Dia Nadia anak dari orang yang hidupnya sederhana dan telah ditinggal oleh ibunya pada usianya 18 tahun ia bekerja di sekolah pemilik sebuah perusahaan ternama di kota Bandung.
Nadia di dipilih akan dijodohkan dengan pemilik sekolah tidak lain dia adalah Gibran Seputra. Gibran tidak akan pernah menerima keberadaan Nadia disisinya...
apakah Nadia bisa menaklukkan hati sang suami......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susilawati22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di antar Pulang
Ketika Nadia pulang diantar oleh Gibran didalam mobil Gibran hanya diam dan Nadia pun hanya diam tidak ada pembicaraan diantar mereka, Gibran sesekali melirik kearah Nadia . tetapi berbeda dengan halnya dengan Nadia , Nadia hanya melihat kearah pintu kaca mobil .
Gibran memecahkan suasana dengan membuka pembicaraan dengan Nadia.
" Hey cewek ceroboh , kenapa kamu bisa menjadi guru ngaji untuk adik saya, dan mengapa kamu buat ibu saya bisa menjodohkan kamu dengan saya ! . Oh apa kamu sengaja pertama kamu pura-pura baik dengan Rafa terus dengan mama dan juga papa, setelahnya mengetahui bahwa saya ini kakak dari Rafa jadi kamu mau menunjukan bahwa diri kamu itu baik, Soleha dengan, dan wanita lemah lembut sehingga orang tua saya tertarik dengan kamu untuk menjodohkan kamu dengan saya , itukan rencana busuk kamu . Nadia Ahmad kamu ngak bisa melanjutkan rencana kamu karna saya tidak ingin dengan kamu" , ucap Gibran dengan lantang kepada Nadia .
"Mohon maaf Pak Gibran Saputra saya tidak akan melakukan berbuat seperti yang bapak tuduhkan kepada saya, saya benar-benar ikhlas dengan Rafa , membantunya menjadi anak yang lebih baik" Nadia hampir meneteskan air matanya atas segala tuduhan yang Gibran Lontarkan kepadanya.
"Jika bapak menuduh saya yang tidak-tidak itu terserah bapak karna saya bukan orang seperti itu, dan ingat pak ini terakhir saya bertemu dengan orang sombong seperti pak Gibran." ucap Nadia dengan tegas dan sedikit gugup mengatakan hal itu kepada Gibran .
" Siap juga mau bertemu cewek ceroboh kayak kamu. jangan pernah bermimpi untuk bisa hidup dengan keluarga saya, buang mimpi kamu itu " Dan ingat kamu masih berkerja di sekolah milik saya, jadi kamu macam-macam dengan saya atau keluarga saya tidak segan-segan aku akan pecat kamu, oh tidak hanya itu adik kamu juga bakal saya keluarin dari sekolah saya.
" Jika saya tidak ada laki-laki di dunia ini untuk jodoh saya lebih baik saya tidak menikah sampai aku mati " Dengan ancaman yang Gibran berikan Nadia terdiam.
Gibran hanya tersenyum dengan ucapan Nadia. "Dasar cewek aneh, ceroboh ucapnya dalam hati " .
Cek-cok diantar mereka pun berakhir dengan tibanya Nadia di rumahnya. Nadia turun dari mobil Gibran, sedangkan sang Ayah Tah menunggu kedatangan sang putri .
"Nadia Alhamdulillah kamu udah sampai, siapa yang antar kamu nak ?" mata Pak Ahmad melirik mobil milik Gibran .
"Anak pak Hadi Yah, pemilik sekolah tempat Nadia kerja".
" Oh, Kok dia ngak turun ?, Ayah mau hampiri dia dulu, Ayah mau ucap terimakasih udah antar kamu pulang dan bisa Nerima kerja di sekolah miliknya " .
Nadia terdiam tidak bisa mencegah sang Ayah untuk menemui Gibran .
" Assalamualaikum, ayo masuk dulu ke dalam
"waalaikumsalam , om " gibran keluar dari mobilnya , dan menghampiri pak Ahmad serta mencium punggungnya.
" ngak usah om udah lewat jam bertamu", ucapnya sambil tersenyum .
" Oh ya udah kalau gitu, terima kasih udah antari anak saya pulang dengan selamat dan satu kali lagi om mengucapkan terima kasih udah terima anak om kerja di sekolah milik mu nak "
" Iya om sama-sama , Gibran pun undur diri dan berpamitan dengan ayah Nadia dan memberikan senyuman yang sedikit terpaksa yang ia berikan kepada Nadia dan sang Ayah.
Nadia dan Ayah masuk kerumah dan Nadia di dalam perjalan memasuki rumah Nadia sedikit bercerita bahwa keluarga pak Hadi sangat baik kepadanya. Dan pada akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya dan ingin segera membersihkan badan dan segera beristirahat karna hari ini Nadia merasa capek dengan segala kegiatan dan pikiran yang sedikit terganggu dengan kejadian hari ini .
" Dasar cowok sombong , Ya Allah jangan pertemukan Nadia lagi dengan pria itu lagi " menadahkan tangan meminta kepada sang pencipta bahwa ia tidak menginginkan kembali pertemuan antara ia dan Gibran.
Sambil membaringkan badan di kasurnya , Nadia berpikir bawah ia masih kerja sebagai guru privat untuk Rafa .
" aduh kan aku masih kerja sebagai guru privat untuk Rafa gimana donk takutnya nanti betemu dirumahnya, dan ia kembali menuduh saya sebagai apa yang ia tuduhkan di dalam mobil, Ya Allah aku memohon kepada mu permudah segala urusan nadia dan jauhkan dari orang-orang yang berpikir buruk tentang Nadia " dan sambil memejamkan mata .
Gibran kembali kerumah dan segera memasuki rumah, melihat kedua orang tuanya di ruang tamu dan menghampiri ke dua orang tuanya . " pa, ma " sambil duduk dihadapan ke duanya .
" iya udah kamu antar calon menantu papa dan mama ?"
" apa sih pa Gibran ngak mau di jodohkan biar Gibran cari sendiri, Gibran ngak pernah setuju dengan keputusan papa dan mama ini hidup Gibran pa, ma . Gibran udah besar dan punya keputusan sendiri" .
"Oke jika kamu bisa cari dalam 1 Minggu silahkan tapi ingat apa yang pernah sampaikan dengan mu didalam kamar kamu"
" udah pa , Gibran mau naik keatas Gibran capek mau debat dengan papa " Gibran menaiki anak tangga dengan perasaan kesal dengan keputusan sang papa .
Di dalam kamar Gibran memikirkan, bagaiman aku cari wanita dalam 1 Minggu untuk aku nikahi " aku mau nikah 1 kali dalam hidup ku, dan aku ingin memiliki istri yang baik untuk diri ku dan anak-anak ku nanti "
Gibran mengingat masa lalunya Dimana ia pernah di khianati oleh kekasihnya bernama Shopia , inilah membuat Gibran Engan mencari pasangan hidup, dan tidak mudah menaruh hati dengan sosok perempuan.
temannya Irfan sering menjodohkan Gibran dengan temannya tetapi Gibran tidak pernah tertarik dengan semua itu.
Gibran berpikir bahwa wanita itu sama hanya tidak ada bedanya dengan shopia .
" Ya Allah bantu aku dengan masalah ini pertemukan aku dengan jodoh yang terbaik untuk hamba mu ini ya Allah " sambil membaringkan badan dan memutuskan untuk tidur , dan berniat agar ia bisa Bagun di pertiga malam agar ia bisa sholat malam dan sholat istikharah .
lanjut dan semangat Thor. terima kasih