Emily tak menyangka bahwa dia masuk ke sebuah novel yang alurnya membuatnya harus menikah dengan seorang miliarder kaya.
Pernikahan absurd itu malah sangat menguntungkannya karna dia hanya perlu berdiam diri dan menerima gelar nyonya serta banyak harta lainnya.
Namun sayangnya, dalam cerita tersebut dia akan mati muda!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
《Chapter 14》
Pada hari libur, para pelayan akan pulang ke rumah mereka dan hanya beberapa yang tersisa seperti Bibi Vei dan Aris karna mereka berasal dari kampung dan akan jauh untuk pulang ke sana.
Sopir juga tidak datang, sehingga Albert harus mengendarai mobil sendiri, mereka akan menempuh sekitar 1 jam perjalanan karna arena itu berlokasi di dekat suatu bukit, oleh karna itu selama perjalanan, Emily jatuh tertidur.
Albert tidak membangunkannya, ia malah sempat memberhentikan mobil untuk mengambil selimut kecil yang biasa di taruh di sana untuk persediaan, lalu menaruhnya ke badan Emily.
Ia memperhatikan Emily lalu mengecup dahi gadis itu.
Arena pacuan kuda di hari libur memang sangat ramai meski tidak seramai keadaan mall, karna yang masuk ke sana kebanyakan kalangan atas.
Kai segera berlari menjemput Albert dan Emily yang baru turun dari mobil, membiarkan pacarnya berjalan perlahan dari belakang.
"Kakak ipar! Aku merindukanmu.."
Kai hendak memeluknya, namun Albert mendorong Kai menjauh dari Emily.
"Perhatikan tingkah mu Kai," ucap Albert dengan tatapan tajam, membuat Kai melangkah mundur satu langkah.
"Halo kak Emily, saya Selena, pacar Kai"
Emily berjabat tangan dengan Selena, gadis yang sepertinya masih satu umur dengannya namun memiliki rambut pendek dengan kulit yang tidak terlalu putih, berbeda dengan Emily.
Cuaca hari itu sangat bagus, mereka juga memakai pakaian casual untuk menunggangi kuda, Emily terlihat mengenakan jaket agar tidak terkena angin, sedangkan Albert memakai pakaian yang lebih tipis, namun Emily senang karna biasanya lelaki itu sangat formal.
Mereka masuk ke dalam dan mulai berbincang dengan pegawai yang bekerja disana, kali ini mereka hanya akan menyewa 3 kuda karna Emily tidak bisa menunggangi kuda.
Tentu saja Selena tau menunggangi kuda, ia memang berasal dari kalangan atas sehingga olahraga seperti ini sering ia lakukan.
Kai dan Selena sibuk dengan kegiatan mereka menunggangi kuda, Emily dapat melihat bagaimana epicnya mereka, sedangkan sekarang ia seperti di asuh oleh Albert.
"Pakai ini supaya aman, duduk dulu!," Albert menarik kakinya dan memakaikan pelindung lutut untuk mencegah terjadinya cedera.
"Apa kau siap?," tanya Albert sambil mengulurkan tangannya, ia membantunya naik ke atas kuda lalu menuntun kuda itu berjalan sambil mengoceh tentang kuda.
Emily tidak tertarik mendengarnya, ia pikir Albert akan naik bersamanya ke atas kuda seperti yang ia tonton di film percintaan zaman dahulu dimana pangeran membawa kekasihnya menunggangi kuda.
"Apa kau pikirkan?," Emily kaget karna Albert sudah berada tepat di belakangnya, naik ke atas kuda itu bersamanya.
"Aku akan menunjukkan cara membuat kuda ini berlari," Suara Albert terdengar jelas di telinganya karna jarak mereka yang sangat dekat.
Albert menarik tali dan menghentakkannya, saat itu juga kuda yang mereka naiki berlari kencang.
Sepertinya Albert lupa dengan fakta bahwa rasa takut dan tegang bisa memicu asma.
Baru kali ini Emily merasakan sensasi berdebar dengan sapuan angin di sekitar juga hentakan kuda yang membuatnya pusing, ia mencoba untuk tetap membuka mata dan melihat ke depan, namun rasa takut menghampirinya.
Kini ia menutup mata, menunggu kapan kuda itu berhenti, Albert sendiri masih fokus mengontrol kuda dan baru berhenti ketika sudah sampai di ujung lapangan dimana Kai dan Selena sudah di sana terlebih dahulu.
Huft huft..
