Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingatan kembali
...Bab 35...
"Di mana aku?"
Di bangsal rumah sakit, Jhon terbangun. Dia meraba bagian belakang kepalanya yang terasa sakit.
"Jhon, kau sudah sadar. Jangan bergerak dulu. Dokter mengatakan kepala mu mengalami pendarahan. Dokter mengatakan kalau kau kemungkinan besar akan hilang ingatan,"
Jhon memperhatikan orang yang barusan bicara. Dia ingat kalau orang yang baru saja bicara adalah Jasson.
"Sudah berapa lama aku di rumah sakit?" Tanya Jhon. Dia segera mencopot alat infus yang ada pada lengannya lalu duduk.
"Jhon, kau gila ya?"
"Aku tidak apa-apa. Terimakasih karena telah menolong ku,"
"Bicara apa kau Jhon. Kita adalah sahabat. Kalau bukan karena menyelamatkan Jay dan Erik, kau tidak akan mengalami nasib ini," kata David.
"Ini hanya masalah kecil. Tidak mudah membuat ku terbunuh. Setelah ini, mereka akan merasakan pedihnya pembalasan dari ku," ujar Jhon dengan dingin.
Yang benar saja. Dia adalah seorang Jenderal yang membawahi lebih dari lima ratus ribu pasukan. Diintimidasi oleh seorang anak yang hanya mengandalkan identitas orang tuanya adalah hal yang sangat memalukan baginya. Kini ingatannya telah kembali. Mimpi buruk bagi musuh-musuhnya akan segera dimulai.
Perlahan Jhon duduk lalu memusatkan perhatiannya pada tubuhnya.
"Hmmm.., hancur semua," Pusat hawa murni dan tenaga dalam di pusar nya mengalami kerusakan berat. Jika tidak segera diperbaiki, maka keadaannya akan semakin parah.
Jhon meraba cincin kepala harimau di ibu jarinya.
Tingkah Jhon yang aneh ini membuat Jasson dan David saling pandang. Ini membuat mereka khawatir kalau-kalau Jhon mengalami gangguan pada otaknya.
"Ayo tinggalkan rumah sakit ini. Aku tidak bisa berlama-lama di sini!"
Selesai berkata demikian, Jhon segera bangkit dari tempat tidur, kemudian dengan pakaian rumah sakit dia membuka jendela lalu melompat dan menghilang dari pandangan.
"Eh.., apa yang dia lakukan?" Tanya Jasson menatap ke arah David yang juga merasa sangat heran.
"Bayar dulu biaya rumah sakit. Kita akan segera menyusul!" Kata David yang langsung bergegas menuju ke ruangan administrasi untuk melakukan pembayaran.
Di asrama, Jhon mengeluarkan handphone miliknya lalu melakukan panggilan.
"Tuan, anda menghubungi saya. Apakah ingatan anda sudah kembali?" Tanya satu suara yang terdengar sangat merdu di seberang sana.
"Black Rose, bagaimana situasinya?" Tanya Jhon.
"Menjawab anda Tuan. Semenjak anda dikepung, Jenderal Pembantu Henry menarik semua pasukan kembali ke Metro City. Sedangkan pangeran, setelah mengalami pengkhianatan, mengalami penyimpangan kultivasi dan terjebak pada jalan iblis. Dia kini menjadi mesin pembunuh. Dia melakukan pembantaian besar dan Sekte Alamud telah rata dengan tanah. Kini, Pangeran sedang di kurung oleh Grand Warden dan tak ada yang tau bagaimana nasibnya saat ini,"
"Hampir setahun aku hilang ingatan. Saat ini aku tidak memiliki kekuatan. Pusat hawa murni ku rusak parah. Kalian tau apa yang harus kalian lakukan?"
"Kerahasiaan anda terjamin dan tidak ada yang membocorkan. Bahkan Jendral Henry pun tidak tau kalau anda masih hidup. Dia sempat berselisih dengan Pangeran Utara dan menarik seluruh pasukan. Tidak tau bagaimana tanggapannya setelah mengetahui bahwa anda masih hidup,"
"Dia pasti tau kalau aku masih hidup. Karena aku telah menanamkan pembatasan jiwa padanya. Jika aku mati, maka ikatan pada jiwanya akan terlepas. Karena ikatan itu masih ada, dia pasti merasakannya. Tidak perlu khawatir masalah itu. Yang penting untuk saat ini rahasiakan keberadaan ku! Untuk saat ini aku tidak memiliki kekuatan. Praktisi beladiri alam tengah pun bisa mencelakai ku. Kelak ketika aku sudah pulih, aku akan mengajak kalian untuk menyapu bersih medan perang sekali lagi,"
"Lalu apa rencana Tuan?"
