Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rekayasa Dan Kenyataan
Metode yang sama sekali tidak dimengerti oleh pemuda ini. Protagonis pria saat ini masih sibuk mencari keberadaannya di setiap sudut kamar.
Mulai dari kamar mandi tidak ada satu orang pun, membuka pintu sekat kaca dalam kamar mandi juga hasilnya sama saja.
Melangkah cepat melalui balkon, hasilnya hanya semilir angin kedamaian yang berhembus. Pemuda itu bagaikan benar-benar lenyap.
Hingga pada akhirnya matanya tertuju di lemari pakaian. Satu-satunya tempat bersembunyi yang tersisa.
Perlahan wajahnya tersenyum. Sudah saatnya membuktikan segalanya.
"Jangan! Jangan dibuka..." Air mata Violetta mengalir tiba-tiba saja menghalangi untuk membuka lemari pakaian yang benar-benar cukup besar.
"Kakak! Jika kakak tidak menyembunyikan sesuatu buat apa takut. Tante Melanie hanya ingin kakak jujur. Pria itu tidak baik, dia hanya bisa memeras uang kakak." Lagi-lagi Chantika mendekat, berlutut di hadapan kakaknya."Aku menyayangi kakak, karena itu aku mohon lepaskan dia. A...aku bersedia tidak menerima pertanggungjawaban dari Sebastian."
Melanie mengernyitkan keningnya. Tidak percaya begitu saja, pasalnya dia sudah mengenal Violetta dari kecil.
"Justru aku yang ingin berkata. Menikahlah dengan Sebastian, aku rela. Tapi jangan buka lemari ini. Isinya pakaian dalamku. Apa kalian ingin membuatku lebih terpuruk?" Pertanyaan dari Violetta.
Melanie masih terdiam mengangkat sebelah alisnya. Jujur saja dirinya sudah menganggap Violetta bagaikan putrinya sendiri. Jadi tidak dapat begitu saja percaya pada kata-kata Chantika. Hanya saja, tidak ada pembelaan sama sekali dari Violetta apa yang harus dilakukannya?
"Violetta, kalau tidak ada apa-apa. Buka saja." Ucap Melanie pelan.
Tapi pada akhirnya Sebastian mendorong Violetta. Sedangkan Galan yang hanya dapat menyaksikan segalanya mengepalkan tangannya. Poin tidak cukup untuk opsi bantuan sistem. Entah mengapa dirinya yang bertugas melindungi protagonis wanita, tidak menyukai ini. Mengapa Violetta yang sudah seperti cheese cake didorong hingga terjatuh.
"Nona, saya sarankan untuk menggunakan penyembuhan." Ucap Galan pelan, mengepalkan tangannya. Namun wajahnya masih berusaha tersenyum ramah.
Walaupun bahunya sedikit terasa sakit Violetta berusaha bangkit. Kalau menggunakan penyembuhan di saat seperti ini, Chantika akan merasa ada yang aneh. Menghela napas kasar, perlahan Violetta tersenyum diam-diam, akan membalikkan situasi dengan lukanya.
Sebastian bergerak penuh senyuman. Kali ini kesalahan akan sepenuhnya ada pada Violetta. Kala lemari dibuka, benar saja pakaian dalam dan pakaian renang berderet bagaikan prajurit siap berperang.
"Tidak! Tidak mungkin!" Pintu lain digeser olehnya, berisikan gaun dan pakaian sehari-hari. Bahkan di dalam lemari terdapat beberapa tas dan koper. Sama sekali tidak ada tanda keberadaan sang pemuda.
"Tante!" Teriak Violetta berlari ke dalam pelukan Melanie."Mereka yang berselingkuh aku yang diperlakukan seperti ini."
Melanie menghela napas."Violetta sayang apa yang sebenarnya terjadi?"
"Tante, jika tante menghapus make up di leher mereka Tante akan tau. Kenapa aku berpura-pura punya pacar dan membawa pria ke dalam kamar." Violetta menatap mata Melanie.
Wanita ini begitu baik, memperlakukannya lebih manusiawi dibandingkan dengan ibunya sendiri. Sudah tentu Melanie tidak akan mengecewakannya, bukan?
Wanita yang mengepalkan tangannya, meraih kapas dan cairan penghapus makeup dari atas meja rias. Memaksa untuk membersihkan leher putranya. Dan benar saja tato macam tutul terlihat di leher buaya darat.
"Sebastian! Berlutut!" Teriak sang ibu, seorang anak yang tidak memiliki harga diri di hadapan ibunya sendiri. Pada akhirnya berlutut.
"I...ini karena aku alergi." Alasan yang diucapkan olehnya.
"Alergi? Aku yang mengandung dan melahirkanmu. Kamu pikir ibu tidak tau penyakit-penyakit buaya darat sepertimu!" Bentak sang ibu.
