NovelToon NovelToon
Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim O

Kehidupan Zenaya berubah menyenangkan saat Reagen, teman satu kelas yang disukainya sejak dulu, tiba-tiba meminta gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

Ia pikir, Reagen adalah pria terbaik yang datang mengisi hidupnya. Namun, ternyata tidak demikian.

Bagi Reagen, perasaan Zenaya tak lebih dari seonggok sampah tak berarti. Dia dengan tega mempermainkan hati Zenaya dan menginjak-injak harga dirinya dalam sebuah pertaruhan konyol.

Luka yang diberikan Reagen membuat Zenaya berbalik membencinya. Rasa trauma yang diberikan pria itu membuat Zenaya bersumpah untuk tak pernah lagi membuka hatinya pada seorang pria mana pun.

Lalu, apa jadinya bila Zenaya tiba-tiba dipertemukan kembali dengan Reagen setelah 10 tahun berpisah? Terlebih, sebuah peristiwa pahit membuat dirinya terpaksa harus menerima pinangan pria itu, demi menjaga nama baik keluarga.

(REVISI BERTAHAP)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Tunangan?

Seorang wanita cantik berpakaian anggun terlihat berlari terburu-buru menyusuri lobby rumah sakit. Ia bahkan sampai menerobos masuk ke dalam lift yang nyaris penuh.

"Tolong lantai lima!" pinta wanita cantik itu pada salah seorang pengunjung yang berdiri dekat tombol. Matanya menatap cemas layar monitor lift, berharap segera sampai di lantai yang tersebut.

"Di mana kamar Reagen Aaron Walker?" tanya wanita itu ketika sudah tiba di nurse station lantai lima.

Seorang perawat terperangah memandangnya, lalu kemudian menunjuk lorong mewah yang berada di sebelah kiri si wanita.

"Hei, dia Natalie 'kan?" tanya si perawat.

"Iya." Jawab perawat lain yang juga memandangi kepergian Natalie.

Di sepanjang lorong terdapat beberapa kamar perawatan kelas atas di sana dan salah satunya adalah ruang perawatan yang ditempati oleh Reagen. Sesampainya di dalam, ia mendapati Reagen tengah belajar berdiri dengan bantuan lengan Bryan.

"Rey!" teriaknya.

Reagen menoleh ke arah pintu. "Natalie," sapanya ramah.

Natalie segera berlari dan memeluk pria itu hingga membuatnya nyaris terhuyung.

"Ups!" Reagen dengan sigap menahan pinggang ramping Natalie. "Kamu sudah pulang syuting?"

Natalie menelisik keadaan Reagen dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan yang diajukan pria itu.

"Bagaimana keadaan kaki dan tanganmu? Apa kamu benar sudah baik-baik saja? Mengapa hanya dirawat di ruang VVIP? Rumah sakit ini memiliki ruangan president suite, pelayanannya jauh lebih baik!" Wanita itu malah memberondong Reagen dengan macam berbagai pertanyaan.

"Wow, relax girl, Rey baru saja selesai terapi dan harus beristirahat," tukas Bryan.

Reagen tersenyum kecil. "Sama saja." Jawabnya. "Keadaanku pun sudah mulai pulih."

Natalie menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk Reagen, sebelum kemudian membantu pria itu untuk berbaring di ranjang.

Natalie yang kini berprofesi sebagai seorang aktris memang tengah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Wanita itu bahkan baru saja mendarat setelah tiga minggu syuting di luar kota. Oleh sebab itu, ia baru bisa menemui Reagen.

Bryan sendiri juga sama sibuknya dengan Natalie. Pengacara itu sedang fokus menangani kasus besar yang menimpa salah seorang politikus ternama.

Ketiganya lalu berbincang santai mengenai kondisi Reagen. Syukurlah Reagen sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya dan hanya akan menjalani rawat jalan sekaligus fisioterapi seminggu empat kali.

Menurut dokter John, masa pemulihan tubuh Reagen memang terbilang cukup cepat. Mungkin dalam waktu dua sampai tiga bulan dia sudah bisa beraktifitas normal kembali.

Reagen pun mendesak sang ayah untuk bisa langsung bekerja sepulangnya dari rumah sakit, meski harus tetap berada di kursi roda untuk sementara waktu.

