NovelToon NovelToon
Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent

Status: tamat
Genre:Kultivasi / Fantasi Timur / Spiritual / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lira Nur

Berawal dari kejadian yang tidak pernah di duga. Peristiwa mustahil yang tidak pernah disangka. Dan takdir yang tidak terduga.

Setelah mengalami Kematian, Shuwan sang Agen mengalami kejadian yang tidak masuk logika. Reinkarnasi? Atau Rebirth?

Takdirnya telah tertulis jauh sebelum dia diciptakan. Perasaan sedih, marah, bingung dan senang yang tak pernah ia rasakan. Kini dia dapat merasakannya.

Tidak dapat disangka kalau kebahagiaan selalu bersifat sementara. Kembali pada dirinya yang dulu, tidak memiliki perasaan dan ekspresi.

Dendam dan air mata harus dibayar dengan sepadan. Kematian dari orang yang dia cintai membuatnya tidak lagi memedulikan sekitar.

Bahkan jika langit runtuh, bumi hancur semua orang mati di tangannya pun. Tidak bisa membayar rasa sakit yang dia rasakan akibat luka lama yang disiram cuka.

Semua ini karena takdir!

Haruskah Shuwan menyalahkan garis takdirnya yang terla

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

T3SA Eps. 12 : Cih Pengganggu! (Dalam Tahap Revisi)

"Dan ia akan tunduk kepada kita tanpa membantah" lanjut pria bermata merah dengan senyum miring nya.

Mereka pun keluar dari ruangan itu tanpa sepatah katapun. Anak dari pria bermata merah itu hanya menghela nafas.

......................

Pagi di sambut dengan hangat di Kekaisaran Qin, Senyum cerah semua orang menambah kesan 'Kebahagiaan' di sana. Walaupun mereka tak tahu, 'Kebahagiaan' yang mereka nikmati hanya sementara.

Setelah perjamuan sarapan pagi, semua tamu dan anggota Kekaisaran kembali ke kediaman masing-masing.

Tapi, para putri dan Pangeran berkumpul di Gazebo paviliun Mawar (Kediaman Putri Bailin). Menurut tradisi, Setelah perjamuan acara ulang tahun.

Anak muda biasanya akan mencari pasangan, disini lah mereka untuk membangun perasaan.

"Salam kepada para pangeran dan putri! " Ucap para putri seraya menundukkan kepala anggun.

"Salam kepada para putri dan Pangeran! " Ucap para pangeran dengan berbagai ekspresi, ada yang tersenyum hangat, ada juga yang datar.

Mereka pun duduk bersama di gazebo, segera pelayan masing-masing mereka menuangkan teh yang sudah tersedia.

"Teh ini berasal dari daratan selatan, teh daratan selatan terkenal akan rasanya yang tidak lengket" Ucap putri Lizan seraya tersenyum dan menunduk sedikit untuk menunjukkan kesopanan atau lebih tepat nya adalah kesombongan.

"Aku pun pernah mendengar kalau teh selatan ini yang paling di cari para bangsawan" Ucap salah satu putri yang berasal dari Kekaisaran Jing.

"Bukan kah selatan itu arah yang berlawanan dari Kekaisaran Qin? " Salah satu pangeran dengan wajah lembut bertanya sambil tersenyum manis.

"Ayahanda kaisar Qin yang membelinya saat ke dataran selatan" Ucap putri Bailin menimpali.

"Kalau tidak salah, itu sekitar dua minggu yang lalu? " Ucap pangeran yang Kekaisaran nya bekerja sama untuk pergi ke selatan. Putri Bailin tersenyum kikuk tapi putri Lizan menunjukkan ekspresi cuek dan berkata.

"Teh ini awet dan akan tidak dapat di konsumsi bila sudah satu bulan"

Para pangeran dan putri lainnya hanya menganggukkan kepala. Mereka pun berbincang singkat, setelah itu kembali ke kediaman masing-masing.

Junsi pun sekarang tengah membaca buku senin pedang, ia juga sedari tadi mencari asal muasal pedang biru ini.

Ia masih bingung kenapa pedang ini masih ada di sini? padahal sudah di buang. Lalu kenapa pedang ini memaksanya ber kontrak?

Di buku sudah ia baca, apabila darah manusia (atau ras lainnya) Menetes di suatu benda pusaka/Hewan spiritual yang memiliki energinya sendiri, maka itu bisa di sebut kontrak hidup dan mati.

Ia membaca dengan tenang, sampai Jinsu dan Rui datang merusak ketenangannya.

"Ada apa? " Tanya Junsi dengan nada yang tidak enak di dengar, Rui hanya bisa menunduk takut.

