Cecilia Humeera, sering disapa Sesil atau Cecil adalah seorang gadis berusia 26 tahun, memiliki perkejaan yang terbilang unik. Yaitu 'Pengusir Pelakor'. Namanya sudah begitu terkenal dikalangan Nyonya-Nyonya sosialita keluarga kaya, mereka berani membayar tinggi jasa Sesil.
Dengan wajah cantik serta tubuh sexi-nya. Menggoda para Suami-Suami mata keranjang bak membalikkan telapak tangan.
Tapi tak jarang dia harus menyusun matang rencana bila perceraian dengan kompensasi kemenangan diinginkan oleh klien-nya.
Jackson Baldev, seorang pria sejuta pesona menjadi targetnya. Namun, Jackson bukanlah lelaki yang dapat dengan mudah Sesil taklukkan.
Sesil merasa tertantang dengan Jackson yang tidak mudah didekati. Ditambah lagi dengan bayaran 1 M yang Nyonya Baldev tawarkan. Dua poin penting itu membuat Sesil akhirnya menerima Misi besar kali ini.
Akankah Sesil mampu menaklukan hati Jackson yang ternyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Zea berdiri lalu pergi lebih dulu setelah mengucapkan kalimatnya.
"Aku tau kamu tidak akan mudah percaya padaku, Nyonya Baldev. Untuk itu aku harus bertindak lebih hati-hati." Batinku, lalu ikut keluar dari restoran.
Aku bersembunyi dibalik tiang ketika tak sengaja melihat Andreas yang kebetulan menjemput Zea.
Andreas terlihat keluar dari mobilnya lalu membuka pintu untuk Zea. Aku dengan cepat mengeluarkan ponsel lalu mengambil beberapa gambar.
Mobil yang Andreas gunakan sama persis dengan mobil milik Jackson. Setelah melihat mobil itu, aku baru menyadari kenapa Andreas tidak disegani oleh Tuan Besar Liandra, karena dia tidak tahu cara menutupi ketamakannya, ketamakannya terlihat begitu jelas.
Sekarang aku mulai tau akar permasalahan. Bahkan Jackson juga tahu keberadaan kekasih gelap Zea. Alasannya menahan perselingkuhan ini karena, pertama dia tidak punya perasaan terhadap Zea, kedua Andreas harusnya punya orang dalam di PT. Samudera Raya. Jackson tidak akan membiarkan dirinya kehilangan semuanya jika tidak menemukan kesempatan untuk menjatuhkan orang-orang itu satu per satu. Ini adalah persaingan bisnis yang sangat rumit sekaligus menegangkan. Entah siapa yang akan menang antara mereka, tapi yang pasti mereka semua memiliki tujuan yang sama dengan kelicikkan masing-masing.
Aku segera menuju parkir dan masuk kedalam mobilku.
"Aku harus cepat memberikan foto ini kepada Jackson. Setidaknya ini bisa menjadi bukti perselingkuhan Zea dan Andreas.
Huffff ....
Aku menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Setelah dirasa lumayan tenang. Aku segera tancap gas menuju perusahaan.
Setelah tiba di perusahaan. Aku dikejutkan dengan sekelompok wartawan yang berkerumun di luar.
"Permisi, Pak. Saya ingin bertanya. Ini kenapa ada banyak wartawan ya?" Tanyaku kepada seorang pria paruh baya yang kebetulan lewat.
"Barusan telah terjadi kecelakaan di gedung barat daya PT. Samudera Raya, Nona." Jawab pria itu lalu kembali melanjutkannya perjalanannya.
Aku berjalan seperti biasa akan masuk ke dalam gedung. Tapi sayangnya, satpam dan resepsionis memblokir pintu utama agar tidak dimasuki wartawan.
Aku terhalang di luar dan tidak bisa masuk kedalam. Beberapa wartawan melihat kedatanganku, mereka langsung mengeruminiku ketika mengenali identitasku dengan kartu staf yang tergantung di leher.
"Nona, nona salah satu staf dari PT. Samudera raya bukan? Izinkan kami mewawancarai Nona sebentar saja." Izin salah satu dari mereka.
Tanpa menunggu aku mengizinkan. Para wartawan itu langsung menyerbuku dengan banyak pertanyaan yang rata-rata sama maksudnya.
"Menurut Nona, apakah kecelakaan ini termasuk kesalahan dari PT. Samudera raya?
"Apakah kecelakaan ini benar disebabkan oleh kelalain dari PT. Samudera raya yang kurang memperhatikan kenyamanan dan keamanan stafnya?
"Apakah kecelakaan ini terjadi karena adanya unsur kesengajaan seperti persaingan misalnya?
"Apakah PT. Samudera raya akan bertanggung jawab tentang kecelakaan ini?
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan wartawan yang membuatku begitu geram. Kenapa mereka begitu bodoh. Memangnya aku ini Tuhan yang mengetahui segalanya.