"Ta... Tante kak Violetta sudah mengakui membawa pria ke dalam kamar." Pembelaan yang diucapkan Chantika.
"Aku memang membawanya, itu karena aku tidak tahan melihat hal yang kalian lakukan setiap hari!" Teriaknya terisak masih bersembunyi dalam pelukan Melanie.
Inilah yang namanya protagonis wanita sejati. Tidak berdaya dan berlindung, bukankah begitu? Hal yang membuat Galan menghela napas.
"Nona, saya sarankan untuk menampar protagonis pria. Untuk menambah rasa sukanya." Kalimat penuh senyuman dari Galan. Entah kenapa ada perasaan mengganjal dalam hatinya, jika tidak bisa melukai protagonis pria di misi kali ini.
Violetta mengernyitkan keningnya, menatap ke arah Galan. Entah kenapa saran pemuda ini yang biasanya logis menjadi tidak masuk akal. Tapi ini saran dari sistem tersayang bukan?
Karena itu.
Plak!
Suara tamparan nyaring terdengar."Mulai hari ini aku tidak akan mencintaimu lagi. Aku merelakan kalian bersama." Ucap Violetta berurai airmata.
Tapi benar-benar keajaiban yang terjadi. Notifikasi sistem terlihat pada layar transparan. Bersamaan dengan Galan yang berucap."Berhasil mengikatkan rasa suka protagonis pria secara permanen sebanyak 3%. Rasa suka protagonis pria saat ini 19%. Host mendapatkan tambahan 12 poin. Jumlah poin saat ini 36 poin."
"Kenapa bisa?" Batin Violetta mengernyitkan keningnya. Bertahun-tahun mengejar Sebastian. Tapi Sebastian hanya menunjukkan senyuman palsu dan wajah dingin. Kini dengan menampar malah mendapatkan rasa suka.
Sedangkan Sebastian tertunduk, perlahan menatap ke arah Violetta. Violetta tidak menginginkannya lagi? Itulah yang ada di benaknya. Ada rasa berat dalam dirinya.
Mengingat masa kecil hingga dirinya remaja, kemudian dewasa. Tidak ada masa yang dilewatinya tanpa rasa suka dari Violetta. Sekarang tidak menyukainya?
"Sebastian! Bertahun-tahun Violetta mengejarmu tapi kamu tidak pernah peduli sama sekali padanya. Dan kini tidur untuk kedua kalinya dengan Chantika? Kamu tau lebih sakit rasanya jika dilukai oleh orang terdekat daripada orang lain. Lebih baik kamu tidur dengan wanita penghibur daripada tidur dengan Chantika. Adik yang begitu disayangi Violetta." Sang ibu menatap nyalang.
Sedangkan Violetta menahan senyumannya. Melanie, mungkin itulah orang yang paling peduli padanya. Melihatnya tumbuh dan berkembang berusaha mati-matian mengejar Sebastian yang tidak mencintainya.
"Kakak...ini salahku karena tidak dapat menahan perasaan pada Sebastian. Tapi aku benar-benar tidak bermaksud merebut kebahagiaanmu. A...aku minta maaf..." Chantika berlutut, mengapa menjadi seperti ini. Dimana pria itu sebenarnya bersembunyi? Ada banyak tanda tanya dalam benaknya.
"Chantika, ini bukan salahmu. Ini salah Violetta yang berselingkuh terlebih dahulu, mem-plagiat karya Chantika!" Bentak Sebastian, menunjuk ke arah Violetta.
"Sebastian, kamu sudah tidur dengan Chantika. Maka Violetta harus tidur dengan pria lain, baru dapat disebut adil." Logika gila yang diucapkan Melanie, ingin putranya menyadari perasaannya.
"Tidak bisa seperti itu!" Bentak Sebastian.
"Kamu bisa, Violetta juga seharusnya bisa." Melanie mengangkat sebelah alisnya. Entah kapan putranya yang bodoh akan menyadari perasaannya. Apa menunggu Violetta jatuh cinta pada pria lain dulu.
"Ibu! Semalam Violetta bersama dengan pria lain!" Bentak Sebastian.
Melanie tersenyum, jika putranya tidak sadar juga, maka sudah saatnya melepaskan Violetta bersama pria pilihannya."Violetta bagaikan rasanya pria semalam?" Kalimat yang diucapkan Melanie sembari mengedipkan sebelah matanya pada Violetta diam-diam. Berharap Violetta mengerti untuk bekerja sama.
Violetta menatap jenuh, pada akhirnya tersenyum, melirik ke arah Galan."Benar-benar sempurna. Tadi malam aku mengikat tangannya, mengigit lehernya. Kemudian duduk di atas tubuhnya."
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih