Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.
Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.
"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 : Ingin Cepat Pulang
...Selamat membaca semuanya.....
Dering telepon berbunyi, Boris mengangkat panggilan tersebut. Suara saudara kembar itu berteriak melengking di telinganya.
"Astaga! Kalian ini!" sentaknya terkejut karena teriakan mereka.
"Kakak, kita hari ini mau pulang ya! Mau dibawakan apa?"
Teringat Rania sedang berada di rumahnya, Boris panik dan menegapkan duduknya. Bagaimana jik kedua adeknya tahu kalau dia membawa Rania pulang ke rumah. Bisa-bisa dia habis diejek dan ditertawai oleh mereka.
"Tidak perlu pulang!" dengan nada yang gugup, Jessy merasa ada yang tidak beres.
"Kenapa? Aku sedang tidak ada jadwal syuting, dan Jackson kan memang pengangguran"
"Mulutmu Jess! Aku sudah mampu menghasilkan lebih banyak uang daripada kamu ya!" Jackson tidak mau kalah berdebat dengan Jessy. Boris memijat pelipisnya mendengar keributan diseberang sana.
"Tidak perlu pulang! Semalam ada tikus, belum sempat tertangkap." mencoba memberi alasan yang masuk akal.
"Baiklah Kakak, kalau sudah tertangkap kabari kami ya!" Jessy bersuara lantang. Tut.. Sambungan telepon terputus. Boris menghembuskan napas lega, dia lolos dari ejekan anak kembar yang jahil itu.
Tumpukan berkas di atas meja sudah membuatnya pusing. Jangan sampai dia pulang dua anak jahil itu membuatnya semakin lelah. Tapi hari ini berbeda, rasanya dia ingin sekali cepat menyelesaikan pekerjaannya. Karena di rumah ada seorang bidadari yang sedang menunggunya, dia sudah tidak sabar untuk pulang.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" seorang wanita dengan pakaian minim masuk ke ruangan Boris, dua buah dada yang besar tidak menarik sama sekali untuk dipandang. Paha mulus yang terpampang jelas juga mata Boris enggan menatap.
"Tuan Boris, ini berkas yang harus ditanda tangangani.." ungkapan itu diucapkan dengan nada yang dibuat-buat manja. Terdengar menjijikan, dan tidak pantas sekali.
Rahang yang mengeras, tatapan mata yang tajam kepada Viviana, bawahan Boris, "Kamu ingin bekerja atau menggoda saya?" Brak.. Dokumen tadi di hempas kasar ke atas meja. Aura dinginnya muncul saat beradu tatap dengan wanita tersebut.
Tak.. Tak.. Tak.. Suara sepatu hak tinggi itu mendekat perlahan ke depan meja besar di depannya. Tubuh yang merunduk memperlihatkan belahan dada yang cukup besar itu di depan wajah Boris. Pria itu langsung memalingkan wajah tanpa minat melihat dua buah itu.
"Aku tidak minat dengan tubuhmu. Keluar dari ruangan saya sekarang!"
"Tuan Boris, sungguh tidak tergoda?" masih dengan nada yang manja, wanita itu menggoyangkan buah dadanya. Namun itu semakin membuat Boris sudah tidak tahan lagi untuk meluapkan emosinya.
Brak.. Dia menggebrak meja, menatap nyalang ke arah wanita di depannya. "Keluar dari ruangan saya sekarang!" teriakan bentakan yang menggema itu sedikit membuat Viviana takut, wanita itu langsung keluar dari ruangan tersebut.
Dada yang naik turun mengontrol amarahnya, "sejak kapan perusahaan ini merekrut sampah sepertinya? Sialan!" meluapkan emosi dengan umpatan salah satu cara yang bagus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah yang lumayan besar milik Boris, hanya ada satu bidadari cantik sedang merasa bosan di kamar.
"Ternyata membolos itu tidak seru" ujarnya menatap handphonenya.
Jarinya mengscrol akun sosial media dan matanya melihat satu postingan yang tidak asing untuknya.
"Inikan?" matanya melirik ke arah bingkai foto di meja dekat ranjang tersebut, matanya membulat. "Sejak kapan dia memiliki hubungan dengan artis dan penyanyi populer?" keterkejutannya akan seorang Boris belum bisa dia cerna.
Sudah bertahun-tahun dia bersama Boris, tapi tidak tahu keluarga Boris. Aneh, tapi ternyata Rania tidak terlalu mempedulikan hal yang harusnya sangat penting untuknya.
Tapi, dia teringat kembali bahwa dulu dirinya masih sibuk jatuh cinta dengan seorang pria yang ternyata justru mengkhianatinya.
"Ternyata dulu aku tidak terlalu sepeduli itu denganmu, Boris" senyuman getir ditambah penyesalan sedikit karena hal yang sudah lalu.
Suara pintu terdengar terbuka, "Itu pasti Boris!" serunya langsung bergegas keluar kamar ingin menyambut kedatangan Boris.
...Bersambung.....
Terima kasih semua yang sudah mampir, jangan lupa like dan komen ya. Jaga kesehatan ya buat kalian..