NovelToon NovelToon
Ayah Darurat Untuk Janinku

Ayah Darurat Untuk Janinku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Nikah Kontrak / Menikah Karena Anak / Ayah Darurat / Tamat
Popularitas:326.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

Notes : zona dewasaaaaaa!

“Om nikahin temenku ya? Ntar dapet istri sekaligus anak di hari pertama kalian menikah!”

Ide gila yang muncul dari Tari, membuat masa depan Lea yang hancur lebur menjadi indah.

Siapa sangka? Luca, pria yang Lea nikahi sebagai ayah darurat dari janinnya, telah merubah kehidupannya menjadi lebih berwarna dan berarti.

Akankah Luca menutup mata dengan siapa ayah kandung dari janin di perut istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Pamer Kemesraan

..."Acting itu harus sempurna. Selain di kamar, kita harus pamer kemesraan di depan orang lain." — Luca Harrison...

Pengantin baru itu sudah rapi dan siap menuju restoran hotel, untuk menikmati sarapan pagi bersama keluarga besarnya. Pasalnya, Axel sudah mereservasi sebuah ruangan VVIP, khusus untuk sarapan bersama keluarga besarnya dan Lea.

"Kak, tunggu bentar," pinta Lea saat Luca ingin membuka pintu kamar hotel mereka.

Gadis itu bergegas menatap cermin besar yang ada di dinding kamar hotel itu. Ia mencoba senyum, namun senyuman itu tidak berhasil. Malah semakin membuatnya cemberut.

Luca yang sedari tadi memperhatikan istrinya, ia mendadak penasaran. "Kamu kenapa?"

"Keliatan banget nggak acting aku ntar, Kak?" Lea cemberut dengan bibir yang mencebik manja ke bawah.

Membuat Luca tak tahan untuk tertawa. Pria itu menggelengkan kepalanya karena tingkah lucu istrinya.

"Kamu pernah pacaran?" tanya Luca tiba-tiba. "Nah, coba kamu praktekin apa yang pernah kamu lakuin ke pacar kamu dulu."

"Nggak pernah. Soalnya orangtua aku strict parents." Lea terlihat sedih. Di usianya yang seharusnya merasakan apa itu indahnya cinta, ia malah hamil benih dari pria asing.

"Kakak sendiri pernah pacaran?"

"Belum."

"Bohong." Lea mencebik tak percaya.

Luca melotot dengan ekspresi Lea. "Tau darimana saya bohong?"

"Kemaren ... Kakak nyium aku kayak orang kesurupan."

Luca kembali teringat ciuman sat set yang sama sekali tak direncanakan itu. Singkat, tapi ... cukup membekas.

"Itu ciuman kedua saya."

"Terus, yang pertama sama siapa?"

"Ya sama kamu lah." Luca melipat kedua tangannya ke depan, menatap tajam ke arah Lea.

"Aku?" Lea balik menatap Luca sembari telunjuknya ia arahkan pada dirinya sendiri. "Kapan?"

"Beberapa minggu yang lalu, ada cewe yang katanya mau jadi istri yang baik," jelas Luca mulai membuat Lea kembali teringat peristiwa memalukan itu. "Terus saya iseng nyuruh dia cium. Eh—"

"Aaaa ...," Lea menutup kedua telinganya. "Iya iya aku ingat."

"Stop, jangan diungkit lagi."

Luca tertawa geli melihat tingkah Lea. "Sudah ingat?"

Lea mengangguk pelan. Lalu menatap sedih ke arah suaminya. "Maafin aku. Karena udah ngerebut first kiss Kakak."

Luca tak menjawab permintaan maaf Lea, melainkan ia tertawa dan mengalihkan pandangannya ke perut Lea.

"Badan kamu sakit-sakit?" tanya Luca tiba-tiba.

"Nggak," Lea menggeleng.

"Soalnya kemaren sempat jatuh."

"Kan Kakak pel— ... luk," Lea membuang wajahnya ke samping. "Harusnya nggak papa."

"Katakan kalau kamu ngerasain sesuatu yang aneh. Kita langsung ke dokter."

Lea mengangguk.

"Ayok?" Luca mengulurkan tangannya.

"Hm?" Lea kebingungan.

"Acting itu harus sempurna," Luca meraih tangan mungil istrinya. "Selain di kamar, kita harus pamer kemesraan di depan orang lain."

"Oh iya," sahut Lea balik menggenggam tangan Luca. "Aku juga ada baca beberapa novel tentang kawin kontrak."

"Bahkan ada yang sampai cium—"

"Mau saya cium lagi?"

"Dih ... Kakak. Jangan. Aku malu."

"Ya 'kan biar actingnya sempurna dan natural?" Luca sengaja mempermainkan istrinya sambil memasang mimik wajah serius, namun garis bibir yang kaku karena menahan tawa.

"Yaudah. Boleh."

Luca terbelalak. "Hah?"

"Iya, boleh. Tapiii ...," Lea mencoba mempelototi Luca, "jangan dibibir. Aku belum terbiasa."

"Nanti saya bikin terbiasa."

"Ih, Kak Luca!" Lea merengut manja dengan bibir yang manyun ke depan. Sangat menggemaskan.

Setelah obrolan santai, Luca merasa lega. Gadis yang semula kaku dan waspada terhadapnya sejak awal, kini berangsur santai dan dia tidak lagi terlihat tertekan. Selain demi kandungannya, Luca juga tak tega melihat gadis hamil itu bersedih hati.

Keduanya pun keluar dari kamar dengan wajah yang berseri-seri, persis seperti pengantin baru yang telah menghabiskan malam pertama mereka dengan indah.

