NovelToon NovelToon
Mine

Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 5
Nama Author: Park Zia

Anna kira hidupnya akan hancur saat di bawa pergi oleh lelaki itu, awal pertemuan yang bisa di bilang tidak biasa, dan penuh drama.
Dia keras kepala, tidak suka dibantah, benci diabaikan dan setumpul hal buruk lainnya.

akankah hidup Anna baik-baik saja? atau malah sebaliknya. ikuti terus kisahnya dengan judul ~~ Mine

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park Zia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Seperti biasa gusy. Jangan lupa like and comen ya? Makasih, apa salahnya kan saling membantu.

"kakak awas."

Lelaki yang umurnya sekitar 20 tahuanan itu membalikan badannya. Tepat saat sebuah peluruk yang melaju cepat kearahnya.

Dor

Tembakkan itu sama sekali tidak bisa dielakkan. Dada sebelah kiri lelaki itu tertembak dan mengeluarkan datah yang banyak. Gadis yang tadi meneriakinya langsung berlari kearahnya. Memeluknya dengan erat.

"Kakak, kamu tidak papa?"

Walau kesakitan, lelaki itu tetap menyungingkan senyumnya. Mencoba terlihat baik-baik saja didepan pujaan hatinya.

"Aku baik-baik saja, Baby."

Air mata gadis itu turun dengan derasnya. Dia sungguh tidak tega saat melihat lelaki yang disukainya ini terluka dan menahan sakit seperti ini. Rasanya hatinya kini sangat sakit. Ditambah lagi dengan darah yang terus keluar disela-sela jarinya. Karena sekarang dia tengah menutupi tembakkan itu agar setidaknya darah tidak keluar terus.

Uhuk uhuk

Lelaki itu batuk dengan mengeluarkan darah, melihat kalau lelaki itu batuk darah. Gadis itu langsung kaget bukan main.

"Kakak, kakak. Kenapa? Jangan begini. Tidak," teriak gadis itu panik. Apa lagi saat melihat kalau mata lelaki itu sudah hampir terpejam. "Jangan pejamkan matamu, kak. Aku mohon."

Wajah lelaki itu juga sudah sangat pucat karena darah sudah banyak yang keluar. Tentu saja hal itu manambah kesan khawatir dimuka sang gadis.

"Aku baik-baik saja, Baby." tetap setelah lelaki itu selesai bicara. Dia langsung tidak sadarkan diri. Meninggalkan gadis itu yang kini tengah menagis meraung-raung.

"TIDAK."

Anna langsung terduduk dengan nafas tersendat-sendat. Keringat dingin keluar dipelipisnya. Bajunya juga tampak basah karena keringat. Wajahnya pucat, dan matanya tampak tidak tau arah.

"Ada apa, Baby?" tanya Alfariel karena kaget melihat Anna yang teriak. Apa lagi dengan wajah pucat Anna, membuat Alfariel tambah khawatir.

Entah karena takut atau apa. Anna langsung menghambur memeluk Alfariel dengan erat. Badannya tampak bergetar karena takut.

Alfariel awalnya kaget, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Dia langsung membalas pelukan Anna tidak kalah eratnya. Tangannya juga mengusap-ngusap pungung Anna agar sedikit rilek.

"Tenanglah, Baby. Ada aku." ucap Alfariel pelan. Alfariel menciun kepala Anna dengan sayang. Menyalurkan kekuatan agar setidaknya gadis itu sedikit tenang.

"Semua baik-baik saja."

Anna pov

Aku tidak tau aku kenapa, tapi jantungku berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Rasa yang tadinya takut, kini berangsur-angsur hilang. Usapan dipunggungku juga terasa sangat nyaman.

"Al," panggilku pelan.

"Hmm, ada apa, Baby."

"Apakah dulu kita pernah bertemu?" tanyaku sambil memainkan kancing baju miliknya.

Aku merasakan kalau badan Alfariel sedikit menegang. Usapan dipunggungku juga mendadak berhenti. Ada apa?

"Kenapa tanya begitu?" tanyanya lembut. Tapi aku tau, dia berusaha menutupi kalau sebenarnya dia sangat kaget.

"Hanya ingin tau saja." jawabku pelan.

"Biarkan semuanya berjalan, Baby. Kamu akan tau nantinya. Lebih baik sekarang kita makan. Kamu belum makan dari tadi." ucap Alfariel dan mengendongku dengan hati-hati.

"Al, apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri." ucapku sambil menepuk-nepuk pelan dadanya.

