NovelToon NovelToon
Om Arlan Ternyata Suamiku

Om Arlan Ternyata Suamiku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:404.9k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa icha

Di pernikahan Rachel dan Arlan yang baru seumur jagung, Arlan mengalami hal tak terduga yang membuatnya di pisahkan oleh sang istri. Namun, takdir kembali mempertemukan mereka dalam kondisi yang berbeda.

****

Kehidupan Arlan sebagai Dokter terbilang lurus-lurus saja. Tidak pernah tersandung kasus apapun, apalagi tidur dengan wanita.
Namun kejadian malam itu ketika dia berniat menolong Rachel, anak dari keluarga pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. Namun harus berakhir menjadi tuduhan berdasar dan membuat Arlan mau tidak mau harus menikahi Rachel.

Rachel terkenal cukup bermasalah, disebut pembuat onar dan tingkat kenakalannya diluar batas. Terbukti Rachel berniat menjebak seorang wanita yang sudah beristri agar tidur dengan pria lain yang merupakan orang suruhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Arlan melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam, dia berdeham pelan sebelum menatap ayah mertuanya yang sedang serius bermain catur dengan Marchel. Sebelum itu, Arlan juga sudah bermain catur tapi dikalahkan oleh ayah mertua.

“Saya tinggal ke kamar dulu Dad." Pamitnya. Arlan ingin segera tidur karna besok pagi dia ingin mengunjungi orang tuanya. Semenjak menikah dengan Rachel, dia belum sempat datang ke rumah orang tuanya.

“Mau ngapain Arlan? Rachel juga pasti sudah tidur, percuma masih jam 11 balik ke kamar.” Canda Marchel.

Arlan hanya menarik tipis sudut bibirnya. “Saya juga mau tidur, Marchel. Besok pagi sudah harus berangkat ke rumah orang tua saya."

Sementara itu ayah mertuanya tampak mengangguk memberi Arlan ijin. “Hmm, tidurlah. Besok jangan lupa kamu ajak Rachel, Orang-orang dirumah ini sudah pusing mendengar ocehannya.” Tuturnya tampak lelah. Marchel sampai terkekeh mendengar ayah mertuanya sudah muak dengan Rachel, padahal putrinya sendiri dan dulu sangat dimanja sampai tidak pernah dimarahi.

“Sepertinya memang Arlan yang paling sabar menghadapi Rachel, sudah benar kalian dinikahkan.” Ujar Marchel sambil menahan tawa mengejek.

Arlan tidak menanggapi, dia hanya menarik nafas dalam dan pamit sekali lagi untuk pergi ke kamar Rachel.

...*****...

Di dalam kamar, Rachel sedang asik menonton film di layar TV-nya yang cukup lebar. Di atas pangkuannya ada popcorn yang sebelumnya dia minta pada ART. Rachel meletakkan kedua kalinya di atas meja dan menyandarkan punggungnya di sofa. Dia tampak serius menyimak alur ceritanya sampai tidak menyadari saat Arlan masuk ke dalam kamar.

Rachel baru menyadari keberadaan Arlan ketika pria itu berdiri di sebelahnya. “Sudah malam kenapa masih menonton?” Tegurnya lembut, sangat lembut tanpa ada nada marah sedikitpun.

Namun cara Rachel menyikapi teguran Arlan cukup sinis. “Aku mau tidur atau menonton film, itu bukan urusanmu. Lebih baik jangan ikut campur!” Jawabnya ketus.

Arlan melihat remote TV di atas meja, tepat di sebelah kaki Rachel. Dia sudah menunduk dan mengulurkan tangan untuk mengambil remote itu, tapi gerakan kaki Rachel yang menendang remote itu jauh lebih cepat dibanding tangan Arlan. Seketika remote itu terlempar jauh ke lantai.

“Kamu tidak dengar ucapanku?! Jangan ikut campur, terserah aku mau tidur atau menonton film, itu tidak ada urusannya denganmu.” Pekiknya dengan tatapan tajam. Rachel semakin berani karna dia merasa bebas melakukan apapun dirumahnya dan berfikir Arlan tidak akan berkutik di rumah ini.

