Berkali-kali gagal membina rumah tangga membuat Rosiana menjadi wanita yang kuat dan ambisius. Apalagi, saat Rosiana mendapati sang suami di pernikahan ketiganya berselingkuh.
Wanita itu kemudian bertemu dengan seorang pria yang lebih muda darinya dan membuatnya jatuh cinta. Namun, apa jadinya, jika pria yang menjadi selingkuhannya itu justru mencintai anak gadisnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEIRING BERJALANNYA WAKTU
Hari-hari berlalu semenjak kematian suaminya. Setiap hari, Rosiana menangis. Mengenang semua kenangan tentang Rian.
Banyak sekali kenangan indah yang mereka ukir di rumah itu membuat Rosiana seringkali menangis karena mengingat semua tentang Rian di rumah kontrakan itu.
Setelah Rian meninggal, Rosiana melanjutkan hidupnya dari uang kompensasi yang diberikan perusahaan karena Rian mengalami kecelakaan di tempat kerja.
Selain itu, Rosiana juga menerima uang belasungkawa dari teman-teman sesama pekerja kuli bangunan. Dengan diwakili sang mandor dan beberapa orang pekerja, mereka datang mengucapkan belasungkawa dan memberikan amplop berisi uang.
Sementara itu, gaji terakhir Rian, Rosiana pakai untuk biaya ambulans yang membawa jenazah Rian ke kampung halaman.
Hampir setiap hari, Mpok Lena dan para tetangga datang ke rumah Rosiana. Memberi dukungan pada ibu muda itu agar tetap semangat menjalani hidup.
Memang sedih ditinggal orang yang kita cintai, tetapi, hidup terus berlanjut. Laras masih kecil. Dia butuh kasih sayang dari ibunya untuk melanjutkan hidup.
Saat tabungan Rosiana mulai menipis, Mbak Susi kembali menawarkan pekerjaan pada Rosiana. Mbak Susi bilang, banyak pelanggan yang menanyakannya karena merasa puas saat dilayani oleh Rosiana.
Rosiana awalnya ragu karena dia merasa bingung, seandainya dia bekerja bagaimana dengan Laras?
Namun, nasib baik sepertinya berpihak pada Laras. Saat dirinya merasa kebingungan, ada sepasang suami istri yang mau menjaga Laras.
Sepasang suami istri itu sudah lama menikah tetapi, belum dikaruniai anak. Oleh karena itu, dia meminta pada Rosiana untuk mengangkat Laras sebagai anak mereka. Tetapi, tidak benar-benar menjadikan Laras sebagai putri mereka.
Sepasang suami istri itu ingin menggunakan Laras sebagai pancingan agar mereka juga bisa punya anak. Apalagi, Laras adalah anak yatim. Mereka berharap semoga dengan ikut merawat Laras, dia mereka yang ingin segera memiliki momongan dikabulkan oleh Tuhan.
Atas saran dari Mpok Lena, Mbak Susi juga tetangga yang lain yang dekat dengannya, akhirnya Rosiana setuju dengan itikad baik suami istri itu. Apalagi, mereka juga tinggalnya di depan rumah Rosiana.
Jadi, Rosiana tidak merasa khawatir kalau sepasang suami istri yang merupakan tetangganya itu akan berbuat jahat pada Laras.
***
Rosiana kembali bekerja di salon Mbak Susi. Seperti perkiraan Mbak Susi, salon miliknya semakin ramai semenjak Rosiana kembali bekerja di sana.
Banyak pelanggan baru dan lama yang berdatangan membuat Mbak Susi merasa senang dan juga pegawai lainnya pun merasa senang. Semakin ramai salon Mbak Susi, semakin aman mereka bekerja di sana.
Waktu semakin berlalu, semakin hari wajah Rosiana semakin cantik. Melihat wajah cantik Rosiana, tidak ada yang menyangka jika Rosiana adalah seorang janda beranak satu.
Tubuh Rosiana yang terlihat sempurna dan wajah cantiknya juga umur Rosiana yang baru menginjak dua puluh tahun membuat wanita itu kembali seperti gadis yang belum pernah menikah.
