NovelToon NovelToon
Pengacara Jodohku

Pengacara Jodohku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:42.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Revalina Celendia 20 tahun, sering di sapa Lina atau Reva, seorang pelayan kafe dan penjaga warnet. Tapi juga memiliki nama 'Recel' di dunia dunia siber.

Abhirama Notonegoro 27 tahun, pengacara junior yang terpaksalah menikah dengan pelayan kafe, yang baru di kenalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Aktivitas ilegal

Ayah adalah korbannya, jadi jika dia sudah bilang tidak mau meneruskan kasus kecelakaan yang menimpanya, aku hanya bisa pasrah tanpa berbuat apa-apa. Apalagi pak Rama, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah sarapan pagi yang di warnai dengan keputusan ayah, membuatku kesal bukan main dan ingin memberi pelajaran pada keluarga Smith. Tapi karena aku pagi bekerja di cafe, membuatku tidak bisa memegang laptop sama sekali, karena bisa membuat temanku curiga jika aku terlalu fokus pada laptop.

Berbeda dengan saat bekerja di warnet, aku hanya akan terlihat seperti orang bermain game pada umumnya, karena itu saat bekerja di warnet aku kerjain habis-habisan hotel cabang utama milik mereka.

Sampai jam jaga ku habis berganti dengan Dafa, yang jaga warnet malam ini. Baru aku bersiap pulang karena sudah di tunggu ayah, dengan motor buntut yang di beli murah, karena selain motor jadul surat kendaraan juga mati.

"Ayah tahu, kamu kecewa dengan keputusan yang ayah ambil. Yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang pernah ayah ajarkan, tapi ketahuilah, di hati ayah semua yang ayah lakukan hanya demi kamu." kata ayah sambil mengendarai motor pulang.

"Aku tahu, tapi yang ada, aku malah merasa jadi beban buat ayah."

"Hanya ini yang bisa ayah lakukan untuk melindungimu, supaya kamu tetap selamat dan tidak terbawa masalah ayah."

Mendengar ucapan ayah, membuatku terdiam.

"Sejak beberapa tahun terakhir, ayah merasa gagal menjadi ayah yang baik buatmu. Membiarkanmu bekerja sambil sekolah, tidak bisa membiayai kuliahmu dan membumu tidak bisa merasakan dunia perkuliahan. Mungkin, jika kamu memilih ikut ibumu, hidupmu akan lebih baik."

"Siapa bilang, aku senang dengan hidupku yang sekarang. Aku bisa merasakan masakan ayah hampir tiap hari, aku sering ayah antar jemput saat sekolah sampai sekarang bekerja. Dulu setiap ayah libur kerja, ayah lebih sering menghabiskan waktu untuk main golf atau berkuda dengan teman ayah. Membuatku kemana-mana harus di antar sopir, tidak seperti sekarang, ayah yang selalu jadi sopirku."

Aku eratkan peganganku pada pinggang ayah, "aku sayang ayah." lirih ku, dengan tak kuasa menahan air mataku dan memeluk punggung ayah.

"Ayah lebih sayang kamu, melebihi diri ayah sendiri." serak ayah, yang aku tebak juga menahan air matanya.

Kami berdiam sampai, motor berhenti di depan rumah kontrakan.

***

"Lin, meja 14. Satu pasta carbonara, satu pasta arrabbiata dan dua rice bowl, sudah siap di antar!"

"Oke!" kataku sambil mengambil nampan, yang berisi sesuai yang di sebutkan bagian dapur dan berjalan ke meja 14, yang nampak ada 2 pria yang sibuk dengan ponselnya sambil menikmati minuman dingin.

"Bukannya itu pak Rama. Ah pasti mau membahas masalah kasus yang di tarik tuntutannya, sama ayah." Saat aku sadar salah satu orang di meja 14 adalah pak Rama.

Jujur aku juga tidak sependapat dengan cara pikir ayah, tapi mau gimana lagi, semua keputusan ada di tangan ayah.

"Permisi satu pasta carbonara, satu pasta arrabbiata dan dua rice bowl," kataku sambil meletakkan pesanan di atas meja.

"Betul," jawab teman pak Rama, tanpa melihat kearahku begitu juga dengan pak Rama.

"Hotel Smith mengalami kerugian ratusan juta hanya dalam hitungan jam, akibat peretasan yang terjadi pada sistem keamanan siber pada akun bisnis mereka semalam." kata teman pak Rama, membuat pak Rama melihat kearah temannya.

"Silahkan menikmati," kataku sambil berjalan ke meja samping pak Rama, yang baru di tinggalkan oleh pengunjung.

"Apa yang terjadi?"

"Para tamu tertipu dengan harga kamar hotel yang di rubah oleh hacker tak bertanggungjawab. Harga kamar yang paling murah 750 ribu per malam, dirubah menjadi 150. Yang lebih parah kamar Presidential Suite, yang harganya per malam 75 juta, di rubah menjadi 750 ribu per malam." tawanya teman pak Rama, membuatku ikut tersenyum tipis.

"Gila, siapa kira-kira pelakunya, ya?"

"Bukan itu yang buat aku penasaran, Ram. Kenapa dia tidak seperti hacker pencuri pada umumnya, yang menggunakan modus nomor telepon dan rekening palsu milik hacker."

"Berarti dia tidak berniat untuk mencuri, hanya memberi sedikit pelajaran dan membuat gaduh. Tapi, tetap aja itu tindakan bodoh, karena jika ketahuan akan masuk penjara."

