NovelToon NovelToon
Lingkaran Setan

Lingkaran Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: JK Amelia

novel ini untuk sementara sedang direvisi mohon maaf kalau ada ketidak nyamanan dalam membacnya🙏🙏,

Dinda,Arin,Dimas,Dani dan Wiira berencana mengisi liburan setelah ujian akhir sekolah,mereka berencana pergi ke naik ke gunung ciremai.
Fadilah dan Farhan teman teman Dani yang mendengarnya ikut bergabung,mereka adalah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi dikota Jakarta sedang liburan ditempatnya Dani.
Mereka tak menyangka liburan mereka jadi bencada dan mengakibatkan kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Farhan

Dimas masuk kedalam Gua menghampiri Fadilah yang sedang duduk sambil mengakat kedua kakinya dimeja.

"Bagaimana keadaannya?"tanya Dimas sambil duduk disebelah Fadilah.

"Yah begitulah,sebenarnya ramuan apa yang engkau berikan padanya,dia hidup tapi sama sekali tidak bergerak dan ia akan bergerak hanya kalau kamu suruh atau diajak,"tanya Fadilah heran sekaligus takjub.

"Suatu saat aku akan mengajarkannya kepadamu ilmu yang aku miliki, tapi dengan satu syarat,tetap jadi abdi setiaku sampai waktu itu tiba bagaimana,"ujar Dimas.

"Baik,tapi sampai kapan?"tanya Fadilah sambil memeperhatikan Dimas.

"Aku tidak tahu,bila waktunya sudah tepat untuk kamu dan Farhan bisa menguasai ilmuku,aku akan memberikannya,"jawab Dimas.

Fadilah hanya bisa mendesah kesal mendengar jawaban Dimas ada kekecewaan dihatinya,tapi ia tahu,ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Dimas kemudian bangun mendekati Dinda yang hanya terbaring diam,tatapannya kosong menatap keatas langit-langit Gua,ia mengambil sesuatu ditasnya ternyata itu sebuah gaun pengantin berwarna merah.

Dimas memakaikan gaun itu ketubuh Dinda,ketika ia melihat tubuh Dinda,ia mendesah.

"Dinda kamu cantik sekali,oh....Dinda,"Dimas membelai pipi Dinda menatap wajah dan menjelajahi semua bagian tubuhnya,yang masih setengah telanjang.

Jari tangan Dimas mulai menelisik setiap inci tubuh Dinda,tapi ketika ia mulai tidak bisa mengendalikan diri,ia mendengar satu suara bentakan dibelakangnya.

"Apa yang sedang kamu lakukan Dimas?"Fadilah sudah berdiri dibelakangnya dengan mata melotot.

Dimas berbalik matanya balas menatap tajam kearah Fadilah,ia yang sudah dikuasai hasrat menjadi marah.

"Apa yang akan kulakukan itu urusanku,bukan urusanmu Beraninya kamu mengaturku,"bentak Dimas marah.

Fadilah tersentak,ia ketakutan begitu melihat Dimas,mata Dimas mulai memerah dan ia akan segera kehilangan kendali,Fadilah segera meminta maaf,ia tahu bila mata Dimas sudah berubah,Dimas tidak akan bisa mengendalikan diri siapapun akan dihantamnya.

"Maafkan aku Dimas,maafkan aku,"ucap Fadilah dengan terbata sambil memegang tangan Dimas berusaha menenangkannya.

Dimas seketika tersentak,ia kemudian menatap wajah Fadilah yang ketakutan,"Sudahlah...,"kemudian Dimas kembali ketempat Dinda,tapi Fadilah memeluknya dari belakang sambil berbisik,tangannya mulai merayap ditubuh Dimas.

Dimas terdiam,ia memejamkan matanya membiarkan tangan Fadilah bergerak,ia menikmati setiap sentuhan yang dilakukan Fadilah,ia berbalik dan memeluk pinggang Fadilah.

"Fadilah sayangku,kamu memang selalu tahu apa yang sedang aku inginkan,kamu memang yang terbaik,aku harap kamu akan tetap berada disampingku,kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu mau,harta,kekuasaan,keabadian akan berada didalam genggamanmu,"ujar Dimas,sambil menatap Fadilah dengan tatapan begitu dalam.

Fadilah mengalungkan tangannya dileher Dimas sambil berbisik ditelinganya,"aku akan selalu disampingmu,aku akan tetap setia kepadamu tapi ajarkan semua kemampuanmu padaku."