Namun, bukan Sesil namanya kalau tidak bisa menjawab dengan cerdas beberapa pertanyaan dari wartawan
"PT. Samudera Raya tidak pernah mengalami kesalahan sejak didirikan. Kami akan melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus ini." Jawabku tegas.
"Katanya PT. Samudera Raya akan ikut tender proyek Go Green di pusat kota, apa akan menyerah setelah kecelakaan ini?" Pertanyaan wartawan ini tepat di poin pentingnya, aku segera menjawab dan berkata.
"Tender penting di kompetisinya. Pebisnis percaya pada penipuan dengan taktik tertentu. PT. Samudera Raya punya batasannya, tapi bukan berarti semua perusahaan juga punya. Kami pasti akan menyelidiki kebenaran di balik kejadian ini." Jawabku membuat semua wartawan bungkam. Aku segera masuk ke dalam gedung perusahaan setelah wawancara selesai.
Begitu berhasil masuk ke kantor, aku langsung masuk ke dalam lift dan menuju ruangan Jackson. Begitu tiba aku segera masuk, dan segera menghampiri Jackson yang masih betah duduk di kursi kebesarannya.
"Jackson," panggilku lembut.
Jackson mengehrntikan pekerjaannya. Aku segera memutari mejanya lalu berdiri disampingnya.
"Lihatlah ini, aku berhasil mendapatkan gambar perselingkuhan antara Nyonya Zea dan Tuan Andreas." Laporku siap menerima pujiannya.
Jackson melirik foto itu hanya sekilas. Aku sedikit heran dengan ketidak peduliannya.
"Benda seperti ini sama sekali tidak berguna. Vidio saja bisa tidak berguna apalagi hanya lembaran foto ini. Jangan sia-sia kan energimu untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti ini. Jangan terlalu merendahkan lawanmu. Trik biasa seperti ini tidak akan pernah berguna. Bedakan misi ini dengan misi-misi biasa seperti yang kau lakukan sebelumnya. Dan bertindaklah dengan cerdas." Jawab Jackson membuatku semakin cemas. Aku terlalu menganggap remeh Zea. Seharusnya aku tau bila dia juga pasti akan bertindak licik.
Aku menundukkan wajahku dalam untuk berpikir keras. Namun, tiba-tiba aku menengadahkan wajahku ketika mendengar rencana Jackson.
"Tapi—sepertinya kecantikan dan trikmu akan berguna untuk menangani orang yang mengancamku." Ucap Jackson.
"Kamu tidak mungkin akan setega itu padaku bukan," jawabku dibalas senyuman mengerikan oleh Jackson.
Tanpa menanggapi perkataanku Jackson segera berdiri dan ingun keluar dari ruang kantor. Dengan cepat aku mencegahnya dan maju kehadapnnya guna membantunya merapikan dasi.
"Jackson, dasimu miring. Sini aku benarkan." Ujarku lembut sambil menyentuh dasinya yang terlihat rapi-rapi saja.
"Kau sangat perhatian kepadaku, apa kau tidak takut jatuh cinta padaku." Jawab Jackson mengimbangi aktingku.
"Kau juga mencintaiku bukan. Kalau tidak, tidak mungkin aku diperbolehkan sedekat ini denganmu. Menurutku kamulah yang seharusnya berhati-hati. Karena selama ini belum pernah ada pria yang mampu menolakku." Jawabku lalu menarik dasi Jackson kemudian berjinjit untuk mencium bibir Jackson dengan suara kecupan yang terdengar begitu jelas.
"Akting selesai." Jawabku langsung menjauhkan bibirku dari bibir Jackson. Setelahnya aku langsung mengirimkan rekaman suara itu ke Zea.
Setelah keluar dari ruang kantor. Kami bertemu Andreas di depan lift. Saat pintu lift hendak terbuka, aku segera mendekat ke tubuh Jackson dan kembali menyentuh dasinya.
"Ingatlah pesanku, kamu harus mengurai minuman beralkohol." Ucapku lembut seperti sepasang kekasih yang sangat dekat, kami berdua Akhirnya kembali melanjutkan berakting di depan Andreas.
Tiba di luar gedung. Jackson segera masuk ke dalam mobil yang ada di depan. Sedangkan Andreas masuk ke mobil di belakang.
Aku sengaja mendekat ke jendela mobil dan lagi-lagi mencium bibir Jackson.
"Tuan, jangan beneran jatuh cinta padaku." Bisikku pelan. Selesai berkata, aku mundur setengah langkah dan melihat kedua mobil tersebut melaju pergi. Aku menyadari kalau Andreas terus melihatku seperti sedang merencanakan sesuatu.
walopun di awal agak bingung dengan alur ceritanya, tapi lama kelamaan ngerti juga..😁😁😁
lanjut baca sekuel berikutnya..
sehat2 terus kak..
semangat dan semoga sukses selalu🙏🏻😘😍🤩🥰