Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AIR MATA DI TANAH MELAYU
Arka menatap menara kembar yang jelas terpampang di depannya.
Tekat kuat akan resiko tertanam di hatinya, bukan karena cinta... Tetapi... Karena keputusannya mempertahankan rumah tangga yang sudah di pilihnya.
Di sini... Di sebuah apartemen milik Jihan, Arka datang agar bisa berbicara leluasa dengan wanita yang masih bertengger di hatinya.
Dia berdiri di balik dinding yang terbuat dari kaca, memandang jauh di luar yang terlihat hingar bingar kehidupan di Negeri Jiran itu.
Tiba tiba... sleep!! Sebuah tangan halus melingkari pinggang Arka dari belakang.
Sejenak... Arka merasakan hembusan nafas dari wanita yang di tunggunya.
" Aku merindukanmu Arka" suara lembut itu menyapu telinganya.
Arka terdiam... lalu dia berbalik badan dan menatap wajah ayu dari seorang Jihan...
" Kamu memilihku Arka... Sungguh... Ini adalah hal yang tidak pernah aku impikan... Aku telah menunggumu selama ini." Jihan berkata sambil membelai wajah laki laki pujaannya.
Arka masih diam... Ragu?? Tentu tidak! Dia sudah mengambil keputusan besar dalam.hidupnya, dan dia tidak akan ragu memyelesaikan semuanya.
"Jihan... Dengarkan aku, aku datang kesini untuk meminta maaf padamu, aku ingin memyampaikan... Bahwa aku tidak bisa menikah denganmu. Aku datang kesini untuk memberitahumu... Agar kamu tidak lagi menungguku. Kita tidak bisa bersama untuk selamanya." Tegas Arka pada Jihan.
Hening... Jihan melepaskan tangannya yang membelai wajah Arka. Mata sayu menahan kekecewaan jelas terlihat.
" Jadi akhirnya kamu memilih kak Luna??" tanya Jihan dengan lemah.
"Kenapa Arka... Kenapa kamu lebih memilih kak Luna di bandingkan aku??, Aku menunggumu dan bahkan bersedia menjadi istri keduamu." Jihan berbicara sedikit tinggi tetapi masih terkontrol.
Arka melepas genggaman tangan Jihan, lalu berjalan ke sisi jendela kaca.
"Aku tidak memilih diantara kalian berdua, aku benar benar datang kesini memberikan sebuah kepastian agar kamu tidak lagi berharap denganku, sungguh jihan... Aku minta maaf dengan keputusan ini. Aku harap kamu bisa kembali berhubungan baik dengan Luna." Arka kembali menegaskan akan sebuah perpisahan.
Jihan menangis tersedu sedu, sofa putih tempatnya duduk menjadi saksi betapa hatinya terluka. Dia sudah memimpikan menjadi ratu di hati Arka. Tetapi.... petir dari keputusan seorang Arka menghancurkannya.
Jihan berjalan mendekati Arka, ingin sekali lagi dia memeluk Arka... Tetapi... Suara tegas pria pujaannya itu membuatnya meragu.
" Jika bukan karena kak Luna, lalu kenapa kamu meninggalkanku Arka?" Tanya Jihan.
Hembusan nafas panjang terdengar... Tidak, Arka tidak akan melibatkan Asyifa dalam masalahnya. Dia tidak akan menyebut nama Asyifa di pembicaraannya dengan Jihan.
" Aku sudah menikah. Aku harap kamu tidak.bertanya tentang siapa dan mengapa. Tetapi yang pasti... Sekarang statusku adalah suami." jawab Arka dengan tegas.
" Cukup pembicaraan kita Jihan, sekali lagi... aku minta maaf.." Arka menyudahi pembicaraannya dan berjalan keluar dari apartemen itu.
Sungguh... Arka tidak tega melihat airmata membasahi wajah Jihan. Dia ingin sekali menghapus dan memeluk wanita itu, tetapi... Tidak. Jika dia melakukannya, hatinya akan lemah.
Jihan menangis pilu di dalam apartemen, dia tidak menyangka penantiannya selama ini sia sia.
Cintanya yang mendalam... Bahkan mampu membuatnya meninggalkan rumah dan hidup sendiri di apartemen, berharap arka datang memilih dan meminangnya.
Tetapi... Hantaman kenyataan menamparnya... Menyadarkannya bahwa cinta dan takdir tidak bisa dia paksa sesuai keinginannya.
Jihan berdiri... Mengambil fas bunga di depannya dan melemparkannya ke dinding.... Pecahan kaca berderai memenuhi ruangan.
Biarkan... Biarkan pecahan kaca itu menjadi saksi hancurnya harapan yang dia impikan...
Jihan lalu berjalan menuju jendela kaca...
" Kepergianmu tidak akan berpengaruh apapun padaku Arka. Sakitku akan hilang seiring waktu. tetapi... Kepercayaanku akan seperti vas itu, hancur... Tanpa sisa." Jihan bermonolog pada dirinya sendiri.
Sementara itu...Roda empat yang di kendarai seorang driver, mengantarkan Arka di sebuah rumah bergaya modern.
Sambutan hangat dari penghuni rumah terlihat menyejukkan.
Arka duduk di tenang... Di depannya ada pria paruh baya teman dari papa Yamka.
" Bagaimana kabar papamu Arka? " tanya pria paruh baya itu.
" Baik Om, tetapi saya datang kesini untuk menjelaskan sesuatu kepada Om dan Luna. Apakah Luna ada di rumah?" tanya Arka pada pria paruh baya yang bernama Arman.
"Luna belum pulang kerja, mungkin sekitar 30 menit lagi. Ada apa Arka?, om merasa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan" kata pak Arman..
" Saya bertemu dengan Jihan tadi pagi Om..." Arka melanjutkan kalimatnya.
Pak Arman masih menyimak kalimat apa yang akan di sampaikan oleh Arka.
" Maafkan saya om... Tetapi saya tidak bisa menikahi salah satu putri dari anda. Jihan dan Luna baik, tetapi... Saya tidak bisa memiliki salah satunya atau keduanya. Saya minta maaf telah menorehkan luka pada kedua putri om Arman." jelas Arka.
Om Arman terdiam... Impiannya ingin berbesan dengan Yamka rupanya di tolak oleh takdir.
Tumbuh bersama dengan Yamka, nyatanya tidak bisa menyatukan keluarga.
Bukan perjodohan... Melainkan keinginan dia dan Yamka untuk mempererat tali persahabatan, dengan menikahkan salah satu anak mereka.
" Apa..... Apa maksud kamu Arka?!!, apa maksud kamu tidak biaa menikahi Jihan??!!" tiba tiba Luna dari arah pintu, datang dan memberondongnya dengan pertanyaan penuh tuntutan...
Arka menoleh ke belakang...
" Luna...." lirih Arka...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat menikmati manteman.... Jangan lupa tinggalkan jejak ya.... Semoga kalian sehat selalu dan lancar rizkinya. Aamiin...
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