NovelToon NovelToon
Sigma Love Story : The Boy

Sigma Love Story : The Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Preman
Popularitas:59.3k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Axel Rio terjebak bertahun-tahun dalam kesalahan masa lalunya. Ia terlibat dalam penghilangan nyawa sekeluarga. Fatal! Mau-maunya dia diajak bertindak kriminal atas iming-iming uang.
Karena merasa bersalah akhirnya ia membesarkan anak perempuan si korban, yang ia akui sebagai 'adiknya', bernama Hani. Tapi bayangan akan wajah si ibu Hani terus menghantuinya. Sampai beranjak dewasa ia menghindari wanita yang kira-kira mirip dengan ibu Hani. Semakin Hani dewasa, semakin mirip dengan ibunya, semakin besar rasa bersalah Axel.
Axel merasa sakit hati saat Hani dilamar oleh pria mapan yang lebih bertanggung jawab daripada dirinya. Tapi ia harus move on.
Namun sial sekali... Axel bertemu dengan seorang wanita, bernama Himawari. Hima bahkan lebih mirip dengan ibu Hani, yang mana ternyata adalah kakak perempuannya. Hima sengaja datang menemui Axel untuk menuntut balas kematian kakaknya. Di lain pihak, Axel malah merasakan gejolak berbeda saat melihat Hima.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dealing

Aku menarik nafas panjang.

Devon benar.

Dan semua yang barusan dikatakannya mengindikasikan kalau mereka ini memiliki hal-hal yang akan menjatuhkanku. Ujung-ujungnya aku akan dimasukkan ke penjara. Dan aku sangat yakin, Devon akan menekanku. Memerasku lebih tepatnya.

Apakah aku siap ke penjara?

Tentu tidak.

Tapi apa lagi yang kucari di dunia? Aku tak punya siapa-siapa.

Hani sudah dimiliki ‘pria brengsek’ di depanku ini. Anak-anak asuhku akan mendapatkan tempat di panti asuhan. Orang tuaku sudah tiada.

Aku single, tak ada tanggungan lagi.

Sebentar, sebentar…

Masa aku menyerah begitu saja?!

Enak di Devon dong?!

“Ya sudah kalau begitu. Kubawa semua info rahasia ke dalam kubur, agar dunia lebih seimbang.” balasku. Aku pun tersenyum ke arah Devon.

Berusaha tenang padahal tanganku ingin sekali ku hantamkan ke wajah sombongnya ini.

Kalau perlu, ayo main kuat-kuatan mental!

Terdengar Baron menggeram, Artemis berdehem.

Saat suara Baron itu, aku tahu Devon akan menyerah.

Baron butuh info.

Ia tampaknya sangat mencintai almarhum istrinya.

Ia tidak menikah lagi setelah istrinya meninggal. Algojo seperti ini bisa-bisanya setia ke satu wanita. Aku penasaran akan dirinya. Seperti apa sifatnya yang sebenarnya. Kalau dia bisa sangat menyayangi seseorang, dia kuanggap mampu berpikir logis.

Dia tampaknya memiliki kemampuan yang dekat dengan ilmu gaib, kenapa tidak ia terawang saja penyebab istrinya meninggal? Apa mungkin dia tahu tapi dia butuh bukti konkret untuk menyeret pelakunya ke pengadilan? Karena hal hal gaib tidak valid di depan hakim.

Ah ya, semua bukti ada di aku.

Tersembunyi di lukisan antik yang diberikan seseorang dari komisi XX perwakilan rakyat. Yang sudah kurobek kanvasnya dan kuambil isinya. Kusembunyikan di tempat yang hanya aku yang tahu.

Apakah aku tahu yang terjadi?

Tidak.

Aku hanya lihat sekilas, hanya membaca itu laporan milik siapa. Isinya diluar tanggung jawabku.

Aku berlagak saja tahu. Padahal aku tak tahu persis. Laporan itu setebal 5 senti dengan berbagai lembar analisa, malas saja aku baca satu persatu.

Apalagi saat itu aku masih SMP, hal itu kuanggap tak penting, lebih penting komik Narutoku daripada laporan hasil otopsi seseorang yang tak kukenal.

Sekarang bahkan aku tak tahu koleksi komikku dimana. Nanti kalau ada uang, aku akan beli sederet sampai tamat, sampai edisi Boruto.

“Buru-buru amat, Pret… Penawaran gue belum selesai.” Terdengar gerutuan Devon.

Senyumku semakin lebar.

Dia menyerah.

Tadi dia tak menyebutkan kalau ada penawaran, hanya sebuah kalimat yang bernada mengancam.

Mungkin dia pikir aku bocah biasa.

Dasar licik… berani-beraninya singa melawan Hyena sepertiku.