"Diamlah, Baby. Aku akan tetap mengendongmu. Jadi, perlawananmu hanya akan sia-sia." jawabnya datar.

Nah kan, dia kembali lagi kesifat aslinya. Dingin dan datar, dasar kembarannya beruang kutub.

Alfariel mendudukkanku dikursi meja makan. Diatas meja sudah terisi hidangan-hidangan mewah. Mataku mebelo, makanan segini banyaknya. Astaga.

"Kamu ingin makan apa, Baby?" tanya Alfariel sambil menatapku.

"Aku hanya ingin makan ini saja." ucapku sambil mengambil satu sendok nasi dan satu poting ayam.

"No, itu hanya sedikit. Tambahlah lagi," tawar Alfariel dan ingin mengambil sayur. Tapi sebelum sayur itu sampai dipiringku, aku terlebih dahulu menjauhkannya.

"Tidak, aku tidak suka sayur." ucapku. Uuh, aku benar-benar sangat membenci makanan kelinci itu. Rasanya tidak enak, pahit.

"Makanlah sedikit. Aku sama sekali tidak suka dengan poster tubuhmu." ucapnya sambil melihat kearah badanku.

Aku juga ikut melihat kearah badanku, memangnya apa yang salah dengan poster badanku. "Memangnya kenapa dengan bentuk badanku?" tanyaku sambil melihat kearahnya.

"Kamu sangat kurus, Baby. Aku tidak suka. Sangat takut saat ingin memelukku, aku takut tulangmu akan patah."

Aku mengeram marah karena ucapannya. Enak saja katanya, yah mentang-mentang badannya besar. Dia seenak perutnya mengejekku. Kerena kesal, aku memasukkan satu sendok penuh nasi kedalam mulutku. Dan karena tidak hati-hati, aku sampai terbatuk-batuk.

Uhuk uhuk uhuk.

Ahhh, tengorokanku sangat sakit, sial. Tangan Alfariel dengan cepat langsung memukum tengkukku pelan. Mamberikan air padaku yang langsung aku minun dengan cepat. Tengorokkanku sakit.

"Jangan makan terburu-buru, Baby." ucapnya marah. "Kamu bisa memakannya dengan perlahan."

"Jangan memarahiku." ucapku kesal. Dia benar-benar menyebalkan, sudah tau aku sedang kesakitan. Dia malah memarahiku.

"Aku tidak akan memarahimu, jika kamu menurutiku." ucapnya membela diri.

"Terserah." ucapku sinis. Dan kembali melanjutkan makan, aku makan dengan perlahan. Aku sama sekali tidak ingin kejadian yang barusan terjadi lagi. Sekarang saja, tengorokkanku masih sedikit sakit. Sial.

*****

Kami sudah selesai makan 5 menit yang lalu. Sekarang aku tengah duduk diayunan yang berada ditaman. Kakiku mengayun dengan pelan, uuh disaat seperti ini aku jadi kagen panti. Biasanya ada anak panti yang akan mendorongku. Kami akan tertawa bahagia.

Karena terlalu asik melamun, aku langsung terkagetkan dengan ayunan yang tiba-tiba terdorong pelan.

Aku merasakan kalau ada orang yang berdiri dibelakangku. Aku membalikkan badan dan dam, mukaku langsung berhadapan dengan muka Alfariel. Sedikit lagi kalau aku memajukan wajahku, aku pasti akan dicap agresif. Dengan cepat aku langsung kembali menghadap kedepan. Jantung sialan ini juga malah berdetak dengan cepat. Astaga, jantung tolong berkerja samalah denganku.

"Apa yang kau lamunkan, Baby?" tanya Alfariel sambil mendorong ayunan pelan.

"Tidak ada," jawabku datar. Sebenarnya aku tidak bermaksut bersikap datar. Tapi, jantung sialan ini sama sekali tidak ingin berkerja sama denganku. Dia malah berdetak dengan kecepatan yang tidak normal, benar-benar mengangu.

Aku tidak tau jantungku kenapa, dulu saat aku bersama Andre saja dia tidak berdetak semengerikan ini. Kenapa kalau saat aku bersama Alfariel dia akan begini. Membuat aku jadi takut saja. Apakah aku terkena serangan jantung? Membayangkan itu membuat aku merinding, bagaimana jika iya, ahhh jangan sampai.

"Ck, kamu melamun lagi." suara marah dibelakangku menyadarkanku dari lamunan.