“Jangan keterlaluan. Meski ini adalah kamarmu, kamu harus patuh pada aturan ku.” Kata Arlan tegas. Dia segera mengambil remote TV dan mematikan TVnya. Hal itu membuat Rachel meradang dan langsung berdiri dari duduknya.

“Arlan! Berikan remotenya padaku!” Teriaknya. Arlan tidak menggubris, dia membawa remote itu ke kamar mandi dan mengunci pintunya untuk membersihkan diri sebelum tidur.

Rachel mengejar Arlan sampai di depan kamar mandi dan menggedor pintunya berkali-kali dengan kasar, bahkan terakhir menendangnya dan membuat Arlan segera membuka pintu kamar mandi. Bukannya memarahi Rachel, Arlan malah menarik tangan Rachel agar masuk ke kamar mandi dan mengangkatnya. Rachel sempat memberontak, tapi setelah itu Arlan langsung mendudukkan Rachel di wastafel.

“Sebelum kamu menyesal melihatku benar-benar marah, lebih baik patuh padaku!” Tegasnya penuh penekan. Arlan dengan tatapan tajamnya membuat Rachel kali ini memilih diam.

“Bersihkan gigimu.” Titah Arlan.

Rachel menerima sikat gigi yang disodorkan Arlan padanya. Dengan perasaan kesal, Rachel terpaksa menggosok giginya. Dia segera turun begitu selesai.

“Aku benar-benar muak hidup denganmu.” Ucap Rachel.

Arlan melirik tajam dari pantulan cermin. “Jika bukan karna aku, malam itu kamu sudah habis di tiduri oleh berandalan. Harusnya kamu berterimakasih padaku.” Ujarnya mengingatkan. Arlan sebenarnya tidak ingin mengungkit kejadian itu karna murni dia sendiri yang ingin menolong Rachel, atas kemauan sendiri. Namun sampai detik ini Rachel tidak pernah berterimakasih, bahkan tidak menganggap bantuannya sama sekali.

Rachel berdecak kesal dan memilih keluar dari kamar mandi. Dia segera naik ke atas ranjang dan menguasai ranjang dengan tidur di tengah-tengah, kedua kaki dan tangan sengaja direntangkan agar tidak ada tempat untuk Arlan.

“Aku tidak rela dia tidur di ranjangku!” Gumamnya kesal.

Tak berselang lama, Arlan kembali dari kamar mandi dan berdiri di depan ranjang dengan tatapan tak habis pikir. Sebegitunya Rachel tidak ingin tidur satu ranjang dengannya.

Arlan tidak kehabisan akal untuk membuat Rachel jera bermain-main dengannya karna selalu menguji kesabaran.

Kedua bola mata Rachel membulat sempurna ketika Arlan tiba-tiba naik dan berada diatas tubuhnya. “Arlan! Menyingkir dari atasku!” Pekik Rachel. Kedua tangannya sontak berusaha mendorong dada Arlan agar menjauh, tapi sayangnya tenaga Rachel tidak ada apa-apanya dibanding Arlan. Sekarang Rachel malah tidak bisa berkutik karna kedua tangannya ditahan oleh Arlan diatas kepala.

“Panik?” Tanya Arlan mengejek. Rachel tampak gelisah dan masih berusaha memberontak denga ekspresi ketakutan.

“Jangan macam-macam Arlan!!" Teriaknya.

Arlan mengangkat sebelah alisnya. “Malam itu kamu menempel padaku dan memohon agar disentuh, kenapa sekarang panik?” Arlan menarik sudut bibirnya, dia tersenyum smirk dan memberikan tatapan mesum untuk membuat Rachel semakin takut.

Rachel menggeleng cepat. “Jangan coba-coba menyentuhku, aku masih virgin!” Rachel semakin panik dan marah.

“Benarkah? Bagaimana kalau aku buktikan ucapan mu malam ini?” Arlan mendekatkan wajahnya berusaha mencium Rachel, tapi wanita itu malah memalingkan wajahnya. Jadi bibir Arlan malah mendarat di leher Rachel. Arlan tiba-tiba ingat kejadian malam itu, leher adalah salah satu titik sensitif Rachel yang membuat Rachel menggeliat tidak karuan.