"Hanya bisa berusaha selangkah demi selangkah,"
"Baiklah Tuan. Kami akan berusaha untuk mengumpulkan sumberdaya agar anda bisa memulihkan kondisi anda,"
"Katakan kepada kosong satu untuk menemuiku di Villa mahkota Canyon Peak!"
"Sesuai perintah anda!"
Panggilan berakhir setelah beberapa instruksi dari Jhon. Lalu dia melemparkan ponselnya di atas tempat tidur.
*********
Zappaz Village
Di salah satu bangunan Villa yang terletak di sebuah kota bernama Zappaz Village, Seorang lelaki yang tampak sedang menutup matanya mendadak membuka matanya.
Raut wajah lelaki itu terlihat berseri-seri. Ini karena, semedinya dikejutkan oleh sebilah pedang berwarna merah darah yang tergeletak di penyangga nya bergetar seolah-olah ingin melepaskan bilah dari sarungnya.
"Orang itu sudah kembali," kata lelaki itu. Dia berjalan menghampiri sebilah pedang yang terus bergetar itu. Membelai gagangnya sambil berkata. "Merah, tuan mu telah kembali. Apakah kau sudah tidak sabar untuk menghirup darah lagi?"
Sebagai jawaban, pedang tersebut semakin memperhebat getarannya.
"Siapkan kendaraan untuk ku. Aku akan berangkat ke Canyon City!" Kata lelaki itu kepada seorang pelayan.
"Baik pak!"
Lelaki itu bernama Myden Chanester. Dia adalah pengawal pribadi Jhon yang paling setia. Tidak kira apapun yang ada dihadapan, dan apapun yang tersembunyi di belakang, dia tidak akan pernah meninggalkan tuan nya. Dan selalu setia.
Ketika Jhon menyegel ingatannya, dia segera menghilang dari medan merang sesuai perintah dari Jhon. Satu-satunya yang dia bawa adalah sebilah pedang milik Jhon. Dan kini dia tau bahwa setelah menunggu selama satu tahun, Akhirnya majikannya telah kembali. Ini dapat dirasakan dari reaksi pedang yang ada padanya. Karena pedang tersebut adalah senjata spiritual milik Jhon yang langsung terhubung dengan jiwa nya. Andai kekuatan Jhon tidak melemah, dia bahkan bisa memanggil pedang tersebut untuk datang padanya. Tentunya tindakan seperti itu akan sangat menguras tenaga dalamnya. Dan untuk saat ini jangankan tenaga dalam, ataupun hawa murni. Tenaga kasar saja pun Jhon tidak terlalu memiliki.
Dari Zappaz Village, beberapa unit mobil tampak meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Canyon City. Dan ketika tiba di Canyon City, rombongan itu segera disambut oleh tuan Blake.
"Tuan Myden Chanester, merupakan sebuah kehormatan bagi saya karena anda sudi mengunjungi distrik timur ini. Apakah anda punya perintah?" Tanya Tuan Blake dengan sangat hormat.
"Blake, tidak perlu terlalu formal. Tujuan kedatangan ku ke Canyon City ini tidak lain adalah untuk menemui Tuan muda Jhon William,"
"Apa?" Tuan Blake membelalakkan matanya. Canyon City ini ternyata kedatangan sosok raksasa seperti itu, bagaimana dirinya bisa tidak mengetahuinya? "Tuan Myden Chanester, apakah yang anda katakan itu benar? Lalu mengapa saya tidak mengetahuinya?"
"Kau tau, hanya saja kau terlalu sibuk. Tapi syukurlah kalau kau tidak bertemu dengan tuan muda. Karena sejujurnya keberadaannya memang sangat dirahasiakan. Kelak kalau kau beruntung, kau akan bertemu dengannya,"
"Hehehe. Semoga saja saya mendapat keberuntungan itu," kata Tuan Blake penuh harap. Sosok seperti Jhon William, seorang Jenderal muda, pewaris tahta keluarga William yang super kaya, calon menantu Kaisar Agung Bernard, anak angkat Raja Utara, sahabat karib Pangeran Ryan Clifford, identitas yang super wah mana yang tidak dimilikinya. Bahkan salah satu dari identitas ini bisa mengguncang dunia.