mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menangani kasus..
Hari ini adalah hari Minggu, dan hari ini juga adalah hari terberat bagi Vara karena yang seharusnya ia bisa berlibur dan bersantai dirumah namun ia harus kembali bangun pagi dan bersiap-siap seperti hari biasa.
"Ya ampun, ini engak bisa diganti hari Senin aja apa ya. Muak banget aku engak ada hari libur Minggu ini" keluh Vara, sembari menata barang-barang yang akan ia bawa nanti.
setelah semua selesai ia keluar dari kamar nya dan berpamitan kepada orang rumah lalu ia segera berangkat ke kantor.
"Vara, kok kamu masuk kantor?" Ujar Bu Sefti yang kebetulan lewat dan melihat Vara.
"Iya Bu, pak Sena ada tugas dan saya disuruh untuk mendampingi" Jawab Vara sopan
Bu Sefti hanya mengangguk saja, lalu ia berpamitan pergi, Vara kembali fokus dengan pekerjaan nya sembari sesekali memaki bos nya itu, namun ia hanya berani dalam hati saja tentunya wkwk.
Tok tok tok
"Iya, masuk" Vara melirik ke arah pintu dan ternyata itu yang datang pak Reza, spontan ia langsung berdiri dan menyambut ramah asisten bos nya itu.
"Selamat pagi mba Vara, maaf menganggu waktunya" Vara langsung menggeleng dan tersenyum.
"Tidak pak, silahkan duduk pak" Reza langsung memberi isyarat menggunakan tangan nya untuk tidak duduk.
"tidak usah mba, saya kesini cuma mau menyampaikan nanti jam dua belas mba Vara harus segera siap-siap untuk ikut pak Sena mengunjungi kantor polisi"
Vara Terdiam namun tidak lama ia langsung mengangguk menyetujui perintah dari asisten bos nya itu.
"Baik pak" setelah itu Reza pun langsung keluar dari ruangan.
Vara kembali menyenderkan badan nya di kursi dengan sedikit keras, pekerjaan ini saja belum ia selesaikan sudah disuruh untuk ikut tugas keluar, pusing-pusing.
Tak berselang lama jam menunjukan pukul 11.40 Vara langsung memberhentikan pekerjaan nya dan segera ia bersiap-siap untuk menuju ke ruangan bos nya.
Belum sempat ia mengetuk pintu ruangan Sena, tiba-tiba saja Reza sudah muncul dari belakang nya dan langsung bersuara membuat Vara kaget.
"Pak Sena sudah keluar mba" Vara langsung menoleh kebelakang sembari tangan nya memegangi dadanya.
"Astaga, pak Reza ngagetin saja" melihat wajah lucu Vara saat kaget, Reza langsung tertawa.
"Maaf-maaf mba, kaget ya" Vara langsung menarik nafas nya sembari berusaha tersenyum.
Karena bagaimanapun Reza adalah bos nya mau sekesal apapun dia kepada Reza tetap saja dia tidak bisa marah-marah.
"Begitu ya pak, baik pak" Hanya itu kata yang berani ia ucapkan lalu ia melengos pergi begitu saja tanpa bertanya Sena ada dimana.
Reza yang melihat kelakuan Vara hanya tertawa kecil sembari geleng-geleng, ia tau pasti Vara marah karena ia mengagetkan nya namun sayangnya gadis itu tidak berani memarahi dirinya, akhirnya Reza memutuskan untuk mengikuti Vara yang menuju ke arah pintu keluar.
"Selamat siang pak Reza" Vara menyapa bos nya ketika ia melihat bos nya sudah berdiri di samping mobil yang terlihat sudah siap mereka naiki.
"Siang Vara, sudah siap? Kita berangkat sekarang ya" Vara mengangguk
Dan mereka bertiga segera memasuki mobil kantor untuk menuju ke Polrestabes Semarang, saat diperjalanan Sena memberi arahan dan masukan untuk kedua bawahan nya itu agar nanti mempermudah mereka untuk menangani kasus nanti.
Sesampainya disana Vara dan Reza mengikuti langkah Sena untuk masuk ke dalam polres dan menemui anggota polisi yang bersangkutan.
Sena mulai berdiskusi dengan beberapa polisi disana ada juga warga sipil yang kemungkinan besar itu orang yang bersangkutan dengan kasus yang saat ini tengah ditangani oleh Sena.
Vara juga melihat sosok laki-laki yang kemarin sempat ia lihat diruangan bos nya itu, kalo vara tidak salah dengar nama polisi tersebut bernama pak Kenzo.
Tugas Vara kali ini adalah memperhatikan Sena dan rekan kerja nya itu berdiskusi sembari sesekali membantu pekerjaan Reza, entah itu mencatat atau membantu pekerjaan lainya.
Setengah tiga sore mereka baru keluar dari polres tersebut, dan Sena langsung memerintahkan Vara untuk langsung pulang setelah ini karena jam kerja ia sudah habis.
"Terimakasih untuk bantuannya hari ini Vara, hati-hati dijalan" ucap Sena, Vara mengangguk dan segera berpamitan lalu ia pulang.
...****************...