Usia Alexius Calandra memang sudah tidak lagi muda. Dan dia dijodohkan dengan seorang gadis yang pemarah dan arogan. Bagaimana cara dia menghadapi gadis muda itu yang punya sikap sangat menjengkelkan menurutnya.
Beberapa kali Sarah dan Alex berusaha menggagalkan perjodohan tetapi selalu gagal karena Ibu Alex sangat pintar dan berpendirian teguh.
Dengan sangat terpaksa akhirnya mereka menikah agar tidak dicoret dari daftar warisan keluarga.
Selalu ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga Alex dan Sarah di setiap harinya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru semakin mendekatkan hubungan mereka.
Sebuah rahasia terungkap saat Alex mulai mencintai Sarah begitupun sebaliknya. Bagaimana jika tiba-tiba mereka harus bercerai karena anak kandung Adolf Chavali yang hilang telah kembali dan mengambil semua haknya yang dipinjam Sarah selama ini, termasuk perjodohannya dengan Alex.
Bagaimana sikap Alex selanjutnya? Dan akankah kedua orang tua Sarah tetap menyayangi gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaeva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Alex memutuskan untuk pergi ke rumah ibu mertuanya. Dia bermaksud untuk menanyakan kepada wanita itu tentang apa yang disukai Sarah.
Tidak ada salahnya dia yang memulai meminta maaf terlebih dahulu dengan memberi hadiah spesial untuk gadis kecil itu.
Alex berinisiatif melakukan itu karena Sarah sulit untuk dihubungi. Sepertinya gadis itu masih merasa kesal padanya. Untuk kali ini saja dia akan mengalah kepada gadis pemarah itu.
Saat tiba di pelataran parkir kediaman keluarga Chavali, Alex melihat mobil ibunya juga terparkir di sana.
Itu wajar saja, mungkin kedua wanita yang berbesan itu sedang menyiapkan semua keperluan pesta untuk nanti malam.
Setelah seorang pelayan mengantarnya ke ruang di mana Rose dan Marina berada, Alex bermaksud untuk mengetuk pintu ruang tersebut.
Namun, gerakan tangan Alex terhenti saat mendengar percakapan kedua wanita yang sepertinya sangat rahasia dan tidak ingin didengar orang lain.
Selain itu Alex juga mendengar suara seorang pria yang merupakan ayah mertuanya--Adolf Chavali.
***
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, apa yang baru saja didengarnya membuat dia benar-benar terkejut.
'Sarah bukan puteri kandung Rose dan Adolf Chavali.'
Alex tidak sengaja mendengar percakapan antara mertua dan ibunya. Jadi Sarah juga mengetahui hal itu?
Alex kembali mengingat wajah Sarah. Dia tahu hal itu tidak akan mudah bagi Sarah, terlebih puteri kandung yang sebenarnya akan segera kembali
"Kau di mana gadis kecil?" Alex bermonolog sambil tetap mengemudi. Secepatnya dia ingin bertemu dengan Sarah untuk memastikan gadis itu baik-baik saja.
...
"Kau ini kenapa lagi?" tanya Candy saat melihat Sarah tampak lemas, "seharusnya kau bersiap untuk nanti malam," lanjutnya.
Sarah menceritakan semua yang dia alami pada sang sahabat, bagaimana Alex menciumnya secara paksa.
"Aku kesal sekali padanya," ucap Sarah gadis itu merebahkan tubuh di atas tempat tidur milik sahabatnya.
Setelah bertengkar dengar Alex dan pergi dari rumah, Sarah langsung menuju rumah Candy.
"Kau kesal atau cemburu? Wajar saja jika kau marah, suamimu tidur dengan wanita lain, isteri mana yang bisa tahan melihat itu." Tidak biasanya wajah Candy terlihat serius.
Sarah terdiam, tidak dipungkiri Sarah memang merasa kesal saat mengingat Alex tidur dengan wanita lain--kekasihnya. Ada rasa sakit tak kasat mata yang dia rasakan.
Apa benar dirinya cemburu? Kenapa dia cemburu? Bukankah dia tidak peduli pada Alex? Lagipula pernikahan mereka itu tidak nyata dan hanya di atas kertas.
"Entahlah, Candy. Aku tidak tahu," jawab Sarah dengan suara yang sendu.
"Aku tahu kau sedang bimbang, anak kandung keluarga Chavali sudah ditemukan, itu pasti mempengaruhi pikiranmu," ucap Candy, bukan rahasia jiga gadis itu tahu karena Sarah menceritkan segalanya pada gadis itu.
Sarah sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Candy. Gadis itu mau menerima dirinya sebagai teman padahal dia hanya anak adopsi yang barasal dari panti asuhan.
"Iya itu benar, Sierra akan kembali. Aku berpikir aku harus mengembalikan semua yang kupinjam darinya," ucap Sarah.
"Termasuk suamimu?"