"Ehem."

Deheman Gerry dari belakang, membuat pasangan pengantin itu menoleh ke belakang.

Lea tersentak kaget melihat wajah Gerry. Seperti ada sepotong puzzle yang mulai ditemukan. Sekilas ... terlintas desahannya di dalam sebuah mobil mewah dengan seorang pria. Tapi wajah pria itu tak terlihat.

Lea menggenggam tangan Luca dengan sangat erat, dan bersembunyi di balik badan kekar suaminya. Seperti reaksi seseorang yang sedang ketakutan.

Luca yang menyadari hal itu, ia langsung mengerti. Karena kemaren, istrinya sempat mengatakan bahwa Gerry tampak familiar di matanya.

"Wihhh, pengantin baru," celetuk Gerry sambil tertawa lepas.

"Gue belum kenalan langsung nih, sama istri lo."

"Sejak kapan lo di sini?" tanya Luca sambil mengelus tangan istrinya menggunakan ibu jari, agar gadis itu tetap tenang.

"Buset, Luc! Lo berubah drastis sejak nikah," kekeh Gerry melihat sahabatnya yang waspada terhadap dirinya. Padahal, ia hanya penasaran dengan istri sekaligus wanita pertama yang hadir dalam hidup sahabatnya itu.

Toh selama mereka bersahabat sejak SMA, Luca tak pernah sekalipun tertarik dengan wanita. Selain karena introvert, menurutnya cinta-cintaan itu terlalu rumit, karena baginya, cinta dari keluarga sudah cukup dan penuh. Jadi ... untuk apalagi ia mencari cinta selain di rumah? Berbeda dengan ia yang haus akan cinta. Karena di rumah, ia tak menemukan cinta, melainkan kegaduhan yang tiada henti.

"Hai?" sapa Gerry sambil menoleh ke arah Lea.

"Sayang ... aku lapar," ucap Lea manja dengan suara yang tercekat karena memaksakan panggilan 'sayang'.

Membuat Luca terkejut dan langsung menoleh ke belakang. Ia melihat wajah ketakutan istrinya.

"Ger, ntar kita lanjut perkenalannya ya. Istri gue laper."

"Iya dah. Di hajar terus sih tadi malem, laper tuh," goda Gerry sambil tertawa lepas dan bahagia, melihat sahabatnya kini telah berubah. "Sana, anterin dia makan."

"Ayok, Sayang," ajak Luca yang balas memanggil 'sayang'.

Pria itu berdiri di sisi kanan Lea. Tangan kanan pria itu memegang tangan kanan Lea, sementara tangan kirinya memegang bahu Lea.

"Kamu aman di dekatku, tenanglah." Luca membuat istrinya tenang dengan tulus tanpa sedikitpun sandiwara.

Sementara Lea. Ia berangsur tenang karena tindakan pria itu tadi, benar-benar menjaga dan melindunginya. "Makasi, Kak."

"Anytime, Darling." Luca mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Kemudian ia lagi-lagi mengusap lembut bahu istrinya.

Lea yang menerima ciuman sayang itu, berusaha untuk tidak bawa perasaan. Ya karena ia sadar, pernikahan mereka hanya sebatas kontrak, meski jantungnya saat ini tidak aman.

Lagipula menurut Lea, ciuman itu karena ada Gerry di belakang mereka. Tapi nyatanya, Gerry kembali ke kamar, dan hanya mereka berdua di lorong hotel itu saat ini.

Luca ... benar-benar mulai menyayangi istrinya. Sepertinya, kontrak itu tidak berlaku buatnya.

...🌸...

...🌸...

...🌸...

...Bersambung .......

1
Azmy
lea lea jadi perempuan gampangan banget suami bru meninggal udah mau aja di cium2 sama laki lain,tidur bareng lagi murahan amat
Azmy
itulah salahnya mereka masa membiarkan anak perempuan satu kamar sama laki2 apa nggak takut kalo misalx ank di perkaos gtu
Azmy
ih seharusnya yg ngurus lea tari aja kan mereka sahabatan ini kok malah gerry yg notabennya laki2
Azmy
bukankah awal cerita warna mata luca coklat ya thor kok sekarang berubah jadi biru
Aida Rayhan
malah aku jadi malas lanjutinya.
Aida Rayhan
wah kayaknya anak luca sendiri
Nabil Az Zahra
mungkinkah pasien kritis yg dokter sebut itu luca?
Nabil Az Zahra
aku kok mlh mkir ini ulah kinan ya,, 🤔
IRMA ANISA
Kasian banget, untung cuma novel. kalo bneran buat gue ajah, mau kog gue nampung yayang Geri😅
ardan
bagus sayangnya chapternya sedikit
Wisnu Mahendra
saya tebak, yg ngamilin lea itu si luca, tapi yg nganter pulang si gerry
mimief
Sherly ya..kyknya sekretaris nya ini
mimief
wkwkwkwk
terkadang takdir selalu mempunyai cara untuk menertawai kita bukan?
mimief
kok..aku yg nyesek ya liat interaksi mereka
mimief
wkwkkwk...
syok Mak nya
mimief
kyknya Luca juga ga sadar..udah ngelepas keperjakaan nya.
tapi herannya siapa yg ngenter malam itu
mknya pas inget akhirnya dia mau aku aja nikahin lea
mimief
ponakan luknut😔🥺🤣
karinaefraim78_
pelukan luca taa? kok leaa😭😭😭
karinaefraim78_
😭😭😭😭
Nining Chili
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!