Georgia Savanah Almeera menerima konsekuensi di usir dari rumah oleh papa nya karna telah menolak untuk di jodohkan.
Tanpa gentar sava memilih untuk meningalkan rumah yang sudah delapan belas tahun dia tinggali.
Pada akhirnya di usia 19 tahun Sava menerima pinangan seorang pemuda sederhana bernama Emieer Sadiq.
Belum lama menjalani pernikahan dengan pria yang di cintai nya. Savanah harus menerima kenyataan pahit. Saat suami yang baru menikah dengan nya satu tahun, tewas dalam sebuah kecelakaan saat ia sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka.
Bagaimna selanjutnya kisah tetang Savanah. Bagaimna ia bisa bertahan hidup tanpa pria yang di cintainya. Dan apa Sava bisa menemukan pria lain, penganti belahan jiwa nya yang kini telah tiada.
ikuti kisahnya ya gaess ini cerita pertama ku, maklum jika masih banyak Typo 🤗😍🙏💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
flashback on
Setelah menyantap nasi goreng di tambah lagi dengan bercakap penuh drama, akhirnya suami istri yang baru sehari menikah itu kembali ke kamar hotel.
Sesampainya di kamar,Sava yang merasa sudah kenyang langsung merebahkan diri ke ranjang.
"Aku paling tidak bisa tidur nyenyak kalau lapar kak, kamu harus tau itu." ucap Sava sambil rebahan santai di ranjang hotel dengan kedua kaki masih menyentuh karpet. Kemudian Emieer yang gemas dengan sang istri ikutan merebahkan diri di sisi Sava.
"Sayang, pangil aku sayang atau Emieer saja. Jangan pangil aku kakak lagi,di kira nanti kamu adik ku."
Mendengar protestan sang suami, membuat Sava tertawa.
"Apanya yang lucu, kok malah tertawa." keluh Emieer, kemudian menoleh kesamping,ke arah Sava yang masih terkekeh sendiri.
"Entahlah, aku suka memanggil mu kakak, rasanya sangat nyaman dan menentramkan.Itu pangilan Kramat ku untuk mu sayang."
Ucap Sava, yang sejurus kemudian ikut menoleh kearah sang suami. Sehingga mereka kini saling bertatapan.
"You so beautiful," puji Emieer, saat mereka saling tatap dan saling membisu.
Wajah Sava yang cantik putih bersih dan natural selalu menjadi dambaan Emieer.
Kesempurnaan wajah Emieer di mata Sava pun selalu membuat nya berdebar. Di tambah lagi dengan perlakuan manis sang pujaan hati, membuat Sava semakin mencintai pria yang memiliki pupil warna cokelat terang itu.
Kemudian Emieer bangkit, netra cokelat itu masih mengunci mata Sava yang masih tak berkedip memandang sang suami. Dan kini tangan Emieer mulai terulur, membelai pipi merah merona milik Sava.
Nafas Sava mulai memburu, jantung pun kini berdebar bercampur desiran darah yang mendadak mulai terasa panas di sekujur tubuh.
Sava kembali tegang.
Emieer yang mulai bangkit kembali gairah nya pada Sava, mendekat kan wajah nya ke wajah sang istri.Tapi baru saya Emieer ingin kembali merasakan manis nya bibir Sava, Sava menghentikan pergerakan wajah Emieer dengan menempelkan jari manis pada bibir Emieer.
"Kau berhutang, penjelasan pada ku sayang."
ucap Sava tersenyum manis,sambil menaikkan ke dua alis nya.
"Penjelasan apa?" tanya Emieer bingung.
Sava kemudian bangkit dari rebahan nya. Kemudian ia duduk tegak di tempat tidur sambil bersila.
Emieer kemudian memejamkan matanya, merasa gemas karna Sava menginterupsi serangan yang sudah dia bangun.
"Bagaimana kakak bisa menyewa kamar hotel exclusif ini, aku tau menginap di sini tidaklah murah, maksud ku, aku juga tau kakak banyak pengeluaran kan. Harus nya tidak perlu seperti ini."
Sava berucap sambil menahan napas. Ia tau jika dia sebenarnya menghindari serangan Emieer tadi.
"Aku yakin kau adalah istri terbaik di masa depan, dari cara mu menganalisa kemampuan ku, aku salut pada mu sayang."
"Kau tenang saja, aku tak mengeluarkan sepeser pun. Ini adalah kado dari temen kerja ku. Mereka yang memberikan kejutan menginap di hotel ini." ucap Emieer yang kemudian ikut bangkit dan duduk berhadapan dengan Sava.
"Kau pekerja keras Emieer, aku juga yakin kau akan sukses dimana depan. Dan sebagai pendamping mu, aku akan selalu mensupport mu. Kau luar biasa bagi ku, bagaimana cara mu menjalani hidup dan memperlakukan aku, itu semuanya sangat berkesan," Sava berucap sambil memegang ke dua tangan Emieer yang ada di hadapannya.
Emieer tersenyum manis, dan sebenarnya dia sangat gemas dan ingin sekali menerkam wanita 19 tahun yang kini membuat nya bangga menjadi laki laki.
Karna dorongan hormon yang saat ini sudah tak bisa di kendalikan lagi oleh Emieer. Hasrat yang mulai kembali naik, memory tubuh Sava yang indah dalam panca Indra penglihatannya.
Serta memory suara Sava saat mendesah kini sudah memenuhi otak Emieer. Libido yang tinggi itu kini sudah tak bisa di kendalikan.
Alhasil Emieer langsung merangsek ke arah Sava, lalu mengungkung tubuh mungil yang juga seksi bagi nya.
"Kak," pekik Sava.
Tapi Emieer sudah terlanjur kalap, dan Sava pun hanya bisa pasrah. Di bawah kungkungan Emieer yang semakin menggila, Sava mengikuti pergerakan sang suami, apapun yang Emieer ingin kan dari nya, Sava hanya bisa berusaha memberikan apa yang Emieer mau.
Belum lagi bayangan pergulatan yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu, semakin membuat dua insan itu sama sama antusias melakukannya kembali.
🍁🍁🍁🍁
Tak terasa sudah dua hari lama nya mereka menginap di hotel.
Dan pagi ini Sava nampak bersiap siap untuk cek out dari hotel. Tiba tiba deringan ponsel Emieer menarik perhatian Sava.
Selama ini Sava tidak pernah sekalipun kepo dengan ponsel Emieer. Namun sepertinya tidak untuk sekarang. Jiwa penasaran terhadap benda pipih itu membuat Sava menghampiri ponsel Emieer yang sejak tadi berdering.
Begitu menatap layar ponsel, dan ternyata pangilan video call seorang wanita, membuat Sava langsung mendadak panas. Rasa cemburu tiba tiba melingkupi hati nya .
Siapa yang berani menelpon Emieer di hari libur seperti ini?
Siapa yang berani melakukan panggilan video call pada suami nya ?
Siapa dia..?
Siapa wanita itu ?
yes bab 14 🤗😬
💐🙏
cinta tulus harus dipisahkan karena maut 😭
baru baca novel pertama nya seru dan menarik 🥰