Sarah terdiam cukup lama, seharusnya yang menikah dengan Alex bukan dirinya, tetapi Sierra. Sarah hanya pengganti karena wasiat perjodohan tersebut hanya untuk Sierra.
"Dengar, ya! Ini bukan kebetulan. Tuhan sudah menciptakan Alex hanya untukmu, kalian bertemu karena takdir," ucap Candy Ellen. Dia merasa gemas pada sahabatnya yang terus menyangkal.
"Sierra mungkin dijodohkan dengan Alex tapi Tuhan berkehendak lain," lanjut Candy.
"Iya, tapi bisa saja itu perjodohan yang tertunda, mereka bisa saling suka saat bertemu nanti," jawab Sarah.
"Kalau begitu, cari tahu perasaanmu yang sebenarnya pada pria itu. Sebelum kau benar-benar melepasnya!"
Sarah merenungkan ucapan Candy, dia hanya tidak mau mengambil apa yang bukan menjadi hak nya. Saat mengetahui dirinya bukan puteri kandung Rose ketika dia masih berusia 10 tahun, dia merasa semua yang dimiliki seperti hilang begitu saja.
Namun, seiring berjalannya waktu dan kasih sayang Rose yang besar kepadanya, Sarah bisa menerima kenyataan dan membiasakan diri sebagai keluarga Chavali.
'Tolong Mama! Kau harus menikah dengan Alex sebelum Sierra ditemukan.'
'Tapi, Ma. Alex itu berjodoh dengan Sierra bukan aku.'
'Mama tahu, hanya sedikit lagi kita akan bertemu dengannya.'
'Kenapa tidak menunggu saja?'
'Itulah, Mama ingin yakin bahwa itu adalah Sierra. Perjodohan itu tidak bisa ditunda lagi karena usia Alex sudah hampir 30 tahun.'
...
Sejak awal Sarah memang terpaksa menikah dengan Alex, perjodohan Alex dan Sierra sudah tertunda hampir 8 tahun. Dua belah pihak keluarga sudah tidak bisa lagi untuk terus menunda wasiat.
Sebelum menikah dengan Alex ada sebuah janji yang Sarah tekadkan di dalam hatinya. Dia tidak akan jatuh cinta pada Alex sampai mereka berpisah.
"Hey, sudahlah jangan berpikir terus! Ini sudah sore, pulang dan bersiaplah!" sergah Candy, gadis itu mengingatkan Sarah lagi.
"Baiklah, aku akan pulang. Bertemu lagi dengan pria tua itu," gerutu Sarah sambil beranjak dan mengambil tas selempang dengan merek terkenal.
"Tua tapi seksi," goda Candy yang membuat Sarah semakin berdecak.
"Aku tunggu kedatanganmu, Candy!" ucap Sarah sebelum benar-benar meninggalkan rumah Candy.
"Tentu saja."
...
Sarah mengendap-endap saat memasuki kamarnya, dia memastikan tidak ada orang di dalam sana, betapa bodohnya, tentu ada Alex yang sedang bersiap di sana.
"Tingkahmu seperti pencuri yang ketinggalan barang curiannya." Sarah mengerucutkan bibir saat mendengar ucapan Alex rupanya pria itu menyadari kedatangannya.
"Aku hanya- ...." Ucapan Sarah terhenti saat Alex berbalik. Pria itu tampak memukai di matanya, Sarah terpana melihat penampilan Alex dengan suit yang terlihat pas ditubuhnya.
Alex yang sedang memasang jam tangan hanya melihat sekilas dan melanjutkan kegiatannya.
"Apa kau tidak jadi melarikan diri, Pengantin kecilku?" Alex mendekat dan semakin membuat Sarah salah tingkah.
"A-aku akan bersiap. Aku akan memanggil penata riasnya," ucap Sarah dengan gugup. Gadis itu segera berbalik.
Alex menatap kepergian Sarah yang menuju ruang rias di rumahnya sendiri. Mereka tidak perlu repot untuk pergi ke salon kecantikan.
Alex masih memikirkan tentang Sarah yang bukan Puteri kandung keluarga Chavali. Tidak perlu banyak berpikir, pria pintar seperti dirinya sudah paham bahwa gadis itu bukan jodoh yang sebenarnya.
Sierra
Nama itu Alex dengar saat Adolf menyebutnya. Bagaimana rumah tangganya nanti dengan Sarah? Apakah sesuai perjanjian mereka harus berpisah?
Alex sendiri merasa frustrasi memikirkan itu semua. Kenapa ibunya tidak memberi tahukan kebenaran?
Apakah itu alasan Sarah membuat perjanjian berupa kontrak pernikahan?
Drtt
Belum selesai dengan pemikirannya, Alex dikejutkan suara ponselnya yang bergetar. Dia menatap layar ponsel yang menampilkan sebuah pesan singkat.
'Bagaimana? Kau suka pakaian pilihan isterimu?'
