kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.14 memanen kentang
Tiba tiba, ada beberapa prajurit yang melintas, membuat lili dan pelayan nya langsung bersembunyi di balik dedaunan.
"Yang mulia, ada prajurit istana."
"Humm, jangan berisik. biarkan mereka pergi dulu, baru kita hancurkan gembok nya lagi."
Jujur saja, di situasi seperti ini, lili tampak begitu takut. Dia hampir saja ketahuan oleh para prajurit istana. Bisa bisa nanti nya, mereka akan mengatakan hal tersebut kepada kaisar kejam itu. Dari pada jadi masalah, lebih baik dia menghindar saja.
..."Aku mendengar suara tadi. tapi tiba tiba hilang."...
..."Mungkin hanya pemikiran kau saja."...
..."Humm, aku rasa aku benar benar kurang tidur."...
Setelah itu, mereka kembali berkeliling, membuat lili dan juga pelayan setia nya, menghembuskan nafas lega.
"Yang mulia, mereka sudah pergi."
"benar, ayo kita buka lagi gembok nya. semalam ada yang datang lagi."
"Trash...trash..trash..klek.... gembok berhasil di buka membuat lili tersenyum lebar.
"Yang mulia, berhasil!"
"Bagus bagus Roli, ayo kita keluar. dan pastikan gembok nya tetap terbuka."
"Baik yang mulia.
Setelah itu, kedua nya langsung berjalan menuju ke hutan larangan tersebut. Tatapan lili tentu saja berbinar. Dia merasa ingin mengetahui banyak hal tentang hutan tersebut.
"Wow...hutan ini, benar benar luar biasa. Aku yakin, di balik Sana pasti ada harta Karun yang bersembunyi!"
"Yang mulia, apakah yang mulia yakin, tempat ini benar benar menyeramkan."
"Roli, percaya lah padaku. Ayo segera pergi sebelum ada yang melihat kita!"
Kedua nya berjalan menuju ke hutan, dengan tatapan Berbinar dari sang ratu. Tapi Roli benar benar cemas saat ini. Dia benar benar takut, dan hanya bisa pasrah saja dengan ucapan sang ratu.
"Woww.....pohon pohon di hutan ini, benar benar besar sekali." gumam nya yang begitu mengagumkan keindahan hutan yang begitu asri tersebut.
Yang mulia, sebaiknya kita berjalan tidak terlalu jauh. Hamba takut, kita akan bertemu dengan hewan buas disana!"
"Humm..kau benar, aku hanya ingin berjalan jalan di daerah sini saja. yaudah ayo kita ke sana!"
Roli mengikuti Langkah sang ratu, dengan tatapan pasrah nya. Tapi baru kali ini, dia melihat senyum sang ratu yang begitu lebar nya. bahkan sesekali ratu lili tampak berbinar menatap ke arah hutan itu. Dia merasa senang, melihat ratu bahagia. Biasanya wanita itu tampak penuh topeng saat sedang bersama sang kaisar. Tapi kali ini, tawa itu cukup tulus, dan mata sang ratu yang berbinar membuat nya ikut senang.
saat melihat satu tanaman yang cukup familiar bagi nya, mata lili seketika berbinar binar. tatapan nya langsung terpaku saat melihat tanaman kentang itu, cukup banyak berkeliaran di tanah tersebut.
Untung saja sebelum pergi tadi, lili membawa pisau dan juga sebuah keranjang bambu.
"Roli, ayo ikut aku!"
"Yang mulia tapi_
Saat melihat lili yang langsung mencongkel tangan nya dengan tanah, membuat Roli kaget.
"Yang mulia, jangan yang mulia, itu tanaman beracun!' ucap nya yang panik. Dan bagaimana bisa sang ratu cukup santai mengambil buah itu dan mencongkel nya dengan kayu. Padahal beberapa tabib mengatakan buah itu beracun.
"Hahah...ini tidak ada racun nya Roli, ini adalah tanaman surga yang sangat enak. Kau pasti akan langsung ketagihan saat kentang ini diolah oleh ku."ucap lili yang cukup percaya diri. Dia sempat berpikir bagaimana bisa mereka mengatakan buah itu beracun.
