NovelToon NovelToon
Love Me

Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:757.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Follow IG ; Vi_via129.

Alana adalah gadis yang baik hati dan cerdas. Tapi karena keloid di wajahnya dan penampilannya yang aneh membuat ia sering di bully di sekolah dan lingkungan tempat dia tinggal. Bahkan saudari kembarnya pun ikut-ikutan membullynya.

Hingga suatu hari pembullyan itu menyebabkan Alena saudara kembarnya koma dan Alana yang harus menanggung biaya perawatan Alena.

Sadar ia tidak memiliki apapun dan akan semakin menyulitkan hidupnya jika ia terus berhutang kepada sahabatnya. Alana memutuskan untuk menerima tawaran sahabatnya Naya untuk menikah dengan Pamannya yang terkenal dengan kata kejam, sadis dan tak punya hati. Dengan harapan ia dapat mengubah takdirnya.

Sanggup seorang Alana mengubah takdirnya menjadi lebih baik? Dan bagaimana cara dia menghadapi, pria tak berhati yang terkenal sadis dan kejam itu? Kepo in yuk.🤗🤗

Mengandung sedikit bumbu panas-panas.🤗🤗 Harap bijak dalam memilih bacaan.😘😘 follow IG vivia129. untuk visual dan segala informasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan aku.

Tidak terasa empat Minggu sudah alana, Naya dan Tante Rina berada di luar negeri dan kini saatnya mereka untuk kembali sebab waktu libur kenaikan kelas mereka, telah berakhir.

Selama menjalani masa perawatan Alana di luar negeri, Naya dan mamanya tidak pernah sedikitpun meninggalkan Alana, mereka selalu menemani gadis itu, meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja. Bahkan mereka rela tidur di rumah Sakit bersama Alana, selama ia di rawat dan saat Alana keluar dari rumah sakit, mereka menyempatkan waktu tersisa untuk berlibur dan mengabaikan momen selama mereka disana.

" Akhirnya kita akan pulang juga! Aku sudah sangat merindukan papa." Ucap Naya. Mereka kini berada dalam perjalanan menuju bandara internasional. " Hei Al, naikkan rambut kamu, apa kamu lupa apa yang di katakan dokter." Tegur Naya saat melihat rambut Alana menutupi sebagian wajahnya, seperti biasanya.

" Tapi Nay, aku sudah biasa seperti ini." Seru Alana, gadis itu belum terbiasa memperlihatkan wajahnya.

" Ya ya ya! Aku mengerti! Tapi mulai sekarang kamu harus terbiasa, ingat apa yang aku dan mama ajarkan kepadamu, mulai dari penampilan sampai pakaian yang harus kamu pakai, kamu harus mengingatnya semua." Alana hanya mengangguk pasrah, kemudian mengambil ikat rambut dan mengikat seluruh rambut keatas.

Melihat itu sandrina pun tersenyum, usahanya untuk menghilangkan bekas luka di wajah Alana sedikit-sedikit telah berhasil. Sebab bekas luka itu sedikit banyak mulai tersamarkan dan jika Alana rajin mengoleskan krim yang di berikan dokter, dalam enam bulan bekas luka itu akan hilang sepenuhnya. " Cantik." Puji sandrina.

" Terima kasih Tante."Sandrina hanya mengangguk.

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

Menempuh perjalanan darat selama satu jam dan udara selama berjam-jam akhirnya mereka tiba di tanah air tepat jam sepuluh malam. Satyo yang akan menjemput mereka sudah berada di bandara selama satu jam menunggu kedatangan mereka.

" Papa." Teriak Naya kemudian ia berlari dan melompat ke pelukan papanya. " Naya kangen banget sama papa. Gimana kabar papa?"

" Papa selalu sehat sayang dan papa juga merindukanmu." Lelaki paruh baya yang masih terlihat sangat tampan di usia yang hampir setengah abad itu membalas pelukan Naya dan mengecup keningnya sebelum berpindah kepada sang istri tercinta. " Kamu semakin cantik Al." Puji Satyo sembari mengusap rambut Alana.

