Mika Sanjaya gadis penguasa yang untuk beberapa saat rela meninggalkan semua harta kekayaan dan kekuasaan untuk bisa bersama seseorang yang pernah menolongnya, suatu saat dirinya adalah seorang gadis cantik dengan banyak talenta dan tak pernah kekurangan apapun, tapi di saat lain dirinya harus merubah pribadi dan penampilannya menjadi gadis kampungan dan kumal yang siap di bully hanya untuk seorang pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya, ada intrik juga cinta di daiamnya, ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya? ikuti setiap bab yang outhor up ya🤗😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*Korban Bully Salah Sasaran*
Akhirnya sampai juga Mika dan Sandy di kedai kopi milik Om Sammy salah satu personel dari The Bloody Gangs, kelompok yang dulunya di ketuai oleh Willy.
Tampak kedai kopi itu sangat ramai bahkan terdengar lantunan lagu yang sedang di nyanyikan oleh kelompok band lokal yang terdiri dari beberapa pemuda yang lumayanlah suara dan penampilannya walau tetap tak dapat menyaingi persona The Bloody.
Mika mengikuti Sandy masuk dan duduk di bangku kosong yang kebetulan hanya tersisa dua, walaupun di teras juga disediakan bangku tapi Sandy lebih memilih untuk duduk di dalam.
Kedai kopi yang lebih mirip kafe karena memang awalnya dulu kedai kopi ini adalah sebuah kafe tapi beralih ke kopi karena secara marketing lebih menguntungkan dan terbukti sampai sekarang kedai kopi ini selalu ramai.
Tapi sesuatu yang dilihat Mika membuatnya mengerutkan keningnya, dia melihat saudara kembarnya Miko, Jo orang kepercayaannya, juga Korie sedang di duduk menghadap di meja yang sama.
Dilihat sangat jelas jika ketiganya sangat akrab, dan tampak jika sedang membahas hal yang penting.
"Kenapa mereka ada disini dan di satu meja yang sama? atau apakah selama ini aku yang bodoh? mereka membuatku merasa sangat bodoh, awas saja kalian bertiga."
Kata Mika dalam hati, bercakap dengan dirinya sendiri.
"Kakak lihatlah disana! ternyata ada kak Miko juga Aa Dimas, kita gabung kesana yuk!"
Teriak Sandy sambil menggandeng Mika menuju meja tempat Miko dan yang lainnya berada.
Mika mengikuti saja ketika Sandy menarik tangannya, mengajaknya untuk berkumpul dengan mereka bertiga, dia sudah memiliki rencana sendiri untuk membalas dendam pada ketiganya.
"Kakak kebetulan sekali kita bertemu disini, boleh ikut gabungkan?"
Kata Sandy begitu sudah berdiri tepat di depan ketiganya.
"Hai Sandy, hai my twins duduklah minta bangku sama waiters, senang bisa bertemu disini."
Kata Miko berbasa-basi tapi ekspresinya yang tak biasa bisa di lihat oleh Mika.
Mika memberikan tatapan tajam kearahnya juga kearah Jo, dan tak ingin melihat ke wajah Korie, membuat suasana tiba-tiba saja canggung setelah mereka bertiga melihatnya.
Begitu sudah mendapatkan bangku dari waiters, Mika dan Sandy langsung duduk bergabung bersama mereka.
"Gue menunggu penjelasan dari kalian, terutama pada kamu Mito, dan juga elo Jo, dan untuk anda Tuan Korie tentu tahu apa yang harus anda jelaskan ke saya iyakan Tuan Korie!?"
Kata Mika dengan aura dingin bak es dari kutub utara.
"Tunggu dulu, ada apa ini sebenarnya, apakah ada masalah diantara kalian? sepertinya hanya aku seorang yang tidak tahu ada apa ini."
Kata Sandy sambil menggaruk tengkuknya.
"Tidak Boss, semuanya tidak seperti yang Boss pikirkan, gue tidak menghianati elo Boss, iyakan bro!"
Kata Jo yang merupakan anak buah kepercayaan Mika.
"Ehemmm... my twins yang cantik, jangan garang garang nanti jauh jodoh, tidak ada apa apa diantara kita bertiga, ini hanya pertemuan yang tidak disengaja seperti kau dan Sandy yang juga kebetulan bertemu kita disini."
Kata Miko berusa memberikan alasan untuk menyelamatkan mereka bertiga.
"Dan Saya kebetulan memang sedang ada janji temu dengan Tuan Miko sehubungan dengan kerjasama perusahaan kita."
Kata Korie berusaha membuat alibi seperti yang lainnya.