"Untukmu,akan kulakukan apapun asal kamu setia padaku,tinggalkan saja laki-laki bodoh itu,ia tidak akan bisa membahagiakanmu,"ucap Dimas sambil menarik Fadilah kedalam pelukannya.

Tanpa mereka sadari,sedari tadi Farhan sudah ada didepan Gua,ia mengintip dan melihat apa yang terjadi,seketika darahnya langsung mendidih amarahnya memuncak,rasa sakit dan amarah bergemuruh didadanya.

Farhan bermaksud masuk ke Gua dan melabrak mereka yang sedang asyik memadukan kasih,tapi langkahnya terhenti,ia mengurungkan niatnya.

"Apa yang harus aku lakukan,aku tidak mungkin bisa melawan Dimas,Bajing*n kamu Dimas,awas kamu Fadilah akan aku balas penghianatan kalian,"Farhan hanya bisa menyaksikan mereka sambil mengepalkan tangan dan mengutuk dalam hati.

Farhan bergegas pergi ketika sudah tidak tahan melihat perbuatan mereka.

"Jadi selama ini mereka bermain dibelakangku,aku seperti orang bodoh yang hanya dimanfaatkan,awas kalian tunggulah pembalasanku,"gumam Farhan sambil berlari menuruni bebatuan.

Farhan pergi ketepian air terjun berteriak memaki dan melemparkan batu kedalam air telaga berusaha menumpahkan semua kemarahannya.

"Bajing*n kalian,akan kubalas semua perbuatan kalian tunggulah pembalasanku,"teriakan Farhan perlahan hilang tertelan suara air terjun yang jatuh,setelah puas berteriak ia bergegas masuk kedalam hutan menghilangkan rasa kesalnya.

Ia berjalan dan terus berjalan,setelah beberapa lama,ia mendengar suara-suara dan banyak cahaya yang bergerak mendekat kearahnya.

"Siapa mereka,"Farhan bergegas sembunyi dibalik akar-akar pohon besar,ia menunggu kedatangan mereka.

"Dani!!" Farhan terkejut melihat diantara orang-orang tersebut ada Dani.

"Jadi dia selamat,pasti mereka mencari Dinda dan yang lainnya?"Gumam Farhan.

Farhan terus memeperhatikan mereka,terlihat mereka akan menuju kearah air terjun.

"Gawat,aku harus memberi tahu kedatangan mereka,"Gumam Farhan lagi sambil terus memantau mereka.

Setelah mereka jauh,Farhan bergegas kembali kearea air terjun,tapi ia berhenti.

"Kenapa aku harus memberi tahu kedatangan mereka,biarkan saja,ini kesempatan untuk membalas mereka,aku bisa memanfaatkan mereka untuk membalas dendam,"ungkap Farhan.

Farhan kembali melangkah,tapi jalan yang ia lalui berbeda dengan mereka,jalan itu lebih cepat dari jalan yang ditempuh Dani dan tim penyelamat.

Farhan sampai disana,ia melihat Fadilah dan Dimas sudah ada disana,Farhan berusaha menenangkan hatinya yang kembali bergemuruh,amarahnya kembali datang melihat wajah Dimas dan Fadilah.

"Sabar Farhan,kita tunggu waktu yang tepat,"Farhan berusaha menguatkan dirinya sendiri.

Farhan melihat kearah Fadilah yang tersenyum melihat kedatangannya.

Farhan berusaha menutupi perasaannya,ia membalas senyuman Fadilah dan menghampirinya.

"Farhan apa kamu sudah mengecek semua persiapan untuk nanti,ingat tidak boleh ada yang terlewat,"ujar Dimas sambil mendekati Farhan.

"Sudah,aku sudah mengecek semuanya,semuanya beres,"Jawab Farhan sambil melirik kearah Fadilah dan Dimas.

"Awas kamu Fadilah,Dimas, tunggu dan lihat ada kejutan yang akan datang,"gumam Farhan ia sengaja tidak memberi tahu kalau banyak orang yang sedang menuju ketempat mereka.

Dimas yang sedang memeperhatikan Farhan curiga,ia melihat Farhan tersenyum,"Farhan apa ada yang mau kamu bicarakan?"Dimas menatap wajah Farhan menyelidiki mencari sesuatu.

