NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vara ketakutan

Tok tok

Seperti malam sebelum nya Vara mendengar ketukan lagi sebanyak dua kali, namun kali ini tidak ia tanggapi ia lebih membiarkan terlebih dahulu karena jujur ia merasa ketakutan.

Tok tok

Ketukan itu terdengar lagi untuk kedua kali nya di malam ini, dengan rasa penasaran dan ketakutan besar ia nekat membuka kan pintu, ia membawa senter hp dan juga pisau buah karen hanya itu yang ia punya.

"Siapa ya? Apa ada orang" ujar Vara setelah berhasil membuka pintu dan melihat ke sekeliling benar-benar sepi tidak ada satupun tanda-tanda orang.

setelah cukup lama ia berdiri di depan pintu ia merasa merinding sekujur tubuh dan ia memutuskan untuk kembali masuk dan mengunci pintu nya kembali.

"Sebenarnya siapa si yang ngetuk-ngetuk pintu Mulu, kalo emang orang kenapa harus iseng gitu si" omel Vara, jujur selain takut ia juga kesal karena ketukan pintu itu membuat dirinya tidak tenang.

Karena waktu sudah larut malam ia memutuskan untuk meletakan pisau dan juga ponsel di atas nakas sebelah tempat tidur untuk berjaga-jaga, dan ia langsung masuk kedalam selimut dan tidur.

Namun pada pukul dua dini hari suara ketukan pintu itu kembali terdengar kali ini dengan jantung yang berdetak kencang dan juga keringan dingin yang membasahi tubuh nya Vara berdiri dan hendak mengintip dari celah jendela.

Namun saat ia mengintip ternyata itu Reza, sang asisten bos nya ia terlihat berdiri di depan pintu sembari menggunakan celana pendek serta kaos dan juga dari wajah nya terlihat sangat mengantuk, Vara langsung buru-buru membuka kan pintu.

"Pak Reza, ada apa pak?" tanya Vara, reza yang ditanya malah menampilkan wajah kebingungan.

"Loh kok kenapa, bukan nya mba yang suruh saya kesini katanya mau minta tolong" Vara langsung menatap Reza aneh.

"Pak saya tidak menghubungi bapak untuk meminta tolong, bahkan malah saya kebangun karena mendengar bapak mengetuk pintu kamar saya" ujar Vara, disitu keduanya sama-sama kebingungan.

"Mba serius? Tapi mba sendiri loh yang telfon saya sampe saya terbangun kata nya mau minta tolong makan nya saya kesini" Vara semakin tercengang.

Bagaimana bisa ia meminta tolong sedangkan dirinya saja tidur.

"Pak sumpah saya sama sekali engak telfon bapak, sebentar saya lihat riwayat telfon nya dulu" Vara langsung membuka ponsel nya dan membuka WhatsApp untuk melihat riwayat telfon ya.

Dan benar saja di ponsel nya sama sekali tidak ada riwayat panggilan apa-apa, dan Reza pun membuka ponsel nya dan aneh nya saat ia membuka ponsel di ponsel nya itu ada dan itu tertera nama Vara.

Mereka semakin kebingungan dan heran kenapa bisa begitu harusnya kalau diponsel Reza ada otomatis diponsel Vara juga ada tapi ini tidak ada.

Ditengah-tengah rasa kebingungan mereka tiba-tiba ada suara benda jatuh keras sekali dari kamar sebelah yang terlihat sangat sepi.

Brak!!

Vara langsung lari dan berlindung dibelakang reza dengan badan yang gemetar hebat.

"Pak itu apa, pak Reza saya takut" Reza berjalan mendekat ke arah kamar yang terlihat gelap itu entah itu kamar kosong atau tidak mereka tidak tau.

Tok tok tok

"Permisi, apa ada orang?" Reza mengetuk pintu kamar tersebut sembari minta ijin siapa tau di dalam ada pemiliknya.

Berkali-kali kali Reza mencoba untuk mengetuk nya dan benar saja tak lama keluarlah seorang pria berpakaian batik dengan menggunakan celana hitam dan terlihat dari pakaian nya sangat lusuh, bahkan rambut nya saja berantakan seperti orang yang baru bangun tidur

"ada apa ya pak?" tanya pria tersebut kepada Reza, Reza langsung tersenyum ketika melihat pria tersebut.

"Maaf mas ganggu malam-malam, tadi saya sempat dengar ada benda jatuh apa mas nya tidak apa-apa?" ujar Reza, pria itu hanya menggeleng namun sedikit pun tidak ada raut wajah tersenyum diwajah nya.

"Ohh gitu ya, kirain ada apa mas soalnya tadi kaya ada benda jatuh keras sekali saya takut mas nya kenapa-napa" sama sekali tidak ad jawaban dari pria tersebut, namun tak lama pria tersebut menjawab.

"Saya masuk dulu sudah malam" Reza hanya mengiyakan saja dan mempersilahkan pria tersebut menutup pintu nya kembali.

"Engak ada apa-apa mba, apa dikamar kamu kali mba gelas gitu atau apa jatuh" Vara masih terdiam sembari menatap ke dalam kamar nya.

"engak ada pak, dikamar saya hanya ada gelas satu itupun baru saya buat minum tadi dan masih ada kok disamping tas saya tadi" Reza langsung meminta ijin Vara untuk mengecek nya.

Dan benar saja gelas itu masih ada dan sama sekali tidak pecah, namun ia masih berfikir positif mungkin itu dari kamar yang sebelah nya lagi soalnya kamar nya terlihat masih terang mungkin orang yang ada di dalam nya tidak sengaja menjatuhkan sesuatu gelas atau apa gitu.

"Sudah mba tidak ada apa-apa, kembali tidur saja ini sudah hampir subuh" Vara hanya mengangguk saja dan langsung berpamitan masuk.

setelah Vara masuk, Reza pun berjalan ke arah kamar nya dan segera masuk kembali untuk melanjutkan tidur nya, dan mereka pun memutuskan untuk melupakan kejadian aneh tadi dan kembali beristirahat.

...****************...

Siapa ya kira-kira yang ngetuk-ngetuk pintu kamar Vara, dan siapa juga yang menelfon Reza untuk meminta tolong?

horor banget yaa, kasihan Vara sampe ketakutan gitu wkwk.

Ikuti terus cerita nya yaa akan ada kejutan-kejutan seru lagi nih untuk pembaca😁

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!