Sebuah tembok besar menghalangi kehidupan dua insan yang saling jatuh cinta satu sama lain.
Mereka dihadapkan oleh keadaan yang hampir tidak mungkin bisa dilewati.
Mereka hanya memiliki dua pilihan, terus melangkah maju tapi menghancurkan semua orang, atau bergerak mundur namun mereka sendiri yang akan hancur.
Akankah kebahagiaan dan cinta akan berpihak pada mereka yang berjuang, ataukah perpisahan yang akan mereka dapatkan?
Dan mungkinkan ruang dan waktu dapan mempersatukan mereka?
Terus ikuti kisahnya di novel "Ruang dan Waktu" sebuah novel terusan dari novel "Keluarga Yang Tak Dirindukan" karya author Weka Hatake~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anniversary Part 3
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya hidangan yang mereka pesan datang.
"Silahkan dinikmati." Ucap seorang pelayan yang menghidangkan makanan di meja Kaisar dan Nara.
"Terima kasih." Ucap Nara.
"Selamat makan sayang." Kaisar begitu bahagia, bukannya menikmati hidangannya, dia justru terus memandang Nara yang sedang makan.
Nara yang menyadari itu pun mengerutkan alisnya, "Jangan terus memandangiku, kamu tidak akan kenyang kalau hanya dengan memandangiku seperti itu."
Kaisar terkekeh kecil dan menggelengkan kepalanya kemudian berkata, "Aku mungkin tidak akan kenyang, tapi lihatlah pipimu yang mengembang karena dipenuhi makanan adalah hiburan tersendiri bagiku."
Mendengar ucapan Kaisar, Nara segera meletakkan sendok ke piring, wajahnya terlihat kesal dan ia memalingkan wajahnya ke arah jendela.
Bukannya membujuk Kaisar justru semakin tertawa terbahak-bahak, "Ayolah aku tau kamu tidak bisa ngambek seperti itu. Aku tau itu hanya pura-pura."
Kaisar terus menggoda Nara sampai akhirnya dia menyadari, Nara tidak menunjukkan tawa sedikitpun dan masih tetap memandang ke arah jendela. Kaisar langsung menghentikan aksinya dan menyadari kesalahannya.
"Apa kamu sungguh marah?" Kaisar bertanya dengan hati-hati bahkan sedikit panik.
Lagi-lagi Nara hanya diam tidak menjawab sepatah katapun ekspresi wajahnya datar.
"Sayang..." Panggil Kaisar sekali lagi.
Melihat Nara hanya diam, Kaisar lalu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri tempat duduk Nara. Pemuda itu berlutut di samping tempat duduk Nara kemudian meraih tangan kekasihnya dengan hati-hati.
"Apa bercandaku sudah keterlaluan? Apa aku menyakiti hatimu?" Ucap Kaisar dengan lembut.
"Maafkan aku, aku sungguh menyesal telah keterlaluan tadi, tolong jangan marah. Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau bicara padaku lagi?" Ucapnya lagi dengan masih berlutut.
Tiba-tiba Nara menarik tangannya yang sedang digenggam Kaisar, membuat pemuda itu terkejut, apakah sebesar itu kesalahannya begitu pikirnya.
Setelah menarik tangannya dari Kaisar, Nara langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, ada tawa yang terdengar dibalik kedua tangan gadis itu. Kaisar yang tadinya terkejut seketika eksepsi wajahnya berubah menjadi kebingungan.
"Ahahaha aku berhasil bukan? Apa kamu takut?" Nara bertanya dengan berusaha menahan tawanya.
"Maksudmu, kamu sebenarnya tidak marah? Apa kamu sedang membohongiku?"
"Hebat kan? Sepertinya aku cocok menjadi pemain film." Nara sudah tidak bisa menahan tawanya, dan dia pun akhirnya tertawa lepas karena berhasil membohongi Kaisar.
Pemuda itu berdecak pelan, "Hais, seharunya aku tau dari awal karena kamu memang orang yang tidak bisa marah."
"Kalau kamu bilang bahwa kamu terhibur melihatku makan, maka melihatmu panik seperti tadi juga sebuah hiburan untukku." Kali ini giliran Nara yang menggoda Kaisar.
"Ah kamu sudah menyakiti hatiku." Ucap Kaisar dengan tangan memegang dada dan dengan ekspresi yang dibuat-buat.
Sekarang Nara yang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Kaisar, "Sudah-sudah hentikan drama ini, lihat banyak orang yang memperhatikan kita." Ucap Nara sambil menepuk-nepuk pundak Kaisar yang masih berlutut dihadapannya.
Kaisar ikut melihat ke sekitarnya dan benar saja banyak orang-orang disekitar mereka yang sedang memperhatikan keduanya. Kaisar tersenyum kemudian mencubit hidung Nara sebelum bersiap berdiri.
Namun sayangnya, saat Kaisar berdiri, area belakangnya tanpa sengaja mendorong seseorang yang sedang berjalan di belakangnya, hingga orang itu kehilangan keseimbangan bahkan sampai mengenai minuman yang ada di meja tempat makan Kaisar dan Nara. Gelas minuman yang tersenggol itu pun hampir jatuh namun Nara dengan cepat menahannya, tapi sayangnya isi dari gelas itu tumpah dan mengenai baju yang Kaisar kenakkan.
Kaisar yang menyadari itu, mengibaskan tangannya ke area baju yang terkena minuman, tapi dia tidak marah sedikitpun karena ia tau, ini merupakan kesalahannya.
Kaisar kemudian melihat ke arah orang yang terdorong tanpa sengaja tadi, "Apa Anda baik-baik saja? Maaf saya tidak sengaja tadi."
Rupanya, tidak hanya baju Kaisar saja yang terkena tumpahan minuman itu, namun baju orang yang terdorong Kaisar juga. Orang itu masih menunduk memeriksa baju yang terkena minuman itu.
"Lain kali kalo mau berdiri itu lihat-lihat dong mas, ah baju saya jadi kotor kan!" Orang itu berkata dengan nada jutek jelas sekali kalau dia sangat kesal.
Kaisar merasa sangat bersalah, "Maaf, maaf sekali lagi, saya benar-benar tidak sengaja."
Orang itu kemudian mengalihkan pandangannya dari bajunya dan langsung melihat ke arah Kaisar dengan tatapan tajam. Kaisar terkejut saat melihat siapa orang yang didorongnya tadi.
"Elo?!" Kaisar dan orang itu berkata secara bersamaan, rupanya orang yang terdorong Kaisar tidak lain adalah Adel.
"Astaga kenapa setelah ketemu lo hidup gue apes mulu si heh!" Celetuk Kaisar begitu saja.
"Eh helloowwwwww maaf ya mas, apes mah apes aja gak usah bawa-bawa orang kali, lagian elo yang salah malah elo yang marah-marah, baju gue jadi kotor nih gara-gara kecerobohan lo!"
"Maksud lo ap-" Sebelum Kaisar bisa menyelesaikan perkataannya, Nara dengan cepat memotongnya.
"Stop!" Ucap Nara yang memandang ke arah Kaisar dan juga Adel.
"Bisa nggak sih kalian nggak usah bertengkar? Kalian nggak malu apa dilihat orang-orang?" Lanjut Nara, matanya melirik ke arah sekitar mereka.
lanjut thor..
thank ya thor 😁 😁
perang dunia anak dan emak
dasar Rani, waktu sehat nyakitin perasaan Anika dan nipu Rendra... sekarang sakit pun nyusahin Satya dan Adel... 😡