NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lara

*

*

Satria menggerakkan kedua tangan kekarnya keatas dan kebawah, mengangkat dua barbel besi berukuran kecil. Kadang mengangkatnya disampingnya seperti burung yang sedang mengepakkan sayapnya.

Napasnya menghembus teratur, sambil menatap tampilan dirinya di cermin besar di ruang gym pribadi di rumah mewah miliknya.

Pria itu sering menghabiskan waktunya berjam-jam saat libur akhir pekan di dalam ruang olahraga miliknya. Berbagai alat kebugaran tersedia di ruangan besar itu. Dia harus menjaga tubuhnya agar selalu fit, kan? Kesibukannya yang luar biasa membutuhkan stamina yang kuat agar dia mampu menjalani segala jadwal padat yang menuntutnya untuk selalu tampil prima.

Puas dengan alat gymnya, pria itu mengakhiri sesi latihan pagi itu dengan berenang di kolam renang di belakang rumahnya. Menyegarkan tubuhnya yang dari tadi berkeringat.

Seorang perempuan berusia 35 tahun mengawasi dari balik jendela. Memperhatikan suaminya yang selalu tak ingin diganggu ketika dia tengah asyik dengan kegiatannya.

"Maaf, Bu. Sarapannya sudah siap." seorang ART membuyarkan lamunannya.

"Oh, ... iya." jawabnya, lalu menoleh ke arah meja makan yang diatasnya sudah terhidang berbagai macam makanan.

Lara menghela napasnya pelan. Melangkahkan kaki jenjangnya kearah kolam renang dimana Satria tengah asyik menikmati suasana pagi.

"Satria?" sapanya, pelan.

Pria dengan tinggi 180cm itu menoleh.

"Sarapannya sudah siap." katanya, yang ditanggapi dengan dingin oleh pria yang sedang berendam di jaccuzi tersebut.

"Kamu duluan saja, aku masih lama." jawab Satria, datar.

Lara menghela napasnya lagi, kemudian membalikkan badannya, dan berjalan ke ruang makan.

Satria datang ketika Lara baru saja memulai acara makannya. Masih mengenakan bathrobe berwarna putih miliknya. Rambutnya masih basah sisa berbilas beberapa menit yang lalu.

"Kamu mau makan apa? Aku ambilkan." Lara bangkit, lalu membalikkan piring di hadapan suaminya, menunggu perintah dari pria itu.

"Apa saja aku makan." jawab Satria, lebih kepada gumaman daripada bicara.

"Baiklah," Lara mulai memilih makanan yang tertata dimeja. "Bagaimana kalau pancake plus madu? Madu baik buat kesehatan kamu." katanya.

"Terserah kamu saja." Satria masih dalam mode datar.

Lara tersenyum, dengan cekatan tangannya meraih dua buah pancake, kemudian menyiraminya dengan madu. Dan kembali duduk di kursinya setelah menyediakan sarapan untuk suaminya.

Satria meraih garpu di sisi kanan piringnya dan mulai makan. Memasukkan sesuap demi sesuap pancake madu yang dihidangkan istrinya barusan.

Hening.

Mereka makan dalam diam.

Sesekali Lara melirik ke arah Satria yang fokus dengan sarapannya tanpa terganggu apapun. Wajah pria itu masih membuatnya berdebar hingga kini. Bahkan setelah sepuluh tahun pernikahan mereka. Pria itu masih selalu membuatnya gugup tatkala mereka berduaan seperti ini.

"Ehm ..." Lara berdeham untuk menghilangkan kegugupannya. Suaminya masih tak terganggu.

"Hari ini kamu dirumah?" Lara memulai pembicaraan.

"Hmm ..."

"Aku sore ini terbang ke Singapura." Lara melanjutkan, membuat Satria menghentikan kegiatan makannya sebentar.

"Oke." akhirnya menjawab.

"Kamu tidak mau ikut?" tanyanya, dengan penuh harap.

"Pergilah sendiri, aku ada pekerjaan." meneguk jus jeruk disisi kirinya, kemudian mengelap mulutnya dengan kain yang tersedia.

Satria bangkit dari kursinya, "Aku selesai." katanya, membalikkan tubuh tingginya, bermaksud naik ke kamarnya.

"Aku pergi dengan teman-temanku, Satria."

"Ya, baiklah." terus berjalan menaiki tangga.

"Banyak teman laki-laki disana!!" Lara setengah berteriak.

"Terserah," Satria melambaikan tangannya tanpa menoleh, kemudian masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.

