dingin.

Ketika caranya tidak berhasil, diguncangnya bahu putri semata wayangnya. “Jangan menakuti Mamak, Sun! Bangunlah sekarang juga!”

Ingin rasanya dia meminta bantuan suami dan menantunya, tapi saat tersadar kalau hal itu percuma saja! Minta tolong ke orang lain pun tak berguna, tidak ada siapa-siapa di sini selain mereka. Bahkan kru wayang kulit, dekorasi pesta – memilih pulang dan dua hari lagi baru kembali kalau tumpukan tai sudah dibereskan.

Kelopak mata Sundari bergerak-gerak, perlahan membuka. Pertama yang dilihat wajah menyeramkan sang ibu yang dia kira hantu.

Akkh!

Sundari mendorong dada ibunya sampai terjengkang. Dia terkejut melihat kelopak mata Sumi seperti hantu yang dilihatnya tadi, belum lagi rambut berdiri macam tersetrum, bagian hidup tertutup selendang hitam.

“Apa-apaan kau ini, hah?!” Sumi menahan sakit pada bokong. Wajah hitam putih akibat bedak dan celak luntur terlihat tambah menyeramkan kala ekspresinya marah.

“Aku kira mamak hantu. Tuyul yang minta netek samaku.” Dia duduk, tubuhnya masih merinding kala mengingat sosok menyeramkan tadi.

“Tuyul? Ngomong apa kau ini? Mimpi atau berhalusinasi dirimu, Sun?!” tuntutnya, tidak mempercayai perkataan putrinya. Selendangnya dibuka dan dibuang.

“Aku tak lagi mengigau ataupun mengada-ada, Mak! Tadi betulan ada si botak bergigi tajam cuma pakai sempak! Sebelum aku pingsan, salah satu dari mereka masuk ke dalam lemari itu!” Tunjuknya pada pintu lemari paling pojok.

Perasan Sumi menjadi tidak enak. “Bukannya Tuyul tukang mencuri duit, ya?”

Mata Sundari membulat mendengar gumaman ibunya. Pandangan mereka bertemu lalu bergegas mendekati lemari.

Almari pakaian terbuat dari bahan kayu jati dibuka, tumpukan amplop dalam toples terlihat rapi tidak berantakan. Sumi dan Sundari sama-sama menghela napas lega. Masing-masing tangan mereka mengangkat dua toples yang biasa untuk wadah kerupuk.

Amplop putih bergaris merah biru dituang ke atas lantai – Sundari dan ibunya duduk bersila siap membuka dan menghitung jumlah uang dari para undangan yang hadir.

Wajah ibu dan anak itu sangat sumringah, ini akan menjadi hiburan tersendiri disaat diluar sana porak-poranda.

Ujung kertas yang dilem menggunakan nasi ditarik. Alis Sumi mengerut, ditelungkupkan nya amplop kala tidak terlihat isinya, masih kurang puas maka disobek.

“Loh kok, tak ada isinya?!” pekik Sumi histeris, tapi masih berpikir positif mungkin ada yang sengaja memberi amplop kosong.

“Ini juga tak ada isinya, Mak!” Sundari histeris.

Satu persatu amplop dibuka, isinya kosong. Jemari Sumi dan Sundari gemetaran, mereka masih terus memeriksa tumpukan amplop.

“Sialan! Keparat! Ulah siapa ini?!” Sumi menggila.

“Kita rugi besar, Mak!” Sundari seperti orang depresi. Melempar kertas-kertas sudah tidak lagi berbentuk rapi tapi tercabik-cabik disobek asal.

.

.

Padmini tertawa melengking. Dia melihat apa yang dilakukan oleh Sumi serta Sundari lewat permukaan air sungai dekat gua tempat persemayaman Iblis.

Rencananya mendulang sukses besar. Dialah yang mencampur obat pencahar dan menetralisir dengan jamur hutan agar efeknya lambat dirasakan oleh warga. Kemudian menugaskan Igun menuang air racikannya ke dalam sumur huniannya. Setelah sekian jam barulah para undangan merasakan mulas sampai diare berjamaah.