Emily berusaha mengatur nafasnya.
"Kakak ipar, apa kau tidak papa?, wajah mu pucat sekali," tanya Kai.
Albert tidak bisa melihat wajah Emily dari belakang, jadi ia memutuskan untuk turun terlebih dahulu, kemudian mengulurkan tangan dan berkata, "turunlah"
Emily ingin memegang tangan Albert untuk turun tapi kakinya lemas sehingga tak bisa menurunkan kakinya dari atas sana.
Albert akhirnya mengulurkan kedua tangan memutuskan untuk memeluk Emily lalu menggendongnya ala bridal style, mendudukkannya di kursi penonton dan menyeka keringat dingin yang bercucuran dari dahinya.
Kai sudah dari tadi pergi ke mobil yang mereka tumpangi tadi guna mengambil inhaeler yang Emily bawa.
"Tenang, tarik nafas perlahan, Kai akan segera tiba," ucap Albert berusaha menenangkannya namun Emily malah memukul kecil bahu Albert, ia menundukkan kepala, menyembunyikan air matanya yang keluar tanpa ia sadari.
"Ini kak!," Kai mengulurkan inhaeler pada Albert, pria itu dengan cepat mengangkat kepala Emily dan mendapati pipi gadis itu yang basah karna air mata.
Albert tertegun sejenak namun gadis itu sudah mengambil inhealer dan memakainya sendiri.
"Kau menangis?," Albert menyeka air mata di pipi dan mata Emily kemudian berkali-kali meminta maaf padanya.
Permintaan maaf dari Albert membuat Kai takjub, kakaknya itu sangat keras kepala, bahkan dari kecil ia tidak pernah mendengar kakaknya meminta maaf pada seseorang, tidak juga dengannya atau orang tuanya, namun sekarang di depan matanya, kakaknya mengeluarkan kata maaf.
"Waw, kakak bisa minta maaf juga ya?," Selena langsung memukul Kai, menatapnya dengan jengkel.
"Ini bukan waktunya bercanda!," kata Selena padanya.
Emily berangsur tenang dan nafasnya sudah stabil, ia melihat ke arah Albert dan berkata, "Apa aku menyuruhmu pamer?"
Albert tidak mengerti maksudnya.
"Apa aku menyuruhmu membuat kuda itu berlari?, kau tau aku sangat takut tadi?," Ada nada bergetar dari suara yang Emily keluarkan, seperti ingin menangis lagi.
"Aku salah, maaf, aku minta maaf," Albert memohon sambil memeluknya, menenangkannya.
Selena menarik Kai pergi dari sana karna ia melihat senyuman licik dari kekasihnya itu.
"Jangan ikut campur, lebih baik kita pergi"
Selena memang lebih tua dari Kai, itu yang menyebabkan ia memiliki pikiran yang lebih dewasa dari pada Kai, mungkin itu juga yang membuat mereka langgeng sampai 3 tahun, apalagi mengingat kelakuan Kai yang kekanak-kanakan.
"Apa kau sudah tenang?," tanya Albert begitu melihat ekspresi Emily yang sudah tidak seburuk tadi.
"Ya, ayo kita menyusul yang lain"
Mereka pergi ke hotel yang berada di dekat sana, ternyata Kai dan Selena sudah mempersiapkan alat panggang untuk acara barbekyu mereka.
Hotel itu memiliki halaman yang bisa di sewa untuk berbagai acara seperti pernikahan, rapat atau barbekyu seperti ini, bahkan alat dan bahan yang mereka gunakan sudah di sediakan oleh hotel, jadi mereka tinggal menikmati saja.
"Kakak ipar, apa kau alergi sesuatu?," tanya Selena dan menunjukkan beberapa seafood yang akan mereka bakar selain daging.
Emily sendiri tidak tau apa dia alergi, karna di Novel tidak di ceritakan.
"Dia alergi udang dan kerang," Albert menjawabnya, sebelum ia mengajukan kontrak pernikahan dengan Emily, ia sudah mengecek keseluruhan kehidupan gadis itu, mulai dari keluarga, sekolah, kebiasaan, bahkan kesehatan, namun ia tidak mendapat informasi bahwa Emily mengidap asma, jadi mungkin yang itu baru.
"Oke, aku akan menyingkirkannya"
Selena memutuskan tidak memasak itu meski Kai sangat menyukainya, tentu saja mencegah lebih baik.
Mereka makan sambil menikmati suasana sore hari, Emily terlihat senang dengan kegiatan mereka hari ini.