Bryan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Sahabat kentalnya itu memang dikenal sebagai workaholic. Bryan bahkan pernah mengatakan, jika Reagen baru mau berhenti bekerja bila ia koma atau meninggal dunia.

"Benar-benar hanya koma dan mati saja yang dapat membuatmu berhenti memikirkan pekerjaan!" celetuk pria itu sadis.

Reagen tertawa, sementara Natalie menghardik Bryan keras seraya melempar sebuah kotak tisu ke arahnya.

Bryan berhasil menghindar.

Tidak lama kemudian Grace tampak memasuki ruangan Reagen. Hampir setiap hari sebelum makan siang, Grace selalu menyempatkan diri menemui para pasiennya di luar jam visite. Itulah mengapa ia menjadi salah satu dokter terbaik di rumah sakit ini.

"Bagaimana kabar Anda, Tuan Reagen?" tanya Grace formal. Walau keduanya merupakan teman semasa SMA, tapi tetap saja Grace harus bersikap profesional. Terlebih, saat ini pria itu sedang bersama dengan orang lain.

"Rey saja, Grace," pinta Reagen.

Grace mengerling pada Bryan dan Natalie.

Seakan memahami arti tatapan Grace, Reagen pun tersenyum. "Kamu kenal mereka." Reagen mengalihkan pandangannya pada Bryan dan Natalie. "Bryan, Natalie, ini Grace, salah satu dokter yang menanganiku. Kalian pasti sudah mengenalnya."

Bryan mengernyitkan dahinya, mencoba menelisik penampilan Grace dengan saksama dari atas ke bawah, sedangkan Natalie memandang wanita itu dingin.

"Grace Arcelia!" pekik Bryan seketika.

"Bryan?" Grace tak kalah terkejut. Matanya kemudian bergulir pada Natalie. "Natalie?"

Natalie tersenyum dingin. "Rupanya kamu masih mengenaliku." Wanita itu dengan sombong melipat kedua tangan di dadanya.

Grace bersumpah ingin sekali menghajar wanita sombong itu menggunakan stetoskop miliknya. Grace jadi menyesali dirinya yang telah menyapa Natalie duluan.

Bryan mencoba mengalihkan perhatian Grace dan meminta wanita itu untuk tidak mengambil pusing atas sikap menyebalkan Natalie.

Suasana yang sempat tegang sesaat seketika mencair setelah Bryan mengajak mereka berbincang santai. Tepatnya hanya Bryan, Grace, dan Reagen saja yang saling berbincang, sementara Natalie lebih senang memperhatikan Reagen sembari sesekali menatap Grace sinis.

Dalam hati, Natalie tidak menyangka akan pertemuannya dengan sahabat dari Zenaya itu. Ia tahu betul rumah sakit ini merupakan milik keluarga Zenaya, tetapi bisa bertemu dengan orang terdekat Zenaya membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman.

...***...

"Pagi menjelang siang, Bu," sapa Adel ketika Zenaya tiba di nurse station lorong VVIP.

Zenaya tersenyum seraya menjawab sapaan tersebut. "Ke mana dokter Grace? Aku mencari ke ruangannya kok tidak ada."

"Oh, seperti biasa Bu, dokter Grace sedang menemui pasien. Sekarang beliau sedang berada di kelas VVIP." Jawab perawat bernama Adel itu.

Zenaya berterima kasih padanya lalu berjalan memasuki lorong VVIP. Lantai lima memang diperuntukan khusus untuk kelas perawatan teratas, yaitu VVIP dan President Suite yang berada persis di seberangnya.

Biasanya Grace akan selalu datang ke ruangan Zenaya saat jam makan siang, tetapi kini ia berinisiatif menemui sahabatnya duluan.

Zenaya menghentikan langkahnya begitu melihat papan nama kecil yang ada di depan salah satu pintu ruangan VVIP.

Reagen Aaron Walker

Bersamaan dengan itu terdengar suara Grace dan beberapa orang di sana sedang berbincang-bincang.

Zenaya diam-diam mengintip dari balik kaca pintu. Tampak ada seorang wanita cantik nan seksi, serta seorang pria yang sedang berbincang dengan Grace dan Reagen.

Zenaya sedikit tersentak saat mengetahui siapa wanita tersebut. Siapa lagi kalau bukan Natalie yang saat ini memang sering wara-wiri di televisi.

"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu ya?"

Zenaya bisa mendengar suara Grace.