Kami hidup di jalanan, sementara kau disinggasana dilayani betina-betinamu. Kami lebih mahir dalam bertahan hidup.

“Jadi, apa peraturannya, Pak Devon?” kurasa aku mulai sekarang akan bersikap resmi padanya. Hubungan kami profesional. Saking bencinya aku padanya, malas saja aku berakrab-akrab ‘lo-gue’ padanya.

“Gitu aja ngambek,” Devon terkekeh.

Sulit dipercaya.

Sikapnya padaku dan ke Hani berbeda 180 derajat.

Dia seperti memiliki 2 kepribadian. Apakah Hani tahu hal ini?

Ah ya, aku baru ingat… aku sudah mencium calon istrinya.

Hehe.

Siapa yang ngambek sebenarnya sekarang? Karena cemburu kau cari-cari celah untuk memenjarakanku?

Dasar kekanak-kanakan.

“Kita duel. Gimana?” Desisnya akhirnya.

Aku mencibir. Sudah kuduga.

“Malu dong, ngajak duel bocah.” Sindirku.

“Oh, takut? Ya udah nyerah aja kasih tau sekarang. Jangan khawatir, nanti ada reward kok, jadi budak gue.” Devon terkekeh.

Luar biasa, Devon Hazel. Tingkahmu membuat adrenalinku meningkat drastis.

“Anda ini memiliki fetish ke anak-anak ternyata ya, pantas bucin ke Hani.” Gumamku. “Bosan sama orang dewasa ya? Sampai saya pun akan dibawa juga?”

Terdengar suara tawa tertahan Artemis.

Sementara Baron ambil nafas tak sabar.

Dan Sang Tetua pun ambil alih.

“Jackson, Axel…” dia menyebutku dengan nama asliku. Untuk mengikrarkan kekuasaannya.

Berhasil untukku.

Aku langsung merinding.

“Gue akan bawa lo ke bapak, tapi setelah itu lo kasih ke gue dokumen istri gue. Gue nggak minta di awal. Tapi di akhir. Begitu penawaran dari gue. Devon, kalo lo gimana?” Tanya Baron.

“Kita duel. Kalau gue menang, lo menghilang dari hidup Hani. Gue akan kasih lo masalah baru biar lo sibuk dikit. Tapi kalau lo menang, gue izinkan lo ketemu Hani sesering yang lo mau, gue nggak akan usik-usik keluarga Hana Sasaki, biar aja mereka hidup selamanya dengan cara penasaran terhadap kematian anak perempuan mereka.”

Aku mengangguk setuju.

“Jadi… Selesaikan dulu urusan lo dengan Devon.” Kata Baron kemudian. “Menang atau kalah, lo tetap akan ketemu Bapak. Tapi kalau data yang lo berikan nggak valid… lo akan berhadapan dengan Artemis.” Kata Baron.

Artemis dadah-dadah padaku. “Yang spek begini enaknya kepala gantengnya dipajang di tembok.”

Aku tarik nafas panjang. Devon akan memberiku masalah baru seandainya aku kalah, aku bisa jadi dijebloskan ke penjara kalau keluarga Hana Sasaki menuntutku. Apakah aku harus mengatakan dalang kejahatan pembegalan itu. Tapi aku tak tahu dimana Irvin sekarang.

Kupikirkan saja belakangan.

Karena mataku menangkap sosok menawan yang berjalan ke arahku.

Lily.

Menghampiriku dengan wajah khawatir.

“Sayang…” Dia langsung memelukku sambil mengecup bibirku. “Kamu nggak papa kan? Masih aman kan?”

Begitu katanya.

Aku awalnya tak mengerti apa yang dia katakan.

Dan kenapa dia menciumku di tengah banyak orang begini.

Mungkin saja dia mencoba melindungiku dari para ‘petinggi’ perusahan di sini.

“Masih aman laaaah, pangkat si Jackson naik drastis dari sampah jadi teh kotak dingin.” Geram Artemis.

“Apa yang terjadi?” Tanya Lily.

“Kamu nggak perlu tahu.” Mereka menjawab serentak, bertiga.

“Kenapa aku selalu tak boleh tahu?!”

“Karena semakin kamu tahu, ibumu bakalan semakin stress. Kamu kan pasti berkeluh kesah padanya.” Kata Baron.

Karena yang bicara adalah Baron, Lily akhirnya bungkam.

“Kamu bilang ke ibumu kalau aku menginap di apartemenmu?” Tanyaku.

“Aku bilangnya ‘pacarku menginap di apartemenku’.” Katanya.

“Dan apa katanya?”

“Hm…” Lily jadi diam.

“Kok diam?” Aku mendesaknya.

“Yah… dia jawab : Kamu yakin mau balikan sama Artemis?”