Banyak pria yang menyukai Rosiana. Mereka mengajak Rosiana untuk menjalin hubungan, tetapi, Rosiana tidak mau menerima mereka.
Fokus perempuan itu saat ini adalah bagaimana caranya agar dia bisa menghidupi dirinya dan juga Laras, putrinya.
Sampai pada suatu hari, Laras bertemu dengan Kevin. Pria dewasa berusia tiga puluh tahun yang berparas tampan dan sangat royal padanya.
Setiap kali Kevin mengajak jalan, laki-laki itu tidak segan-segan mengeluarkan uang yang begitu banyak demi mendapatkan cintanya Rosiana.
Rosiana yang memang membutuhkan banyak uang tentu saja tidak melewatkan kesempatan. Dengan terpaksa, perempuan itu akhirnya menjalin hubungan dengan Kevin.
Hampir setiap malam, Kevin mengajak Rosiana pergi jalan-jalan. Laki-laki itu memberikan apa saja yang Rosiana minta. Bahkan saat perempuan itu tidak meminta pun, Kevin membelikannya.
Namun, terkadang Rosiana menolaknya. Daripada diberikan barang mahal yang sebenarnya dia tidak begitu memerlukannya, lebih baik Rosiana meminta mentahannya saja.
Uang lebih berguna bagi Rosiana sekarang. Dengan uang, Rosiana bisa membelikan semua kebutuhan putrinya. Rosiana juga bisa menabung agar dia bisa mewujudkan impiannya.
Membuka salon kecantikan sendiri adalah cita-cita Rosiana dari semenjak dirinya masih remaja.
"Sayang, kamu benar-benar tidak mau membeli baju ini?" Kevin menunjuk ke arah dress cantik yang masih dipajang di manekin. Kevin sedang membayangkan, seandainya Rosiana memakai baju itu, dia pasti akan terlihat sangat seksi.
"Kemarin kamu sudah membelikannya, Mas. Baju, tas, juga sepatu yang kamu belikan sudah banyak. Daripada buat beli baju, mending uangnya kamu kasih ke aku. Uang itu lebih berguna buat kebutuhanku juga anakku, Mas, dibanding barang-barang mahal yang kamu belikan untukku." Rosiana menggandeng lengan kekasihnya.
Semenjak mereka menjadi sepasang kekasih, Rosiana mengatakan siapa dirinya sebenarnya.
Kevin juga tahu, jika Rosiana adalah seorang janda beranak satu. Bagi Kevin, itu tidak masalah. Toh! Rosiana masih muda, tubuhnya bak gitar spanyol, wajahnya sangat cantik, orang bahkan pasti tidak mengira jika wanita muda itu adalah seorang janda. Lagipula, apa bedanya janda sama perawan?
Lebih baik janda, sudah ketahuan dia tidak perawan karena sudah menikah daripada gadis tapi rasa janda alias gadis yang sudah tidak perawan.
"Aku akan memberikan uang juga barang yang kamu inginkan. Kamu hanya tinggal mengatakannya padaku, Sayang," ucap Kevin melepaskan tangannya dari Rosiana.
Lelaki itu kemudian memberikan kartu ATM pada Rosiana.
"Ini untukmu. Kamu bisa memakainya untuk keperluanmu dan Laras. Nanti akan aku tambah isinya setiap bulan."
"Mas, ini–"
"PIN nya tanggal jadian kita."
Kevin mengusap kepala Rosiana kemudian mencium kening wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu.
"Aku mencintaimu, Ros."
BERSAMBUNG ....
seperti nya nggak rela deh klo Rosiana nya berubah seperti ja**ng begitu 😒😒
Raka lelaki yng tidak bisa bertanggung jawab , kasihan Kiara jatuh ke tangan papa nya 😠😠
lawan terus Ros dan jangan takut dngn ancaman nya si Rita gelooo
adik anda yng baji- ngan yng nggak setia sm Ros 😡😡
begitu yg kutahu hehehe.
Jadii ya mbaaak Rita ,walaupun niat kamu g ngasih gono-giniii,tp tetep g bisa kalo pengadilan memutuskan .
perkara kan sajah suami biadab mu itu Ros