Kisah seorang wanita yang memperjuangkan rumah tangganya dari wanita lain. Mampukah Intan mempertahankan rumah tangganya?
Dan mampukah intan menghadapi sikap suaminya yang selalu kasar padanya?
Ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Malam Panas 1
******Selamat Membaca******
Sesampainya di apartemen Intan tidak langsung turun. Dia hanya melihat ngeri pada rayhan yang kini berada dalam mode marah. Entah kenapa tiba* rayhan marah dan ingin memakannya padahal intan tak merasa melakukan apa*. " Mas, kenapa sich?" tanya intan. Bukannya menjawab pertanyaan istrinya rayhan malah berkata "Ayo turun, mau turun sendiri atau aku angkat biar semua pria di kota ini tau bahwa kamu INTANIA PRATIWI DANUARTA itu adalah istriku. Paham?" ujar rayhan menegaskan kata intan.
Intan yang mendengar kata rayhan hanya bisa terdiam dan turun sebelum rayhan menggendongnya. Sesampainya di apartemen intan hendak masuk ke kamarnya di lantai satu.
" Mau kemana? kamar itu sudah jadi gudang!" tegas rayhan " Tapi barang*ku masih di dalam. " jawab intan. "Baranngmu aku buang semua sudah aku bagikan pada para Art di rumah mommy, oh ya mulai hari ini ada orang yang akan mengurus rumah jadi kamu tak perlu repot* melakukan pekerjaan rumah. "
Intan yang dari tadi mendengarkan hanya bisa terbengong kaget. "Mas kalo 4 bulan lagi kita berpisah gak seharusnya mas membuang barang*ku. dan kesepakatan kita aku di ijinkan melakukan kewajibanku sebagai seorang istri?" tanya intan panjang lebar. Mendengar kata perpisahan membuat rayhan geram. " Jangan katakan lagi perpisahan, kita lihat nanti. dan kamu masih bisa melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri seutuhnya di dalam kamar kita. " Tegas rayhan yang mulai tersenyum m**s***m.
Melihat senyum itu intan hanya bisa begidik ngeri membayangkan yang ter jadi tadi malam bagaimana ganasnya rayhan. Tak mau menunggu intan yang terbengong rayhan langsung menangkup kedua pipi intan lalu me*****t bibir ranum intan yang etah sejak kapan menjadi candu setiap kali rayhan menatap intan rasanya ingin sekali memakannya saat itu juga.
hhmmmmmppppp intan sengaja di gigit agar dia mau membuka sedikit mulutnya supaya rayhan bisa mengabsen setiap senti didalam mulut intan. Cukup lama rayhan melakukannya tak lupa tangannya mulai bergerak liar kedalam bukit kembar milik istrinya. Tak tahan menahan desakan pisang ambonnya rayhan membopong intan menaiki tanngga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar secara perlahan rayhan merebahkan tubuh intan yang berusaha mengabil oksigen sebanyak*nya. Rayhan yang sudah tidak sabar segera membuka kaos dan celana bahannya memperlihatkan dada bidang yang seperti roti sobek. Rayhan berjalan mendekati ranjang. " Semalam aku mabuk tan, sekarang aku sadar dan ingin minta jatahku sebagai suami. " Intan yang mendengarnya merasa takut tapi itu hak rayhan bukankah dosa jika seorang istri dosa menolak ajakan suami ketika suami meminta.
Tak menunggu jawaban intan rayhan memulai kembali aksinya, ia mulai mengelus lembut puncak kepala intan menyusur setiap senti wajah intan mej****t sisi telinga intan dan membisikan sesuatu bagi intan tak lebih seperti tiupan lembut yang membuat bulu* halus di tengkuknya berdiri. " Mas, boleh memilikimu seutuhnya kan sayang.?" bisik rayhan tertahan. " Mas janji melakukanya dengan lembut." imbuhnya. Jangan tanya tangan rayhan kemana? Sudah pasti berada di atas lembah yang rimbun. me***b*** me***ls. Entah sejak kapan penutup tubuh intan sudah hilang entah kemana. menyisakn segi tiga permuda dan kacamata berwana pink.
Rayhan masik asik memainkan tubuh istrinya. Intan yang menerima perlakuan itu hanya bisa me****ng, me**sh, mengge****jng. menahan gai***h.
Bersambung.........
apa lupa alamat sendiri 👻