Jantungku langsung berdetak kencang mendengar ucapan pak Rama, sampai tanganku yang sedang membersihkan meja kotor, tidak sengaja malah menumpahkan sisa minum pembeli.

"Bodohnya aku," gerutuku, yang langsung mengeringkan tumpahan air dengan serbet kotor yang selalu ada di kantong, celemek yang aku gunakan.

"Yang paling fatal bukan itu, Ram. Jika dia hacker handal belum tentu ke tangkap, tapi akibat dari peretasan itu yang tentunya mempengaruhi citra hotel."

"Nama baik bisa di bangun lagi," ucap pak Rama, sambil melirik ku yang berjalan melewatinya dengan membawa piring dan gelas kotor.

Membuat tubuh ku panas dingin. "Apa pak Rama curiga itu ulahku," gumamku.

Selama bekerja aku terus kepikiran dengan ucapan pak Rama, meski aku merasa tidak meninggalkan jejak. Sampai sore aku kembali jaga warnet, kecurigaan makin menjadi saat malam pak Rama menemuiku di warnet di jam 10 malam.

"Bapak ada perlu apa, kesini? Bukannya ayah saya, sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan tuntutannya?"

Pak Rama mengangguk dan mengambil kursi untuk duduk di sampingku.

"Sudah lama kerja di sini?"

Aku mengerutkan kening dan mengangguk pelan, sedang pak Rama melihat ke sekeliling.

"Berati kamu kenal sama Daffa dan Nico, dong. Penjaga warnet, yang juga hacker."

Lagi-lagi, jantungku berdetak kencang mendengar ucapan pak Rama.

"Bapak kenal mereka?" gugup ku, yang di jawab dengan anggukan membuatku ketakutan. Takut pak Rama tahu, kalau aku yang membuat masalah dengan sistem siber hotel Smith.

"Jika ayahmu sudah mencabut tuntutannya, ya sudah jangan cari masalah lagi. Apalgi sampai minta tolong temanmu, untuk melakukan perentasan siber hotel mereka."

"A...aku." bingungku, sekaligus lega karena ucapannya tidak sepenuhnya benar.

"Saya kenal Daffa dan Nico, aku juga pernah minta tolong mereka untuk melacak keberadaan mantan."

"Jadi pengacara yang bermasalah dengan mantannya itu, pak Rama." kataku di dalam hati, sambil melihat wajah tampan yang di permainkan mantan kekasihnya.

"Kira-kira, siapa mantan kekasihnya ya?"

"Jadi, iklaskan aja kasus ayahmu." Kata pak Rama, membuatku mengangguk pelan.

"Saya pernah dengar, meski jalur damai dan tidak jadi di tuntut proses hukum tetap berjalan ya, pak."

"Seharusnya begitu, tapi kalau ada duit, kan semua bisa berubah. Jadi jangan buat masalah baru."

Aku mengangguk pelan, bersamaan dengan mobil patroli polisi, yang berhenti di depan warnet dan masuk beberapa polisi secara bersamaan.

"Malam!"

"Malam pak," gugup ku dan juga takut, karena selama beberapa tahun bekerja di warnet, baru pertama kalinya ini ada gerombolan polisi datang ke warnet.

Membuat pikiranku jadi tidak tenang, meski aku yakin. Kalau aku tidak meninggalkan jejak, tapi tetap ada rasa takut menghantuiku.

"Kami mendapatkan laporan, bahwa warnet terlibat aktivitas ilegal."

1
Teti Hayati
Rekomended... bagus ceritanya..
Teti Hayati
👏👏👏👏👏...
terima kasih cerita bagusnya....
eed: Terimakasih kakak 😍💕🙏
total 3 replies
Teti Hayati
Disenyumin aja yaa Lin, 🤭
Teti Hayati
Ini mh ceritanya promoin anak lewat pintu belakang.... 🤣🤣🤣🤣
Teti Hayati
Aiih... bapak tirinya Lina, anak sama bapak sama2 ular kayaknya
Teti Hayati
Haissssst.. sembarangan ngatain Laras kampungan...
Teti Hayati
Hallo bang Rama... 👋
Teti Hayati
Baru ngeuh ada yg baru, jadi baru mampir... 🤭
Sengaja nengokin Mas Juna, eeeh... saingannya udh gede ternyata.... 🤣🤣🤣
eed: Terimakasih sudah mampir🙏😍
total 1 replies
Siti Maemunah
aah bentar kali kak cepet up ya kak
Suntoro Yanti
bilang saja lina orang bapaknya rama
lia juliati
jujur lah kan hamil gak BS sd boong
in
Siti Maemunah
yg lama dong upnya 💪
Siti Maemunah
cepet up lagi kak jdi penasaran deeh 💪
Siti Maemunah
semoga ga ada kabar buruk .. semangat thor ditunggu upnya
Siti Maemunah: siap selalu menunggu 👍
total 2 replies
Siti Naimah
lucu juga si Lina.. nginap di rumah mewah ibunya ternyata kelaparan 🤭
Elen Gunarti
double up Thor 👍👍👍👍👍👍
eed: 🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
Onih Rohani
up yang banyak
Elen Gunarti
lanjutt
Siti Maemunah
aaah upnya sedikit sekali💪
eed: 🙏🙏💪💪💪
total 1 replies
Siti Maemunah
semangat di tunggu up nya kak💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!