"Oke. Jadi tunanganku benar baik-baik saja, 'kan, Dokter Grace?" Dengan nada penuh kesombongan Natalie sengaja bertanya sambil menekankan kata 'tunanganku' pada Grace.

Pertanyaan yang dilontarkan Natalie kontan saja membuat Grace terkejut. Zenaya yang mendengar pertanyaan itu dari balik pintu juga tak kalah terkejutnya dengan Grace.

Mendadak tangan Zenaya terasa dingin. Ternyata penantian Natalie selama ini tidak sia-sia. Mereka berdua rupanya sudah bertunangan.

Sekelumit perasaan tak nyaman hadir memenuhi dada Zenaya. Bagaimana tidak, pria itu telah bertunangan dengan wanita lain, tetapi malah berani mengungkit masa lalu mereka dengan dalih meminta maaf.

Zenaya mengepalkan tangannya. Reagen sama sekali tidak berubah.

Terlalu muak berada di tempat itu, Zenaya pun memutuskan pergi.

Beberapa detik kemudian Grace keluar dari ruang perawatan Reagen. Wanita itu sama sekali tidak tahu harus bereaksi seperti apa ketika mendengar penuturan Natalie soal hubungannya dengan Reagen. Namun, yang jelas ada sedikit kemarahan terpancar di wajah cantiknya.

"Aku mencintainya, Grace!"

Perkataan yang sempat terucap dari mulut Reagen kini bagaikan omong kosong belaka. Buat apa pria itu mengakui perasaannya kalau ternyata telah bertunangan dengan wanita lain?

Grace jadi semakin yakin bahwa perasaan Reagen pada sahabatnya itu bukanlah cinta, melainkan hanya seonggok perasaan bersalah atas apa yang telah terjadi dulu. Beruntung Zenaya tidak pernah menanggapi Reagen. Zenaya tidak perlu terluka lebih dalam lagi.

Grace menggertakkan giginya sambil bersumpah akan menghajar Reagen, jika mereka bertemu di luar rumah sakit.

1
Ken L
sedihhhh
Dea Abdullah
berhnti baca deh.. trlalu y /Skull/othor ini gak abis² ujian nya
Erna Rusdianti
cerita bagus,tp bacanya sambil nagis 😍😍
Zaichik Rania
apa yg membuat reygan setuju...... bukannya dia menolak mentah² taruhan itu
Mario
🥰🥰
Riya Hairi
cerita yang seru
Rahma Sari
awal baca ceritanya emosi oas mau ending gak kuat aku mewek...
Mei Saroha
loh. bukannya zenaya anak kelas 1 ? koq sebulan pacaran lgs kelulusan??
Hiatus: pelan coba ka diulang bacanya😊
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udh tamat aja padahal belum lahiran.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa selalu maen rahasia²an segala sh, kalau mau gitu lbh baik ga usah menikah drpd terbuka jg takut krn alasan menyakiti itu konyol justru krn rahasia kamu nanti bakal jd semua orang lbh trsakiti rey bahkan mgkn saling menyalahkan... ini bkn hanya tntg hidupmu sendiri tp jg istri n jg klwrgamu yg harus kamu pikirkan..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhh thor baru jg bahagia kok malah ditambah lg ujiannya baru sedikit brnafas lega padahal kehidupan zen, rey
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya kebahagiaan datang lg pd kalian berdua, semoga langgeng trs jdkan pelajaran kedepannya utk lbh waspada n saling terbuka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙯𝙚𝙣 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙞 𝙩𝙞𝙢𝙥𝙖 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣... 𝙢𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙥𝙖2
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙚𝙩𝙪𝙟𝙪 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙮 𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢 𝙨𝙟 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙘𝙖𝙢 𝙠𝙧𝙣 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙤𝙣𝙜𝙠𝙖𝙧 𝙩𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙟𝙪𝙨𝙩𝙧𝙪 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙜𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙟 𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙛𝙞𝙨𝙞𝙠 𝙨𝙢 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙖𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙩𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙠𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙨𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙧𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙣𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙟𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙣𝙖 𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙧𝙚𝙮
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙝 𝙙𝙜𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠 𝙧𝙬𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙙𝙧 𝙢𝙜𝙠𝙣🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙢𝙢𝙢 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙙 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙮𝙤𝙤 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙗𝙪𝙧 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙗𝙨 𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙟𝙜 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙣𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙨𝙝 𝙗𝙨 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙗𝙣𝙧 𝙨𝙟 𝙯𝙚𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙢𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!