" Liat saja nanti, akan ku buktikan kalo aku bisa berhasil !! " batin Hania. Kata kata mencemooh dari tetangga bagaikan makanan dan vitamin bagi Hania.
" Cerita tentang seorang gadis dari keluarga broken home. Yang tidak mau mengenal cinta karena perceraian orang tua. "
Tapi apakah hatinya baik baik saja ketika ada yang menawarkan cinta untuknya ?
Ini karya pertama.. dan sedang dalam review untuk kontrak dengan platform ini.
Cerita ini tidak terbit di platform lain...💙
Mohon dukungannya...Semoga berkenan..
Enjoy.. 💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ReeRee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Malam itu Hania bersama Mami Naya, Herry dan oma opa dari pihak papi berkumpul dirumah mami Naya.
Mereka mau merayakan kelulusan Hania dengan acara kecil kecilan.
Mami Naya dibantu Mami Sintia mempersiapkan berbagai makanan sederhana tapi lezat karena dua wanita ini sangat pintar memasak.
" Assalamulaikum.."
" Walaikumsalam.."
" Papi ayuk masuk.. Hanya kita aja..Naya gak undang siapa siapa..." Mami Sintia mengajak suaminya untuk berkumpul bersama oma opa Tjipta.
Papi Adipati salim dengan oma opa yang kebetulan lagi duduk di ruangan keluarga.
" Rama mana Tia ? " tanya Mami Naya
" Rama mana pi ? " Mami Sintia malah bertanya ke papi Adipati.
" Rama emang dimana ? " Papi Adipati malahan bertanya balik
" Gimana sih pi..malah nanya balik.. Emang belum pulang? yodah mami aj yang telpon.." kata Mami Sintia akhirnya
Pak Adipati terlibat pembicaraan dengan opa Tjipta. Obrolan santai dengan topik yang lagi in akhir akhir ini.
Sedangkan Herry dan Hania sedang duduk duduk santai setelah mereka membersihkan diri tadi.
" Dek.."
" Hemm.."
" Apa kamu tertarik kerja di perusahaan Om Adipati ? " tanya Herry
" Hmm.. Masih belum tau kak.. Temen temen Hani sih ngajak iseng gitu buat apply ke RS Group.. Tapi liat nanti deh.."
" Yah gapapa..dicoba aja.. Kali aja rejeki.. itu perusahaan besar..setidaknya bisa menambah pengalaman..Kalo pun ntar gak cocok, bisa cari yang lain..toh kamu masih muda.."
" Iya kak..nanti Hani pikirin..."
" Tadi koq kakak sekilas liat Rama yah di cafe tadi..tapi mungkin salah liat..." Herry emang sempat melihat Rama dan kawan kawan bersama Hania di depan cafe.
" hmm.."
" Apaan sih hmm..elu mah kalo ditnya kebiasaan jawabnya irit banget.." Herry mendengus
" Iya tadi ketemu di cafe..gak sengaja.. Ternyata pemilik cafe teman dia.."
" Ooh.. Trus gimana ?"
" yah gak gimana gimana...emang lo harepin apa ?".. Nah kan Hania kembali ke mode singa kalo lgi obrolin cowok..
" Woy..woy..santai sister.. Yodah gapapa.."
" Herry, Hania ayok masuk..kita makan makan nich..udah ngumpul semua.." ajak mami Sintia yang tiba tiba muncul di pintu belakang
" Iya tan..." Jawab Herry
" Emang ada siapa aja sih.." Batin Hania
Dia masih sering teringat oma opanya yang telah berpulang. Walaupun masih ada oma opa Tjipta, tapi Hania masih rindu dengan orang yang telah membesarkan dia.
" Eh..Ram.."
" Iya bang.."
...FLASHBACK ON...
" Halo ma .." Rama menjawab telpon mami Sintia.
" Ram, udah pulang belum ? "
" 5 menit nyampe.."
" Yaudah..nyampe rumah, mandi trus langsung ke rumah Hania.. Kita udh ngumpul disini buat rayain kecil kecilan karena kelulusannya hari ini.."
" Kalian aja mah..aku capek.."
" Gak mau tahu pokoknya kesini..buruan.." Mama Sintia memaksa
" Rakha ama Raina suruh pulang cepet deh..supaya mereka bisa mami suruh ke acara mami.." Rama udah mulai kesel, tapi ada semacam perasaan yang menyuruh dia ke rumah Hania
" Ish..udah kami tunggu...tinggal kamu yang belum datang..."
Tuutt
" Paan sih mami..."
FLASHBACK OFF
" kenapa dia disini sih.." Batin Hania
Mereka berdua diam tanpa menatap satu sama lain.
" Baiklah karena semua sudah berkumpul, sebelum kita menikmati mari kita panjatkan syukur karena Hania anak kami sudah bisa menyelesaikan studinya..Mami sangat bangga nak.. Oma opa terlebih lagi.." Kata mami Naya dengan berlinang air mata