Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 13
" Jihan ! Varoo !! " Seru Jen memanggil anak-anak nya yang masih saja belum turun sejak tadi, Jen terus melihat kearah jam tangannya, hari ini mereka akan menghadiri acara ulang tahun Vano putra Varrel Vania yang saat ini berusia 7 tahun, Mereka memang sedikit lama memiliki momongan, hingga akhirnya mendapatkan Vano di usia pernikahan mereka yang menginjak 4 tahun.
" Sayang gak teriak-teriak !" Ucap Derren yang duduk santai di sofa menunggu anak-anak sambil memainkan ponselnya.
" Tapi kita bisa telat, kalau mereka gak turun-turun" Gerutu Jen sambil duduk di sebelah derren dengan kesal.
Derren terkekeh melihat tingkah istrinya itu, anak mereka sudah besar-besar, Tetapi masih saja ada sisi kekanakan dari Jen, Dan itu yang membuatnya semakin mencintai Jen dari waktu ke waktu.
Saat derren hendak menjawab, Varo dan Jihan sudah tampak menuruni tangga sambil mengobrol santai sambil mengobrol tanpa mengetahui jika bunda mereka sedang Sangat kesal.
" Itu mereka sayang, Ayo kita berangkat " Derren meraih tangan Jen sambil tersenyum manis membuat wajah Jen yang tadi nya cemberut tampak mulai tersenyum membalas senyumannya.
Siapa yang tidak akan Luluh melihat senyum lelaki tampan dihadapan itu, Mereka sudah bersama puluhan tahun, namun cinta di antara mereka tidak pernah memudar sedikitpun.
" Kenapa kalian lama sekali, Bukankah kita akan terlambat sampai Disana kalau begitu " Omel Jen pada Varo dan juga Jihan saat mereka sudah berada dihadapan ayah dan bundanya.
Varo dan Jihan saling pandang melihat raut wajah bunda mereka yang masih tampak kesal karena mereka yang terlalu lama.
" Galak Mode On " Batin Varo dan Jihan bersamaan.
" Maaf bunda !" Varo dan Jihan Menghampiri Jen, Memeluk dan mencium pipi Jen bersamaan.
Walau Jen mendengus kesal, ia tidak bisa benar-benar marah pada kedua anak nya itu.
" Jangan di ulangi, Oke " Jen mengelus lembut kepala Jihan dan juga Varo.
" Siap Captain !!" Jawab Mereka bersamaan kemudian mereka terkekeh bersama.
Derren tersenyum tipis melihat Istri dan juga anak-anak nya, Ia berharap keluarganya akan tetap selalu seperti ini.
Sesampainya di Rumah Varrel Vania, Varo dan Jihan berjalan lebih dulu masuk kedalam rumah Abang mereka, Ya Varo dan Vania telah mengetahui jika Varrel dan Fira bukanlah saudara kandung mereka, tetapi hal itu tidak merubah apapun dalam hubungan mereka.
Derren dan Jen hanya menggelengkan kepalanya mereka melihat anak-anak begitu antusias menemui keponakan mereka Vano Sampai melupakan kado yang akan mereka berikan pada Vano.
Di dalam sudah tampak ramai, Memang acara tersebut tidak dilakukan secara besar-besaran, hanya keluarga saja Disana yang datang.
Tampak Orang tua Vania dan Fira, Serta Fira Keanu dan putri mereka Mayra yang usianya sama dengan Vano. Papa dan mama derren serta Kenzo Aletha tidak bisa hadir karena mereka saat ini sedang berada di Eropa. Papa dan Mama Derren selama ini banyak menghabiskan waktu untuk traveling, walau usia mereka sudah lanjut namun semangat mereka tidak pernah pudar.
Cukup selama ini mereka menghabiskan waktu dengan berbagai macam pekerjaan, Sekarang saatnya bagi mereka untuk menghabiskan masa tua Mereka dengan bersenang-senang.
" Varo, Jihan, kalian sudah datang ? dimana Ayah dan bunda ?" tanya Vania sambil memeluk Jihan dan Varo.
" Ada di belakang kak, Dimana Vano kak ?" Tanya Jihan, Pasalnya dia tidak melihat batang hidung Vano di antara orang-orang yang ada di sana.