"Ayah bilang, Kakak harus mengajar kan Rui ber kultivasi! " Ucap Jinsu, ia pun ikut menunduk karena firasatnya buruk. 'Sepertinya aku mengganggu kakak, ia marah'

Brukk

"Baca semua buku itu, sudah selesai aku akan mengajar kan caranya" ucap Junsi seraya menaruh beberapa buku di atas meja. Lalu setelah nya ia pun duduk dan meminum teh juga memakan kudapan.

Jinsu pun akhirnya diam saat ada kudapan di depannya, Ruangan yang sepi juga suasananya yang hening membuat Junsi nyaman. 'Hah! ingin rasanya menghentikan waktu untuk menikmati kenyamanan seperti ini' Batin Junsi sambil menghela nafas. Tapi, Kenyamanan mereka hanya bertahan hingga....

"PUTRI MAHKOTA LIZAN TIBA!! " Suara kasim yang berteriak memecahkan suasana hening, membuat mereka bertiga menoleh ke arah pintu secara serempak.

"Salam kepada para tuan muda Hua" Ucapnya sambil menunduk anggun diikuti senyum khas nya. Dengan berat hati, Junsi, Jinsu dan Rui berdiri untuk menghormati.

"Salam kepada Putri" Setelah mengucapkan itu bahkan belum sempat Lizan menjawab, mereka segera duduk kembali dan mengacuhkan Lizan.

Tanpa disuruh, Lizan pun ikut duduk di samping Junsi.

"Ada apa putri datang ke tempat ini? " Tanya Junsi seraya membalikkan lembaran buku yang tengah ia baca. Sebelum menjawab Putri Lizan tersenyum lalu....

"Ahh, Aku hanya berkunjung, lagipula anda tidak ikut minum teh di kediaman Bailin"

"Acara itu untuk pangeran dan putri, Saya bukan"

"Tapi anda adalah tamu terhormat, sama terhormat nya dengan pangeran dan putri"

"Kalau begitu, bukankah tidak pantas seorang putri yang terhormat mendatangi tempat pangeran? " Tanya Junsi melirik Lizan dengan sebelah alis di naikkan dan senyuman miring nya.

Hal ini membuat Lizan terdiam.... 'Tampan' itulah yang ada di benaknya, ia tak sadar bahwa ucapan tadi adalah usiran halus untuk nya.

"Ekhem" Junsi berdehem dan memperbaiki ekspresi nya, sedangkan putri Lizan langsung salah tingkah. Lizan yang duduk di samping Junsi, langsung mendekat sedikit demi sedikit dengan senyum malu-malu.

Brukk

Jinsu meletakkan buku yang sempat ia pegang, di meja dengan kasar. Rui pun tekejut dan segera menoleh ke arah Jinsu, Junsi hanya melirik dengan tatapan malas.

"Rui, buku itu kau bawa saja! Kalau sudah dipelajari semua datang lah padaku" Ucap Junsi dengan wajah datarnya.

"Kak! Ayo keluar! " Jinsu mulai memasang ekspresi memelas nya, ia melirik ke arah Lizan dengan tatapan jijik.

"Kemana? " Bukan Junsi yang bertanya, tetapi Lizan lah yang bertanya.

"Bukan urusan mu! " Ucap Jinsu.

"Kau! " Mata Lizan melotot ke arah Jinsu, Jinsu segera bersembunyi di belakang Rui.

"Apa? " Junsi bertanya menggantikan adiknya. Ia mulai semakin malas dengan wanita yang satu ini.

"Emm" Lizan bingung hendak menjawab apa.

"Maaf putri, tapi kami hendak pergi jadi harap yang mulia juga pergi" Ucap Junsi seraya menundukkan kepala sedikit.

"Eh?" Belum sempat Lizan menjawab, Junsi segera melewati nya dan berjalan ke arah pintu, ia membuka pintunya dengan lebar dan tersenyum kaku memandang Lizan.

"Silahkan! " Ucap Junsi penuh penekanan di katanya.

"Huh! Kau kira, kau itu siapa berani mengusir Seorang Putri? " Lizan mendengus karena kemarahan nya sudah tak tertahan lagi.

"Saya? Menurut anda saya siapa? " Junsi menghilangkan senyum nya dan menampilkan wajah datarnya lagi.

"Kau hanya Tuan Muda rendahan! Berani sekali mengusir seorang putri terhormat seperti ku! Kau hanya beruntung ayahmu seorang yang penting. Kalau tidak, kau hanya lah rakyat rendahan yang bahkan tak sebanding dengan pelayan pribadiku di istana! " Teriak Lizan dengan kemarahan yang memuncak.