"Tidak ada,aku hanya senang sebentar lagi purnama akan penuh,dan kita akan mendapat keabadian seperti yang kamu dan tuan kita bilang,"sahut Farhan berusaha menyembunyikan perasaannya.

"Yah,jangan khawatir apapun yang kamu inginkan akan dipenuhi oleh tuanku selama kamu bisa setia padanya,"ungkap Dimas sambil melirik Fadilah yang dipeluk Farhan.

Ketika mereka sedang berbincang,tiba-tiba Dimas berhenti,ia menatap sekelilingnya dan matanya terlihat begitu marah.

"Kita kedatangan tamu,mereka sudah dekat,"ungkap Dimas sambil memperhatikan sekelilingnya.

"Ada apa Dimas?"ucap Fadilah melihat wajah Dimas berubah serius.

"Kita kedatangan tamu,padahal aku sudah memagari semua hutan agar tidak ada yang bisa masuk kearea sini,"gumam Dimas.

Farhan mengumpat dalam hati,ia tidak menyangka Dimas bisa mengetahui kedatangan mereka begitu cepat.

"Sialan,hebat juga dia,tapi aku mau lihat sampai dimana kemampuannya untuk bisa melawan mereka,aku harus waspada dan terus memantau situasi,"gumam Farhan.

"Kalian pergilah menjauh ada yang harus aku lakukan,"perintah Dimas.

"Baik..."sahut Farhan dan Fadilah berbarengan.

"Kurang ajar ternyata mereka sudah mendekat,aku kecolongan,aku kira aku bisa mengecoh mereka,aku harus segera memagari tempat ini,supaya mereka tidak akan bisa kesini,sampai aku menyelesaikan semuanya,"Dimas bergegas pergi ketepi air terjun,ia duduk bersemedi sambil membaca mantra,tak berapa lama terdengar suara gemuruh dari berbagai penjuru hutan dan bermunculan bola-bola api yang menyala mengelilingi Dimas.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
sekian lama baru up lagi euy ..hampir aja lupa kisah nya 🤣
Amelia: 🙏🙏...lg repot insyaallah akan sering up sampai selesai..mksh msh setia nungguin /Heart//Heart//Heart//Rose//Rose/
total 1 replies
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
blm up lagi ya kak
tundra mahkota
dasar pemuja iblis keparat
Abu Yub
aku datang lagi dedek/Beer/
Abu Yub
aneh
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kurang ajar banget itu para iblis
❤️⃟Wᵃf YULI A
padahal kepsek nya cewek... tapi menganut sekte sesat... mungkin siswanya juga udah banyak yang jadi korban....
⫷ TՏᑌᗰᗩ ⫸
sekte sesat sdh masuk sekolah ,
mana berkuasa pula kepala sekolah
ruwet
tundra mahkota
wah anggota tersembunyi nih
Abu Yub
Lanjut thor
Amelia: mksh Abu ayub udah mampir...🙏❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
tundra mahkota
Dinda bisa dititipkan Ama kyai safi tapi saat ditengah jalan pasti dicelakai Ama Fadillah dan Dimas
Abu Yub
sip deh.berlanjut
⫷ TՏᑌᗰᗩ ⫸
kenapa Dinda ngga di titipkan di pondok kyai Syafi'i ,
supaya aman di pesantren kan saja
❤️⃟Wᵃf YULI A
beneran... tapi orang-orang nganggep trauma .
Abu Yub
lanjut thor
⫷ TՏᑌᗰᗩ ⫸
syukur , gagal ritual Dimas
pergilah ke alam baka buat makhluk tekutuk di hutan itu
❤️⃟Wᵃf YULI A
menegangkan... itu semua dijadikan pelajaran untuk Dinda dan untuk semua orang... segala sesuatu harus berhati-hati... dan restu orang tua adalah sesuatu yang penting.. orang tua melarang bukannya nggak sayang... justru mereka menghawatirkan kalian...
jangan sembarang ke tempat orang.. semua tempat ada peraturannya masing-masing. saling menghargai...
⫷ TՏᑌᗰᗩ ⫸
semoga gagal ritual Dimas
kembali jadi ke aslinya kakek peot
❤️⃟Wᵃf YULI A
Alhamdulillah.... sepertinya ada secerah harapan....
dr awal aku juga udah curiga sama Dimas...
❤️⃟Wᵃf YULI A
pasti gagal nih rencana mereka. kiyai Syafi'i pasti bisa menemukan mereka... berarti ini tu aliran sesat y... banyak pengikutnya begitu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!