Sementara Lara merajuk dibawah, melempar garpu dan sendok ke sembarang arah, kemudiaa terisak.

Sudah berbagai cara dilakukannya untuk mengembalikan senyum pria itu untuknya, namun hasilnya nihil. Kini suaminya itu bahkan bersikap lebih dingin dari biasanya.

Sejak terbukanya skandal perselingkuhannya dengan seorang pria dari kalangan selebritis, Satria selalu mengacuhkannya. Malah kadang tak menanggapinya ketika berbicara ataupun berbuat sesuatu.

Segala cara untuk meminta maaf telah dia lakukan, segala bentuk rasa bersalah telah dia tunjukkan, namun Satria tetap bergeming. Sudah hampir dua tahun mereka tak saling bicara secara normal.

Satria selalu menyibukkan diri dengan bisnis perusahaan keluarganya, sementara dirinya sibuk bersosialisasi kembali dengan teman-teman sosialitanya yang sempat terjeda selama dua tahun setelah skandal itu terbuka ke publik. Dan tampaknya, kini teman-temannya telah menerimanya kembali karena skandal itu sudah sepi dari sorotan.

Seharusnya Lara merasa bersyukur, Satria tak mencampakknnya setelah skandal itu terbuka, malah melindunginya dari kejaran para pencari berita, membungkam semua gosip yang beredar dengan kekuasaan yang dimilikinya.

Namun itu tampak tak cukup bagi dirinya. Dia menginginkan hal lain yang sebelumnya dia dapatkan dari suaminya. Perhatian dan kasih sayang. Namun, tampaknya suaminya itu terlalu terluka dengan perbuatannya. Satria terlalu marah, sehingga menjadikan dirinya tak lagi menginginkannya.

Sempat Satria akan menceraikannya empat tahun lalu, namun Lara memohon dengan bersimpuh dikaki suaminya untuk tak melakukannya. Perempuan itu berjanji takan mengulangi perbuatannya. Dia akan bersikap baik asalkan Satria tak mencampakkannya. Tak membuangnya ke jalanan.

Dia tak bisa membayangkan kalau saja suaminya nekat menceraikannya. Bagaimana dia hidup. Lara sudah terbiasa hidup dengan segala kemudahan yang didapatnya dari pria ity. Uang, kekayaan, dan kesenangan, yang takan mungkin dia dapat dari orang lain.

Walaupun dia tahu Satria sudah tak menginginkannya, dia memutuskan untuk bertahan. Demi hidupnya, demi apa yang telah dimilikinya selama ini.

*

*

Satria menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi kerjanya, menatap langit-langit ruangan itu yang terlihat suram.

Pulang kerumah seharusnya membuatnya merasa nyaman dan hangat. Mengistirahatkan tubuh dan pikirannya dari rutinitas harian yang melelahkan. Pergi mengunjungi satu kota ke kota lainnya untuk meninjau usaha keluarganya, mengontrol para pekerja yang selalu siap sedia melaksanakan perintahnya.

Namun rumah malah menjadi sumber kekesalannya setiap kali dia menginjakkan kakinya di dalam bangunan mewah setinggi dua lantai tersebut.

Menatap sosok perempuan yang dulu sangat dikasihinya, menghadirkan bayangan menyakitkan dalam benaknya. Mengingat penghianatan itu.

Diraihnya amplop besar berwarna coklat diatas meja kerjanya, melihat lagi isinya seperti yang dilakukannya semalam.

Lagi. Perempuan itu melakukannya lagi. Entah untuk yang keberapa kali. Berselingkuh dengan pria yang baru dikenalnya di sebuah bandara di Malaysia saat Satria tengah bertandang ke Rusia menemui ayahnya.

Dan dia yakin kali ini pun begitu. Singapura akan jadi tempat selanjutnya bagi Lara untuk berpetualang kembali dengan pria-pria pemburu wanita matang.

"Huuh ... pernikahan macam apa ini!!" gumamnya seraya melemparkan amplop tersebut hingga isinya bercecer di lantai.

Dia selalu berhianat, dan aku yang mulai bosan. Apalagi setelah kini aku menemukan Fia, yang tak mungkin aku lepaskan lagi. Tapi pak tua itu takan mungkin membiarkan aku meninggalkan Lara.

Satria mengusap wajahnya kasar. Mencari cara untuk melepaskan diri dari belenggu ini.

*

*

Bersambung ...

like

koment

vote!!

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!