'Dia gadis muda yang sangat cantik dan baik hati.'
'Kau mendapat tangkapan yang bagus.'
Mata Alex membulat sempurna.
"Hunter?"
"Sarah?"
Alex segera pergi keluar kamar untuk menyusul Sarah. Dia kembali menatap layar ponsel yang masih menampilkan pesan lainnya.
'Maaf, kau tidak datang malam itu, jadi aku berinisiatif untuk menemuinya. Dia sangat manis dan menggemaskan.'
Raut wajah Alex berubah cemas, dia mengusap wajah dengan kasar. Semua memang kesalahannya, selain menyakiti perasaan Sarah dia juga sudah membahayakan keselamatan gadis itu.
Seandainya saja dia tidak menghabiskan malam bersama Dilia dan menemui Hunter, maka Sarah tidak perlu bertemu si mantan pembunuh berdarah dingin.
Kenapa semua masalah datang di saat yang bersamaan?
...
Sarah sudah selesai dengan ritual merias diri. Gadis itu tampak begitu cantik dengan gaun merah yang dia kenakan.
Alex terpaku saat Sarah keluar dari ruang rias, setelah membaca pesan dari Hunter dia hanya menunggu di lorong luar ruangan tersebut.
Beberapa kali Alex berdehem sekedar menahan rasa gatal di tenggorokan karena merasa gugup saat bertatap mata dengan sang isteri yang tampak begitu menawan dan mampu menggetarkan hatinya.
Alex mengabaikan rasa cemas pada mantan rekan kerjanya dulu. Dia hanya melihat penampilan Sarah yang mampu menghilangkan rasa khawatir itu, berganti dengan debaran aneh di dadanya. Ternyata keduanya sama tidak baik untuk kesehatan jantungnya.
"Aku tidak menyangka gadis kecil sepertimu bisa secantik ini," puji Alex dengan sebuah senyuman yang sangat menawan. Sarah memalingkan tatapan tetapi semburat tipis terlihat di pipi putihnya.
"Ayo, kita berangkat!" Alex mengulurkan tangan, dengan ragu tangan Sarah merangkul dan mereka berjalan dengan bergandengan tangan.
...
Sebuah limosin sudah disiapkan Alex, kali ini dia ingin lebih leluasa saat bersama dengan isterinya. Dadanya terasa berdebar tidak karuan.
Beberapa kali senyuman terukir di bibir pria dewasa itu saat melihat Sarah. Dia merasa menjadi seorang remaja yang sedang jatuh cinta.
'Jatuh cinta?'
Kenapa dia tidak menyadari betapa cantiknya gadis itu, kulit tubuh Sarah seperti tanpa noda, bulu mata yang lentik serta bibir mungilnya yang lembut.
'Sial ...'
Alex merasa menjadi pria mesum karena mengingat tekstur bibir Sarah yang sudah di decapnya beberapa kali.
"Setelah acaranya selesai ada yang ingin kubicarakan denganmu," ucap Alex tanpa berhenti menatap ke dalam mata bening Sarah.
Sarah hanya mengangguk, sesungguhnya dia merasa sedikit tidak nyaman pada tatapan Alex yang dirasa berbeda dari biasanya.
Selain itu, Alex juga tidak melepaskan genggaman tangannya, bahkan saat mereka duduk di dalam limosin.
...
Sang pengantin wanita dibuat takjub saat melihat tampilan dekorasi pesta, semua tampak mewah, didominasi warna putih dan sedikit ungu, memberi kesan romantis.
Berterima kasihlah pada sang ibu mertua--Marina dan Rose yang menyiapkan semua dari agensi terbaik.
"Apa kau menyukainya?" tanya Alex sambil menggenggam tangan Sarah.
Gadis itu mengangguk dengan senyuman kecil di wajahnya. "Semua akan lebih indah dan berharga jika yang menikah adalah pasangan yang saling mencintai," ucap Sarah.
"Kurasa ini terlalu mewah untuk pasangan palsu seperti kita," lanjut Sarah yang membuat Alex terdiam.
Sarah berjalan lebih dulu, Alex hanya terdiam dan mencerna ucapan gadis itu. Dia tidak bisa berpura-pura tidak mengetahui identitas Sarah yang sebenarnya.
Mungkin gadis itu hanya mengingatkan diri sendiri bahwa semua yang didapatkannya sekarang adalah milik orang lain.
To be continue
Maaf telat up ...
Dan chap ini paling membingungkan...
Maafkeun ya semuanya
dan lihat 37 bab
ku pikir
berhenti di tengah jalan atau Hiatus atau pindah ke aplikasi lain nya karena ada tulisan end
eh ternyata emang bener di bab 37 tamat
keren bisa tamat
walaupun hanya 37 bab
semoga bisa berkarya lagi ya Thor 🤲 Aamiin 🤲
tetap semangat berkarya yah thor....🤟💪💪💪👍👍👍👍👍🎉🎉🎉🎉