Arlan mencoba bermain disana untuk memberi Rachel pelajaran. Dia tidak membiarkan satu inci pun leher Rachel bebas dari jangkauannya.

“Arlan hentikan!!” Pekiknya. Wajah Rachel semakin memerah akibat ulah Arlan. Bahkan seluruh tubuhnya dibuat merinding.

“Semakin kamu memberontak, aku justru semakin tidak ingin berhenti.” Jawab Arlan.

“Dasar gila! Dokter mesum!” Umpat Rachel. “Akan aku laporkan perbuatanmu pada Daddy!”

Arlan tertawa mendengar ancaman Rachel. “Menurutmu apa yang akan Daddy lakukan setelah kamu melapor padanya? Aku rasa Daddy akan menyuruhku lebih sering melakukannya agar cepat menambah cucu.” Arlan bicara tanpa ada rasa takut sedikitpun. Dia adalah suami Rachel, semua orang tau jika suami istri bebas memalukan apapun, jadi tidak akan jadi masalah jika Rachel mengadu. Justru Rachel akan mempermalukan dirinya sendiri jika sampai menceritakan apa yang terjadi.

“Arlan!! Berhenti bicara omong kosong. Jangan membuatku hamil!” Rachel semakin panik dibuatnya.

“Kamu memiliki suami, jadi tidak perlu takut jika hamil.” Jawab Arlan santai. Dia dengan berani mulai membuka kancing piyamanya menggunakan satu tangan karna satu tangannya masih digunakan menahan kedua tangan Rachel.

“Tidak! Aku tidak mau! Cepat lepaskan aku!”

Arlan merasa terganggu dengan ocehan Rachel, jadi dia membungkam bibirnya dengan ciuman. Tubuh Rachel bergerak kesana kemari karna memberontak. Tiba-tiba Arlan mengerang kesakitan karna Rachel menggigit bibirnya. Darah segar mengalir dari bekas luka gigitan Rachel.

Arlan mengusap darahnya dengan ujung jempolnya dan itu tidak sedikit.

“Kamu!” Tegurnya geram. Arlan segera menyingkir untuk membersihkan darah di tangan dan bibirnya.

“Bagaimana ini, dia tidak akan mati kehabisan darah kan?” Gumamnya panik.

Rachel ketakutan melihat banyak darah keluar dari bibir Arlan. Dia kemudian segera keluar dari kamar untuk mengambil kotak obat.

1
sherly
novel yg seruu... buat emosi, buat baper ...
sherly
jahat banget si Frans memisahkan suami istri....
sherly
kasian Arlan hanya dimanfaatkan sama si Frans ini....
Suciana Anita Wardani
bagus
Ayna Adam
Kak Icha kok blm bikin kisah David dan Elena kak?
Udah ditunggu hampir sebulan kak
Viona Octavia Purnamasari
yaaah gantung lg ... 🥱
mukeseh hidayati
hallo kak othor q datang lagi 🤣 dari yg baca lucas sampai sini 😂😂
Ayna Adam
Kak Icha tgl brp nih launching karya barunya?
Kisah David dan Elena 🙏
Ko
Aku kira Rachel ini td anak kpd serra & xander...Jd kangen akan kelanjutan kisah keluarga besar serra-xander🥺🙏
Ayna Adam
Kak Icha tgl brp launching novel David dan Elena?
Udah gak sabar nungguin novel baru nih
Ayna Adam
kok blm launching kak?
udah kutunggu loh😊
ayu cantik
gantungan
Alya Safira
k lanjut y
Rubiani
david n elena
Ayna Adam
Kapan launching novel barunya kak Icha?
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
apes banget ya Arlan, gagal maning🤭🤭
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
senangnya lihat mereka durestui kembali
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
eh Rachel hamil
ayudya
sudah end ya..., kayak di paksa tamat Thor?
Sweety_R🌽
lnjt kak 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!