NovelToon NovelToon
Want You

Want You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: SILAN

Semuanya telah selesai, selamat melewati kehidupan baru

WANT YOU

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SILAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Lantunan lagu kebangsaan Indonesia raya membuat semua siswa memberikan hormat saat bendera merah putih di kibarkan.

Luisa melihat bendera itu di kibarkan oleh anggota paskibra belum sempat bendera itu berkibar sempurna dirinya merasa pusing dan entah bagaimana caranya perlahan kesadarannya memudar.

Justin yang berdiri di belakangnya dengan sigap menahan tubuh luisa supaya tidak menyentuh tanah, agar tidak menimbulkan keributan dalam barisan justin langsung membawa luisa ke uks.

Janis dan beberapa teman lain pun menyadari hal itu namun Janis tau ada justin yang membantu  luisa dan jika dirinya ikut membantu gadis itu dirinya harus menyelesaikan upacara terlebih dahulu karna apa? Karna dirinya sedang menjadi pembaca doa di depan bersama ke tiga teman lainnya yang memiliki tugas berbeda.

Justin merebahkan luisa ke tempat tidur di UKS perlahan tak lama seorang dokter datang dan memeriksa keadaan luisa. Wajah luisa sangat pucat badannya terasa dingin, justin yang berdiri di belakang dokter terlihat cemas.

“Bagaimana keadaannya?”

“Dia kecapekan jadi biarkan dia istirahat dulu nanti kalau dia bangun kamu berikan vitamin ini”

Justin mengambil obatnya “Makasih bu dokter”

Justin duduk di pinggir tempat tidur luisa dia menatap lama gadis itu wajah justin terlihat benar-benar cemas tangannya bergerak menyingkirkan rambut yang menutupi wajah luisa ke belakang telinga gadis itu.

     

Tak lama pintu terbuka di susul Janis dengan deru nafasnya yang memburu, justin meletakkan jarinya di depan bibir menyuruh Janis agar tidak menimbulkan suara.

“Bagaimana keadaanya” Tanya Janis dengan nada di pelankan.

“dia kecapekan jadi biarkan dia istirahat dulu” jawab justin. Janis mengangguk.

“lo gak masuk kelas bukannya bel udah bunyi ya”

“Lo aja yang kekelas biar gue yang jagain luisa di sini”

Justin mengangkat tangannya “Sorry gue gak bisa ninggalin dia di sini lebih baik lo aja yang masuk kelas, lo gak perlu khawatir ada gue kok yang jagain sekalian bilang sama guru kalau luisa lagi  sakit”

“lo gak bisa nyuruh gue dia itu sahabat gue mending lo aja deh”

“Udah kali ini gue gak mau debat sama lo dan kalo lo mau bantuin luisa mending lo masuk ke kelas dan mencatat yang guru terangkan biar nanti kalau luisa sadar dia bisa minjam buku lo, kalau gue yang masuk lo tau sendirikan gue gak bisa denger ocehan guru yang bisa membuat gue ngantuk yang tak tertahankan”

Janis terlihat berpikir. Apa yang di katakan justin ada benarnya juga tapi masa iya dirinya harus meninggalkan sahabatnya dengan lelaki brandalan itu. Janis menghela nafasnya

“Gue titip dia sama elo jangan lo apa-apain dia atau lo berhadapan sama gue”

“Gak usah nantang gue lebih baik lo buruan ke kelas sana”

Janis masih merasa tak rela meninggalkan luisa dengan justin lelaki itu kembali menghela nafas sebelum keluar dari ruangan serba putih itu.

Setelah Janis keluar justin kembali menatap wajah luisa tangannya mencoba menyentuh telapak tangan luisa dan mengusapnya berusaha agar wanita itu cepat baikan.

Justin mengetikkan beberapa kata pada ponselnya kemudian di kirim ke seseorang.

Beberapa menit kemudian Evan dan Dava datang membawa sekantung makanan mulai dari roti, air mineral sampai siomai kesukaan luisa.

“Boss kita taruh di mana ini” Ucap evan sambil mengangkat kantung plastiknya, justin menyuruh evan meletakkannya di atas meja kecil di dekatnya.

“Boss gue kira lo gak beneran sama dia” ujar Dava memelankan suaranya.

“Iya boss, lo kemarin bilangkan gak serius” tambah Evan. Justin menaruh telunjuknya di bibir lalu melirik luisa yang masih memejamkan matanya.

“Kalian seharusnya jangan bahas itu di sini. Tapi oke deh mumpung kalian disini gue jawab sekarang. Gue emang gak serius sama dia” ucap justin tepat saat luisa mulai sadar, di saat itu hati luisa serasa di remas tapi dirinya berusaha terlihat seperti belum sadar sebelum justin menambahkan

“Itu dulu sebelum gue menyadari perasaan gue kalau gue mulai tertarik sama dia” kali ini luisa merasa sedikit tenang.

Terdengar helaan nafas berat dari bibir justin “Gue gak suka liat dia terluka” katanya. Dava menepuk bahu justin.

“Berarti sekarang lo cinta sama dia boss” justin menggeleng.

“Gue gak tau apa itu cinta yang gue tau gue mulai sayang sama dia”

“sadar aja deh boss itu artinya cinta” Tambah evan menimpali.