Aku tarik nafas panjang.

Artemis tertawa terbahak.

Setidaknya keberadaanku belum diketahui oh ibunya Lily.

Kelihatannya aku malah lebih bermasalah dibanding Artemis.

“Nyerah aja Lily, kamu cocoknya sama Alpha, bukan sigma kayak Jackson.” Kekeh Devon.

“Apa sih Devon?!” Lily bersungut-sungut sambil duduk di pangkuanku.

Aku pun berdiri, tak enak kalau pangku-pangkuan di depan orang begini. Lily terkadang tak tahu tempat kapan harus menjaga sopan santun, kapan harus liar, kapan harus kalem.

“Tentukan saja waktunya ya Pak Devon. Saya mau lanjut kerja.” Kulihat di seberang sana, owner cafeku menatapku sambil cemberut.

Aku pun menunduk sedikit untuk berpamitan, lalu masuk ke dalam cafe.

Kusiapkan beberapa camilan untuk ‘tamu-tamuku’ saat Eli bertanya : siapa cewek itu?

Kujawab saja : Pacarku.

Sambil tetap tersenyum.

Beberapa orang bilang senyumku ini bisa meluluhkan hati orang lain, yang lain bilang kalau senyumku ini berbahaya karena mereka menangkap adanya hal buruk yang mengintimidasi.

Tak ada yang benar sih.

Aku tersenyum untuk menenangkan hatiku yang gundah, reaksi tubuhku yang resah.

Dengan tersenyum, aku bisa menyembunyikan kesedihanku, dan ketakutanku.

Dengan kata lain, aku tersenyum untuk diriku sendiri.

Tenang Axel, tenang… begitu kata ibuku dulu sambil tersenyum.

Karena ibu sudah tak ada, sebagai gantinya, aku sendirilah yang tersenyum untuk diriku.

Tenang Axel… tenang saja.

Semua akan berlalu, semua akan baik-baik saja.

1
Hesty Mamiena Hg
kog kalimatnya terputus Madam? 🤔
Hesty Mamiena Hg
hahh! ternyata Mawar yg itu?
tapi aku lupa dmn bacanya Madam.. kekehkehh 🤭
Hesty Mamiena Hg
Gimana bisa baik-baik aja? Udah babak belur gitu, mana dada sm kepala dihantam berkali-kali.. Kepala sm dada itu kan vital banget! Bisa mati babang Jackson ituu..
Paling ringan ya lumpuh ☹️😭😭🤧🤧
S𝟎➜ѵїёяяа
dipikiranku setelah tau kekuatan Devon hanya gini😳😳😳😳😳😳😳😳
hah, kekuatan nya... bahkan Lily aja mengakui klo Devon itu kuat di r4nj4ng.. Layla aja nyerah sama kelakuan Devon yg selalu tau titik s3nsitifnya, cuma yg aman dari jerat Devon Kayla istri Zaki tapi tetep bisa grepe² si Devon nya.
kamu gk salah kah Devon pilih istri Hani... bisa ngimbangi gk dia , aduh kog kasian sama Hani 😬
𝐙⃝🦜尺o
ternyata Devon sangat mengerikan
Anonymous
kalah siy...to enakan...jd budaknya mawarrrr/Smile/
Emi Wash
duh ngeri kali kamu von
Emi Wash
sama mbk mawar aja dah berdarah2 luh jack.... gimana lawan davon nih....
D_wiwied
kan kaaan kalah kaan si Jack, lawan yg ga seimbang ibarat liliput lawan raksasa kejam.. yowes terima aja nasibmu jd budak mbak rose, ntar kan lama-lama bs jd budak cinta eeaaaaa
Gibrany
Tolong POV Hani di munculin, pengen lihat ke bucinan nya mereka
Wiwit Duank
oh my God Jackson 😱😭
Ruliyah Yu Yah
thor gak gae opor a,aq tak dolen nek omahmu
Angspoer: pulkam aku jeng wekekeke ke pangkal pinang
total 1 replies
Nania
hmmmm jiwa psikopet Devon muncul
mbog ma
ya ampunn, masa lalu macam apa sampai devon kaya gituu
lailitq
hani klu tahu jakson begitu karena devon gmn perasaannya ya??
🙃😉
ciannnn..
Indah
Lawan yg gak seimbang kalah jauh dr segi kekuatan n pengalanman.
Gimn kabar Hani thor?
𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱
Biasanya klo yg menjabarkan madam ...cara bertarungnya lbh dr sekedar gedebag gedebug ....😂😂😂😂

Selamat hari rays idul fitri madaaammm 😍😍😍🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Safin Algasiah
bagus, suka bahasa penulisannya
🔥🔥🔥
laaahh baru maubaca pov nya author udah keburu habis 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!