"Dia memang sudah cantik dari sananya, hanya saja dia kurang percaya diri, ya mungkin karena bekas lukanya itu yang sedikit menganggu." Sahut Tante Rina membenarkan apa yang di ucapkan suaminya.

" Iya papa dan mama memang benar! Tapi sudah saatnya kita untuk pulang ke rumah, karena aku dan Alana sangat lelah! Benarkan Al?" Alana tersenyum kemudian mengangguk, ia yang biasa luwes di tengah-tengah keluarga itu, kini menjadi sedikit sungkan setelah statusnya berganti menjadi bagian dari keluarga itu.

"Ya sudah ayo, kita pulang! jangan melamun." Tegur Satyo kepada Alana yang sedang melamun. Setelah itu mereka pun pulang ke rumah mereka.

Tidak butuh waktu lama, merekapun tiba di rumah, satyo meminta anak, istri dan adik iparnya, langsung masuk kedalam rumah, sementara ia menurunkan semua barang bawaan mereka dari bagasi mobil di bantu para penjaga, sebab para pelayan sudah istirahat dan Sandrina tidak pernah mendesak para pekerjanya. Karena prinsipnya, selagi masih bisa di kerjakan besok kenapa harus di paksakan dan ia juga mementingkan kenyamanan para pekerjanya.

" Al, mulai sekarang kamu tidur aja di kamar Saddam. Semua barang dan keperluan kamu sudah di pindahkan ke sana." Ucap Sandrina, begitu mereka bersiap masuk ke kamar masing-masing.

" Mama, kenapa kita berdua nggak satu kamar aja sih! Lagian kita juga udah nyaman tidur berdua." Keluh Naya.

" Mama nggak melarang kalian tidur berdua! Tapi mengingat Alana sekarang adik ipar mama, sudah sewajarnya mama memberikan dia kamar sendiri juga di rumah ini dan setelah mama pikir-pikir sebaiknya Alana menepati kamar paman kamu. Toh paman kamu juga udah nggak pernah lagi nginap disini." Mulut Naya sedikit terbuka membentuk huruf O, seraya mengangguk paham. " Sudah-sudah jangan kebanyakan protes, sekarang kembali ke kamar kalian masing-masing terus istirahat. Katanya capek." Tegas Tante Rina, membuat mulut Alana yang sudah terbuka ingin protes kembali tertutup.

Naya dan Alana pun menuju kamar masing-masing, Naya ke kamarnya sementara Alana menuju kamar Saddam. Berkerja beberapa bulan di rumah itu, Alana sudah hafal letak kamar di rumah itu. Kamar kakak laki-laki Naya berdekatan dengan kamar Saddam sedangkan kamar Naya berdekatan dengan kamar kakak perempuannya, untuk kamar orang tua Naya berada di bawah.

Di dalam kamar, Alana duduk di sofa sembari menatap seisi benda yang ada di dalam kamar yang bernuansa maskulin itu, ada empat warga yang ada dalam kamar. Hitam, putih, biru Dongker dan gold. Selebihnya tidak ada kecuali warna coklat dari bingkai berukuran besar dimana foto pernikahan dia dan Saddam terpasang di sana.

Alana menarik nafas dalam-dalam, setelah itu mengeluarkannya, berulang kali ia melakukan hal itu. Entah kenapa berada di kamar Saddam membuat ia sedikit sesak dan cemas untuk sesuatu yang tidak tahu apa. Mungkin ia sedang merasakan firasat jika hidupnya akan lebih sulit dari sebelumnya. " Tuhan tolong jangan pertemukan aku dengannya dalam beberapa hari ke depan, karena dia sangat mengerikan." Alana berdoa di dalam hatinya.

Saat ini, ia begitu lelah dan sedikit pusing karena pejalan mereka sangat melelahkan, tapi mata Alana belum juga terpejam, padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Alana pun sudah habis mandi dan berganti pakaian dengan kimono lingerie yang di siapkan Tante Rina untuk dirinya, tapi sampai sekarang ia masih setia terjaga.