Tawanya masih terdengar seraya memandang bagaimana bibi dan sepupunya berguling-guling, meraung menangisi isi amplop kosong.

Tiba-tiba asap hitam menukik lalu mendarat tepat di atas batu dikelilingi air sungai.

Empat balita Tuyul menampakkan wujudnya. Membuka celana yang mereka kenakan – lembaran uang berjatuhan bahkan ada yang terjatuh ke sungai.

Padmini bertepuk tangan memuji kinerja penghuni lembah pembuangan Jin. “Kerja bagus, kalian pantas mendapatkan hadiah besar.”

Balita itu tersenyum sampai barisan gigi tumpang tindih terlihat. Mereka suka dipuji diperlakukan layaknya bayi.

“Dibalik barisan pohon dekat kolam berair keruh – ibu pengganti kalian sudah menunggu. Menyusu lah kepadanya!”

Tuyul- tuyul tersebut melompat-lompat kegirangan. Kali ini kaki mereka menapak di atas batu.

“Namun ingat satu hal! Sebelum menyusu … ajak main dulu wanita itu, paham?”

.

.

Bersambung.

1
Shee
nah abis deh tuh jari, besok apa nya ya??? ko q seneng saat Bambang di siksa, maaf ya kang🤣🤣🤣
Eli Rahma
sadis bgt pembalasan padmini..
Eva Wahyuni
kayak nonton film Suzanna Thor 😱😱😱..
ngeri ngeri sedap 😁😁😁
lyani
kali ini pak mantri jadi bahan koas
🍒⃞⃟🦅☠Calon mertua🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ
kang Adi apakabar nya yaa
thorr
sdh sembuh
apa masih sakit
di bawa ke dokter Korea aja thor.biar ganteng kembali sperti dlu
Y.S Meliana
ga kebayang kan kang bambang klo pembalasan padmini se kejam itu 😳😏
🍒⃞⃟🦅☠Calon mertua🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ
Jarii nya 5
angkat 1 1
blm cukup sampai di situ bambangg
itu baru pembalasan Padmini
yg buat kang Adi mana padmi
ayok rapel sekalian hutang nya Bambang sdh banyak itu
imau
hadeh sikopet 😬
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwk jadi kaya anak metal dong jarinya 3🤭🤣
Fri5
hayoo loh Bang .... horor2 sedap nih 🤭
Dew666
☀️☀️☀️☀️
Mawar Hitam
Padmini jadi .psikoopat. gegara orang iri hati
ilham gaming
bayanginya ngeri
ora
Padmi kata-kata tanpa dosa mu itu beneran bikin merinding😭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
pembalasan yg sangat mengerikan makanya kl pas ada up cerita Padmini saya bacanya gak berani sambil makan Thor karna suka kebayang dan nantinya gak nafsu makan berujung muntah" deh 😅😂
🍒⃞⃟🦅Amara☆⃝𝗧ꋬꋊ
Rasain tuh jemarimu ilang satu ,satu ,satu jadi 3 donk kang bambang🤭.
bentar kita jait pakai benang knor yaa tapi jadi beda letak, ...
sabar bentar lagi kau jadi makhluk paling unik dan tiada dua nya....
pulang dari "KLINIK PADMINI" kau masih punya nafas hanya saja semua akan aneh dan raib keangkuhanmu ...
rasa percaya diri lenyap ...dan rupamu layaknya gelandangan compang camping ,dengan tangan kerinting gagal bonding
ora
Ngeri😭
ora
Oh, tidak sepadan tuh...
ora
Sebelum Padmini berhasil di buru, kamu kayaknya bakal tinggal nama deh😭🤣
Sulis Wati
udh kaya psikopat, wkwkwkw
serem woiii, padmini, balas dendamnya ga nangung2🤣🤣, menyalaa ga tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!