"Yang mulia, bagaimana bisa anda mengatakan itu. buah itu tanaman beracun yang tumbuh liar di hutan ini. Yang mulia, sebaiknya jangan mengambil nya."
"Letakan keranjang itu ke sini Roli. Ayo bantu aku!"
"Tapi yang mulia_
"Roli, ini perintah!"
mengatakan hal itu, membuat Roli yang tadinya ingin mencegah, langsung pasrah saja. Apalagi melihat tatapan sang ratu yang cukup datar. setidaknya dia sudah berusaha mencegah.
"Wow...kentang ini benar benar besar sekali."
"Roli, masukan ini ke keranjang bambu itu. Ayo segera kumpulkan. Aku akan mengelola nya nanti."
Setelah keranjang itu penuh, barulah lili tampak puas. Tatapan nya mengarah pada satu tanaman yang cukup familiar lagi. Tanpa lama lama, dia langsung memetik nya juga. ternyata hutan ini penuh dengan harta Karun nya.
"Pasti banyak tanaman langkah disini. dan juga hutan ini, seperti nya tidak tersentuh oleh manusia."
"Wow...ada ubi!" pekik nya dengan senang melihat ubi kayu yang tumbuh cukup banyak disana. melihat keranjang nya yang penuh, dengan terpaksa lili mencari cara untuk bisa membawa ubi kayu ini ke istana.
"Roli, kau membawa keranjang juga tidak?"
"Tidak yang mulia. Tapi hamba membawa tas rajut ini."
"Hahaha...bagus bagus. Kau benar benar bisa diandalkan. Sini berikan kepada ku."
"Ini."
Lili langsung memilih beberapa kentang dimasukan ke tas rajut itu. Dan ubi kayu itu, akan dia letakan di keranjang bawaan nya.
"Nah, selesai. ada Daun nya juga, tapi tak mungkin aku bawa semua nya. Huft...besok saja lah, aku kembali lagi ke sini untuk mengambil sisa nya."
"Rawrr....... Suara erangan hewan membuat kedua nya terpaku sejenak.
"Yang mulia!"
"sut....tenang lah. Ayo kita intip."
"rawrrrrrr....erangan halus membuat lili sejujurnya bergidik ngeri. Suara itu, seperti ruangan harimau. tatapan nya melihat kesana kemari untuk memastikan.
"Yang mulia seperti nya suara itu adalah suara harimau."
"Humm, kau benar tapi seperti nya itu adalah anak harimau hutan ini. Aku yakin, kalau itu pasti suara anak harimau."
"Yang mulia, apa yang Harus kita lakukan."
"Tunggu disini. aku yang akan mengecek nya."
"Tidak yang mulia, bagaimana bisa hamba membiarkan yang mulia terluka. biar hamba yang akan mengecek nya!"
"Baiklah, kita sama sama saja. Ayo."ajak lili yang cukup penasaran. Dia juga tak membiarkan pelayan nya terluka. Mana mungkin dia membiarkan gadis itu, mengecek nya sendiri.
kedua nya melangkah penuh hati hati, memastikan ke arah kanan dan ke arah kiri, untuk tak membuat suara.
"Rarrrrrrrrr."
"Yang mulia, itu disana."
"Anak harimau." gumam lili yang terpaku saat melihat anak harimau yang cukup lucu itu.
"Jangan mendekat yang mulia. Itu bahaya!"
"Tidak akan, itu anak nya Roli. aku merasa dia terpisah dari induk nya.
"Kau lucu sekali harimau kecil. dimana induk mu?" lili mengelus bulu halus harimau itu dengan penuh kehati-hatian. Dia mengira harimau itu akan ketakutan. Tapi ternyata harimau itu merasa nyaman saat dia mengelus bulu bulu corak nya itu.
"Rarrrrrr... Seolah mengerti ucapan lili, tatapan lili masih benar benar terpaku dengan harimau kecil itu.
"Rarrrrr.."
"Baiklah aku akan membawa mu dari sini. ayo ikut dengan ku."
"Ayo roli, jangan hanya diam saja. Apakah kau tak akan ikut pulang. Atau kau akan tinggal disini?"
seakan tersadar dengan wajah terpaku nya, Roli langsung berlari mengejar langkah ratu lili yang tampak ingin menjauh.
"Ikut yang mulia, tunggu!"
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