“Udahlah kalian kaluar aja sana ini uang kalian gue ganti dua kali lipat dan jangan banyak Tanya lagi” dengan kompak dava dan evan memberi hormat plus cengiran menyebalkan mereka.

“Semoga sukses boss” mereka meninggalkan justin dan luisa di ruangan itu berdua.

Justin kembali menoleh pada luisa yang belum juga membuka matanya, lelaki itu kembali meraih tangan luisa dan mengusapnya dengan lembut.

Luisa sendiri dia merasa sesuatu mengelitik di perutnya dia tidak pernah merasa bahagia di perlakukan dengan seseorang sebaik ini selain satria, ibu dan papanya.

Luisa menggumamkan nama justin membuat lelaki itu segera mengecek keadaan luisa “Lo udah sadar” gadis itu mengangguk lemah dan cairan berwarna merah pekat kembali keluar dari hidungnya.

“Hidung lo berdarah lagi bentar gue cari tisu dulu” justin membuka semua laci meja lalu mengeluarkan kotak tisu yang terisi penuh dan memberikan pada luisa.

Gadis itu menarik beberapa lembar tisu untuk menutupi hidungnya.

“Gue tadi suruh dava sama evan beliin lo makanan mungkin lo pingsan gara-gara belum sarapan jadi gue suruh kedua orang itu  beliin buat lo”

Justin membukakan tutup botol air mineral dan menyodorkan pada luisa.

“bentar just, gue boleh minta tolong ambilkan tempat sampah itu boleh gak” luisa menunjuk tempat sampah di sebelah pintu.

“Bentar ya gue ambilin dulu”

“ini”

“Makasih” luisa membuang tisu berdarah itu ke sana lalu menarik beberapa tisu lagi dia mengulanginya sampai beberapa kali.

“Orang tua lo tau kalo lo suka mimisan kaya gini?” Tanya justin.

“Nggak, gue gak mau mereka khawatir jadi gue bener-bener minta tolong dengan sangat tolong jangan kasih tau siapapun ya”

“Gue gak bisa janji gimana kalau mimisan lo itu bukan mimisan biasa? gue pengen ajak lo ke rumah sakit pulang sekolah nanti ya”

“Gue gak bisa. Justin gue minta tolong dengan sangat sama lo ya jangan kasih tau siapa pun”

“Gue gak bisa berjanji lama kalau tentang kesehatan lo taruhannya” tangan justin mengusap rambut luisa.

“Gue emang anak berandalan tapi gue gak bisa liat orang yang gue sayangi terluka meskipun itu hanyalah sebuah goresan” ucap justin dengan tulus.

“Justin”

“hmm”

“Lo bilang lo punya adik”

“Iya, emang kenapa?”

“Pulang sekolah nanti gue boleh gak ketemu sama dia”

Justin terheyak sebentar tapi melihat kondisi luisa yang kaya gini mana tega dia menolaknya.

“Iya boleh kok tapi gue harap lo siapin mental dan telinga lo ya saat ketemu dia”

“emang ada apa?”

“Adik gue suaranya kaya toa” kekeh justin “Oh ini di minum dulu tadi bu dokter nyuruh gue kasih minum obat ini kalo lo udah sadar”

“makasih ya”

“Bilang makasihnya sama ibu dokter aja bukan sama gue”

Luisa tersenyum.

***

Motor justin memasuki sebuah pekarangan yang sangat luas mungkin tiga kali lipat dari milik luisa, gadis itu turun dari boncengan justin tak lama pintu putih besar di sana terbuka menampilkan sosok gadis kecil dengan rambut pirang dan wajah kaya kebule bule’an.

“Kak justin bawa cewek, pacar kak justin ya” gadis kecil itu menghampiri luisa dan bergelayut manja di tangannya.

“Kakak cantik namanya siapa?”

“Luisa”

*****

Vote and Comment

1
Besti
baguss
Besti
aku lanjut membacaya
Qaisaa Nazarudin
Noh Justin jadi Dokter karena Luisa..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor,Sumpah,,Kamu tega banget thor bikin aku nangis 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Munglinndgn keadaan Luisa yg gak tertolong bikin Justin nekat pengen jadi Dokter,biar hisa nolongin banyak orang,ya kan..
Qaisaa Nazarudin
OMG Luisa sakit??Kok gitu?? Baru juga Justin akan bahagia 😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Aku tenak Janis suka sama Luisa,Sukanya seorg pria ke wanita,bukannsuka sebagai sahabat,seperti biasanya..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Justin di skors tuh..
Triiyyaazz Ajuach
mgknkah Justin suka dgn Luisa
Triiyyaazz Ajuach
ceriyanya kayaknya lucu ringan
Meili Mekel
msmpir guys
Meili Mekel
lanjut
Meili Mekel
janis pux perasaan sama luisa
Meili Mekel
justin kerwn
Meili Mekel
siapa jodohx luisa
Meili Mekel
baca dulu
fitra andriyani
nangis aq ya allah
Desrana Aulia syawali
thorr kenapa hruss sad... aku gk terlalu suka cerita sad.. 😢
Desrana Aulia syawali
ahhhh fiks aku nangissss
Desrana Aulia syawali
sedihhh banget thorrrrrr,,, kejerrr aku...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!