VANO SALVATRUCHA
Putra dari Vino Salvatrucha dan Vira Laurent. pria yang mengambil hampir seluruh sifat ayahnya itu kini tumbuh dewasa, Vano mengambil alih seluruh kekuasaan Salvatrucha dari tangan orangtuanya. Sebagai pewaris satu satunya Vano harus bekerja keras untuk mengembangkan seluruh perusahaan Salvatrucha namun disamping itu sifat gilanya terhadap senjata senjata tajam dan berbahaya memang sudah tidak bisa dihilangkan oleh karena itu selain menjadi pemimpin Salvatrucha Group vano adalah pemberantas mafia terbesar dinegara nya.
Vallen
Gadis delapan belas tahun yang sudah mendapat gelar sebagai pembunuh tanpa ampun, Valen adalah gadis bermata dingin dan tajam. Valen tidak memiliki hati ketika membunuh seseorang, sekali saja dia tahu dirinya dibohongi oleh musuh maka orang itu akan habis ditangan sang mafia unik ini, namun karakter yang dimiliki Vallen berbeda beda. ada saatnya dia menjadi kucing kecil penurut namun ada saatnya dia menjadi gadis tangguh yang membunuh seluruh musuhnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
"kak!!" Teriak Zea dari luar rumah.
Zea masuk kedalam untuk menemui Vano sekaligus bertemu dengan Vallen yang diceritakan oleh keluarganya tadi.
"Kak Vano benar Zea boleh tinggal disini?" Tanya Zea antusias.
"Ya, gunakan kamar bawah didekat kamar Ethan" jawab Vano datar.
Zea senang akhirnya bisa berkumpul dengan para pria tampan dirumah itu ya walaupun mereka semua adalah saudaranya.
"Kak dia,,," Zea menatap Vallen yang sedang duduk lesehan menonton televisi diruang keluarga
"Dia Vallen, alasan mu tinggal disini karena dia satu lagi jangan terlalu dekat dengan nya" ucap Vano.
Zea langsung duduk disamping Vallen, senyumnya mengembang memiliki teman sesama jenis pasalnya Zea tidak pernah memiliki sahabat karena ketiga pria itu sangat posesif padanya.
"Namaku Zea, kau siapa?" Tanya Zea.
"Vallen" jawabnya.
"Mm kau mirip dengan Sarah hanya saja kau lebih cantik" ucap Vallen menatap Zea.
"Sarah? Siapa dia?" Saut Vano mencoba mengulik informasi sebanyak mungkin.
"Siapa dia? Mm Vallen tidak diperbolehkan memberitahu sembarang orang" ucap Vallen.
"Kita teman, kau bisa percaya padaku" bujuk Vano.
"Tidak, kau tidak pernah menikah dengan ku"
Ck gadis ini kenapa pintar disaat yang tidak tepat, Batin Vano.
"Vallen, berteman itu tidak harus menikah. Kita semua berteman kau mengerti?" Ucap Zea memberikan pengertian pada teman barunya.
Vallen mengangguk patuh lalu kembali menonton televisi didepannya walaupun dia sendiri tidak tau acara apa yang sedang berlangsung.
"Kak, aku tidak percaya gadis sepolos ini adalah ketua mafia. Dia sangat cantik dan matanya berbinar,,,,"
"Jangan pernah tergoda dengan wajahnya mungkin saja itu hanya tipuan untuk mengelabui kita" potong Vano lalu pergi keruang kerjanya meninggalkan Vallen dan Zea.
Zea kembali duduk mendekati Vallen, matanya tidak lepas dari manik hitam Vallen memerhatikan seberapa berbahaya orang didekat nya namun tidak ada tanda-tanda bahwa Vallen berbahaya.
"Vallen jika kau tidak tau sinar matahari kenapa kau tau bagaimana cara menggunakan alat alat ini?" Tanya Zea menunjuk remote control AC.
"Kenapa menanyakan hal konyol seperti itu Zea? Ini peralatan setiap rumah" jawab Vallen.
"Lalu kenapa tidak tau matahari?" Tanya Zea heran.
"Karena Vallen hidup dimalam hari" jawab Vallen lagi.
Kak sepertinya kau menangkap kelelawar bukan manusia. Batin Zea.
Zea saja menyerah menanyakan hal hal konyol untuk Vallen toh jawaban nya tidak ada yang masuk akal, dia memilih untuk menemani Vallen menonton dan saat Zea mengganti channel ke acara yang menayangkan film cartoon Vallen terkejut melihat buaya dan hiu sedang berbicara bahkan bernyanyi bersama.
Atasannya sering memberikan tontonan cara menikam dan membunuh tapi berbeda kali ini dan itu sangat membingungkan untuk Vallen.
Disisi lain Vano bekerja didalam ruangannya untuk mencari data sebenarnya dari Vallen namun tidak ada sedikitpun identitas yang sama dengan Vallen. Gadis itu seperti manusia tanpa identitas pasti.
"Identitas nya tidak ada, apa dia bukan warga negara disini? Jika mencari identitas nya diseluruh negara tidak akan ada waktu untuk itu" gumam Vano memainkan jarinya diatas keyboard komputer.
"Haahh!!! Bisa gila aku memikirkan kasus ini, Vallen adalah mafia tapi sikapnya tidak memunculkan aura mafia sedikitpun ditanya juga percuma, disiksa juga sama saja mencari masalah dengan umi"
Vano mengambil ponselnya menghubungi Ethan untuk mencari seluruh data yang bersangkutan dengan Vallen.
"Cari informasi tentang Vallen, temukan apapun yang kau curigai di gudang lokasi penjualan barang ilegal!!" Titah Vano.
"Bos bisakah kau menyuruhku satu persatu? Pekerjaan kantor belum selesai,,,,"
"Jangan biasakan dirimu membantah!!" Ucap Vano memotong kalimat Ethan.
"Lalu kenapa tidak kau saja yang menjadi anak buah dan aku yang menjadi bos" ujar Ethan kesal.
"Ethan!!"
Panggilan maut dari Vano berhasil menggertak kan jantung Ethan, mana berani dia melawan Vano yang bisa merakit bom dalam waktu 5 menit dengan ledakan radius sepuluh kilometer.
"Ba,,,baik bos, kau ingin kapan?" Tanya Ethan langsung.
"Sekarang!!" Jawab Vano menekan suaranya.
Bos tidak tahu sopan santun memang. Batin Ethan
"Baiklah beberapa jam kemudian informasi nya akan ku sampaikan, sudah ya sampai jumpa"
Ethan langsung memutuskan sambungan nya tanpa menunggu Vano berbicara lagi. Tapi walaupun begitu Ethan tetap menuruti seluruh keinginan Vano karena bagaimanapun juga Vano adalah orang pertama yang menemukan Ethan dan membawanya kerumah hingga akhirnya Andre memutuskan untuk mengadopsi nya.