Alana mencoba mencari kesibukan dengan membaca buku-buku yang berada dalam kamar itu, berharap rasa kantuknya datang dan matanya segera terpejam, tapi sayang hal itu tidak berpengaruh apa-apa. Alana memutuskan untuk menutup satu buku yang dia ambil untuk dia sebelumnya dan meletakkan di tempat semula, ia kemudian berjalan menuju balkon, duduk di sana dan menatap ke arah bintang-bintang yang ada di langit.

Merasa bosan Alana kembali masuk kedalam kamar, ia ingin ke kamar Naya, tapi takut menganggu Naya, akhirnya Alana memutuskan untuk berbaring di ranjang, berguling kesana-kemari, hingga ia pun tertidur di jam tiga pagi.

Baru semalam Alana berdoa agar tidak di pertemukan dengan Saddam, tapi doanya tidak di dengarkan, sebab pagi harinya batang hidung Saddam sudah terlihat di rumah kakaknya.

" Selamat pagi Sandrina, apa kamu sudah puas menghindari aku." Ucap Saddam yang baru saja datang kepada sandrina yang tengah duduk di ruang makan seorang diri. Satyo suaminya telah berangkat kerja, sementara Naya dan Alana masih tertidur di kamar mereka masing-masing, seperti kedua gadis itu mengalami jet lag.

Sandrina dengan santai mengoleskan selai coklat di atas roti dan membalas." Siap yang menghindari kamu! Aku sedang berlibur bersama anak dan adik ipar aku, lagian kamu siapa sampai aku harus menghindari kamu."

Kata - kata sandrina sedikit menusuk, tapi sandrina bersikap biasa saja, seolah itu bukan apa-apa.

" Maafkan aku, tolong jangan marah lagi dan ingat satu hal tanpa aku dia tidak akan menjadi adik ipar kamu" Ucap Saddam Sembari mencium pipi kakaknya.

.......

.......

.......

.......

...Bersambung....

...Happy reading...💝💝...

1
siti rohimnah
Biasa
siti rohimnah
Kecewa
Nur Sidah
berapa umur sadam
Katherina Ajawaila
diksh pupuk terus sih, kya jadi subur deh ladangnya
Katherina Ajawaila
Alana sm Alena hamil, kelar kembar identik hamil juga bareng 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
thour bikin Alana hamil biar ceritanya jadi seru Alena nikahin sama Aaron biar ngk berkeliaran itu laki2 tabur benih seenaknya aja
Katherina Ajawaila
Aron edan, ngk tau apa2 main embat aja, tanggung jawab lo perawan anak orang
Katherina Ajawaila
Alana biar hamil thour selesai ujian biar seru, jadi madu
Katherina Ajawaila
iya majikan nya sudah menikah dan istrinya Alana. iya kan thour😘😘😘
Katherina Ajawaila
kapok bucin kan lo Sadam sm bocil yg bisa bikin anak kecil
Katherina Ajawaila
hore Alana si super Women, keren thour ceritanya lucu juga biar Alana hamil thour, jadi kan sadam bucin habis
Katherina Ajawaila
hamil kali Alana thour
Katherina Ajawaila
keren Alana buat sadam keblinger keren thour
Katherina Ajawaila
bentar lagi ada safam yunior, karna Alana lg subur2 nya y thour.
Katherina Ajawaila
mantap Alana
Katherina Ajawaila
semoga Sadam memilih Alana menjadi istri yg terbaik
Katherina Ajawaila
ibu yg ngk tau diri ngk pernah berfikir dr. mana anaknya dpt uang utk biaya nya di rmh sakit sm anak ke sayangnya, 👹👹👹
Katherina Ajawaila
Saddam gendeng, semoga aja ngk kejem ya thour, kasihan juga Alana
Katherina Ajawaila
kel lain aja punya rasa iba. next Thour
Katherina Ajawaila
kasihan amat Alana, thour biar mmnya kebuka hatinya sedikit aja, ibu apa yg nhk punya rasa iba terhadap darah daging sendiri, harimau aja yg begitu jahat akan melindungi anak nya dari pemburu. ibu laknat itu nmnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!