"Eh?"

"Jangan sering-sering melamun, Baby. Nanti kam..."

"Mr Black,"

Belum sempat Alfariel selesai bicara, tiba-tiba ada orang yang datang dengan wajah penuh keringat dan sedikit takut. Bagaimana tidak takut dengan wajah Alfariel yang menatap lelaki itu seperti ingin mengulitinya. Dasar.

"Kenapa?" desis Alfariel geram. Aku tidak tau dia kenapa.

"Digud..."

Mendadak wajah Alfariel yang mengeras tadi berubah jadi dingin. Lelaki itu juga tidak menyelesaikan ucapannya. Membuat aku yang mendengarkannya menjadi penasaran.

"Pergi dulu, aku akan menyusul." ucapnya dingin pada bawahannya itu.

Alfariel manatapku, berjongkok didepanku dan mengengam tanganku. " Aku akan pergi sebentar, jangan melakukan apapun yang dapat membahayakanmu. Dan." dia menjeda ucapannya, membuat aku penasaran setengah mati dengan apa kelanjutannya. "Jangan berusaha mengingat tentang apapun. Jangan membuat aku khawatir."

"Ak..."

"Tidak ada bantahan," ucapnya final. " Nisa."

Nisa datang dengan kecepatan kilat dan berdiri didepanku sambil menundukkan kepalanya.

"Iya, Mr."

"Jaga dia sampai aku datang, kamu akan tau akibatnya kalau dia terluka," ucap Alfariel dingin dan berlalu pergi.

Aku sama sekali tidak tau dia ingin kemana, fokusku bukan apa yang dia katakan tadi. Tapi, pada apa yang ingin dikatakan anak buahnya. Kenapa tadi tidak langsung berkata saja? Kenapa berhenti berkata, sebenarnya ada apa. Kenapa dia pergi dan tidak menjelaskan padanya. Ahhh pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban itu terus menerobos masuk kekepalaku. Membuat aku mengepalkan tangan kesal. Sial.

Next to part 14

1
angel
kurang asyik terakhirnya...masa panggilannya bunda ...paling gk panggilannya mama keh lbh enak di baca ....ceritanya dh bgs2 eeeh akhirnya yg kurang
angel
kog aku tegang ya bacanya
Ulfiah
❤ceritanya bagus pokonya ❤❣💕💞💓💗💖💜💙💚💛🧡🤍🤎
ELi_Sa❤️
g relaaaaa the end😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kha
gimana ya thor cara mengungkapinya
Urif Nurkhalimah
abis di ajakin nikah ga mau sih..jadi ngedumel sendiri kan ditaman...diculik nyaho loh😋😋😋
Miska Fransiska
bandel bgt ana di culik tau rsa
Hastin Faradilla Hlf
aq hadir membawa boomlike kak ,,,
Ziaa Ryaa
uluulululu. anaknya si Anna. bobrok banget kalian
Amoy Aja
anna kayak gitu kn salahmu sendiri.
Baranzha_Putri
semangat kak aku mampir 🥰
Ziaa Ryaa
Ahhhhhhh Anna kenapa kamu wwwwwkw
Ziaa Ryaa
Suka banget sama bagian ini. suka baca ulang-upang aku tuuy
Baranzha_Putri
semangat kak aku udah bom like jangan lupa mampir dikaryaku 😉
tebing tinggi
♥️♥️♥️
Zia Rya: makasih udah mampir
total 5 replies
tebing tinggi
😘😘😘😘
Hayati
ceritax sangt memuaskn...tp syg kisah romantisx kurng....cerita ini sangt menegnk dan juga sedih..ku hrpkn cerita selanjut lebih2222 baik lg ok 💪💪💪💪💪
Zia Rya: makasih udah baca. Silahkan kalau berkenan mampir ke ceritaku yang lain. semoga suka. saranghae
total 1 replies
Hayati
😲😲😲😲😲😲
Leon and Yuna 😸: Hi baca novel tamatku, dijamin keren dan beda dari novel2 lainnya.

Don't say goodbye (kisah cinta pemain biola)
Don't forget 21++ (kisah pembalasan dendam seorang ketua gangster)

Klik profilku ya..
total 1 replies
Hayati
aku jdi takut...tpi juga seruhhh
Ziaa Ryaa
exol datang yuhuyuhu. Hy Author salam dari exol juga. selalu semangat nulisnya. karyamu terbaik
Zia Rya: hy exol. ayo berpelukkan online
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!