Jinsu hanya diam, ia sudah marah sekarang, sedangkan Rui ia juga diam karena bingung hendak menjawab apa. Lain halnya dengan Junsi, ia tersenyum miring lalu berkata

"Kau bilang aku beruntung karena ayahku seorang yang penting? Kau juga! Kau hanya beruntung lahir dari seorang permaisuri kaisar. Kau beruntung ayahmu adalah kaisar, kalau tidak? Apa bedanya kau dengan rakyat rendahan? " Tanya Junsi dengan senyum miring dan setiap katanya penuh penekanan.

Lizan yang mendengar itu hanya bisa diam menggertakkan giginya.

'Sial! Dia membalikkan kata-kata ku' Umpat Lizan dalam hatinya. Ia pun tak punya pilihan lain dan pergi dengan berat hati.

Akhirnya Junsi, Jinsu, Rui dan Ar Raniry pergi ke taman setelah kepergian Lizan. Tapi Jinsu dan Rui pergi ke kamar Jinsu meninggalkan Junsi dan Ar Ran.

"Ran! Di meja kamarku tadi pagi ada pedang kemarin "Ucap Junsi berbisik ke telinga Ar Ran.

" Apa?! Bagaimana mungkin? "Teriak Ar Ran, Junsi yang di sampingnya langsung menutup telinganya.

" Bisakah kau tak berteriak? Aku tidak tuli! "Ucap Junsi mencibir.

" Hehe Maafkan aku Jun, Habis nya aku sangat terkejut "Ar Ran terkekeh dan Junsi hanya menggelengkan kepala nya.

" Lalu apa yang terjadi Jun? "Tanya Ar Ran.

Junsi pun menceritakan kejadian tadi pagi dari awal hingga akhir. Ar Ran hanya mendengar dengan seksama.

Lalu mereka pun saling berfikir dan terhanyut dalam pikiran masing-masing. Hingga sore pun tiba, Junsi kembali ke kamar untuk mandi. Setelah mandi, ia menunggu pesta di mulai.

Tidak lama Kemudian, seorang pelayan datang dan mengatakan bahwa "pesta akan segera dimulai, para tamu di tunggu untuk hadir di aula kerajaan"

Ia pun pergi, didepan kediaman tamu ayah dan adiknya sudah menunggu nya. Ia tersenyum pada mereka, mereka sudah membawa hadiah masing-masing.

"Kau siap Jun? Jin? " Tanya Zeying sambil menatap anaknya dengan tatapan yang tak dapat di artikan.

"Tentu ayah" Ucap Jinsu penuh semangat, Ar Ran dan Rui tersenyum pada Zeying.

"Pertunjukan akan dimulai" Ucap Junsi, setelah itu mereka pun berjalan beriringan menuju aula kerajaan tempat dimana biasanya acara akan dilangsungkan.

...----------------...

***Hahahaha apa kabar readers?

Baik dong ya 👍👍👍

Semoga sehat selalu, kalau keluar rumah jangan lupa untuk mengenakan masker, jangan lupa juga untuk Menjaga jarak fisik. Semoga pandemi Covid ini segera berakhir.

Jangan lupa Like 👍👍👍👍👍

Komen ✍✍✍✍✍

Favorit ❤❤❤❤❤

Vote⭐⭐⭐⭐⭐

^^^-Love You All😘😘😘***^^^

1
Siti S
Luar biasa
Lim Lam
Thor mana lanjutannya ini
Lim Lam
sadnes and sorrow lagu kesukaan aku nih
Erlina Ibrik
Luar biasa
Erlina Ibrik
mengembalikan * kesadarannya*
Hikam Sairi
mulai baca
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
Buke Chika
q g paham ceritanya trus kaisar Qin itu gimana,ceritanya lari kemana2 dari awal emang membingungkan
Buke Chika
kadang bingung juga sih sm caritanya
Laeli Sulasiyatin
tokoh" utama nya jngan dibuat klah trus thor...

khan jadi sedih baca nya.../Sob//Sob//Sob//Scowl//Scowl//Scowl//Scowl//Scowl//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Laeli Sulasiyatin
kenapa pemeran utama nya selalu kalah oleh musuh...
Ash ?
agak ambigu yah... ga jelas. terlalu sat set, jadi bingung
Buke Chika
Luar biasa
Buke Chika
banyak teka teki emang membuat bingung bukan penasaran
Diah Susanti
jeniusan si shuwan, di tahap yang sama cuma butuh 3 jam😁😁😁😁
Diah Susanti
si kakek juga jahat seperti kaisar ya
Diah Susanti
kayak kucing aja
ayaya
Baca ulang soalnya dulu gk sempat lanjut tapi lupa cerita ny jadi ulang aja sekalian hehe
Qween boboho ¥
terserah author ajah saya mh pusing mending langsung ceritanya 🤭🤭🤭🤭 lanjooot/Hey//Hey//Hey//Hey/
nebula
banyak bangett pertanyaan yg blum terjawab nya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!