Selamat datang di novelku kak, jangan lupa klik♥️+ komen+vote ya🙏🏻
Kira- kira bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling berharga dalam hidup kita. ?
mala maharani putri. seorang gadis berusia 23 tahun harus menelan pil pahit tepat di hari ulang tahunnya yang ke 23, gadis itu kehilangan kedua orang tuanya dan semua hal yang dia miliki. bagaikan jatuh di timpa tangga.
Hingga pada suatu hari mala terpaksa menerima tawaran seorang ceo untuk menjadi istri kontraknya dalam jangka 1 tahun.
Bagaimana jika cinta itu tumbuh di antara mereka?
Ikuti kelanjutan ceritanya di " Istri kontrak sang ceo"
Happy reding,♥️
Baca sampai akhir ya. Mohon maaf jika masih banyak Typo dan bab yang kurang masuk akal😂. Ini karya pertama saya , 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman pertama
Setelah mengakhiri sambungan telepon dengan mamanya, lalu Devan mencari lilin karena mati lampu yang di sebabkan hujan deras juga angin besar.
" Mas Devan! kamu dimana? Aku takut mas,"
Terdengar suara Mala yang memanggilnya dengan suara sedikit bergetar, pria itu pun akhirnya datang dengan membawa 1 lilin di tangan kanannya.
" Iya Mala aku disini. kamu gak perlu takut ada aku disini"
Devan segera menghampiri Mala yang sudah ketakutan sejak tadi, badannya menggigil.kedinginan karena kehujanan tadi siang,
" Aku dingin mas! tolong peluk aku mas!"
Merasa kasihan dengan Mala yang begitu kedinginan akhirnya pria tampan itu memeluk Mala untuk meringankan rasa dingin yang dirasakan oleh istri cantiknya,
" Dingin mas!!"
suara itu berkali-kali terdengar oleh Devan, membuat pria itu semakin mempererat pelukannya, dan tak bisa di bohongi jika memeluk tubuh mungil Mala membuat nafsunya sedikit tak bisa dikendalikan,
" Astaghfirullah, sexy sekali tubuh istriku, jika berlama-lama seperti ini aku takut tak bisa menahan gairah ku yang semakin menggebu"
Pria tampan itu berhasil menahan rasa nafsunya yang semakin meningkat,
" Sabar Devan.. ingat kamu gak boleh melakukan nya,"
lagi lagi Devan membatin dalam hatinya. 1 jam mungkin pria itu memang bisa menahan nafsunya yang sudah menggebu sejak tadi, namun hujan yang semakin deras serta petir yang begitu keras membuat mala terus mempererat pelukannya terhadap Devan,
" Apa kamu masih kedinginan Mala,"
Wanita cantik itu hanya mengangguk Pelan sambil menggigit bibir bawahnya.
" Astaghfirullah... jika terus-menerus seperti ini bagaimana aku bisa menahannya, lagipula kan aku dan Mala sudah menjadi suami istri, gak papa kali ya kalo aku melakukan nya dengan Mala, tap....Pi kan ini hanya pernikahan kontrak yang akan berlangsung selama 1 tahun saja. Tahan Devan. kamu gak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan,"
Namun saat melihat Mala yang selalu menggigit bibir bawahnya karena kedinginan semakin membuat Devan tak bisa mengontrol dirinya lagi, dan akhirnya pria tampan itu mencium lembut kening Mala di sertai dengan sedikit membelai rambut Mala, perlahan ciuman itu mulai turun ke pipi dan akhirnya sampai di bibir Mala. pria itu ******* lembut bibir istri cantiknya, lalu Devan mulai membuka kancing baju mala satu persatu, serta meraba lembut dua gunung yang begitu terpampang sempurna. Sedikit memainkan tangannya disana.! sedangkan Mala hanya mengikuti arahan yang di berikan oleh Devan, wanita cantik itu akhirnya membalas ciuman lembut yang di berikan oleh suaminya, namun disaat permainan panas ini di mulai seketika Mala menghentikan tangan Devan yang sudah mulai nakal
," Mas!! kita tidak boleh melakukan nya mas,"
" Emang kenapa mala, bukan kan kita sudah sah secara hukum dan agama, jadi aku bisa kan meminta hak ku sebagai suami kamu??"
" Iya mas aku tau! tapi kan kita sudah janji untuk tidak akan melakukan hal ini, lagipula pernikahan kita kan hanya berlaku untuk 1 tahun, jika kita melakukannya, bagaimana jika aku hamil mas?"
