Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Umpan Baru di Jaring Gelap
Pukul 15:00 Sore: Merencanakan Perangkap
Foto dari Eclipse yang diselipkan di bawah pintu penthouse adalah deklarasi perang. Ares tahu musuhnya—yang ia yakini adalah pesaing yang merasa tertipu oleh data Sanjaya—kini mengincar Natalie sebagai cara untuk mengganggu atau bahkan menjatuhkannya.
Ares, Natalie, dan Rook berkumpul di ruang perencanaan taktis penthouse. Peta kota dan diagram jaringan keamanan diproyeksikan di dinding.
"Mereka tahu kau di sini. Mereka tahu tentang Eclipse," kata Ares, menunjuk pada foto yang kini diletakkan di tengah meja. "Mereka mencoba mengusikku dengan menggunakan masa lalumu."
"Mereka mengira saya adalah titik lemah Anda, Tuan," kata Natalie, berdiri di samping Ares. Gaun sutra yang ia kenakan kini terasa seperti seragam perang.
"Dan memang begitu. Tapi kelemahanmu adalah juga kekuatanku," jawab Ares, tatapannya menyiratkan kebanggaan. "Kita tidak akan bersembunyi. Kita akan menggunakan kelemahan itu sebagai umpan."
Ares menoleh pada Rook. "Semua keamanan penthouse harus ditingkatkan tiga kali lipat. Tidak ada yang boleh masuk, apalagi keluar, tanpa sensor biometrik. Dan Rook, kau akan menjadi bayangan Natalie."
"Tugasnya, Tuan?" tanya Rook.
"Kami akan membiarkan mereka berpikir bahwa ancaman itu berhasil. Mereka ingin Natalie kembali ke masa lalunya. Kami akan memberikan apa yang mereka inginkan," kata Ares, menoleh ke Natalie.
Kembali ke Lingkungan Gelap
Rencana Ares berani dan sangat berisiko. Mereka akan menggunakan salah satu properti Ares yang disamarkan sebagai tempat pertemuan pasar gelap netral, tempat di mana transaksi informasi sensitif sering terjadi.
"Kau akan menyamar lagi, Natalie," kata Ares. "Kali ini, bukan sebagai Elena Kinski yang berkelas, tapi sebagai Natalie yang mereka kenal: pelayan bar yang ambisius dan haus uang."
Ares menjelaskan bahwa Natalie akan muncul di properti itu dengan membawa informasi palsu dari Sanjaya yang masih tersisa.
"Mereka ingin tahu di mana 'Buku Merah' itu. Kau akan memberi mereka petunjuk, cukup untuk membuat mereka percaya bahwa kau akan menjualku," jelas Ares. "Ini adalah permainan kepercayaan, Natalie. Kau harus menjual diriku tanpa terlihat menjual dirimu sendiri."
Natalie menelan ludah. Ini adalah peran yang paling berbahaya. Ia harus kembali ke sisi gelap yang ia tinggalkan, dan pada saat yang sama, ia harus meyakinkan musuh Ares bahwa dia adalah pengkhianat.
"Apa yang harus saya minta sebagai imbalan, Tuan?" tanya Natalie.
"Uang tunai, tentu saja. Tapi kau akan meminta sesuatu yang hanya akan diketahui oleh para pemain besar. Kau akan meminta akses ke salah satu pelabuhan ilegal di wilayah mereka. Itu akan membuat mereka berpikir kau ingin membangun kerajaan kecilmu sendiri dengan data Sanjaya. Itu logis," kata Ares, matanya menyala dengan strategi.
Pembagian Tugas yang Intim
Malam itu, setelah rencana disempurnakan dan Rook pergi untuk mengatur keamanan dan logistik, Natalie dan Ares berada di kamar tidur penthouse.
Natalie duduk di tepi tempat tidur, mencoba menenangkan sarafnya. Ares mendekatinya, tidak dengan perintah, tetapi dengan sentuhan lembut.
"Kau terlihat tegang, sayang," kata Ares, menggunakan sebutan intim yang kini hanya ia gunakan untuk Natalie.
"Saya akan kembali ke tempat yang saya benci, Tuan. Lingkungan yang dingin, serakah, dan berbahaya," jawab Natalie, menatap Ares.
"Aku tahu. Tapi aku akan ada di sana," kata Ares. "Aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi. Rook akan berada di atap, tapi aku akan ada di seberang jalan, memantau setiap denyut nadi pertemuan itu."
Ares memegang tangan Natalie. "Kau membuktikan bahwa kau adalah yang terbaik di medan perangku yang formal. Sekarang, tunjukkan pada mereka mengapa kau bertahan di Eclipse begitu lama. Gunakan nalurimu, gunakan kecerdasanmu, dan yang terpenting: gunakan pesonamu."
Ares tidak hanya memberikan instruksi; ia memberikan validasi atas masa lalu Natalie.
"Mereka akan meremehkanmu karena kau wanita, dan meremehkanmu karena latar belakangmu. Biarkan mereka. Itu adalah keuntunganmu." Ares mencium bekas luka di bahu Natalie dengan lembut, sebuah pengingat yang menyakitkan namun intim.
"Ingatlah, Natalie. Kau tidak perlu lari lagi. Jika ada masalah, kau memiliki aku. Seluruh kekuatanku, seluruh kerajaanku, akan datang untukmu," bisik Ares, mendekap Natalie dengan erat.
Malam itu, mereka berbagi lebih dari sekadar keintiman fisik; mereka berbagi strategi, ketakutan, dan kepercayaan yang mutlak. Natalie kini bukan lagi asisten yang menjalankan perintah; ia adalah mitra, aset paling berharga, dan satu-satunya orang yang memegang hati dan rahasia raja kegelapan itu.
Fajar Misi
Keesokan harinya, Natalie mengenakan pakaian yang kontras dengan gaun Elena Kinski—celana kulit ketat, tank top hitam, dan jaket bomber yang praktis. Riasannya lebih gelap, tatapannya lebih dingin. Ia kembali ke persona yang ia kubur dalam-dalam: gadis jalanan yang tahu cara bertahan hidup.
Saat Natalie dan Rook meninggalkan penthouse, Ares menatapnya dari balik jendela. Di tangannya, sebuah tablet terenkripsi untuk memantau keamanan Natalie.
Natalie menoleh sebentar, melihat Ares yang berdiri seperti patung yang berkuasa. Ia memberikan anggukan kecil—kode rahasia mereka: Aku siap.
Pintu lift tertutup. Natalie, kekasih rahasia sang raja, melangkah kembali ke jaring gelap masa lalunya untuk menjebak musuh terbesar mereka.
?