"Kalian ini sebenarnya ada apasih? ayolah kita disini untuk santai untuk happy, dan aku bingung sejak kapan Aa Dimas berubah nama menjadi Jo."
Kata Sandy membuat mereka bertiga kecuali Mika, mereka saling melirik dan melakukan hal-hal canggung lainnya.
"Itu emmm.... Jo itu nama keren gue, kalo Dimas nama resmi di KTP he... he... he...."
Kata Jo menjawabnya dengan cengengesan untuk menghilangkan kecanggungannya.
"Gue bukan lagi anak kecil yang bakalan mudah percaya dengan alasan kalian, gue tunggu penjelasan kalian besok paling lambat besok sore."
Kata Mika, lalu mulai memilih kopi yang ada di papan menu.
"Siap Boss, lo bisa pecat gue kalo lo ngerasa gue menghianati elo Boss."
Kata Jo yang terlihat banget tak enak hati dari ekspresinya.
Dia tak menyangka akan bertemu Boss-nya disini disaat yang tidak tepat, dan hal yang sama juga sudah tentu dirasakan juga oleh Miko dan Korie.
Di meja yang lain ada sekelompok gadis yang tampak cemburu dengan kebersamaan mereka, mereka merasa iri saat melihat Mika bisa ngobrol bersama empat cogan yang menarik perhatian mereka.
Saat waiters datang membawakan kopi pesanan Mika dan Sandy, salah satu gadis itu sengaja menjulurkan kakinya ketika waiters lewat didekatnya sehingga membuat waiters hampir terjatuh dan cangkir kopinya terbang menuju kearah Mika.
Walaupun akhirnya cangkir jatuh dibelakang Mika dan tak mengenainya, tapi air kopinya yang tumpah terciprat mengotori pakaian Mika.
Mau tidak mau membuat Mika harus ke toilet untuk membersihkan pakaiannya, untungnya Korie masih mengenakan setelan jasnya dan meminjamkannya untuk dipakai oleh Mika.
Ditoilet Mika membuka kemeja luarnya sehingga hanya menggunakan tanktopnya dan membersih kemejanya lalu berniat mengeringkannya dengan hand dryer.
Tapi tanpa di duga oleh Mika saat dirinya sedang mengeringkan kemejanya, tiba-tiba saja datang tiga orang gadis yang langsung menjambak rambutnya.
"Heh... ******, beraninya lo deket deket sama cowok cowok kita ya, sudah ngerasa cakep ya lo ! rasain nih."
Kata salah seorang gadis yang langsung menarik rambut Mika dari belakang tanpa Mika bisa melihat siapa orangnya.
Dua gadis lainnya hanya tertawa dan menyiram kembali dirinya dengan air sehingga membuat tanktopnya kini juga ikutan basah.
Mika yang memang sedang dalam suasana hati yang tidak baik-baik saja selama beberapa hari ini, akhirnya mendapatkan tempat untuk melampiaskan emosinya.
Mika langsung menarik tangan gadis yang menjambaknya lalu menunduk dan membanting gadis itu ke depan sehingga membuat gadis itu serasa patah tulang belakangnya dan tak mampu untuk berdiri lagi.
"Sepertinya kalian salah mencari korban bully ya..., kalian beraninya cuma main jambak keroyokan, gue main begini (sambil menendang perut gadis yang satunya lalu mencekik dan menampar gadis lainnya)"
Setelah puas membuat babak belur muka ketiga gadis itu, Mika lalu menelpon Miko agar membawa security untuk mengurus ketiga gadis yang berniat membulinya tadi.
Setelah security datang, Mika akhirnya memakai jas milik Korie sebagai solusi satu satunya saat ini.
"Gadis gila itu yang sudah mukulin kita, kenapa sekarang justru kita yang di usir begini?"
Teriak gadis yang menjambak Mika tadi.
"Di CCTV jelas kalian bertiga yang membuat keributan mulai dari membuat tumpah kopi lalu menyusul nona Mika sampai ke toilet."
Kata Jo mengatakan semua tindakan mereka tadi, membuat ketiganya tidak dapat membela diri lagi.
*Akhirnya up satu bab hari ini, jangan lupa untuk LIKE KOMENT RATE BINTANG LIMA DAN FAVORITKAN, JUGA SECANGKIR KOPI DAN BUKET MAWAR BUKTI TANDA CINTA UNTUK OUTHOR. LOVE YOU ALL 🤗😘😘😘*
harusnya si Rini lempar ke Pluto aja
ini area anu ya
wkwkkwk
sepuasnya lho.. 🤭😅😅
otw nyari maksudnya.. 🤭