Pria itu terdiam sejenak mencoba mencerna perkataan istrinya.
" Mala. melihat mama ku yang begitu sayang sama kamu, apa kamu masih yakin jika hubungan ini hanya akan berlangsung selama 1 tahun. jujur aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi mama jika tau kita hanyalah menikah kontrak. Mala bagaimana jika perjanjian itu kita lupakan saja, aku mau kamu jadi pendampingku untuk selamanya, aku juga mau kamu jadi mama dari anak- anakku. memang waktu awal kita ketemu aku gak punya perasaan apa-apa sama kamu, tapi setelah 3bulan kita sering bersama rasa itu mulai tumbuh Mala,"
Aku ingin kamu menjadi istriku seutuhnya"
" Tapi mas, bagaimana dengan surat perjanjiannya, bukankah kita sudah sama-sama tandatangan di atas materai?"
ucapnya pelan.
" Kalo hanya soal itu biar menjadi urusanku, pertanyaan nya apa kamu mau menjadi istriku seutuhnya?"
tak langsung menjawab Mala hanya diam dan terpaku, membuat Devan kembali mengulangi perbuatannya,
" Mala apa kamu mau menjadi istri ku yang sesungguhnya, dan menemani ku di masa tua nanti?"
Mala pun segera melihat ke arah Devan, kali ini wanita cantik itu akhirnya menjawab pertanyaan Devan yang sejak tadi sudah di tunggu boleh Devan.
" Iya mas, aku mau jadi istri kamu yang seutuhnya, karena jujur mas, sebenarnya aku juga sudah ada rasa sejak kamu membelaku mati-matian waktu aku dibully oleh Bili dan Vira, Sejak saat itu perasaanku mulai gak karuan."
Devan terlihat begitu kesenangan saat mendengar Jawa dari maka, pria itu langsung memeluk Mala tanpa ragi seperti sebelumnya.
" Terimakasih Mala, mulai sekarang aku akan panggil kamu dengan sebutan sayang.*
" Iya mas sama-sama. aku juga berterimakasih karena mas Devan mau menjadikan aku sebagai istri."
tak lama kemudian akhirnya lampunya kembali terang, terdengar bunyi dari perut Devan. karena kebetulan mereka hanya makan tadi pagi,
" mas. Apa mas Devan lapar?
tanya Mala pelan.
" Iya sayang. seperti nya cacing di perutku sudah meminta jatah, kan kita hanya sarapan tadi waktu di hotel.
" Lirih Devan lembut "
" Ya sudah mas biar aku masakin ya, mas Devan mau makan apa?"
" Apa aja terserah kamu sayang, memangnya kamu bisa masak?"
" Ya bisalah mas, sewaktu masih SMP aku sering di ajarin masak sama mamah, kata mama biar pas aku menikah aku bisa masakin buat suami aku, Kalo gitu aku kedapur dulu ya mas,"
Devan hanya mengangguk pelan, akhirnya wanita cantik itu bangkit dari ranjang yang ukurannya tidak terlalu besar.15 menit kemudian akhirnya Devan mencium bau masakan yang begitu harum. hingga membuat hidungnya mengikuti arah bau masakan tersebut,
" Kamu masak apa sayang, dari baunya saja sudah pasti enak"
seketika membuat Mala menoleh ke arah suara Devan
" Eh mas, ngagetin saja, Ini aku lagi masak sup sama ayam dan tempe goreng terus sambel terasi, ini sudah selesai kok mas, tinggal aku bawa ke meja makan saja,"
" Ya sudah aku bantu kamu bawa ke meja makan ya, udah gak sabar pengen cobain masakan istri tercinta"
Devan sengaja sedikit menggoda istrinya. setelah semua siap di meja makan dengan cepat kilat pria itu mengambil nasi dan lauk yang sudah di masak Mala. suapan pertama biasa saja, lanjut dengan suapan berikutnya yang semakin lahab, bahkan Devan mengambil kembali nasinya,
" Enak sayang.! masakan kamu enak sekali, sering-sering masak buat aku ya, seperti nya masakan kamu akan menjadi makanan favorit aku deh"
ucap Devan yang memang benar-benar terlihat begitu menikmati makanannya.
" iya kamu tenang aja mas aku bakal sering masak Buat mas Devan."
semangat thor
saya undur diri
apalagi Devan tidak salah cuman di jebak sama pelakor
lanjuut thoorr.. jngan lama2 up nya