" Ada, Dia sedang berada di kamarnya bersama Mayra " Jawab Vania
" Oke, aku mau ke sana dulu" Ucap Jihan dengan riang berlari kecil menuju kamar Vano bersama Varo.
Tak lama Jen dan Derren datang dan bergabung dengan yang lainnya. Tak lupa si Kembar Steven dan Stevani juga ada Disana bersama Papi dan mami nya Willi dan Ara.
Rara dan Gabriel tidak bisa datang, Mereka hanya menitipkan Kado buat si kecil Vano, Karena Gabriel mendadak ada pekerjaan keluar kota dan Rara ikut bersama dengannya sekalian mengunjungi Makam Disha yang memang di makam kan di Pemakaman keluarga Disha yang berada di luar Kota.
Malam itu acara ulang tahun Vano berjalan lancar, Sudah lama rasanya mereka tak berkumpul seperti itu karena kesibukan mereka masing-masing. Walau hanya sekedar Makan malam dan berkumpul bersama itu malah lebih dari cukup untuk mereka.
" Kak Varo kapan kembali?" tanya Steven, Kini Varo, Jihan, Stevan dan Stevani tengah duduk berempat di ruang tengah, sedangkan para orang tua Berkumpul reunian di ruang keluarga.
Dan anak-anak tentu sudah istirahat setelah acara selesai tadi.
" Belum lama, Kenapa kalian tidak sekolah di tempat yang sama bersama Jihan ?" Tanya Varo pada Si kembar.
" Terlalu jauh jika dari rumah kak, Sedangkan Stev dia selalu saja susah Bagun pagi" Keluh Stevani
" Mana ada ? Bukannya kebalik ?" Dengus Stevan tak terima.
" Kau !!" Stevani menatap tajam pada saudara kembarnya karena tak terima, Karena pasalnya Stev lah yang selalu sudah untuk di bangunkan. dan karena mereka selalu berangkat bersama, itu membuat Vani ikut terlambat.
Varo dan jihan menggelengkan kepalanya melihat perdebatan tak berfaedah dari saudara kembar itu.
" Sudah sudah, siapa pun itu kalian harus saling mengingatkan, Tidak terlalu jauh sebenarnya hanya setengah jam saja Bahkan jika ditempuh dengan kecepatan tinggi kalian bisa sampai dalam waktu 15 menit" Ujar Jihan menghentikan Si kembar Comel yang tumbuh menjadi Pemuda tampan dan gadis cantik berwajah blasteran tersebut.
" Ntar deh, Kami bilang pada Papi " Jawab Stevani Kemudian, Ia memang sejak awal ingin sekali satu sekolah dengan Jihan Namun karena Steven yang selalu bangun telat membuat mereka harus mendaftarkan ke sekolah yang dekat dari rumah mereka.
Tak terasa mereka berbincang dan bercanda, Tanpa terasa wkatu sudah semakin larut, Ara Menghampiri kedua Putra dan putrinya dan mengajak mereka kembali.
Sedangkan Varo dan Jihan memutuskan untuk tidur Disana, Karena besok weekend mereka menghabiskan waktu bersama Vano dan Mayra karena Keanu dan juga Fira juga Menginap Disana.
Karena Varo dan Jihan tidak kembali Jen dan Derren pun kembali berdua saja membiarkan anak-anak mereka menginap di rumah Varrel, Mungkin Mereka masih rindu dan ingin menghabiskan waktu bersama.
" Ya sudah, Kalau begitu Ayah dan bunda kembali dulu ya, Jihan jangan Nakal, Oke !!" Tutur Jen seakan Jihan masih lah anak kecil. Karena memang gadis itu perlu untuk di peringatkan.
" Siap Bunda !!" Jawab Jihan dengan semangat. Padahal dia juga belum tentu bisa berjanji bahwa ia tidak akan membuat ulah Disana.
" Tenang saja Bun jika Jihan membuat ulah aku akan langsung mengirimnya ke Afrika" Ucap Varrel Terkekeh sambil melirik kearah Jihan yang sudah cemburut mendengar perkataannya.
Sedangkan yang lain ikut tertawa,karena melihat wajah kesal gadis itu.
.
.
.
.
Bersambung
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......